48

Test TOEFL Versi Bahasa Indonesia

6533_1176866628298_3115008_n

Kemaren baru aja baca postingan mba Yo yang ini  tentang expat dan Imigrant. Yang mau tahu detailnya silahkan baca postingan mba yo diatas. Nah, saya juga pernah tulis tentang keresahan saya yang ini. Saya memang agak resah nih dengan semakin banyaknya para guru-guru expat (see? Saya bilang mereka expat kan?) datang ke Indonesia kita tercinta ini.

Jadi saya baru tahu sekarang pemerintah punya banyak peraturan baru yang bersangkutan dengan sekolah-sekolah international. As you know sekolah tipe or jenis ini sangat menjamur kan sekarang dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini. (Ya saya sendiri mengais rejeki di sekolah-sekolah berbasis international ini). Mulai dari beneran international (karena siswanya yang multicultural, berbagai ras bangsa) dan sekolah international yang cuma ngaku-ngakunya doank.Tapi bukan mau bahas itu.

Jadi beberapa hari lalu saya baru tahu kalau sekolah-sekolah di Indonesia tidak boleh lagi pakai embel-embel ‘international’ (ya ampun….kemana aja gue yak?). Jadi menurut temen saya, sekarang kata international bisa diganti dengan kata ‘Intercultural’ atau ‘Integrated’. Atau kayak sekolah tempat saya mengajar, emang dari awal ga pakai embel-embel apa pun.

Terus nih….gosip terkininya adalah (tadi barusan ngobrol ama HRD sekolah), katanya tahun ajaran depan, untuk merekrut tenaga kerja asing (guru expat tadi), harus lulus tes semacam TOEFL dalam versi bahasa Indonesia gitu. WHATTT? kaget saya. Katanya kalau mereka fail testnya, harus test ulang terus sampai lulus. Is this good or bad? Menurut temen-temen gimana? Apa pendapat kalian tentang test tersebut yang ditujukan untuk para guru-guru dari luar tersebut? btw, saya ga tau apa ini cuma berlaku untuk tenaga kerja guru apa di perusahaan juga ya?

xoxo,

jojo