46

S p a s i

Seindah apa pun huruf terukir,

Dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?

Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

 

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?

Dan saling menyayang bila ada ruang?

Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan,

tapi tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

 

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak akan dibagi.

Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.

Jiwa tidak dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.

Jadi, jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan  kasih sayang.

 

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.

Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat,

Karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

-SPASI (1998) by: DEE LESTARI (in her book: FILOSOFI KOPI-

Ini puisi atau prosa atu entah apa namanya, tapi suka deh bacanya. Tentu bukan karyaku….hihihi ini karya mak suri Dee Lestari. Keren ya kata-katanya….

Bahwa cinta dan kasih sayang itu janganlah sampai mengekang, mengikat dan membuat salah satu pihak tersiksa. Bahasa kerennya sekarang adalah cinta yang posesif. Pernah ga merasakan dicintai dengan posesif yang berlebihan oleh seseorang?. Tadi kemana, ama siapa, ngapain aja?  itu kan pertanyaan wajib oleh pasangan yang posesif?

Baca puisi diatas saya malah keinget kalau ada kalanya

saya juga berlaku posesif ke pasangan. Biasanya saya suka senewen kalo dia pergi muter-muter sendirian di hari minggu or hari libur. Padahal dia kan butuh suasana lain ya? Tapi belum pernah kelewat posesif yang gimana sih. Paling sebel aja kalau dia pake “me time” nya kelamaan. Segitu doank sih kadar posesif saya ke uppa. 😀 Tapi ini penting supaya kita memberi spasi, ruang dan jarak agar kita bisa saling menyayang. Betul kan? Karena dunia ini bukan selalu tentang aku dan kamu. *tsahhhh* hahahaha…

Kisah cinta tentang posesif ini pasti banyak banget ya jenisnya. Nah yang lagi ngalamin cinta-cinta an ber aliran posesif ini (duileh alirann,,,bahasanya hahaha), mungkin bisa dapat pencerahan setelah baca “spasi” punya Dee diatas, Makjelb banget ga sih pas dia bilang : “Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah”

Okay, selamat menikmati sore dengan suara gemercik air diluar sana. Jiyeeee romantis amat neng, mentang-mentang hujan dari pagi yak. hihihi 😀

Seperti croissant dan hot choclate ini. Mereka berdekatan tapi tak saling membebat.. *halahhh maksa beneurr! saking ga punya foto yang nyambung*

Seperti croissant dan hot choclate ini. Mereka berdekatan tapi tak saling membebat.. *halahhh maksa beneurr! saking ga punya foto yang nyambung*

XOXO,

joeyz