Gelombang (Supernova) Dan Cerita Tentang Menjadi Narasumber Dee

Widihhh judulnya panjang aja Jo!  Iya tapi tenang, isinya ga bakal panjang-panjang amat deh. Tapi ya gitu, ini sekedar cerita penting ga penting namun lumayan bikin hati berbunga-bunga , So please bear with me and maybe with my little ‘norak-norak bergembira’ thing. Okay! 😀

17 OKTOBER 2014

17 Oktober 2014 merupakan tanggal keramat buat siapa saja yang sedang menunggu datangnya ‘gelombang’ edisi supernova yang terbaru dari Dee Lestari. Setelah dua tahun yang lalu hadirnya ‘PARTIKEL’ akhirnya GELOMBANG datang menerjang, dan siap mengombang-ambingkan kita para pembaca setia Supernova.

17 Oktober saya gelisah karena saya ingin segera ke toko buku untuk membeli ‘gelombang’ karena setelah saya menelepon kerumah apakah ada paket buku yang datang untuk saya hari itu, dan ternyata tidak ada maka saya makin galau, mau beli bukunya apa nggak. Saya tidak memesan PO pada toko buku yang diumumkan oleh Dee di akun Instagramnya karena beliau sendiri yang akan mengirimkan buku itu pada saya. Whatttt? Dee Lestari ngirimin saya buku GELOMBANG? iya benar sekali, buku yang beliau kirimkan itu katanya adalah sebagai ucapan terimakasih pada saya sebagai salah satu narasumber beliau di buku Gelombang. Oh no! jadi beneran nih saya juga dianggap sebagai narasumber? asli saya speechless. Ga mugkin! itu yang ada dalam pikiran saya waktu baca email dari beliau.

wpid-screenshot_2014-09-30-08-44-13.png

Tanggal 17 Oktober itu saya memutuskan untuk akhirnya beli bukunya saja, karena waktu Whatssapan sama Maya, dia bilang kalau nama saya ada di bagian ucapan terimakasih! Tentu aja ga percaya, ga mungkin lah! tapi akhirnya saya penasaran, dan beli bukunya. Dan ya! GELOMBANG telah lahir di tanggal 17 Oktober 2014. Ga sabar menanti buku kiriman dari Dee, saya langsung ke kasir membayar buku yang saya beli dan membuka plastik yang membungkus buku itu, lalu lompat ke halaman akhir….hampir ga percaya melihatnya. Yes, my name is written….Arghhhhh mba Dee ga nyangka segitunya.

Menjadi NARASUMBER abal-abal

Kok bisa jadi narasumber Jo? udah pernah cerita di blog ini sih setahun yang lalu, tapi diceritain lagi aja deh ya. *hihi maklum masih edisi norak2bergembira* 😀

Suatu hari, sekitar bulan Oktober 2013 saya dapat komen di blog, kaget karena komen itu datang dari seorang penulis terkenal, Dee Lestari. Isi komennya kira-kira bilang gini: “Hi Joice selamat atas wedding anniversarynya, boleh saya minta alamat email kamu, ada hal yang ingin saya tanyakan sehubungan dengan komen kamu di IG saya beberapa waktu yang lalu.” 

Saya baca ulang-ulang komen itu, perasaan saya campur aduk, antara senang, bingung dan juga takut. Takut jangan-jangan ada komen saya yang menyinggung perasaan beliau. Eh tapi akhirnya saya ngubek-ngubek foto-foto di akun IG nya beliau dan membaca tentang komen-komen saya disana, ternyata saya komen di beberapa foto Dee saat dia dan Keenan anaknya lagi mengunjungi kampung halaman saya, yaitu di Pulau Samosir, tepatnya adalah desa yang bernama ‘LIMBONG’ di kecamatan Sianjur Mula-Mula. Sebenernya komen-komen saya itu cuma menyambung caption dari Dee itu sendiri sih, melihat foto-foto yang dia upload di IG nya membuat saya terbawa kembali pada masa kecil yang saya habiskan selama kurang lebih setahun disana.

Waktu itu beberapa foto yang saya komentari selalu dibalas oleh Dee dengan kata : “wowwwww!” atau dengan kalimat yang seakan juga takjub dengan magisnya desa itu. Iya jadi di foto Dee saya komen bahwa waktu tinggal di desa itu, saya pernah mengikuti upacara gondang pemanggilan Raja Uti. Upacara gondang ini merupakan acara yang sakral dan mistis. Upacara ini sering diadakan di kampung kami karena kampung kamilah perhentian terakhir sebelum puncak Pusuk Buhit. Pusuk Buhit adalah gunung tempat bersemayamnya Raja Uti  yaitu Raja Batak paling sakti.

komen di IG Dee...iseng doank padahal mah

komen di IG Dee…iseng doank padahal mah

Akhirnya singkat cerita Dee mengirim saya email dan menanyakan apakah saya bersedia untuk di wawancara via telefon supaya beliau bisa mendapat gambaran tentang malam pemanggilan raja uti yang saya ceritakan di foto Instagramnya Dee.

Awalnya Dee SMS saya apakah saya bisa terima telfon dia, saya bilang tidak bisa karena saat itu saya masih ada di gereja. Saya akhirnya kabari beliau sabtu sore saat saya sudah dirumah bahwa saya sudah bisa ditelfon. Dan taraaaaaaaaaaaaaaaa!!! jantung deg-deg ser banget itu…suara ampe gemetaran saking nerveousnya. Gimana nggak, kalo saya ini emang ngefans ama beliau.Siapa yang ga jatuh cinta sih ama tulisan Dee? Pintar, dan juga super berbakat. Nyiptain lagu, pintar masak, bisa nyanyi, main alat musik dll. Kebetulan saya follow IG nya dia dari awal dia bikin akun IG trus follow twitternya juga. Haisssshhh cem manalah awak nggak nerveous kan?

Saya lupa berapa lama waktu itu kami ngobrol ditelefon, kebetulan waktu itu hujan sedang turun jadi agak sedikit terganggu dan juga Gwinette teriak-teriak gangguin emaknya. Tapi saya berusaha sejelas mungkin untuk menggambarkan suasana malam gondang pemanggilan raja uti itu kepada Dee. Jika kalian berkesempatan membaca novel ‘GELOMBANG’, maka cerita gambaran suasana malam pemanggilan Raja Uti yang saya ceritakan pada Dee ada diawal bab cerita itu.

Tapi benar-benar ga nyangka kalau akhirnya cerita yang saya berikan itu disisipkan juga oleh Dee dalam novelnya, bahkan jadi adegan pembukaan dari novelnya yang fenomenal ini. Kirain bakal di skip, karena waktu ditelfon dia bilang bigung mau masukkin cerita dari saya di bagian mana (lahh penulis keren bisa bingung juga ya ternyata…hehe). Saya pun tidak pernah terpikir untuk menjadi narasumber beliau, apalagi untuk ikut serta dituliskan namanya di bagian ucapan terimakasih. Sungguh speechless..iya speechless melihat nama saya ada disana. karena kami kan cuma berbincang via telefon, jadi rasanya tidak mungkin cerita saya yang cuma seumprit itu dihargai sebegitu besarnya oleh Dee. (Yaaaa maap ya if I sounds so lebay…tapi ya gimana ini donk, ini ungkapan jujur dari hati) Terimakasih mba Dee saya bisa jadi bagian dari lahirnya Gelombang. #tsahhh sok ikrib 😀

Isn't this sweet?

Isn’t this sweet?

Dipojok kanan paling bawah... you're most welcome Mba Dee

Di pojok kanan paling bawah… you’re most welome Mba Dee

Demikian seuprit cerita kenorakan saya kali ini, ya tapi siapa yang ga seneng kan ya jadi bagian dari lahirnya sebuah novel keren karya penulis jenius macam Dee Lestari?

Dan untuk itu saya ingin mengucapkan : Selamat untuk lahirnya ‘anak jiwa’ dari Ibu Suri….

Terimakasih telah menjadi secuil bagian dari lahirnya Gelombang….

PS: Saya sudah selesai membaca bukunya….dan…..ini bagusnya menyaingi PARTIKEL banget! reviewnya sudah ada di draft, will publish it soon.

Thank you for dropping by! 😀

*Semoga ga di unfollow abis baca cerita kenorakan gue ini yakkk* 😀

xoxo

JoiceLimbong

Advertisements

113 thoughts on “Gelombang (Supernova) Dan Cerita Tentang Menjadi Narasumber Dee

  1. Pingback: 15 Tahun Supernova: SEBUAH PERAYAAN HIDUP (Dari Bintang Jatuh Hingga Embun Pagi) | Joeyz14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s