58

Koala Lou & Tentang Jumlah Anak

Satu minggu lalu, Kakak G bawa buku yang dipinjam dari library sekolah. Sekali seminggu memang ada jadwal library di sekolah tempat saya ngajar. Gurunya story telling dulu, lalu setelah itu mereka boleh pinjam 1 buku untuk dibawa pulang selama max 1 minggu. Lalu buku yang dipinjam Kakak G ini judulnya “Koala Lou”, dan saya pun mulai bercerita sebelum mereka tidur.

Koala Lou, palanya bulet..gemessss

Koala Lou, palanya bulet..gemessss

Koala Lou adalah seekor anak koala yang bentuk kepalanya bulat dan lucu, ibunya selalu bilang “Koala Lou, I do Love you” hampir setiap saat. Koala Lou senang sekali setiap ibunya mengucapkan kata-kata itu. Hingga pada suatu hari, ibunya beranak-pinak dan Koala Lou punya banyak adik. Sejak Koala Lou punya adik, ibunya jadi sibuk ngurus adik-adiknya dan jadi lupa mengucapkan kata-kata “Koala Lou, I do love you”. Koala Lou sedihhhhh dan berpikir bagaimana caranya ya supaya ibunya mau ucapin kata-kata itu lagi ke dia. Tiba-tiba dia dengar akan ada perlombaan memanjat pohon antar koala. Lou berpikir, kalau dia bisa ikut lomba ini dan menang, pasti ibunya bakal seneng banget dan nanti ibunya akan ngucapin “Koala Lou, I do love you”.

Ada yang cembokur karena dicuekin

Ada yang cembokur karena dicuekin, eh terus ikutan lomba manjat biar dapet perhatian ibunya lagi

Singkat cerita Koala Lou pun berlatih setiap hari untuk memanjat pohon setinggi-tingginya, supaya ia bisa menang. Pada hari H nya, Koala Lou pun yakin kalau ia bisa menang. Tapi ternyata ada koala lain yang lebih gesit dan cepat, dan koala Lou menjadi juara 2 dalam perlombaan itu. Dia sedih dan berpikir pasti ibunya ga akan senang mendengar kalau dia hanya juara 2, dan kata-kata “Koala Lou, I do Love you” itu ga akan diucapkan ibunya ke dia. Tapi Lou salah, ibunya datang dan memeluk Lou, lalu ibunya pun bilang “Koala Lou, I do Love you”. Ga peduli Lou mau juara 2 or ga juara sekali pun, ibunya tetap mencintai Lou. Hanya saja ibunya sekarang sibuk mengurusi adik-adik Lou yang masih bayi.

Koala Lou saat akhirnya dipeluk mamanya dan mamanya bilang "Koala Lou, I do Love you"

Koala Lou saat akhirnya dipeluk ibunya dan ibunya bilang “Koala Lou, I do Love you” ahhh so cute right? gemesss ama gambar koalanya

Sounds familiar ga mommies? hehehe……. cerita ini seakan-akan ditujukan bagi kita ibu-ibu yang beranak-pinak lebih dari satu anak. Eitssss tunggu dulu, buat saya cerita ini juga mengingatkan kita sendiri yang punya kakak or adik dirumah. Dulu jaman kita kecil, pasti ada masa or saatnya kita iri-irian ama kakak or adik kita untuk dapat perhatian dari orang tua kita, terlebih mama kita. Betul ga? Well, it depends ya, ga semua anak juga kali iri-irian gitu, mungkin ada yang ibunya pintar mensiasati untuk anaknya merasa adil dengan kasih sayang ortu.

Abis baca ini saya langsung teringat tentang jumlah anak. Tentang beberapa masukan dari orang-orang sekitar saya. Komentar mereka bisa beragam. Ada yang bilang, “wah enaklah Jo, kau sudah ada anak laki dan perempuan, cukuplah itu.” Ucapan itu saya aminkan. Komentar lain dari yang tua-tua di gereja saya “Ya sepi nanti kau rasa kalau cuma 2, tambahlah 1 satu lagi.” Yang ini saya gak aminkan. Nah yang paling ekstrim pun ada. Beliau ini ceritanya punya anak 4 laki semua dan bilang gini “kalau punya anak, enaknya itu 4, kalau sudah besar nanti baru kau merasakan enaknya punya anak banyak.”. Perlukah aku mengaminkannya? duhhh kayaknya nggak deh ya.

Bukan, bukan mau bilang yang anaknya 3 or 4 itu ga baik, justru saya salut, hebat. Dulu cita-cita saya, pegen punya anak kembar. Pas hamil ke 2 dokter mendeteksi ada 2 janin yang tumbuh dalam rahim saya, tapi setelah dicek sebulan kemudian, hanya 1 yang bertahan. Hmmm ga kebayang juga sih ngurus bayi kembar setelah mengalami ngurus 1 infant dan 1 toddler dirumah.Liat mamak Sondang yang punya 3 pasukan, Mama  A3 (baginda ratu), Mba Tituk bahkan punya 4 dan mereka semua hebat!!!! saya ulangi, HEBAT! saya salut banget, kerja kantoran, masak, ngurus anak dan suami, masih sempat ngeblog….ahhh hebat banget deh!

Tapi alasan saya gak mengaminkan perkataan ibu tadi tentang punya anak 4 adalah lebih kepada kesiapan saya secara moral, mental dan finansial. Tanggung jawab orangtua yang gak melulu soal sanggup apa nggak memberi makan dan menyekolahkan anak. Tapi anak itu kan titipan Tuhan, yang nantinya kita akan pertanggung jawabkan. So I think, we need to prepare ourselves better when we really want the presence of a child.

Melihat kembali cerita tentang Koala Lou yang merasa terabaikan oleh ibunya karena kesibukan ibunya mengurus adik-adiknya, dan inilah juga salah satu PR buat saya. Bisa ga berlaku adil buat duo bocils ini? Ini baru 2 loh. Nanti saya cerita di pos lain tentang “Jealousy among siblings” lebih kepada duo bocils di rumah sih.

Banyak juga yang bilang kalau punya 3 anak maka ritme berantemnya akan berkurang, seakan ada penengahnya katanya. Bener ga sih? ga tau juga, soalnya saya sendiri cuma dua bersaudara. Saya dan uppa dari awal pernikahan dulu sering berangan-angan bahwa kita mau punya 3 anak. Terus pas yang ke 2 lahir, saya langsung buru-buru melupakan keinginan itu. Mungkin saya lebih kepada lelah karena The never ending Sleepless nights. Jarak kelahiran kakak G dan adiknya hanya 20 bulan. So, you can imagine how busy I was at that time. Tentu saya tidak pernah menyesali kehadiran anak. They are the most precious gift from God and I am so blessed to be their mom. But I think I need to know my capacity as a human being who still need to learn a lot  of being wiser and more patience whenever I face the hassle in raising my children.

Dan untuk mencegah hadirnya yang ke 3 itulah saya rela memakai IUD sebagai alat kontrasepsi. Jangan ditanya gimana sakitnya, perut saya kontraksi hebat selama 2 hari dan kontraksi berkurang di hari ke 3. Belum lagi sakit-sakit yang lain yang menyertai saat menstruasi datang. Hiksssss, saking sakitnya waktu itu pas lagi kontraksi hebat-hebatnya, saya sedang ada tugas untuk memberi seminar di Puncak. Beneran kesiksa itu, asli ga ketulungan. Sampe akhirnya saya WA ke uppa “Oh, I really hate you, I hate man!!!!” HAHAHAHAHA, though I know its my decision tapi itu hanya pengungkapan rasa sakit aja sih, bukan penyesalan. Namanya pun lagi kontraksi ya.

Back to Jumlah anak. Saya rasa mau berapa pun jumlah anak yang kita punya, selama kita bisa memberikan yang terbaik buat mereka, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang yang baik, penuh kasih dan tanggung jawab. Saya bahkan menghargai orang-orang yang memutuskan untuk memiliki satu anak saja. Banyak orang disekitar saya suka bilang ‘walah punya anak kok cuma 1, nanti jadi egois lohhh’. well, it depends gimana ortunya ngedidik kan ya. Bahkan saya pun akhirnya bisa mengerti dan menghargai bagi pasangan yang memutuskan untuk menunda tidak punya anak, bahkan bagi mereka yang memutuskan untuk tidak punya anak sama sekali. Sangat bisa dimengerti. Teman kerja saya menikah di usia 37 dan suaminya usia 50 an, dia bilang kalau dia memutuskan untuk gak punya anak. Banyak yang menyayangkan, tapi saya bisa mengerti alasan yang dia ungkapkan. Setiap orang toh punya alasan masing-masing mau berapa jumlah anak yang dia miliki, bahkan tidak mau punya anak sekali pun, karena kita yang menjalaninya, kita yang merasakannya, bukan orang lain. orang lain itu cuma bisa berkomentar, dan biarkanlah mereka begitu gak usah ditanggapi, karena kalau ditanggapi nanti capek sendiri. Ya kan?

Bagi teman-teman yang masih menunggu kehadiran anak, tetap semangat ya…. hanya itu yang bisa diucapkan….soalnya topik ini sensitif juga kan buat sebagian orang.

Have a nice day friends. Salam kecup dari Koala Lou *aku gemesss liat Kolanya*

😀