48

Drama in Friendship

Who likes drama? Yes, I do like it. Especially Korean Drama *uhukkk, menatap genit pada Lee Min Ho..*

And Who likes friendship? Of course everyone does .

I love those two words “drama” and “friendship” . But just don’t put them together in one sentence. It’s going to be worse. Yes Drama in friendship could be one of the worse thing happen in our life. Let’s find out the drama in friendship through the story of MIA, SOFIE and LIZA below:

However, to make it easy, I will tell the story in Bahasa Indonesia (LOL, penipuan banget dah, awalnya keminggris Nampak keren, eh endingnya bahasa Indonesia juga, males mikir banget yak hihi)

1) Adu Domba

Ini nih, drama pertemanan paling ngenes sedunia akhirat. Coba gimana nggak? Misalnya sebutlah pertemanan antara SOFIE, MIA, dan LIZA. Jadi si Sofie ngomong ke si LIZA kalo si MIA itu sebenernya ga suka waktu si SOFIE ngerahasiain rencana details urusan pernikahan si LIZA. Terus yang paling bikin ngenes adalah si MIA ngomong ke si LIZA kalo si SOFIE sebel ama si LIZA karena sekarang mentang-mentang dapet pacar bule dan mau diboyong ke Italy (tempat calon suaminya) si LIZA jadi sombong, ga mau terbuka lagi soal details rencana pernikahan. Kesian amat hidup si LIZA ini, ngakunya sih sahabat, tapi saling adu domba. Si LIZA yang lagi pusing sama urusan pernikahannya jadi makin bingung, bukannya ditolongin untuk meringankan bebannya saat wedding preparation, eh malah terbebani dengan adanya drama adu domba tersebut.

2) Nyusahin

Harusnya ya, kalo jadi temen itu kan bisa meringankan beban kita, bukan  malah bikin susah. Eits, tunggu dulu statement saya diatas berkaitan dengan kisah persahabatan antara LIZA, MIA dan SOFIE dibawah ini.

Menjelang pernikahan si LIZA, si MIA dan SOFIE request minta dibeliin seragam or bahan yang sesuai warna tema pernikahan LIZA. Request pulak mintanya harus bahan yang bagus. LIZZA yang sebenernya punya budget pas-pas an pun akhirnya membelikan untuk kedua sahabatnya tersebut. Padahal perang dingin masih berlangsung. MIA tidak tahu kalau SOFIE pernah menceritakan hal buruk tentang dirinya ke LIZA begitu pun sebaliknya, SOFIE tidak tahu kalau MIA menceritakan hal buruk tentang dirinya ke LIZA.

Gak tau ya dengan kalian, tapi menurut saya, kalau sahabat kita menikah, kita pasti ingin meringankan bebannya kan? Kira-kira apa yang bisa kita bantu ya? Kalau di Amrik sana para bridesmaid biaya sendiri loh gaun dan make-upnya.

Jadi ini si MIA dan SOFIE merasa ga ada beban banget dengan request mereka.

3) Sirik!

Jadi setelah teliti punya teliti kenapa akhirnya MIA dan SOFIE mengadu domba, adalah karena jealousy alias sirik. Jadi gini kisahnya, diantara ketiga sahabat ini, LIZA lah yang paling terakhir menikah. LIZA jugalah yang perekonomiannya biasa-biasa aja alias pas2an. SOFIE yang paling pertama menikah, dan menikah dengan seorang pria mapan alias berduit. Bisa liburan kemana mereka suka dan suaminya bisa bayarin. SOFIE bahkan pernah membelikan LIZA sebuah gadget, katanya supaya bisa ngobrol lebih  mudah dengannya saat mereka sedang ingin curcol2an. Baik banget ya si SOFIE ini? Eits tunggu dulu, disini saya ga setuju sama sikap LIZA yang mau-mau aja nerima hadiah itu. Tapi menurut pengakuan LIZA, si SOFIE ini maksa banget, tiba-tiba udah dibeliin aja ga pake nanya dan dilarang nolak.

Lalu bagaimana dengan si MIA? MIA yang hidupnya tadinya juga pas2an, sekarang sudah tinggal di luar negri bersama suaminya yang berkebangsaan, sebutlah berkebangsaan Kanada. MIA baik sekali kepada kedua sahabatnya ini, membelikan mereka banyak barang-barang dari Kanada sana.

Tapi semua kebaikan SOFIE dan MIA terasa semu saat mereka terlalu sirik dengan kehidupan LIZA yang sekarang. Jadi puncak dari semua drama ini adalah ketika akhirnya LIZA menikah dengan pria berkebangsaan ITALY dan hidup mereka terlihat sangat bahagia dan harmonis. Secara perkenomian juga lumayan, tapi tidak berlebihan seperti SOFIE. MIA dan SOFIE terus-terusan membicarakan LIZA yang katanya sekarang sudah berubah. Tidak mau lagi bercerita semua hal tentang dirinya dan suaminya. Bukannya LIZA tidak mau menceritakan semuanya, tapi LIZA trauma sama drama adu domba saat menjelang pernikahannya waktu itu. Karena apa pun yang disampaikan LIZA pada MIA akan disampaikan MIA kepada SOFIE dengan versi yang berbeda. Mereka berdua tetap membahas LIZA dan menjelek2kannya. Intinya sih sirik dengan kehidupan LIZA yang sekarang.

Kehidupan rumahtangga LIZA memang lebih harmonis dan keluarga mertuanya di ITALY sana baik sekali padanya. Sedangkan MIA, mendapati keluarga mertuanya yang tidak akur dengannya, bahkan SOFIE sempat hampir bercerai dengan suami mapannya itu. Semua kehidupan LIZA yang dulu dianggap paling dikasihani di antara mereka dulu, sekarang malah kebalikannya. Sebenarnya LIZA sendiri merasa hidupnya pun bukan mulus-mulus saja, tapi ia enggan berbagi cerita dengan kedua sahabatnya itu lagi, karena trauma dengan kejadian sebelum pernikahan.

PS: Pasca adu domba waktu menjelang pernikahan itu, MIA akhirnya minta maaf sambil menangis dan mengaku salah pada LIZA, tapi SOFIE si tinggi hati itu tidak merasa bersalah dan itu menyebabkan LIZA masih sebal dengannya dan enggan berbagi cerita. Namun akhinrya mereka berbaikan lagi walau tetap tidak ada kata maaf dari mulut SOFIE. Walaupun sudah berbaikan, suasana persahabatan mereka sudah berbeda sekarang, dingin dan penuh kecurigaan satu sama lain.

Phewwwww drama banget deh!

4) UTANG BUDI

Utang budi disini adalah, saat Si SOFIE merasa berjasa pada kehidupan LIZA, dulu LIZA pernah dibelikan gadget toh? Bahkan pernah dibayari tiket pesawat untuk jalan-jalan menemaninya ke Singapore yang waktu itu sedang suntuk, juga tiket pesawat ke kota tempat ia tinggal, bilanglah di Jayapura. SOFIE merasa sudah banyak melakukan hal baik pada LIZA dulunya, tanpa LIZA sadari bahwa sebenarnya si LIZA ini sedang ‘dibeli’ oleh SOFIE. Tau kan tipe temen yang kaya gini? Yang dia tau sebenernya banyak orang yang ga suka sama dia, dan ga mau temenan sama dia karena banyak sifat buruknya, yaitu sombong dan tengil. Tapi dia ga mau kehilangan LIZZA satu-satunya orang yang masih mau berteman dengannya. Jadi dia istilahnya ‘beli temen’. Saya juga heran dengan sikap si LIZA ini. Dari jaman SMA saya dah bilang, saya ga suka dia temenan sama si SOFIE, tapi LIZA bilang kasian si SOFIE itu ga ada temennya.

Jadi si SOFIE merasa LIZA tuh kayak punya utang budi terhadap dirinya, padahal dia lupa justru SOFIE lah yang punya utang budi pada LIZA. Kenapa begitu? Karena LIZA lah orang yang mendamaikan SOFIE dan suaminya yang hampir bercerai waktu itu.  Iya, jadi suami si SOFIE ini sangat percaya dengan LIZA, semua omongan LIZA bisa diterimanya termasuk saat SOFIE melakukan pengkhianatan terhadap dirinya. LIZA berhasil membujuknya untuk memaafkan SOFIE dan menerimanya kembali. Tapi SOFIE lupa hal itu.

Bagaimana dengan MIA? Oh terlebih MIA, karena MIA ini merasa orang yang paling turut andil dengan nasib or kehidupan LIZA yang sekarang ini. Kenapa begitu? Karena MIA yang mengenalkan LIZA pada suaminya yang sekarang, karena suaminya LIZA adalah teman dari suaminya MIA. Jadi dengan kata lain, “ah banyak gaya loe! Kalo bukan karena gue yang kenalin lu sama suami lu, mana mungkin hidup lu seperti sekarang”.

Well, wel, well….sampe sini udah ada yang ngerasa eneg belom sih sama drama persahabatan diatas? Kalo saya sih judulnya udah bukan sahabat lagi ini. Terlalu banyak drama, ga bener banget.

5) SHARING SECRETS

Kalau keadaan sudah seperti diatas? Apakah kalian masih mau berbagi rahasia pada MIA dan SOFIE (andaikan kamu adalah LIZA), kalau saya sih ogah! Jangankan sharing secrets, sharing stories aja ogah. Cerita-cerita hal yang sehari-hari pun ogah. Suami dari LIZA ini melarang keras untuk memberitahu segala hal tentang kehidupan mereka terhadap SOFIE dan MIA. Selain karena menjaga privacy, juga ga guna buat si LIZA karena pada akhirnya apa pun yang diceritakan LIZA pada mereka berdua selalu jadi bahan nyinyir dan bahan gossip untuk mereka berdua (stab your back!) Terus kalau ceritanya adalah tentang kesenangan LIZA yang misalnya baru dapat kado or dibeliin apa gitu sama suaminya, nanti itu jadi bahan sirik-sirikan mereka berdua. Pokoknya MIA dan SOFIE ga mau kalah banget deh! Dalam segala hal. CKCKCKCKCKCKCK!!!!

Heran saya!

ed976c2990cbe342405bf5e841127f71

Jadi benarlah statement yang menyatakan:

Adalah mudah untuk ikut sedih saat teman sedang susah atau berduka, tapi apakah semudah itu untuk tulus berbahagia saat teman memperoleh kesenangan atau kebahagiaan?

Jadi persahabatan antara LIZA, MIA dan SOFIE dapat bertahan saat mereka bertiga sama-sama susah dulunya, tapi saat bahagia datang menghampiri satu persatu dari mereka, persahabatan mereka pun diuji. Kalau saya jadi LIZA akan saya sudahi pertemanan seperti itu. Tapi sayangnya LIZA ini ga bisa, entah kenapa. Makanya saya gemes bangetttt sama LIZA.

Hey LIZA, do you know that “TOO MUCH DRAMA WILL KILL YOU?”

So, how to end the drama? Just end up the friendship. THE END of the story!

unduhan (1)

 

xoxo,

Me, yang sedang mengasihani LIZA