Koala Lou & Tentang Jumlah Anak

Satu minggu lalu, Kakak G bawa buku yang dipinjam dari library sekolah. Sekali seminggu memang ada jadwal library di sekolah tempat saya ngajar. Gurunya story telling dulu, lalu setelah itu mereka boleh pinjam 1 buku untuk dibawa pulang selama max 1 minggu. Lalu buku yang dipinjam Kakak G ini judulnya “Koala Lou”, dan saya pun mulai bercerita sebelum mereka tidur.

Koala Lou, palanya bulet..gemessss

Koala Lou, palanya bulet..gemessss

Koala Lou adalah seekor anak koala yang bentuk kepalanya bulat dan lucu, ibunya selalu bilang “Koala Lou, I do Love you” hampir setiap saat. Koala Lou senang sekali setiap ibunya mengucapkan kata-kata itu. Hingga pada suatu hari, ibunya beranak-pinak dan Koala Lou punya banyak adik. Sejak Koala Lou punya adik, ibunya jadi sibuk ngurus adik-adiknya dan jadi lupa mengucapkan kata-kata “Koala Lou, I do love you”. Koala Lou sedihhhhh dan berpikir bagaimana caranya ya supaya ibunya mau ucapin kata-kata itu lagi ke dia. Tiba-tiba dia dengar akan ada perlombaan memanjat pohon antar koala. Lou berpikir, kalau dia bisa ikut lomba ini dan menang, pasti ibunya bakal seneng banget dan nanti ibunya akan ngucapin “Koala Lou, I do love you”.

Ada yang cembokur karena dicuekin

Ada yang cembokur karena dicuekin, eh terus ikutan lomba manjat biar dapet perhatian ibunya lagi

Singkat cerita Koala Lou pun berlatih setiap hari untuk memanjat pohon setinggi-tingginya, supaya ia bisa menang. Pada hari H nya, Koala Lou pun yakin kalau ia bisa menang. Tapi ternyata ada koala lain yang lebih gesit dan cepat, dan koala Lou menjadi juara 2 dalam perlombaan itu. Dia sedih dan berpikir pasti ibunya ga akan senang mendengar kalau dia hanya juara 2, dan kata-kata “Koala Lou, I do Love you” itu ga akan diucapkan ibunya ke dia. Tapi Lou salah, ibunya datang dan memeluk Lou, lalu ibunya pun bilang “Koala Lou, I do Love you”. Ga peduli Lou mau juara 2 or ga juara sekali pun, ibunya tetap mencintai Lou. Hanya saja ibunya sekarang sibuk mengurusi adik-adik Lou yang masih bayi.

Koala Lou saat akhirnya dipeluk mamanya dan mamanya bilang "Koala Lou, I do Love you"

Koala Lou saat akhirnya dipeluk ibunya dan ibunya bilang “Koala Lou, I do Love you” ahhh so cute right? gemesss ama gambar koalanya

Sounds familiar ga mommies? hehehe……. cerita ini seakan-akan ditujukan bagi kita ibu-ibu yang beranak-pinak lebih dari satu anak. Eitssss tunggu dulu, buat saya cerita ini juga mengingatkan kita sendiri yang punya kakak or adik dirumah. Dulu jaman kita kecil, pasti ada masa or saatnya kita iri-irian ama kakak or adik kita untuk dapat perhatian dari orang tua kita, terlebih mama kita. Betul ga? Well, it depends ya, ga semua anak juga kali iri-irian gitu, mungkin ada yang ibunya pintar mensiasati untuk anaknya merasa adil dengan kasih sayang ortu.

Abis baca ini saya langsung teringat tentang jumlah anak. Tentang beberapa masukan dari orang-orang sekitar saya. Komentar mereka bisa beragam. Ada yang bilang, “wah enaklah Jo, kau sudah ada anak laki dan perempuan, cukuplah itu.” Ucapan itu saya aminkan. Komentar lain dari yang tua-tua di gereja saya “Ya sepi nanti kau rasa kalau cuma 2, tambahlah 1 satu lagi.” Yang ini saya gak aminkan. Nah yang paling ekstrim pun ada. Beliau ini ceritanya punya anak 4 laki semua dan bilang gini “kalau punya anak, enaknya itu 4, kalau sudah besar nanti baru kau merasakan enaknya punya anak banyak.”. Perlukah aku mengaminkannya? duhhh kayaknya nggak deh ya.

Bukan, bukan mau bilang yang anaknya 3 or 4 itu ga baik, justru saya salut, hebat. Dulu cita-cita saya, pegen punya anak kembar. Pas hamil ke 2 dokter mendeteksi ada 2 janin yang tumbuh dalam rahim saya, tapi setelah dicek sebulan kemudian, hanya 1 yang bertahan. Hmmm ga kebayang juga sih ngurus bayi kembar setelah mengalami ngurus 1 infant dan 1 toddler dirumah.Liat mamak Sondang yang punya 3 pasukan, Mama  A3 (baginda ratu), Mba Tituk bahkan punya 4 dan mereka semua hebat!!!! saya ulangi, HEBAT! saya salut banget, kerja kantoran, masak, ngurus anak dan suami, masih sempat ngeblog….ahhh hebat banget deh!

Tapi alasan saya gak mengaminkan perkataan ibu tadi tentang punya anak 4 adalah lebih kepada kesiapan saya secara moral, mental dan finansial. Tanggung jawab orangtua yang gak melulu soal sanggup apa nggak memberi makan dan menyekolahkan anak. Tapi anak itu kan titipan Tuhan, yang nantinya kita akan pertanggung jawabkan. So I think, we need to prepare ourselves better when we really want the presence of a child.

Melihat kembali cerita tentang Koala Lou yang merasa terabaikan oleh ibunya karena kesibukan ibunya mengurus adik-adiknya, dan inilah juga salah satu PR buat saya. Bisa ga berlaku adil buat duo bocils ini? Ini baru 2 loh. Nanti saya cerita di pos lain tentang “Jealousy among siblings” lebih kepada duo bocils di rumah sih.

Banyak juga yang bilang kalau punya 3 anak maka ritme berantemnya akan berkurang, seakan ada penengahnya katanya. Bener ga sih? ga tau juga, soalnya saya sendiri cuma dua bersaudara. Saya dan uppa dari awal pernikahan dulu sering berangan-angan bahwa kita mau punya 3 anak. Terus pas yang ke 2 lahir, saya langsung buru-buru melupakan keinginan itu. Mungkin saya lebih kepada lelah karena The never ending Sleepless nights. Jarak kelahiran kakak G dan adiknya hanya 20 bulan. So, you can imagine how busy I was at that time. Tentu saya tidak pernah menyesali kehadiran anak. They are the most precious gift from God and I am so blessed to be their mom. But I think I need to know my capacity as a human being who still need to learn a lot  of being wiser and more patience whenever I face the hassle in raising my children.

Dan untuk mencegah hadirnya yang ke 3 itulah saya rela memakai IUD sebagai alat kontrasepsi. Jangan ditanya gimana sakitnya, perut saya kontraksi hebat selama 2 hari dan kontraksi berkurang di hari ke 3. Belum lagi sakit-sakit yang lain yang menyertai saat menstruasi datang. Hiksssss, saking sakitnya waktu itu pas lagi kontraksi hebat-hebatnya, saya sedang ada tugas untuk memberi seminar di Puncak. Beneran kesiksa itu, asli ga ketulungan. Sampe akhirnya saya WA ke uppa “Oh, I really hate you, I hate man!!!!” HAHAHAHAHA, though I know its my decision tapi itu hanya pengungkapan rasa sakit aja sih, bukan penyesalan. Namanya pun lagi kontraksi ya.

Back to Jumlah anak. Saya rasa mau berapa pun jumlah anak yang kita punya, selama kita bisa memberikan yang terbaik buat mereka, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang yang baik, penuh kasih dan tanggung jawab. Saya bahkan menghargai orang-orang yang memutuskan untuk memiliki satu anak saja. Banyak orang disekitar saya suka bilang ‘walah punya anak kok cuma 1, nanti jadi egois lohhh’. well, it depends gimana ortunya ngedidik kan ya. Bahkan saya pun akhirnya bisa mengerti dan menghargai bagi pasangan yang memutuskan untuk menunda tidak punya anak, bahkan bagi mereka yang memutuskan untuk tidak punya anak sama sekali. Sangat bisa dimengerti. Teman kerja saya menikah di usia 37 dan suaminya usia 50 an, dia bilang kalau dia memutuskan untuk gak punya anak. Banyak yang menyayangkan, tapi saya bisa mengerti alasan yang dia ungkapkan. Setiap orang toh punya alasan masing-masing mau berapa jumlah anak yang dia miliki, bahkan tidak mau punya anak sekali pun, karena kita yang menjalaninya, kita yang merasakannya, bukan orang lain. orang lain itu cuma bisa berkomentar, dan biarkanlah mereka begitu gak usah ditanggapi, karena kalau ditanggapi nanti capek sendiri. Ya kan?

Bagi teman-teman yang masih menunggu kehadiran anak, tetap semangat ya…. hanya itu yang bisa diucapkan….soalnya topik ini sensitif juga kan buat sebagian orang.

Have a nice day friends. Salam kecup dari Koala Lou *aku gemesss liat Kolanya*

😀

 

Advertisements

58 thoughts on “Koala Lou & Tentang Jumlah Anak

  1. Hehe…aku jg masih belom pengen nambah ini da. Tapi gak tau deh, nanti-nantinya gimana 😀
    Cuma kalo dibilang 3 anak bakal mengurangi ritme berantem, kayaknya sih gak juga ya. Soalnya aku 3 bersaudara…dan kalo berantem tuh…ampuuunnn! 😆

    • Hahahaha teteuupp ya berantem mahhh.

      Aku bisa aja bilang ga mau tapi gimana kalo tiba2 pengen lagi ya? Hmmm yg pasti kalo sekarang belum siap lah. Masih kenyangggg hehehe

  2. Koalanya lucu hihi. Ceritanya bener sih. Bagus si koala nyari perhatian dengan hal positif. Kalo dia manjat dan nyabu kan kasian juga mama koalanya 😦 Banyak diluar sana anak2 yang kurang perhatian dan hasilnya jadi negatif nabrak sana sini. Susah banget ya jadi orang tua jadi takut :p

    • Yes I know what you mean Mba non. And I can understand mau berapa pun jumlah anak yang seseorang miliki. Bahkan ga punya anak sekali pun, itu hak masing2. :)))

  3. Aku cuma 2 bersaudara, aku merasakan betapa asyiknya cuma 2 saudara, kami sekeluarga sangat dekat dan Alhamdulilah semua sandang pangan papan hingga pendidikan terpenuhiwalaupun kami tidak kaya-kaya amat, bahkan Mama dan Abah mengawinkan kami dengan sangat layak dan bagus, mencontoh kedua orang tuaku aku rasadua anak cukup, aku sudah punya sepasang anak entahlah nanti palingkalo nambah juga satu mengingat umurku juga sudah tua, menurutku ngga bisa punya anak hanya cukup hanya dengan kasih makan saja, kita memikirkan juga pendidikannya, biaya sekolah ngga murah, tidak bisa lihat saja nanti…kalau orang kaya banget sih mau 10 anak monggo, bisa gaji baby sitter berapa? aku anak 2 saja merasa sangaaaaat kurang waktu bersama anak-anak apalagi lebih dari itu. Trus aku mikir kalo punya anak kecil lagi tiba-tiba aku udah ngga ada gimana si keciiil mending mama tirinya baik….ini kenapa bayangin sejauh ini….tapi kalo bayangin ginian bawaannya aku jadi pengen nangis.

    • Lucky you then 🙂
      Wahhhh aku sih mikirnya simple aja, kalo punya anak lagi bisa mendidik dengan baik nggak? Bisa menjadi panutan buat mereka ga? Termasuk bisa adil sperti dalam cerita koala itu 🙂

  4. Wah…jo cerita ini mirip dwayne bgt..sejak hadir k2adenya banyak bgt kelakuan dia ucari perhatia.bayangin 4thn dia sdri ga ada yg ganggu skrg banyak yg ganggu dan dia rasa terabaikan..banyaklah kata2 dia yg bikin miris klo didenger..tapi klo adenya udh pd tdr malam itulah aq sm dia main atau crt

  5. Dalem banget Jo pembahasannya dari buku anak-anak ya. Huehehehe.
    Sama seperti kata Mba Noni. Mau punya anak berapapun asalkan bertanggung jawab dan mampu ga masalah. 😀

    • Iya dan…kadang gue pikir, kalo para penulis buku cerita anak2 ini selalu ingin menyampaikan pesan 2 arah. Utk ortu sebagai story teller dan anak yg pendengar.

      True…asal bertanggung jawab :)))
      Banyak bener soalnya liat orang pada asal ngebrojolin aja tapi anaknya berkeliaran ngamen dan nongkrong2 dimana2 *masihhh piyik2* kesiannn

  6. Saya pernah denger kalo berapa jumlah anak itu tergantung kita punya anak itu tujuannya apa. Apakah memang punya anak itu mesti sepasang? Apakah mesti 3 ato 4 ato 2? Tergantung tujuan orang tuanya, jangan sampe punya banyak tapi malah terbengkalai, dan kalo yg kerja malah jadi misuh-misuh gak bagi waktu 🙂 Kalo saya sih selalu pengen banyak, tapi yaitu bisa gak ya? hahaha

  7. kalau aku sih pengennya juga 2 aja cukup. tapi mau berapapun jumlah anaknya asalkan ortunya sanggup ngurus tanggung jawab dan biayain dengan benar gak masalah ya, kan tiap orang pasti beda2 pemikirannya 🙂

  8. Bener banget Joyce, semuanya tergantung pada keluarganya. Walopun kami 4 bersaudara tapi semua merasa diperhatikan equally, beruntung juga adik yang terakhir ‘unplanned’ jadi jauh banget beda umurnya. Ortu kami dari awal berencana punya 3 anak karena katanya kalo 2 orang aja gak ada penengah seandainya ga cocok hahaha..Aku sendiri sangat menanti kehadiran lou2 di dalam hidup kami, pengennya sih 2 tapi tinggal jauh dari keluarga ga tau deh sanggup apa gak hehe. I really don’t like the idea of leaving my kids in daycare (sebisa mungkin gak).

    • Tuh kan mba…banyak yg bependapat serupa..kalo.3 anak itu ada penengahnya.tapi aku belom siap euy..

      Wah seru tuh 4 bersaudara ga pake iri2an.
      Semoga dapat Lou2 diwaktu yg tepat ya mba :)))) *kebayang pasti cute banget…blasterannn getohhh* :)))

      • Ammmmeeeeeeeeennnn….jangan dipaksakan dong Joyce. Ortuku kan orang lama hehehe…I am really thankful that there are four of us – habis rame hehe. Wkwkwkw suamikuuu indonesaaa tuleeeen dan item pulaaakkkk wkwkwk (mulai galau bahahahahaha)…

  9. ah kok perasaan aku ga pernah yang berantem2 iri2an gimana gt ama ade2ku ya, apa lupa? hehehe
    tadinya aku malah pengen punya 4 anak, tapi pas mabok awal hamil anak ke 2 langsung bilang ke ayahnya “udah ya yah, dua aja, ga sanggup mualnya nih” hahahah ga sanggup mualnya bukan ga sanggup duitnya :p

    • Nahhh nahh sama deh ama aku..tadinya pengen 3 tapi pas dah tau ngurus lebih dari 1 itu lumayan refotttt…nyerah deh. Tapi ga tau jg sih besok2 kalo berubah pikiran..hehe

  10. Berhubung aku anak tunggal, mungkin aku bakalan sebel kalok mamak ku lebih peduli sama adek-adek ku, Kak.. Tapi faktanya sih, waktu mamak nimang-nimang adek sepupu, aku malah selo aja. 😛

  11. aku pengen punya anak 2 aja mbak. semoga didenger sama yang ngasih nafas. secara ya sini sadar akan keterbatasan emosional, finansial dll dkk dsb. duuuh jadi orang kok pesimis gini ya mbak? mwahahahaha 😀 😀

  12. Dalem banget Jo, gw penasaran ttg pendapat para pria yang baca nih, hehe..
    Dulu waktu gw masih LDR an ama Suami, beliau pingin punya anak banyak (masih idealis), tp pas ngumpul dan tau rempongnya ngurus bocils…eennggg, ya tetap pingin punya banyak anak!
    Hahaa, gw jewer dia kalo sampe gak mo bantuin ngurusnya.

    • Hehee dalem ya? Tuh Dani komen diatas.

      Iya kita boleh berkhayal mau punya brapa anak, krna belom tau gimana rasanya. Tapi tiap oramg kan beda pendapat. Ada yg merasa fine2 aja dan ga repot..jadi pengen nambah lagi dan lagi katanya. Ya gpp juga sih ya.hl ;)))

  13. hm,,mau komen apa ya?krn tergolong orng2 yg msh menunda punya anak,tp seandainya di kasih juga gk apa sih 😀
    ya amoun pake IUD yg pasang alat di rahim itu ya?atau apa sih namanya itu lupa:-),itu pas pasangnya juga sakit katanya

    • Dan aku sangat2 mengerti dan menghargai pasangan2 yg menunda punya anak. Anak itu hal yg sangat besar sekali…jadi emang harus matang perencanaannya.
      IUD itu sering dibilang KB spiral. Iya pas pasang juga sakit ya tp masih bisa tolerir. Banyak yg ga cocok juga kan.

  14. selain ‘mengingatkan’ para orang tua dan calon org tua untuk bersikap ‘adil’ kepada anak, buku ini bagus juga ya buat dibaca anak ya da, jadi dia tau kalau punya adek gak perlu cemburu, kalau memang butuh kasih sayang, ‘ingatkan’ saja orang tuanya. *gampang bgt ngomongnyaaaa hahahahahhaa.

    sebelum hamil aku pengennya punya anak 3 atau 4 kak, mikirnya sih kalau udah gede seru loh punya kakak dan adek (aku sendiri anak ke 3 dari 4 bersaudara), tapi begitu lagi hamil anak pertama, aku udah ‘ngap-ngap-an’, jadi mikirrrrrrrrrrrrr mo punya anak 4 hahahaha, ini belum lagi masalah ngurus infant dan toddler ya *yassalamlaaahh hahahaa.

  15. bener, itu tergantung kesiapan masing2, dan yang pasti tergantung Yang Di Atas ya. hahaha.

    kalo gua dari dulu selalu ngebayanginnya punya 2 anak aja sih 🙂

  16. mak joey….nanya dong tentang IUD, serius kah pasang IUD sampai kontraksi?? hweeww…syerem amat. saya masih ber-pil-KB, karena belum sempat janjian ke dokter kandungan utk pasang IUD, dan masih hunting dokter perempuan yang deket rumah belom dapet-dapet (*yang jauh sih ada)…tapi kepingin pasang IUD karena takut kelupaan minum (*takut bobol juga, sama sih mak, saya juga belum siap nambah momongan, duo krucils sudah kekenyangan juga nih saya….#toss…)

    • Hi mba.. iya 2-3 hari setelah pasang IUD semacam kontrakasi gitu..tapi kontraksi ringan sih tapi cukup mengganggu utk saya yg mesti bekerja. Dokternya dah bilang kalo saya bakal merasa kontraksi untuk 1 hari. Tiap orang efeknya bisa berbeda mba. Mensku juga 2x sebula dan lebih banyak. Tapi untunglah itu cuma 3 bulan pertama aja. Sekarang sih udah udah gak lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s