Negeri Para Bedebah (Bukan Review)

wpid-20150201_134333_1.jpg

Iya bukan review, kalo mau baca reviewnya silahkan baca reviewnya Ryan and Dani. (Ratjoennya dari mereka berdua ini..lol). Ini buku pertama dari Tere Liye yang saya baca. Malah baru tahu kalo Tere Liye itu seorang laki-laki. Hasil chat di BEC kemarin sore. Beli buku ini karena pada ribut-ribut bilang buku ini bagus. Oke let’s give it a try.

Dua hari yang lalu saya baru selesai baca bukunya. Ya lumayan lama ya karena terputus-putus bacanya. Ada kali seminggu baru kelar, soalnya nunggu bocils pada tidur dulu. Akhirnya kemarin malam kelar juga.

Lalu bagaimana isi bukunya?

GREAT!

Keren abis!. Ampe nanya ama diri sendiri. Ini gue ga salah baca buku kan ya? soalnya isinya tentang perbankan, ekonomi dan carut-marutnya suatu negara dan lain sebagainya yang jauh dari penalaran otak saya.Ya pokoknya cerita ini pake latar belakang kasus Bank Century sih nampaknya (bukan nampaknya kali Jo, emang beneran itu). Duh ini buku buat para banker dan ekonomis lah macam uppa yang yang juga orang ekonomi, cucok baca ini. Tapi saya sendiri ternyata bisa hanyut dalam cerita.

Believe me or not, saya ampe kebayang-bayang scene-scene si Thomas (tokoh utama dalam novel ini) di dalam otak saya. Kebayang adegan dia wawancara di pesawat dengan wartawati cantik bernama Julia, adegan dia bertarung di ring tinju klub tersembunyinya, adegan kabur bersama om Liem, menyamar di bandara, fighting scene di dalam lift. Ahhhhh gilaaaaa deh! juga kebayang pas waktu dia kecil membawa botol susu di sepedanya.

Setelah selesai membaca buku ini, saya akhirnya berandai-andai kalau buku ini di filmkan, pasti bakal keren. PROBABLY! hehehehe. Secara kan kalo sebuah novel di filmkan keseringan gagalnya ya. But let’s imagine and berandai-andai.Siapa-siapa ya kira-kira pemeran yang cocok untuk tokoh-tokoh dalam buku ini jika di filmkan?

Thomas

Berhubung Thomas ini ceritanya adalah keturunan Tiong hoa dan digambarkan sebagai cowo ganteng yang kerja sebagai konsultan keuangan terkemuka, maka saya kepikiran kalo Thomas ini diperankan oleh Joe Taslim or Rio Dewanto. Hmmm not so sure sih. Soalnya kalo kualitas akting, Reza Rahadian masih yang numero uno di Indonesia saat ini. Nomor 2 nya ya si Abimana Aryasatya itu….effortless banget kalo akting.

Julia: walaupun saya kurang suka Acha physically tapi akting Acha patut diacungi jempol. Iya mungkin Acha paling pantes nih untuk dapet peran Julia sebagai wartawati yang pintar dan nyolotin. Hehehehe…Tapi Atiqah Hasiholan juga not a bad choice deh. Setuju?

Maggie: Maggie ini sekretarisnya si Thomas. Penggambarannya tentu aja cantik juga. Gesit dan hard worker. Maggie bisa diperanin sama siapa ya cocoknya? Dian Sastro juga bolehlah…atau Tara Basro?

Om Liem: Om Liem diperanin Roy Marten cocok ga ya? Duh agak gak kebayang nih si Om Liemnya. Karena peran Om Liem ini kan jarang bicara walaupun dia kunci dari seluruh isi cerita.

Opa :Tau ga saya ngebayang siapa pas bagian opa ini? saya ngebayangin ALM. Bob Sadino. Tapi si Opa yang menurut saya justru lebih banyak perannya dari om Liem ini mungkin cocok diperankan oleh  Henky siapa deh tuh?

Ram :Ram ini kan ceritanya orang kepercayaan yang kemudian…hmmm jangan spoiler ah. Pokoknya si Ram ini bakal cocok diperankan sama Reza Rahadian. Pasti sukses.

Wusdi: Yang dari awal udah ketauan ini penjahatnya. Tio Pakuso Dewo ajalah ya. Bengis gitu dan muka culas. hahahaha

Tunga: Any idea?

Rudi : Rudi mungkin bisa diperankan sama Abimana Arya Satya. Jaman tahun 90 an namanya Robertino. Masih pada inget kan?

Randy: Randy ga terlalu banyak ambil peran, masih teman-teman satu klub petarung. Kasih aja ke

Theo: Theo ini kan jadi temennya si Thomas di klub petarung ya. Bisalah diperankan sama Chiko Jerikho.

Erik: Ga penting-penting amat. Bisa siapa aja sih.

Putra Mahkota: Arifin Putra *nyontek dari karakter di Berandal*

Tuan Shinpei : Tuan Shinpei, perannya ga banyak tapi ehmmmm justru juga bagian penting cerita. Duhhh lagi buntu nama-nama aktor Indonesia. Bisa kasih ide?

Bu Menteri: Bu Mentri kasih ajalah ke Nurul Arifin….HAHAHAHHA anak 90 an banget. Eh tapi mirip kan ama bu Mentri Sri Mulyani? hehehe

Dasar ga kreatip kamu jo! sok sok mau ngarang cast untuk film tapi ga hafal nama-nama aktor dan aktris Indonesia. Hiihihi

Ahhh ya udah segitu aja. Sekarang lagi baca lanjutannya “Negeri di Ujung Tanduk” yang katanya kalah seru sama Negeri Para Bedebah. Any other reccommended books to read?

So far, di Tahun 2015 ini udah selesai 2 buku. Dan ga kelar-kelar baca Eleanor & Park, Mocking Jay, And The Mountains Echoed (pinjeman dari Sondang) juga buku “The Help”. Tau kenapa ke 4 buku itu ga kelar-kelar dibaca (dari tahun lalu) ? yakk benar sekali karena itu buku bahasa Inggris kak! hihihi *maklumin aja anaknya males mikir*.Tahun lalu buku yang dibaca lumayan banyak. Nantilah bikin postingan tentang buku yang udah dibaca tahun lalu..

Yang belum baca Negeri Para Bedebah, silahkan loh ga rugi juga. Seru kayak berpetualang beneran bersama si Thomas….Yah walaupun banyak kejadian too good to be true…but I’m still ok with that. Still forgiven. 🙂

Advertisements

51 thoughts on “Negeri Para Bedebah (Bukan Review)

  1. Tere Liye yang pertama kali saya baca adalah “Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah.” Kisah cinta dan cita yang berpembelajaran :hehe. Setting Pontianak, dengan nuansa keanekaragaman budaya. Worth reading :hehe.

  2. Jo. Tega kau menempatkan Acha. Hiks. Bagiku Acha merusak Rectoverso. Hahahaha. *dikecam fansnya nih gw. Tiga komen gak banget soal dia*

    Gw dah agak2 lupa tokoh2nya. Thomas gw setuju sama Joe Taslim deh. Kalau si Taipan Hongkong, mending beneran diperanin orang Hongkong. Hehehehe.

    Spoiler soal buku berikutnya Jo. Kisahnya gak beda jauh. Namun lbh ke politik. Partai2 yang lagi bergeliat di negeri antah berantah bernama Indonesia #ehhh?
    Bagus sih. Tapi tak semenarik yang ini. Karena mengulang menurut gw.

    Gw pas baca tuh sampai kebayang adegan demi adegan filmnya. Hahahaha.

    Kalau buku pertama Tere Liye yang gw baca dan bikin jatuh cinta sama tulisan dia adalah Mimpi2 si Patah Hati. Kumpulan cerpen. Tapi dia pakai nama lain.

    • Matilah gue dibully gara2 pilihan jatuh ke Acha hahahaha. Tapi emang ga ada aktris Indo tg keren deh ryan. Aktingnya bagus ah menurut gue tapi kurang cantik memang

      Iya nihhh tapi masih pengen bacalah

      • Lupa bukunya dmn. Kayaknya sih ada. Hihi.

        Itu dah kasih masukan. Chelsea aja. Yang main Merry Riana n Di Balik 98 yang gw review.

        Dia agak tomboi. Lincah. Gerak-geriknya di dua film itu cocok sama reporter.

  3. Thomas gw sih setujunya NicSap. Dia bisa dapet banget tuh.
    Trus Maggie definitely Tara Basro. Kalo karakter lain mah cincaylah. Gak penting hahaha.
    Karakter wartawatiya gw pilih Raline Syah! Kece badai dia. Meskipun tersiasiakan di KPBJ tapi gw yakin dia bisa. Bu Menteri pilih aja mertuanya Rio Dewanto itulah.Lupa gw namanya.

    • Nicsap tadinya emang gue tulis dan tapi gue keinget dia juga ikut klub petarung jadi rasanya Joe Taslim lebih cucokkk.hehe

      Eh iya gue baru diingatkan.ama mba nurul…Nama Prisia Nasution belom masuk.cocok itu jadi Julia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s