The Lunch Reunion [Book Review]

image

Another novel berjenis metropop yang dibaca bulan ini. Sebenernya The lunch reunion ini yang selesai dibaca duluan , tapi karna ngabacanya keputus-putus (maklum, ga bisa bagi waktu karna kan ngajar padet and ngangon bocah kalo dah dirumah, musti nunggu anak2 tidur dulu >>alesan) Jadi kalo baca keputus2 gitu agak kurang dapet chemistrynya (menurut saya sih.)

Dirty little things langsung direview karna abis baca semaleman suntuk dan lagi mid term break alias libur…jadi masih kebawa2 emosi dari isi ceritanya gitu. Percis kayak saya abis baca PARTIKEL nya Dee Lestari. Tenggelam dalam karakter Zarah si tokoh utamanya. 3 hari gak move on-move on. 😀

The Lunch Reunion ini intinya adalah tentang persahabatan 4 wanita muda yang dipertemukan di kantor yang sama dulunya. Sebenernya ini sambungan dari sequel sebelumnya “The Lunch Gossip”, tapi saya justru belum baca yang The Lunch gossip.

Cara berceritanya sih yang agak beda. Si penulis menjadikan ke 4 tokoh utama untuk bercerita bergiliran. Jadi kan nama-nama tokohnya adalah: Arimbi, Xylana, Keisha, dan Kynthia (asli deh nama xylana dan kynthia itu agak terdengar aneh dikuping saya). Nah lalu ditiap bab nya si penulis bikin judul contohnya seperti ini:

Keisha: I’m back  (di bab ini, Keisha yang bercerita dan mostly cerita tentang kehidupan or dirinya)

Kynthia : menikmati bulan-bulan (Kynthia yang bercerita)

dan seterusnya…. nah uniknya, cerita tetap bergulir nyambung aja gitu walaupun yang jadi pencerita beda2. (eh istilahnya apa sih ya?) pokoknya si pemeran utamanya itu ya ganti2an gitu deh. Tapi tetep ceritanya nyambung terus. Walaupun ada di beberapa part yang menurut saya keputus dan nanggung banget.

Oke daripada pusing-pusing bahas itu, mending kita bahas ini (hahaha….aposehh!!!) 😀

Jadi ini buku sebenernya dibilang bagus banget juga nggak, dibilang jelek juga nggak. Dalam kategori biasa aja. Maksudnya, saya ga penasaran mau buru-buru abisin baca langsung.

Dari cerita ini sih kita disuguhin 4 karakter wanita yang berbeda-beda.

1) Ada Xylana (xixi) yang perfeksionis dan pekerja keras. Bingung mau bagi waktu untuk kerja atau ngurus anak alias jadi IRT. Tapi sih intinya si Xixi ini terlalu keras ama diri sendiri, setres sendiri, ga bisa nurunin standard dalam urusan kerjaan kantoran apalagi urusan kerjaan domestik.

2) Keisha, yang jutek tapi sebenernya baik hati dan perhatian ama temennya. Cuma aja dia kalo ngomong straight to the point. Gak pake babibubebo….hajar waeeee pake kata2nya yang tajem. Diantara ber-empat ini, saya paling suka liat pasangan Keisha dan suaminya Paul. Si Paul ini critanya orang bule yang mana bos nya si Keisha waktu dia kerja di Aussie dulu, dan Paul yang bisa ngerubah kebiasaan Keisha yang suka TELAT! Tapi keren deh cara pendekatan si Paul ke Keisha, padahal paul ini termasuk bos yang nyeremin. Eh iya Keisha ini ternyata punya trauma di masa lalu yang bikin dia ogah untuk HAMIL. Yang mana dicerita ini akhirnya si Keisha malah hamil, dan dia susah menerima kenyataan kalo dia emang beneran hamil.

3) Arimbi, yang lembut dan sangat perhatian. Arimbi seorang designer sukses dan dia pengen banget bisa hamil dan punya anak yang lahir dari rahimnya sendiri. Hidup tuh emang aneh kan ya. Yang pengen hamil ga dikasih hamil, yang ga kepengen hamil eh malah hamil. (Ga mau bahas, agak sensitip ini). Arimbi ini sering dimintain tolong ama Xixi untuk jagin Chaca anaknya xixi yang usia 5 tahun kalo ga salah. Saking sayangnya Arimbi ke Chaca, si Arimbi ini juga seperti ibu ke 2 buat Chacha. Enak banget ya pertemanan kayak gini.

4)Ada si pendamai, alias penengah. Namanya Kynthia. Panggilannya Thia. Thia ini lagi hamil juga, sama kayak xixi, tapi xixi hamil anak ke 2. Kynthia ini selalu menjadi moderator kalo ada diantara mereka yang sedang ngambek2an (lahhh dalam pertemanan or persahabatan pasti ada kan ya berantem2an). Saya ga nyangka bahwa justru dibagian Thia ini saya nangis ( >> anaknya gampang nangis, alias terharu) di cerita ini yang karakternya menonjol tuh ya si arimbi, keisha dan xixi. Kytnhia biasa2 aja. Tapi justru diendingnya dia yang bikin terkesan.

Lumayan ada beberapa bagian sih di cerita ini yang saya highlight…..

1) Membahas Topik Yang Tepat.

Betapa kita suka ga nyadar,(kitaaa? Elo aja kali aja Jo! Hehe) kalo misalnya kita lagi kumpul ama temen2 kita, trus keasikan ngebahas suatu topik, tapi si temen kita itu ga nyambung ama topik kita, tapi kita nyerocos aja terusssss tanpa peduli perasaan temen kita itu. Oke seperti dalam cerita ini. Yang mana, suatu kali mereka ber 4 bikin lunch reunion,dan ada tambahan Mega dan Airin temen dari xixi dan dan Thia yang ikutan gabung. Mereka asik ngebahas tentang kehamilan, jadi diantara mereka ber 6 itu cuma keisha dan Arimbi yang dalam keadaan gak tambur alias hamil. Mereka merasa asing jadinya. Well, kalo si Arimbi sih lebih bijak menyikapinya, tapi keisha si mulut tajem yah nggak gitu. Nah ini pelajaran buat saya (dulu sih) saya sering keasikan ngobrolin tentang kehamilan or tentang parenting or tentang anak sama temen2,dan ga sadar ada temen kita yang masih single or married tapi belum punya anak.  Dan buat kita itu topik menarik tapi buat orang lain yah belum tentu. So, kalo lagi ngumpul2 gitu, bahaslah topik yang umum, yang semua pihak mudeng. Toleransi namanya. 🙂

2) Jadilah Ibu yang Bijak.

Disini dibahas tentang tipe2 ibu-ibu. Kadang kita suka merasa bener sendiri. Jadi sejak xixi jadi IRT, mau ga mau dia jadi belajar sosialisasi ama ibu-ibu di komplek rumahnya. Gak mulus sama sekali. Seringlah ibu-ibu ini saling nge judge or ngegosipin. Si kelompok A, ibu-ibu rumahtangga yang punya ART tapi doyan keluyuran dan tugas menemani bermain dan menyuapi anak tetep dipegang kendali ama nanny or Art, LaLu ibu-ibu kelompok B yang ga punya ART ngegosipin si kelompok A yang menurut mereka ga bener banget, hura-hura mulu kerjaannya. Apa gunanya jadi IRT kalo urusan anak tetep dikasih ke nanny or ART. Lalu si kelompok B sebaliknya  nyinyirin kelompok A, tukang gosip dan ngiri aja karna ga mampu sewa ART. Dan menyaksikan semua ini bikin si Xixi makin pusing…..dan menurut xixi dua kemlompok ibu-ibu ini sama aja nggak benernya.

3) Never Loose HOPE

Yes, never loose hope adalah pelajaran yang diberikan oleh kisah hidup si tokoh dalam cerita ini yang bernama Arimbi. Begitu giatnya dia berusaha untuk bisa hamil dan punya anak. Semua cara dia tempuh.Walaupun pada akhirnya dicerita ini dia nggak kunjung hamil tapi dia ga pernah putus asa. Dia berprinsip untuk tidah pernah berhenti untuk berharap. Sambil dia berusaha dan berdoa, Arimbi mencoba untuk mengambil sebuah tanggung jawab besar yaitu menjadi Ibu asuh bagi 30 anak yatim piatu di sebuah panti asuhan yang ditinggalkan pengurusnya. Dan hal ini menginspirasi sahabat-sahabat lainnya, terutama Keisha  yang merasa masih self-centered banget selama ini. Dan Arimbi berprinsip, Umur ga ada yang tau, jadi selama kita masih hidup, apa salahnya kita melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Ok, noted!

So, kira-kira gitu deh review dari saya. Ohya, selain dari ke 4 tokoh utama ini, ada juga  tokoh lain yaitu Kasih Kinanti yang berusaha mengacak-ngacak kehidupan mereka, alias sirik sih sebenernya. Trus ada Vinka, yang tadinya anggota dari kelompok XixI dkk, tapi Vinka berkhianat dan meniggalkan mereka. Lalu muncul lagi diantara mereka tanpa sengaja yaitu sebagai pegawai barunya Paul, suaminya Keisha. Kehadiran Vinka dikantor Paul sempat menciptakan konflik antara Paul dan Keisha.

 

My Fav part:

Paul to Keisha:

“Waktu adalah hidup itu sendiri, Keisha,” katanya lagi. “Ketika kamu tidak menghargai waktumu berarti kamu tidak menghargai  hidupmu. Terlambat datang bekerja sepuluh menit, tiga puluh menit, mungkin tidak membuat dunia hancur seketika. Tapi itu membuat kamu semakin tidak menghargai keteraturan. Padahal banyak yang bisa kamu lakukan dalam jangka waktu yang kamu sia-siakan itu. Tidak perlu untuk kantor, tapi untuk diri kamu

Oke…sekian review dari saya…
Semoga bermanfaat 🙂

ciao 🙂

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “The Lunch Reunion [Book Review]

  1. Aku tuh suka baca2 novel dewasa kya gini kak Jo, bisa jadi pembelajaran buat aku..
    Aku juga suka baca novel Pillow Talk. Test Pack, dan Good Fight hehe. Aku jadi ada gambaran kehidupan dunia kerja dan pernikahan kya gmn.

    Nice sharing, btw! 😉
    *melipir ke toko buku*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s