46

SIBOLGA: Demi Sekeping Kenangan Masa Kecil

Ini adalah lanjutan perjalanan kami waktu ke Sumatera Utara bulan November lalu. Ebusettt ga kelar-kelar yak. Ini postingan sebelumnya:

Jakarta-Medan

Medan-Parapat-Tuktuk

Tuktuk-Sianjur Mula-Mula

Sianjur Mula-Mula, Desa Indah Nan Magis

Sibolga adalah kota tujuan kami setelah Samosir. Giliran saya untuk bermesraan dengan Sianjur Mula-Mula usai sudah. Sekarang adalah giliran uppa untuk mewujudkan rindunya yang mendalam terhadap kampung halamannya, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, Sibolga.

Badan masih capek banget dan rasanya belum rela meninggalkan Tuktuk. Tapi jam 2 siang kami akhirnya check out dari hotel Carolina Tuktuk dan menunggu kapal untuk menyebrang ke Parapat. Jam 3 sore kapal akhirnya datang dan kami naik dengan tas kami yang makin berat (udah terisi sama belanjaan oleh-oleh di Tomok).

Tak mau kehilangan momen ini, kami diam sepanjang perjalanan, memandangi danau toba lekat-lekat. Bukit-bukit yang mengelilingi juga bikin hati hangat. Oh Danau Toba, sae naeng hu tatap (artinya;oh danau toba, selalu ingin kutatap>>salah satu lirik lagu batak).
Sesekali uppa mengambil kamera dan mengabadikan pemandangan yang bikin speechless itu. Maaf ya ini kenapa kami kok kelihatan banget noraknya, ketauan banget gitu udah lama ga jalan-jalan. Hehehe…Padahal dua tahun berturut-turut kami ke Bali kok untuk jalan-jalan keluarga. Eh trus saya curiga, apa jangan-jangan ini efek ga bawa bocils ya? Jadi bisa nyantai melamun liatin sekitar. Hahahaha ya soalnya kalo ama bocils suka remfong sendiri. Itu sebabnya jalan-jalan tanpa bocils alias berdua pasangan aja nampaknya perlu dilakukan sesekali. Jangan keseringan tapi, bisa dipecat jadi anak deh saya ama si mamak yang dijadiin tempat nitip bocils. Hehehe.. I love you mekmok.

30 menit perjalanan menyebrang dan kami pun tiba di Pelabuhan Tiga Raja, Parapat. Saya dan uppa bingung nyari travel yang menuju Sibolga. Kita emang nekat banget ga ada booking dulu sebelumnya.

Long story short, kita dikasihtau ama warga setempat dimana bisa naik mobil menuju Sibolga. Kita dah pasrah naik apa aja deh yang penting bisa nyampe malam itu juga di Sibolga. Tapi sepasrah-pasrahnya kami, kami tetap berharap itu adalah kendaraan yang layak ditumpangi….karena perjalanan dari Parapat menuju Sibolga ditempuh dengan 6-7 jam sajah! *weeewww fantat tefos dah tuh*.

Jadilah kita terkatung-katung antara ada apa nggak nih bis atau mobil yang akan membawa kita ke Sibolga. Jam 4 Sore datanglah yang dinanti-nanti. Ternyata kita naik mobil colt alias L300 yang mini bus ya istilahnya. Penumpangnya ga banyak. Kita duduk di jok paling belakang. Si mamak bilang kalau saya bakalan eneg dan bisa m*ntah perjalanan nanti ke Sibolga, karena jalannya jelek dan berkelok-kelok. Antimo dan Tolak angin selalu sedia juga air putih. Kita pun berangkat menuju Sibolga.

Ini adalah kali pertama saya ke Sibolga. Nah menarik sekali perjalanan menuju Sibolga ini, karena kami melewati kampung-kampung atau desa-desa yang terkenal di kalangan orang batak toba.

Oke, Porsea adalah kampung yang pertama kami lewati setelah meninggalkan Parapat. Wahhh saya langsung ambil handphone dan foto sudut-sudut desa porsea, mau saya kasih liat si mamak. Mamak pernah lama tinggal di Porsea waktu gadis dulu. Terus kita lewatin juga Desa Balige. Banyak sekali orang batak yang merantau ke kota besar dari kampung ini. Dari Balige kami juga melewati Siborong-borong. Asli saya terpukau melihat Siborong-borong karena selama ini saya anggap remeh ama kampung ini (mungkin dari namanya yang ga kece ya.*sungkem ama par siborong2) Saya kira ini kampung yang udik banget gitu. Eh ternyata di Siborong-borong ini udah maju, ada hotel segala dan banyak bangunan-bangunan semacam bank dan ATM juga supermarket dan ruko-ruko.

Setelah melewati Siborong-borong, kami pun tiba di Tarutung. Yes! tarutung dan siborong-borong mirip-mirip deh desanya, udah lumayan maju. Banyak sekali para perantau sampai ke luar negeri sana yang asalnya dari Siborong-borong dan Tarutung ini. Di Tarutung kami berhenti untuk menunggu penumpang, karena dari tadi itu penumpang naik turun di Balige, Porsea, siborong-borong dan Tarutung. Nah dari Tarutung ini akan menempuh 3 jam perjalanan lagi supaya sampai di Sibolga *kretekin pinggang*. 😀

Suasana di dalam colt l300 yang super mewah. hmmm gimana ga mewah kalo bisa ngelurusin kaki diatas krat teh botol...hahahaha...

Suasana di salam colt l300 yang super mewah. hmmm gimana ga mewah kalo bisa ngelurusin kaki diatas krat teh botol…hahahaha…

Kami beli makanan, nasi padang dibungkus dan makan di mobil (duhhh kebayang ga sih remfongnyaaa?) Ehya tapi namanya juga laper, disikat ajalah. Perjalanan dari Tarutung menuju Sibolga inilah yang paling mengerikan. Mengerikan karena jalanannya rusak semua, hampir ga ada yang mulus. Paling dashyatnya adalah ketika sudah 2 jam lagi menuju sibolga, jalanannya asli belok-belok dengan tikungan tajam, kiri kanan jurang. CRAZY!!!!!!

Maka sekali lagi saya mengacungi jempol tehadap supir-supir di Medan dan sekitarnya ini. Ya ampun deh, kami kayak lagi NGE-DRIFT! seriously! beneran berasa ada di film Fast and Furious. Nah benerlah yang dibilang mamak bahwa saya bakalan eneg dan perut rasanya mau dikocok-kocok. Akhirnya saya diam seribu bahasa sambil nahan eneg …juga pejamin mata biar ga berasa-berasa amat. Si uppa donk, malah ngobrol ama keneknya, terus dia langsung pengen m*ntah…huhuhuhu payah!.lagian udah tau jalananya parah gitu dia malah ngobrol.

Jadi begitulah, kita selesai berpetualang di perjalanan yang super duper susah itu, akhirnya kita sampai juga di Sibolga. Kita naik becak dari terminal menuju hotel Wisata Indonesia. Hotel ini gak banget deh. Mahalnya doank, tapi jorok dan ga keurus. Dia terkenal karena hotel ini udah ada lama di Sibolga dan sebagai hotel terbagus dulunya disini. Huhhhh paling sebel liat hotel jorok. Ga nyaman. Mending hotelnya kecil dan sederhana tapi dalamnya masih fresh dan bersih. Kami pun langsung tepar dan besoknya bangun untuk sarapan di restoran hotel.

Sarapannya standard  banget, tapi yang penting ga sakit perut kan. Hehehe….selesai makan kami keliling Sibolga naik becak. Iya belom mandi kok kami, hehehe soalnya nanggung abis keliling-keliling kami mesti ke gereja, soalnya kami cuma sebentar kan di Sibolga, jadi manfaatin waktu sebaik-baiknya. Disinilah perjalanan menjemput sekeping kenangan masa kecil uppa dimulai. Tsahhhh bahasanya buuuu! hahhaha…ya abis memang uppa rindu banget setelah 26 tahun. Ralat ya waktu itu saya bilang uppa 24 tahun ga pulkam, ternyata 26 tahun katanya.

Pagi itu agenda kami adalah keliling naik becak mencari rumahnya waktu kecil dan rumah ompungnya (neneknya si uppa). Agak susah mencarinya, tapi akhrnya kami dapat. Lalu uppa puas berkeliling area jalanan komplek rumahnya dulu, kita balik ke hotel dan mandi lalu siap-siap ke gereja. Selesai dari gereja kita packing-packing karena udah jamnya check out. Gile deh nih hotel ditelfonin mulu karena kita belum keluar-keluar juga. Wajarlah telat-telat 20 menit mah ya, sebel banget rasanya. Jadi kita nitip tas dulu di resepsionis dan kita pergi lunch dan mau jalan-jalan ke pantai Pandan, dan pantai Kalangan. Padahal saya pengennya ke pulau poncan. Pulau poncan ini ada di sebrang hotel tempat kami nginap. Malah ada boat khusus dari hotel menuju pulau poncan ini. Tapi uppa ngotot mau ke Pantai pandan daan kalangan. Saya penasaran, kayak apa sih bagusnya? huhhhh ternyata soda-sodara, biasa aja pantainya. Yaudin, liat aja ya foto-foto dibawah ini, perjalanan kami selama di Sibolga.

kamar hotel, kalau kamarnya not bad. Toiletnya saya ga suka

kamar hotel, kalau kamarnya not bad. Toiletnya saya ga suka

lobby hotel

lobby hotel

The view from our hotel room (Hotel Wisata Indonesia)

The view from our hotel room (Hotel Wisata Indonesia) hotelnya memang langsung mengahadap pantai.

 

Jiahhh di Sibolga teteup ya ada jualan bubur ayam Bandung :)

Jiahhh di Sibolga teteup ya ada jualan bubur ayam Bandung 🙂

 

salah satu sudut kota Sibolga

salah satu sudut kota Sibolga. Kotanya agak-agak mirip Sumedang.

 

another one

another one

 

Jl. Aso-aso, the place where husband spent his childhood

Jl. Aso-aso, the place where my husband spent his childhood

touring in the morning with tukang becak, yang mana ternyata si tukang becak kenal juga ama temen2nya uppa waktu kecil...jadilah kita muter2 sambil bernostalgia

touring in the morning with tukang becak, yang mana ternyata si tukang becak kenal juga ama temen2nya uppa waktu kecil…jadilah kita muter2 sambil bernostalgia

 

Uppa senengnya bukan main! after 26 years ga pulang kampung bok

Uppa senengnya bukan main! after 26 years ga pulang kampung bok. Dia bilang tadinya gedung hijau disampingnyaitu adalah lapangan tempat dia main-main dulunya.

 

Kami berhasil menemukan rumah ompung (ompungnya uppa dari mama)si bapak inilah yang membeli rumah ompung dulunya, sebelum ompung pindah ke Jakarta. Rumahnya ga ada dipugar sama sekali.

Kami berhasil menemukan rumah ompung (ompungnya uppa dari mama) keluarga si bapak inilah yang membeli rumah ompung dulunya, sebelum ompung pindah ke Jakarta. Rumahnya ga ada dipugar sama sekali.

 

Uppa di depan rumah ompungnya...

Uppa di depan rumah ompungnya…


belom mandi dah jalan2

belom mandi dah jalan2

IMG_2057

pantai kalangan

pantai kalangan. Biasa aja kan?

 

Sibolga SDA church

Sibolga SDA church, gereja uppa sejak kecil

IMG_2063

after church

after church

Pusat kota Sibolga

Pusat kota Sibolga. Ciyeee ada Sibolga Square yaaa

Dede yusup kawe 2

Dede yusup kawe 2 😀 *batuk, keselek kedondong*

becak motor...banyak banget di Sibolga...ya sama kayak di Medan

becak motor…banyak banget di Sibolga…ya sama kayak di Medan sih, dimana-mana bentor

Sibolga

gedung perkantoran di Sibolga

 

Hotel Wisata Indonesia (WI) tempat kami menginap

Hotel Wisata Indonesia (WI) tempat kami menginap

Pantai Kalangan

Pantai Kalangan

Banyak semut ternyata pas duduk...semut raksasa semua lagi

Banyak semut ternyata pas duduk…semut raksasa semua lagi

ikan asinnnn....

ikan asinnnn….

Ikan asin dari Sibolga. Enakkkk katanya. Saya cuma beli ikan teri aja

Ikan asin dari Sibolga. Enakkkk katanya. Saya cuma beli ikan teri aja

Hujan. Becak tumpangan kami setia menunggu sampai selesai belanja ikan

Hujan. Becak tumpangan kami setia menunggu sampai selesai belanja ikan

ikan yang sudah di pack

ikan yang sudah di pack. Harga per pack nya 10rb rupiah

 

Pulau Poncan, yang gagal dikunjungi. Katanya disini bagus pantainya

Pulau Poncan, yang gagal dikunjungi. Katanya  bagus pantainya. Padahal cuma nyebrang 30 menit dari hotel

Anak-anak kecil di pinggir pantai

Anak-anak kecil di pinggir pantai. Ohya mereka ini orang Nias. Di sibolga sudah mix orang-orangnya. Banyak orang Padang juga dan Melayu juga Batak toba dn batak Nias.

Oh iya, kalau ke Sibolga kulinernya apa? tentu seafoodnya juara, ya tapi kami ga sempat nyoba yang tempat favorit disini, jadi ini tempat rekomendasi dari ibu pedagang ikan yang diatas tadi.Lupa apa nama restorannya.

ikan apa ya lupa, tapi enak banget...dagingnya manisss

ikan apa ya lupa, tapi enak banget…dagingnya manisss

segerrrr banget!

segerrrr banget!

kalo ini makan siang rumah makan padang. slurrppp

kalo ini makan siang rumah makan padang. slurrppp

Sekian cerita jalan-jalan saya dan uppa di Sibolga.Sebenernya uppa kurang puas mengunjungi kampung halamannya ini. Next time mesti lebih panjang waktunya. Kami pun pulang jam 9 malam dan naik travel lagi menuju Medan dengan total perjalanan 10 jam sajah! OMG!!!! ga terkatakan gimana tersiksanya itu badan.

But we were so happy! Terimakasih untuk jalan-jalannya ya uppa dahlingggg *ketjoep*

😀