Book Review : Javier (By Jessica Huwae)

Javier goes to Central Park....*hehe iseng banget ya* soalnya kan lumayan bisa baca di mobil pas pulang.

Javier goes to Central Park….*hehe iseng banget ya* soalnya kan lumayan bisa baca di mobil pas pulang.

Finally Javier is out in the bookstore. I have been following the process of making this book through the pictures uploaded in Instagram by the author herself, Jessica Huwae. She is one of my favorite author. Her best fiction is “Soulmate” and I am so in love with the character that she built in each of her story.  The book ‘Soulmate’ itself has made me fall in love so deep to Oka, the main character. I wrote it here.

Jessica has a very good talent in writing good sentences and it sound so beautiful. I always have a new vocabulary when I read her book. Moreover, she is able to make a good twist at the end of her story. Lots of unpredictable stories you could find in “Skenario Remang-Remang”.  Her writing most of the times are gloomy and a bit dark.

The last book I read from her was “Galila” and that one is an exception because it has a sweet ending. I love Galila, but not as much as I love “Soulmate”. Ok, so here I will try my best to give a short review about her last book “Javier” and try as much as possible not to be spoiler. Please just allow me to write the review in Indonesian, ok!

Synopsis

Javier adalah seorang penulis yang sedang mengalami yang namanya writer’s block. Penulis yang bukan hanya berbakat namun juga pernah mengalami masa kejayaannya selama lima tahun awal karirnya. Penghargaan Internasional pun pernah diraihnya. Semua kebuntuannya dalam menulis dimulai pasca bercerainya ia dan istrinya Duma. Harusnya mudah untuk Javier bisa ‘move on’ dan kembali berkarya karena ada Saosan yang cantik dan selalu ada setiap ia membutuhkannya. Namun Duma mantan istrinya telah berhasil membuatnya terpuruk selama berbulan-bulan.

Javier mempunyai waktu 30 hari untuk menyerahkan naskah tulisannya terhadap Rosi editornya. Kalau nggak, kontraknya akan ditinjau ulang dan dia harus mengembalikan uang muka yang diberikan penerbit untuknya. Javier mencari cara untuk bisa merampungkan tulisannya dengan pergi ‘bertapa’ di daerah puncak, Jawa-barat. Ternyata para penulis punya caranya sendiri-sendiri untuk mendapatkan ilham. Javier pun termasuk salah satunya.

Di villa yang ia sewa, Javier menemukan banyak kejutan. Kejutan yang menggiringnya untuk akhirnya memulai penulisan naskah ceritanya. Tanaya, cucu dari pemilik Villa yang disewanya itu adalah salah satu kejutan lain pada masa ‘pertapaannya’ di villa tersebut.

Apakah Javier berhasil menyelesaikan naskahnya dalam tenggang waktu yang diberikan Rosi editornya? Apakah Saosan berhasil menggantikan peran Duma dalam hatinya? apa justru Tanaya dengan keceriaannya membuatnya bisa melupakan Duma? Temukan cerita lengkapnya dalam buku Jessica berjudul “Javier”.

VERDICT

Jessica selalu berhasil memberikan kejutan bagi para pembacanya. Javier adalah salah satunya. Konsep penulisan novelnya kali ini adalah, narasi berlapis yang berhasil membuat saya kagum dengan beliau. Terus terang buku ini mengingatkan saya akan novel Supernova Dee yang berjudul “Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh”. Novel di dalam novel. Tapi kalian jangan langsung pesimis dulu ya. Buku Javier layak banget untuk dibaca. Bukan bacaan yang bikin kening mengkerut melainkan kita akan dibuat mengangguk-anggukan kepala pertanda setuju akan berbagai hal yang ditulis Jessica.

Buku ini juga ditujukan buat kalian yang suka menulis, pernah dan masih bercita-cita menjadi penulis, atau bahkan bagi kalian yang sedang melakoni pekerjaan sebagai penulis. Karena banyak sekali hal-hal penting atau boleh saya sebutkan sebagai fakta tentang lika-liku kehidupan para penulis. Bagaimana proses menulis berlangsung dan semua hal tentang menulis. Boleh saya katakan ini bagaikan buku panduan atau guide untuk menjadi penulis yang baik.

Dalam bukunya, Jessica juga menyinggung tentang para bloggers yang suka menumpahkan segala sesuatu di blognya…*hadeehhh bagian yang ini kesindir dah* hehehe. Jessica begitu jujur dan gamblang dalam mengemukakan semua keresahannya tentang kehidupan para penulis melalui kisah Javier ini.

Buku ini membuat saya setidaknya mengerti dan dapat menghargai karya-karya penulis dan kita tidak seenaknya menuliskan atau mengucapkan kritikan tajam. Seperti yang tertulis dalam buku Javier hal. 19 :

Lihatlah, betapa mudah pekerjaan mengkritik itu, bukan? Kau tinggal menyatakan suka atau tidak suka, padahal suaramu tidak pernah mewakili orang kebanyakan. Begitu subjektif. Kritikus dari media-media besar bermain seolah mereka adalah “Tuhan”, kadang tukang jagal. Padahal, kenyataan tentang suatu karya adalah akan ada yang mencintai apa pun yang kau tulis, dan tentu saja tidak sedikit yang mencercanya.

Nahhh bener kan, jadi buku ini bukan cuma mengikuti kisah Javier dan mengumpulkan kepingan puzzle di dalamnya, namun juga penyemangat atau support buat siapa saja yang suka untuk menulis. So, ga ada salahnya untuk menikmati buku Javier dan menjadi teman buat kita saat liburan akhir tahun ini.

Satu-satunya hal yang mengganjal buat saya dalam cerita ini adalah, mengapa Javier harus menggunakan nama asli dari karakter atau tokoh-tokoh dalam naskah ceritanya? Itu membuat saya bisa menebak kemana cerita ini berujung. Tepatnya saat saya membaca halaman 193. But again, Jessica bikin saya selalu bengong sekaligus kagum saat saya berada di halaman terakhir buku ini, hal 257. Hmmmm seakan kita disuruh nebak sendiri gimana endingnya, dengan segala clue yang diberikan sang penulis di halaman-halaman sebelumnya. Jadi tetep ya bok! endingnya surprise juga.

Fav line:

“Karena hidup idealis adalah hidup yang sunyi dan sepi”

Jessica juga menyisipkan kutipan dari Stepehen King :
Writing is a lonely job. Having someone who believes in you makes a lot of difference. They don’t have to make speeches. Just believing is usually enough.” >> love this quote..

“Hidup selalu memberi kejutan, memastikan kau mencicipi pengalaman sehingga kau takkan pernah mati bosan”

Good job Mba Jess!
Hopefully I can meet you one day. Maaf ga bisa datang pas launching Javier beberapa minggu lalu. But I appreciate for the invitation you gave. *sok ikribbb banget kamu Jo!* 😀

Semoga bukunya laris manis…

So, do you love to read? do you love to write? then this book is for you.

Selamat membaca ya temans…semoga menemukan hal yang sama seperti saat saya baca buku ini. A must Read.

Advertisements

14 thoughts on “Book Review : Javier (By Jessica Huwae)

  1. Jooooo…aku lg order buku ini dan belom dateeeeng huhuhuhu. Tapi mbak Jess emang keren sih, dan aku dunk (sama temen2 little stories siih) dulu pernah diinterview sm blio buat dailysilvia *pamer* hihihi

      • Iya udah tutup ya. Beliau lagi sibuk dengan @nyonyabuku kayaknya ya.

        Hmmmm baca Javier malah bikin gue gentar rin…become a writer is not as simple as I thought… but at the same time juga jadi semangat sih. NULIS MAH NULIS AJA. ya kan yaaaa? *biar ga putus asa*

        Ayo donk rin kutunggu bukumu di pajang di gramed ya… you are such a talented writer too.

        Nanti kan gue bisa norak2 bilang ini loh Orin temen di blog. Hahahaha … *eh serius ini yaaa*

  2. Dulu sering banget baca bukunya Jesicca. Soulmate juga pernah baca deh kayaknya tapi lupa hehehe. Dikenalkan sama teman sih. Dia penggemar berat Jesicca. Pernah juga hampir ketemu di acara bazar murah salah satu toko buku itu. Tapi gak jadi. hehehe.

  3. Ah, aku punya yg Galila, tp gak habis bacanya. Eh belum habis dink tepatnya. Dikarenakan emmmm, kmrn2 mulai baca nya pas bgt lagi suntuk2nya kerjaan, dan ternyata pas baca bukunya malah aku jadi tambah ngantuk. Hehehe. Ini mah dasarnya aku yg ngantukan jg sih. 😆
    Dan skrg blm berminat membukanya lagi.

    • Ya kadang membaca suatu buku itu musti nunggu mood yang bagus sih ya? Aku baca galila wKtu perjalanan Bdg-Jkt PP… malah musti pelan2 bacanya..takut abis…hehehe

  4. Shoooot!!!! Keracunan lagi dah gw. tapiii gw putuskan untuk menyelesaikan buku-buku yang sekarang gw baca dulu! Dirimu ini slalu deh Jo kalo review buku jadi racun. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s