13

The Recap Of My 30 Days Movie Challenge

Berhubung mau ikut 30 days journal prompt barengan neng Tenkky, (dan mumpung semangat nulis lagi menggelora) neng jojo mau melunasi dulu utang postingan yang ini (ahhh kenapa ada istilah utang postingan sih?utang piutang kpr aja dah musingin) Mari kita keluarkan postingan ini dari draft(terlalu lama di draft). Yak, apalagi kalau bukan recap-an 30 Days Movie challenge yang bulan November lalu. *WOYYY..GAK KURANG BASI YA JO?* 😀 Better late than never kan ya…..*lirik mba Yo and Mba Eva, yang juga ikutan challenge ini waktu itu* hehe

So far, ini challenge ke 2 yang saya udah coba di blog ini. Dan ternyata sodara-sodara, ikut challenge yang 30 hari berturut-turut posting itu susyehhh yaaa. Padahal nih, udah bikin draftnya dari jauh-jauh hari. Bahkan postingan untuk 10 hari pertama udah selesai ditulis. Tapi ya gitu deh, kendalanya banyak juga. Internetlah yang lelet bin laden, ga punya waktu untuk baca ulang dan edit, plus saya tiba-tiba ngetrip ke Samosir-Sibolga waktu itu.

Seru sih ikutan challenge ini, karena kayak membawa memori kita kembali ke masa-masa tertentu. Masa-masa bahagia sama uppa jaman pacaran, masa-masa putus cinta gak jelas, masa-masa diduain sang mantan pacar *hiks*, masa-masa nista dan nestapa pun turut serta dalam ingatan pas bikin movie challenge ini, eh paling berasa sih pas bikin music challenge yang tahun lalu ya….Lagu putus cinta dan termewek-mewek pun ikut berpartispasi…hahahahaha

Yowes-yowes, panjang beud intro kamu jo! Inilah 30 days Movie Challenge yang saya ikuti waktu itu:

DAY 1, Your Favorite Movie : BEFORE SUNRISE

DAY 2, The Last Movie You Watched : CITY OF EMBER

DAY 3, Your Favorite Action/Adventure Movie : TRANSPORTER

DAY 4, Your Favorite Horror Movie: THE RING

DAY 5, Your Favorite Drama Movie:  A WALK TO REMEMBER

DAY 6, Your Favorite Comedy Movie:  3 IDIOTS

DAY 7, A Movie That Makes You Happy : THE A TEAM

DAY 8, A Movie That Makes You Sad: WHAT’S EATING GILBERT’S GRAPE

DAY 9, A Movie That You Know Practically The Whole Script: RIO

DAY 10, Your Favorite Director: STEVEN SPIELBERG

DAY 11, Your Favorite Movie From Your Childhood: MY GIRL

DAY 12, Your Favorite Animated Movie: “NEMO”

DAY 13, A Movie That You Used To Love But Now Hate: TITANIC

DAY 14, Your Favorite Quote From Any Movie: FACING THE GIANTS

DAY 15, The First Movie You Saw In Theaters: ROMEO AND JULIET

DAY 16, The Last Movie You Saw In Theaters:  FURY

DAY 17, The Best Movie You Saw During The Last Year: CATCHING FIRE

DAY 18, A Movie That Dissapointed You The Most: OPEN WINDOWS

DAY 19, YOUR Favorite Actor: ETHAN HAWKE

DAY 20, Your Favorite Actress: Winona Ryder

DAY 21: The Most Overrated Movie: EAT, PRAY, LOVE

DAY 22: The Most Underrated Movie: THE TRUMAN SHOW

DAY 23: Your Favorite Character From Any Movie: JACK SPARROW (Johnny Depp)

DAY 24: Your Favorite Documentary Movie: NIM CHIMSKY

DAY 25: A Movie That No One Expect You To Love: A Beautiful Mind

DAY 26: A Movie That Is A Guilty Pleasure: P.S I LOVE YOU

DAY 27: Favorite Classic Movie: SOUND OF MUSIC

DAY 28: A Movie With The Best Soundtrack: IRIS (GOO-GOO DOLS, from the movie: CITY OF ANGELS)

DAY 29: A Movie That Change Your Opinion About Something: FIREPROOF

DAY 30: Your Least Favorite Movie: TWILIGHT SAGA

Sekian recapannya, jadi kalau saya mau baca-baca dan ingat-ingat lagi tentang movies dan perihal yang terkait di dalamnya, tinggal klik dan baca postingan ini. Lebih ringkes kan? soalnya, waktu ikutan movie challenge ini, saya banyak dapat masukan dari teman-teman yang komen di sini tentang film-film yang juga berkesan bagi mereka. Dan saya gak basa-basi saat bilang, “nanti akan coba kutonton”. NO!!! beneran bakal saya tonton walau entah kapan. Sekarang lagi proses pencarian filmnya. Makasih loh teman-teman yang waktu itu komen hampir tiap hari. Dani, misalnya. Banyak film yang dia sebutkan dan saya ga tau sama sekali. Thanks Dan!

Oki doki…..makasih sudah sempat membaca. Have a nice day temans 🙂

34

If I Were You…

Kemaren baru aja melihat kehadiran seseorang di sebuah tempat. Sudah cukup lama dia menghilang dan dia sedang hamil. Tenang aja, dia ini punya suami kok. Yang bikin saya agak terkejut adalah, justru dia datang bersama suaminya. Eh kenapa saya mesti terkejut ya? Ya jelas aja kaget, soalnya yang saya tahu, mereka ini udah pisah. Bukan urusan saya tentang apa yang terjadi sama rumah tangganya dia, tapi hampir semua orang di komunitas kami tahu apa yang terjadi antara dia dan suaminya. Beberapa tahun lalu (mungkin 2-3 tahun yang lalu) suaminya tiba-tiba berubah. Bukan jadi satria baja hitam, tapi berubah menjadi kasar, suka memukuli,menyiksa dsb. Bahkan kabarnya suaminya sudah mempunyai pacar or istri ga ngerti juga. Dia curhat ke beberapa teman dan menyarankan supaya dia tinggalkan aja suaminya yang jahat itu, tapi  dia kekeuhh ga mau ninggalin. Kita yang mendengarkan curhatnya jadi gemes karena semua orang berpikiran yang sama dan ngomong gini “Ih, kalo gue jadi elu ya, dah gue tinggalin suami model begitu.”

Well, bahkan saya sendiri pun berkata hal yang sama. Tapi lihatlah apa yang terjadi? Dia kekeuh menunggu perubahan suaminya dan akhirnya mereka bersama lagi, dan mereka akan segera dikaruniai seorang anak. Saya bukan mau bahas kehidupan dia, kenapa dan bagaimana mereka bisa bersatu lagi. Tapi saya justru mau bahas bagaimana seringnya kita, eh saya maksudnya berandai-andai dengan bilang “duh, kalo gue jadi elu ya…” atau dalam bahasa Inggris kita bilang IF I WERE YOU!, tanpa tahu apa dan bagaimana orang itu menjalani hidupnya masing-masing.

Di bawah ini beberapa contoh hal-hal yang dulu dan mungkin sekarang yang suka saya ucapkan ketika menggunakan kata “If  I were you”:

-If I were you, uang emak-bapak banyak, gue pasti minta kuliah di luar negeri, minimal di Australia. ( Padahal ternyata baru tahu kalau tipe keluarganya gak bisa hidup jauh-jauhan dan punya prinsip seindah-indahnya negeri orang, negeri sendiri lebih indah)

-If I were you, gue udah buka usaha aja di rumah. Modal punya, tempat mendukung, Apalagi coba? (ya padahal kan ga semua orang punya bakat dagang or bisinis)

-If I were you, punya duit banyak gitu, pasti gue udah perawatan muka dan body abis-abisan. (Padahal ga tau, ternyata dia orangnya penganut big is beautiful) hehe

-If I were you, gue ga mau kawin cepet-cepet. Mending puas-puasin masa-masa single .

-Atau sebaliknya, If I were you, gue bakal buruan minta dinikahin, nunggu apa lagi coba? ganteng, pinter, mapan, keluarga baik-baik? *eh ini ngebayanginnya kok Nicolas Saputra sikkk? lol 😀

-If I were you, gue ga akan make baju, make up dan aksesoris yang senorak itu. Apalagi pamerin bon pembelian tas HERPES di sosmed *HAHAHA…….ini semacam mengacu kepada seseorang yang mengaku seorang princess syalala ya bok!* 😀

De es be- de es be-de es be…..

Bahkan saat nonton film, saya sering berandai-andai kalau kita jadi si A kita akan begini dan begitu. Kita sih gampang ya ngomongnya, tanpa kita tahu bahwa setiap orang punya jalan pikirannya masing-masing, dan pada akhirnya tiap-tiap individu itu jugalah yang mengalami dan merasakan pahit manisnya jalan hidup yang mereka pilih *tsahhhh bahasanyaaaa…*

Eh tapi Kalian pernah juga gak  berandai-andai, If I were you gitu? ya sekedar iseng aja sih, bukan karena tidak mensyukuri hidup yang sedang kita jalani.