51

Berpetualang Dengan Supernova Dan Review “GELOMBANG”

Setelah puas bernorak-norak bergembira di postingan sebelumnya karena menjadi narasumber abal-abalnya Dee, saya mau review sedikit Novel Supernova. Bukan cuma Gelombang yang baru aja diterbitkan tapi secara keseluruhan.

Gelombang- membawa kita pada alam mimpi yang terasa nyata, yang membuat jatuh cinta sama Alfa Sagala......

Gelombang- membawa kita pada alam mimpi yang terasa nyata, sekaligus membuat jatuh cinta pada Alfa Sagala……

Akan sekuat tenaga berusaha agar review ini tidak spoiler……

Pertama-tama saya cuma mau bilang bahwa beruntunglah saya, karena baru mulai membaca serial Supernova sekitar setahun lalu. Jiahhh telat amat neng bacanya…kemana aja? hehehe tapi tetap merasa beruntung walau telat bacanya.

Kenapa beruntung? ya gak kebayang aja gimana tersiksanya menantikan dari satu edisi supernova ke edisi yang lainnya. Dari Ksatria Putri dan Bintang Jatuh (KPBJ) yang terbit tahun 2001, lalu harus menunggu setahun berikutnya untuk lahirnya AKAR, kemudian disusul oleh PETIR tahun 2004.Pasti tersiksa kan karena penasaran?

Dan semua Itu  nggak ada apa-apanya dibanding penantian panjang menuju PARTIKEL yang lahir di tahun 2012, ya ampun berapa tahun itu coba? delapan tahun sodarah! sungguh teganya, oh teganya Ibu suri Dee membuat para pecinta Supernova galau tak menentu untuk kehadiran Partikel dalam delapan tahun penantian.

Saya sebagai orang yang tipenya ga sabaran dan ga bisa dibuat penasaran sangat beruntung karena baru mulai baca Supernova tahun lalu, jadinya bisa langsung menikmati semua buku supernova satu persatu dengan santai tanpa terburu-buru juga tanpa perlu menunggu waktu yang lama karena semua sudah ada di toko buku. Iya memang agak beda sih motivasi saya akhirnya membaca si supernova ini.Jujur nih, saya baca kan karena pasca ditelfon ibu suri untuk jadi salah satu narasumbernya. Hahaha yes I know….cetek abisss kan eike bok. 😀

Tidak ada rasa ketertarikan samasekali pada supernova ini. Saya tahu KPBJ dari seorang teman waktu kuliah di Bandung dulu, mencoba membaca sedikit dan samasekali tidak tertarik. Tentu saja karena menurut saya si otak cetek ini, bahasa dalam buku ini cukup njlimet, susah untuk dicerna. Akar, Petir dan Partikel pun sama, terlewat begitu saja. Satu-satunya buku supernova yang saya ingin baca adalah Partikel. Kenapa Partikel? karena dua tahun silam saat Partikel lahir tahun 2012, saya banyak membaca review yang berseliweran di twitter tentang betapa bagusnya buku ini. Tapi tetap saya belum benar-benar berniat membacanya. Singkat cerita saya pun membeli Partikel dan berharap saya gak lost karena sudah melewatkan 3 buku supernova sebelumnya. Dan Rasa kenikmatan membaca Partikel ini menyeret saya untuk lebih dalam  membaca buku supernova yang lainnya.

Sampai saat ini saya masih terus terkagum-kagum dengan Dee yang begitu Jeniusnya merangkai kata-kata, menciptakan tokoh-tokoh yang punya karakter kuat dalam setiap ceritanya. Bukan cuma itu, beliau juga mampu membawa kita pada petualangan baru dengan tipe petualangan yang berbeda-beda pada tiap bukunya.

Pada Buku Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh (KPBJ) Kita diajak berpetualang dalam kehidupan cinta Ferre dan Rana. Kisah cinta yang dituliskan oleh sepasang kekasih (gay) bernama Dimas dan Ruben. Kisah cinta yang begitu kompleks karena Ferre sebagai sosok laki-laki yang sempurna dan digilai oleh banyak wanita akhirnya jatuh cinta pada Rana yang sudah memiliki suami bernama Aswin. Ditambah munculnya Diva si bintang jatuh dalam kehidupan cinta Ferre membuat cerita ini begitu menarik. Despite of all crazy terms about science yang membuat kening saya mengkerut, saya suka sekali puisi-puisi romantis di novel ini. Dan pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa novel KPBJ adalah tentang cinta yang membebaskan. That’s it. Karena memang sedikit membingungkan tentang bagaimana nanti si tokoh supernova muncul dan bagaimana keterkaitannya dengan buku lain saya juga masih clueless…Tapi tak apa…saya sabar menanti supernova berikutnya (Inteligensi Embun Pagi) yang katanya bakal jadi episode terakhir dan yang sekaligus akan menguak semua misteri dalam supernova ini. (I hope so)

Pada buku kedua dalam supernova berjudul “Akar” Dee membawa kita berpetualang bersama Bodhi sang tokoh utama dalam cerita ini. Bodhi lahir di wihara dan diasuh oleh guru Liong. Hal yang menarik perhatian saya pada novel ini adalah ketika Dee menuliskan lokasi Wihara tempat Bodhi ditemukan pertama kali oleh guru Liong. Lokasinya adalaha di Lawang, 60 km dari Surabaya. Saya langsung teringat akan wihara yang juga sekaligus sekolah berasrama disamping sekolah saya waktu SMU dulu yaitu di lawang-pasuruan. Nama sekolah itu adalah “Tridarma” dan sekolah kami percis berdampingan satu sama lain dan sekolah kami sama-sama berasrama dan berbasis agama. Saking penasarannya saya menulis email pada Dee dan menanyakan apakah benar sekolah berasrama tempat Bodhi ditemukan adalah sekolah Tridarma yang saya maksudkan? Dan Dee menjawab IYA benar sekali itu adalah sekolah Tridarma dan mari kita beri salut pada ibu suri satu ini karena dia adalah penulis yang paling jago dalam soal riset. Menurut pengakuan Dee, dia sempat survei dan riset disana. Gile keren abis ya! Untuk sebuah maha karya memang perlu riset sedetail itu.

Dalam novel Akar ini, kita dibawa Dee berpetualang bersama Bodhi menuju negara-negara seperti Laos, Bangkok dan Kamboja. Perjalanan Bodhi sendiri adalah perjalanan pencarian jati diri yang disuguhkan dengan sangat bagus oleh Dee. Seni tato adalah hal yang banyak sekali disinggung dalam buku ini.

Selanjutnya adalah buku Supernova berjudul “petir”, ini adalah buku yang terus terang membuat saya terhibur dan terenyum bahkan tertawa karena si tokoh bernama “Elektra” atau Etra ini seperti memperlihatkan sisi humoris dari Dee itu sendiri. Elektra si gadis pemalas yang hidup sebatangkara sepeninggal ayahnya dan kakaknya Watti yang ikut suaminya ke Jayapura akhirnya bertransformasi sebagai pengusaha Warnet yang sukses atas bantuan Mpret. Mpret ini yang nantinya mempertemukan Etra dengan Bodhi melalui sepupunya Mpret bernama Bong. Banyak hal yang saya garis bawahi dari buku Petir ini, terutama tentang bagiamana Etra memandang Agama itu sendiri. Kehidupan Elektra dan Watti kakaknya yang sangat bertolak belakang membuat saya sadar bahwa dalam hidup ini kita sering menemukan karakter seperti Watti. Bahkan saya sering bertanya pada diri saya sendiri, apakah saya sering berperilaku seperti Watti? answer your self Jo!

Petualangan yang tidak kalah serunya adalah petualangan bersama Zarah, tokoh dalam buku  Supernova berjudul “PARTIKEL”. Anak perempuan yang dibesarkan di kota Bogor. Dididik oleh ayanya yang bernama Firas sebagai seorang dosen di IPB. Firas ayahnya dianggap sebagai orang sinting karena terlalu menggilai fungi/jamur dan sering berkunjung keBukit Jambul yang dipercayai sebagai tempat keramat oleh penduduk sekitar. Suatu hari Firas hilang tanpa kabar dan pencarian Zarah terhadap ayahnya inilah awal dari perjalanan Zarah. Tokoh Zarah ini diceritakan sebagai seorang anak yang berbakat dengan dunia fotografi dan salah satu fotonya berhasil menjadi pemenang pada suatu lomba di majalah akhirnya membawa ia berkunjung ke Tanjung Puting di Kalimantan tempat penangkaran orang utan. Perjalanan Zarah terus merambah ke London dan semua ini dia lakukan dalam misi pencarian ayahnya yang hilang.

Ada banyak hal yang membuat saya terharu pada cerita ini, salah satunya tentang hubungan Zarah pada abah dan uminya, hubungan dengan ibunya yang selalu bertentangan selama ini.

Namun tidak ada yang mengalahkan haru yang tercipta saat baca bagian dimana Zarah harus berpisah dengan Sarah, Sarah adalah anak orang utan yang dirawat oleh Zarah selama ia ada di Tanjung puting. Sejak kapan perpisahan seekor anak orang utan dengan manusia menjadi sangat dramatis seperti itu? Sekali lagi…hanya Dee yang berhasil melakukan itu, membuat saya berurai air mata saat Zarah harus pergi meninggalkan Tanjung puting, meninggalkan Sarah untuk mengejar cita-citanya dan pencarian Firas ayahnya. Sekarang saya tahu bagaimana rasanya, rasa keterikatan pada mahluk yang bernama orang utan. . Sejak baca itu saya jadi lebih sensitif terhadap binatang terutama orang utan.

Haru yang tercipta ke dua adalah saat sesuatu terjadi antara Storm kekasih Zarah dan Koso sahabatnya. Beneran ini sensasinya bener-bener berasa, Dan saya si ratu drama ini dengan bodohnya mengulang-ulang adegan di apartemen saat Zarah memergoki keduanya. Hiksssss mau ngemper dilantai aja rasanya makkkk! syebelll aku ama koso! padahal udah jatuh cinta setengah mati eike ama si Storm….huhuhu…..namun ada banyak hal yang kita temui pada buku ini, cara berdamai dengan diri kita, tentang mencinta dan memaafkan, semuanya dirangkai dengan kata-kata yang indah. You will feel surprise with the whole story. Sungguh saya speechless dibuat Dee untuk karyanya yang satu ini. So, Partikel is one of the best. My favorite so far.

#SUPERNOVASERIES love them!

#SUPERNOVASERIES love them!

Akhirnya empat buku Supernova sudah saya baca dan terus-terusan penasaran sebenernya bagaimana hubungan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain. Ruben dan Dimas, Gio dan Diva (dari KPBJ) kepada Elektra dan Bodhi dan juga Zarah. Well jawaban itu mulai terkuak sedikit demi sedikit pada buku supernova selanjutnya yaitu Gelombang.

Sekilas Tentang GELOMBANG

Sebuah upacara gondang mengubah segalanya bagi Alfa. Mahluk misterius yang disebut  Si Jaga portibi tiba-tiba muncul menghantuinya. Setiap tidurnya menjadi pertaruhan nyawa. Sesuatu menunggu Alfa di alam mimpi.

Perantauan Alfa jauh membawanya hingga ke Amerika Serikat, Berjuang sebagai imigran gelap yang ingin mengubah nasib dan status. Alam mimpinya ternyata menyimpan rahasia besar yang tidak pernah ia bayangkan. Di lembah Yarlung, Tibet, jawaban mulai terkuak.

Seperti yang saya sudah tulis di postingan sebelumnya, bahwa adegan pembuka cerita adalah malam saat diadakannya gondang pemanggilan Raja Uti disebuah kampung yang ada di kecamatan Sianjur Mula-Mula, di pulau Samosir.

Dari tahun 2001 Dee sang penulis sudah mencanangkan kalau tokoh dalam supernova kali ini adalah seorang laki-laki Batak. Dan laki-laki batak itu bernama Alfa Sagala. Alfa yang dari bayi tidak bisa mendengar suara gondang pada akhirnya ikut acara gondang itu saat usianya 12 tahun. Alfa selalu dititipkan dirumah amangborunya di Panguguran (Tak jauh dari Sianjur Mula-mula) setiap ada acara gondang, karena tangisan Alfa seperti merobek langit setiap kali ia mendengar suara gondang. Padahal syarat pemanggilan Raja uti adalah gelap dan hening tanpa suara sekali, hanya suara gondang. Aneh memang karena bapaknya Alfa adalah seorang pemain sarune (serulingnya orang batak) diacara gondang itu.

Malam itu adalah malam pemanggilan Raja Uti yang dipercaya sebagai penguasa Pusuk Buhit, di desa inilah semua sejarah orang Batak bermula. Menurut ompung saya, itu makanya diberi nama kecamatan Sianjur Mula-Mula, awal mula dari semua. Jika kalian baca bukunya di situ diceritakan bagaimana suasana pemanggilan Raja Uti, dan Dee benar-benar bisa menuangkannya dalam tulisan. Hebat sekali! Saya pun terbawa kembali pada malam itu, malam dimana saya, mamak dan ompung saya yang ikut berkumpul di rumah-rumah warga yang dekat dengan pelataran tempat diadakannya upacara itu. Sebuah kerbau di ikat ditengah pelataran sebagai salah satu persembahan untuk Raja Uti agar Raja Uti turun dari Pusuk Buhit.

Lampu dipadamkan, tidak ada lilin tidak ada suara sama sekali. Bahkan anak- anak kecil seusia saya mulutnya di tutup oleh tangan mamaknya masing-masing bila bersuara, ketika raja uti akhirnya turun melalui tubuh seorang nenek di kampung itu, itulah momen paling sakral dan mistis yang pernah saya alami. Suara gondang, sarune dan lolongan anjing yang ketakutan juga suara nenek yang kerasukan roh raja uti bersatu, sungguh malam yang magis yang masih terekam oleh otak saya sampai saat ini. Hanya orang tertentu yang bisa melihat raja uti. Menurut yang bisa melihat, raja uti ikut manortor (tarian orang batak) pada malam itu.

Malam pertama kali Alfa mengikuti acara gondang itulah awal dari segalanya berubah. Ya, sejak malam gondang itu, sejak matanya melihat sesuatu yang sangat menakutkan, sejak itulah mimpi-mimpi buruk itu datang dalam tidurnya, mimpi-mimpi itu bukan cuma buruk, tapi mimpi itu seringkali membuatnya hampir mati. Mimpi yang begitu nyata, sampai-sampai ia tidak bisa membedakan mana mimpi dan mana yang nyata. Untuk menghindari datangnya mimpi, Alfa harus tetap terjaga malam hari, karena bila saja ia terpejam lebih dari satu jam ia akan mengalami mimpi buruk itu. Alfa mengandalkan power nap pada siang hari atau kapan saja ia sempat.

Di buku Gelombang ini, banyak terkuak misteri tentang bagaimana tokoh-tokoh dalam buku supernova sebelumnya berhubungan satu sama lain. Ya sedikit demi sedikit  misteri itu terkuak melalui perjalanan Alfa dalam menemukan jawaban dari segala pertanyaan atas mimpi-mimpi yang dialaminya sejak malam gondang pemanggilan Raja Uti tersebut. (ribet amat ini kalimat) Oke to make it simple, pokoknya di buku gelombang ini kita akan tahu bagaimana Bodhi (tokoh dalam ‘Akar’), Elektra (tokoh dalam ‘Petir’), Zarah (tokoh dalam ‘Partikel) berhubungan satu sama lain. Sayangnya Dee selalu berhasil membuat pembacanya tersiksa dalam rasa penasaran karena semua misteri itu belum benar-benar terkuak seutuhnya.

Ada tokoh-tokoh lain yang muncul di buku ini, Yaitu Isthar perempuan yang diyakini sebagai ‘bintang jatuh’ , ada dokter Nicky Evans yang cantik dan masih  muda, berperan sebagai dokternya Alfa, juga beberapa tokoh lain seperti Troy dan Carlos (sahabat Alfa di Amerika Serikat) dan Dokter Kalden yang menjadi kunci misteri rahasia mimpi Alfa.

I really love how Dee bring us into the adventure of the main character. Seakan kita ikut berpetualang dalam alam mimpi dari Alfa. Lucid dreaming  adalah istilah mimpi yang dialami oleh Alfa. Mimpi yang terasa nyata. Membaca Gelombang membuat saya juga teringat akan beberapa mimpi aneh yang beberapa kali saya alami, yaitu mimpi dimana saya ingin sekali bangun dari mimpi itu tapi badan ini rasanya sulit sekali digerakkan, terasa kaku dan terkunci yang membuat saya tersiksa dan bangun dalam keadaan lelah. Bukannya sok-sok menyamakan dengan Alfa, tapi saya bisa merasakan betapa tersiksanya Alfa dalam mimpi-mimpi atau lucid dreaming yang dialaminya sejak malam gondang itu diadakan.

Saya suka sekali bagaimana Dee menggambarkan tokoh-tokoh dalam ceritanya, Bodhi yang free spirited, Elektra si Pemalas dan penuh humor, Zarah si cantik yang menjadi wildlife photographer. Alfa tak terkecuali. Dia adalah pria batak yang punya karakter kuat. Alfa yang punya kemauan keras, punya otak yang encer, speed reader, dan ganteng tentunya bisa membuat kita jatuh cinta. Ya mudah sekali jatuh cinta pada Alfa.

Fav Scene:

Scene yang paling saya sukai adalah saat Alfa perform diatas panggung di klub langganannya LITHIUM. Dia pake setelan suit Armani dan nyanyi sambil main gitarnya. Haissssshhhh I love your style ALFA SAGALA!!!! (njrittt jatuh cinta ama ito sendiri) 😀 (Cowo batak itu gak sah kalo ga bisa nyanyi sambil main gitar….hahaha *lirik uppa)

FAV LINE:

“Leaving early, Alfa?” Fred, bartender Lithium favoritku bertanya.

Kusisipkan tip dibawah gelas. “When life gives you lemon, what would you do, Fred?”

“Bite it like a man.”

Aku membuka dompetku lagi dan mengeluarkan selembar lima puluh dolar. “Best advice ever.”

Perjuangan Alfa dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan dan mimpi-mimpinya ikut membawa kita tenggelam dalam cerita ini. Benar-benar kita dibawa terombang ambing dalam gelombang yang tak tentu arah. Ahhhh again I have to say : “I LOVE YOU MBAK DEE!!!!!”

Saya nggak mau banyak bercerita lagi tentang Alfa dan gelombang, karena takutnya entar spoiler (eh jangan-jangan ini udah spoiler ya?peace out dah) . Melalui buku gelombang, kita akan disuguhkah sedikit sejarah dan asal-usul orang Batak, kehidupan dan watak orang batak. Bukan cuma itu, kita juga akan belajar sedikit tentang mimpi, yang biasa disebut sebagai bunga tidur. Apa benar begitu? entahlah. Gelombang juga akan memperlihatkan pada kita akan kerja keras seseorang dalam merubah nasibnya, berjuang di negeri orang untuk meraih cita-cita dan juga mewujudkan mimpi orangtuanya. yang pasti buat yang suka dengan karya-karya Dee lestari (terlebih supernova nya) buku ini nggak akan mungkin terlewatkan. Dan setelah selesai membaca gelombang ada satu pertanyaan yang tersisa, yaitu

Sampai kapan kami akan disiksa dalam penantian ‘Inteligensi embun pagi’? wahai ibu suri?

Hahahhaa, iya asli ini bacanya bikin makin penasaran, apa dan bagaimana akhir dari petualangan Alfa? Bodhi? Elektra? Zarah? dan si Bintang Jatuh? dan siapa kedua tokoh lagi yang dimaksud Dee? karena katanya ada 6 tokoh yang dalam serial supernova ini. Apakah tokoh dari Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh? atau ada dua tokoh tambahan yang lain?Semakin menarik dan ah entahlah…yang pasti udah ga sabar banget menantikan buku supernova yang berikutnya, yang berjudul  Intelegensi Embun Pagi, dan mungkin itu yang terakhir nantinya. Oh tidakkkk!!!!

Selanjutnya saya mau membeberkan fakta dibalik cerita gelombang ini mengenai orang Batak:

1. Adalahh benar kalo orang batak suka fenomenal kalo ngasih nama ke anak. Itu si ALFA nama aslinya adalah Thomas Alfa Edison, abangnya Sir Isaac Newton, dan abang tertuanya diberi nama Albert Enstein. Lol 😀 dan saya bersyukur saya ga dikasih nama Margaret thatcher atau nama-nama fenomenal lainnya. Di gereja saya ada yang namanya : Heavenly shine, adeknya Merry Christmas, dan adik satu lagi Aman Damai Sentosa…lol kocak yeee orang Batak 😀

2. Rasanya jarang menemukan cowo batak yang besar di kampung dan tidak bisa bermain gitar dan menyanyi…..hihihi ..jadi bisa bayangin itu si Alfa sekece John Mayer kali yeee 🙂

3. Di kampung Alfa, hanya ada dua marga yang mendominasi, yaitu Sagala dan Limbong, dua marga ini sebenernya tidak boleh menikah tapi karena kampung sagala dan limbong berdampingan  jadi pada kawin satu sama lain setelah ada perjanjian, lain kali saya bahas tentang perjanjian apa itu.

4. Bahwasanya banyak sekali orang batak yang merantau di Amerika serikat sana, dan kalau kalian mau lihat lautan orang batak di Amerika, tuh di Lomalinda (California) banyak sekali, juga di Denver (Colorado) hehehe ga tau deh di negara bagian mana lagi. Itu yang saya tahu sih. Dan orang Batak itu dikenal sebagai pekerja keras. Seperti kata Alfa dalam buku Gelombang halaman 184 saat ia diwawancara untuk bekerja di Wall Street: “We, the Batak People, are known for our hardness. Hard work, hard attitude, and hard faces.”   lol hard facesnya itu loh bokkkk…

Oh ya sebagai bonus, ini ada puisi keren yang ditulis Dee di halaman depan buku ini… keren dan romantis gimanaaaaa gitu…..tapi saya ambil bagian yang saya suka aja ya

Mencecapmu lewat mimpi

Terjauh yang sanggup kujalani

Meski hanya satu malam dari ribuan malam

Sekejap bersamamu menjadi tujuan peraduanku

Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku

Engkau membuatku putus asa dan mencinta pada saat yang sama

Terimakasih yang sudah sempetin baca postingan yang panjangnya amit-amit ini ya. Mudah-mudahan pas kalian baca ini, kalian emang lagi butuh membaca sesuatu (entah itu sambil duduk di mobil karena terjebak macet, atau lagi semedi di toilet..hahaha atau lagi bengong ga tau mau ngapain..) Thank you for reading guys!

xoxo

Joeyz, Itonya Alfa Sagala…. 😀