63

Hari Ini…

Hari ini tadinya mau melakukan banyak hal.

1)Mau belanja jam 5 subuh ke pasar atau ke warung tukang sayur dekat rumah. Karena kemaren gak sempat belanja (pergi ke Ancol pagi-pagi banget)

2) Mau mulai Muay-Thai lagi (lemak udah menimbun ampe ga berani naik ke timbangan) dah siapin glove Muay-Thai, hand-wrap, baju dan celana ganti, handuk dan tas yang biasa dipake buat latihan Muay-Thai.

And we have to be TOUGH! Ohhhhh I miss the sweat!

And we have to be TOUGH! Ohhhhh I miss the sweat! I miss my orange thingy here…

3)Rencana untuk mulai lagi lagi program clean eating. Pulang Muay-thai mau ke supermarket belanja bahan-bahan untuk masak makanan khusus clean eating.

Semua rencana diatas terpaksa gagal dilaksanakan. Jam 4 subuh tadi si mamak nelfon uppa, suruh pindahin mobilnya yang setiap hari numpang parkir di depan rumah mamak. Kenapa disuruh pindahin? Karena eh karena hujannnn deras semaleman. Saya kok malah ga tau ya kalau tadi malam hujan deras? *zzzzz molor to de max* Dan ternyata pagi ini di luar sudah banjirrrrrr. Huhuhu langganan deh ini.

Tapi nekat ajalah, gak mungkin absen karena hari kamis lalu saya juga baru absen karena jaga ndul yang lagi demam. Jadi, rencana belanja ke pasar ditunda aja biar nanti sore pulang kerja belanjanya di pasar darurat dekat sekolah. Mandi, sarapan dan siap-siap. Rain coat on, helmet on! Siap menerjang banjir, walaupun deg-degan banget. Eh tiba-tiba tetangga lewat depan rumah baru nganterin anaknya sekolah, motornya mati aja donk abis menerjang banjir. ulalaaaaa…… Langsung nyali ciut seketika.

Kenapa gentar menerobos banjir? karena ga mau lagi kejadian tahun lalu yang nekat menerobos banjir yang mengakibatkan motor mogok. Di bawa ke bengkel ampe 4 kali dan mogok lagi-mogok lagi. Akhirnya motor itu dijual dan saya mesti beli motor baru. Gak lucu kan nih motor baru aja umurnya setaon dan masih disayang-sayang eh entar rusak lagi karena banjir. Jadi akhirnya memutuskan untuk stay di rumah aja. Toh keadaanya darurat. untunglah masih ada asisten dan helper di kelas yang bisa diandalkan. So, I am officially off from work today. So sorry for my kids in school. Hopefully Teacher Jo will be back tomorrow okay!

Jadi hari ini semua rencana gagal. Udah niat banget mau Muay-Thai lagi dan Clean eating tapi nampaknya malah kebalikan yang terjadi. Saya hari ini malah kruntelan di kasur ama bocils. Liatin WA, main batu-gunting-kertas ama duo G sampe speechless, dan mulut ngunyah mulu. Apa itu clean eating? lah di sini malah sibuk mikir mau bikin kue apa? pengen bikin mashed potato, tapi bahan-bahan ga lengkap. Mau bikin brownies tapi anak-anak lagi batuk, dan akhirnya bikin pancake aja deh, tapi kali ini bikin pancake yang ala amerika (saran mba Yo) yaitu putih telurnya di pisah. Pas udah jadi, eh ternyata beneran lebih fluffy……. tapi saya lebih suka yang resep pertama sih. Ah gak ngaruh deng, tetep aja abis tuh pancake dalam waktu sekejap. Sekarang pengen lanjutin baca Negeri di Ujung Tanduk (lama amat sih ga kelar-kelar) mumpung anak-anak tidur pules.Yuksss ah mariiiiii….

pancake dengan memisahkan putih dari kuning telur. Jahatkah aku? telah memisahkan mereka? *krikkk krikk garing*

pancake dengan memisahkan putih dari kuning telur. Jahatkah aku? telah memisahkan mereka? *krikkk krikk garing*..

ps: semoga hujannya berhenti dulu donk please….beneran ini bentar lagi bisa masuk rumah airnya kalo ampe ntar malem masih hujan terus. #prayforJakarta #prayforCengkareng

tadi akhirnya mau-ga-mau harus merelakan kaki nginjekin genangan air ini untuk menuju warung tukang sayur. Kalo ngak, mau makan apa besok???? #problemahidup ya kakakkkk :D

tadi akhirnya mau-ga-mau harus merelakan kaki nginjekin genangan air ini untuk menuju warung tukang sayur. Kalo nggak, besok terancam makan indomie rebus telor #problemahidup ya kakakkkk 😀

 

13

The Recap Of My 30 Days Movie Challenge

Berhubung mau ikut 30 days journal prompt barengan neng Tenkky, (dan mumpung semangat nulis lagi menggelora) neng jojo mau melunasi dulu utang postingan yang ini (ahhh kenapa ada istilah utang postingan sih?utang piutang kpr aja dah musingin) Mari kita keluarkan postingan ini dari draft(terlalu lama di draft). Yak, apalagi kalau bukan recap-an 30 Days Movie challenge yang bulan November lalu. *WOYYY..GAK KURANG BASI YA JO?* 😀 Better late than never kan ya…..*lirik mba Yo and Mba Eva, yang juga ikutan challenge ini waktu itu* hehe

So far, ini challenge ke 2 yang saya udah coba di blog ini. Dan ternyata sodara-sodara, ikut challenge yang 30 hari berturut-turut posting itu susyehhh yaaa. Padahal nih, udah bikin draftnya dari jauh-jauh hari. Bahkan postingan untuk 10 hari pertama udah selesai ditulis. Tapi ya gitu deh, kendalanya banyak juga. Internetlah yang lelet bin laden, ga punya waktu untuk baca ulang dan edit, plus saya tiba-tiba ngetrip ke Samosir-Sibolga waktu itu.

Seru sih ikutan challenge ini, karena kayak membawa memori kita kembali ke masa-masa tertentu. Masa-masa bahagia sama uppa jaman pacaran, masa-masa putus cinta gak jelas, masa-masa diduain sang mantan pacar *hiks*, masa-masa nista dan nestapa pun turut serta dalam ingatan pas bikin movie challenge ini, eh paling berasa sih pas bikin music challenge yang tahun lalu ya….Lagu putus cinta dan termewek-mewek pun ikut berpartispasi…hahahahaha

Yowes-yowes, panjang beud intro kamu jo! Inilah 30 days Movie Challenge yang saya ikuti waktu itu:

DAY 1, Your Favorite Movie : BEFORE SUNRISE

DAY 2, The Last Movie You Watched : CITY OF EMBER

DAY 3, Your Favorite Action/Adventure Movie : TRANSPORTER

DAY 4, Your Favorite Horror Movie: THE RING

DAY 5, Your Favorite Drama Movie:  A WALK TO REMEMBER

DAY 6, Your Favorite Comedy Movie:  3 IDIOTS

DAY 7, A Movie That Makes You Happy : THE A TEAM

DAY 8, A Movie That Makes You Sad: WHAT’S EATING GILBERT’S GRAPE

DAY 9, A Movie That You Know Practically The Whole Script: RIO

DAY 10, Your Favorite Director: STEVEN SPIELBERG

DAY 11, Your Favorite Movie From Your Childhood: MY GIRL

DAY 12, Your Favorite Animated Movie: “NEMO”

DAY 13, A Movie That You Used To Love But Now Hate: TITANIC

DAY 14, Your Favorite Quote From Any Movie: FACING THE GIANTS

DAY 15, The First Movie You Saw In Theaters: ROMEO AND JULIET

DAY 16, The Last Movie You Saw In Theaters:  FURY

DAY 17, The Best Movie You Saw During The Last Year: CATCHING FIRE

DAY 18, A Movie That Dissapointed You The Most: OPEN WINDOWS

DAY 19, YOUR Favorite Actor: ETHAN HAWKE

DAY 20, Your Favorite Actress: Winona Ryder

DAY 21: The Most Overrated Movie: EAT, PRAY, LOVE

DAY 22: The Most Underrated Movie: THE TRUMAN SHOW

DAY 23: Your Favorite Character From Any Movie: JACK SPARROW (Johnny Depp)

DAY 24: Your Favorite Documentary Movie: NIM CHIMSKY

DAY 25: A Movie That No One Expect You To Love: A Beautiful Mind

DAY 26: A Movie That Is A Guilty Pleasure: P.S I LOVE YOU

DAY 27: Favorite Classic Movie: SOUND OF MUSIC

DAY 28: A Movie With The Best Soundtrack: IRIS (GOO-GOO DOLS, from the movie: CITY OF ANGELS)

DAY 29: A Movie That Change Your Opinion About Something: FIREPROOF

DAY 30: Your Least Favorite Movie: TWILIGHT SAGA

Sekian recapannya, jadi kalau saya mau baca-baca dan ingat-ingat lagi tentang movies dan perihal yang terkait di dalamnya, tinggal klik dan baca postingan ini. Lebih ringkes kan? soalnya, waktu ikutan movie challenge ini, saya banyak dapat masukan dari teman-teman yang komen di sini tentang film-film yang juga berkesan bagi mereka. Dan saya gak basa-basi saat bilang, “nanti akan coba kutonton”. NO!!! beneran bakal saya tonton walau entah kapan. Sekarang lagi proses pencarian filmnya. Makasih loh teman-teman yang waktu itu komen hampir tiap hari. Dani, misalnya. Banyak film yang dia sebutkan dan saya ga tau sama sekali. Thanks Dan!

Oki doki…..makasih sudah sempat membaca. Have a nice day temans 🙂

34

If I Were You…

Kemaren baru aja melihat kehadiran seseorang di sebuah tempat. Sudah cukup lama dia menghilang dan dia sedang hamil. Tenang aja, dia ini punya suami kok. Yang bikin saya agak terkejut adalah, justru dia datang bersama suaminya. Eh kenapa saya mesti terkejut ya? Ya jelas aja kaget, soalnya yang saya tahu, mereka ini udah pisah. Bukan urusan saya tentang apa yang terjadi sama rumah tangganya dia, tapi hampir semua orang di komunitas kami tahu apa yang terjadi antara dia dan suaminya. Beberapa tahun lalu (mungkin 2-3 tahun yang lalu) suaminya tiba-tiba berubah. Bukan jadi satria baja hitam, tapi berubah menjadi kasar, suka memukuli,menyiksa dsb. Bahkan kabarnya suaminya sudah mempunyai pacar or istri ga ngerti juga. Dia curhat ke beberapa teman dan menyarankan supaya dia tinggalkan aja suaminya yang jahat itu, tapi  dia kekeuhh ga mau ninggalin. Kita yang mendengarkan curhatnya jadi gemes karena semua orang berpikiran yang sama dan ngomong gini “Ih, kalo gue jadi elu ya, dah gue tinggalin suami model begitu.”

Well, bahkan saya sendiri pun berkata hal yang sama. Tapi lihatlah apa yang terjadi? Dia kekeuh menunggu perubahan suaminya dan akhirnya mereka bersama lagi, dan mereka akan segera dikaruniai seorang anak. Saya bukan mau bahas kehidupan dia, kenapa dan bagaimana mereka bisa bersatu lagi. Tapi saya justru mau bahas bagaimana seringnya kita, eh saya maksudnya berandai-andai dengan bilang “duh, kalo gue jadi elu ya…” atau dalam bahasa Inggris kita bilang IF I WERE YOU!, tanpa tahu apa dan bagaimana orang itu menjalani hidupnya masing-masing.

Di bawah ini beberapa contoh hal-hal yang dulu dan mungkin sekarang yang suka saya ucapkan ketika menggunakan kata “If  I were you”:

-If I were you, uang emak-bapak banyak, gue pasti minta kuliah di luar negeri, minimal di Australia. ( Padahal ternyata baru tahu kalau tipe keluarganya gak bisa hidup jauh-jauhan dan punya prinsip seindah-indahnya negeri orang, negeri sendiri lebih indah)

-If I were you, gue udah buka usaha aja di rumah. Modal punya, tempat mendukung, Apalagi coba? (ya padahal kan ga semua orang punya bakat dagang or bisinis)

-If I were you, punya duit banyak gitu, pasti gue udah perawatan muka dan body abis-abisan. (Padahal ga tau, ternyata dia orangnya penganut big is beautiful) hehe

-If I were you, gue ga mau kawin cepet-cepet. Mending puas-puasin masa-masa single .

-Atau sebaliknya, If I were you, gue bakal buruan minta dinikahin, nunggu apa lagi coba? ganteng, pinter, mapan, keluarga baik-baik? *eh ini ngebayanginnya kok Nicolas Saputra sikkk? lol 😀

-If I were you, gue ga akan make baju, make up dan aksesoris yang senorak itu. Apalagi pamerin bon pembelian tas HERPES di sosmed *HAHAHA…….ini semacam mengacu kepada seseorang yang mengaku seorang princess syalala ya bok!* 😀

De es be- de es be-de es be…..

Bahkan saat nonton film, saya sering berandai-andai kalau kita jadi si A kita akan begini dan begitu. Kita sih gampang ya ngomongnya, tanpa kita tahu bahwa setiap orang punya jalan pikirannya masing-masing, dan pada akhirnya tiap-tiap individu itu jugalah yang mengalami dan merasakan pahit manisnya jalan hidup yang mereka pilih *tsahhhh bahasanyaaaa…*

Eh tapi Kalian pernah juga gak  berandai-andai, If I were you gitu? ya sekedar iseng aja sih, bukan karena tidak mensyukuri hidup yang sedang kita jalani.

 

57

EF #5 BEC: We Chat, We Learn, We Inspire

I love learning English, and I have to deal with this language every day at work.  I have learned English since I was a kid. However, my passion to this language is not equal to my skill in using the language fluently.

As you read in my page “care to know me”, I wrote there, that one of my purposes of having this blog is to enhance my English writing skill. My grammar is getting worse and worse each day, and I realize during  these past 10 years, I only use the very simple English (Of course, because I work with little children). Sometimes my accent also got influenced by Singlish (Singaporean-English), to make it even worse and worse, I am influenced too of using the INDLISH (Indonesia-English). LOL 😀

Hence, I need a place to practice my English speaking and writing skills. Through blogging, at first I planned to write all the journals in English, but I gave up and I made a new blog address (this blog) and mixed them all here.

But, as we all know that writing In our first language is more easy, relax and free, it causes a tendency for me to write more in Bahasa Indonesia rather than in English. I wrote my thesis for my master degree with English and I almost gave up on it.  Do you know what was one of the decision that I regret the most? Yes, taking my master degree. Why  I said so? I will tell you later in my other post. But one thing for sure, my English skill is getting worse every day and now I realize that I need a place, a community that will help me to enhance and learn more about using this language correctly.

A month ago, I read Nita’s comment on Dani’s writing challenge about our readiness in facing AFTA and Ryan joined the chat too. Well, suddenly I saw that the three of them decided to form a group to learn English. And here it is, BEC has born! Blog English Club, Ladies and Gentleman!!!!.This is our 5th week and all what we need to do is to be consistent. Yes, to be consistent in doing this English Friday Project!

I joined this group from the very beginning, and I am proud to say that this BEC is one of the coolest group I have ever joined. SO, WHAT’S BEC FOR ME? Here are my answers:

-A place where I can learn and recall all the lessons that I have learned during my college time long time ago.

– A place to practice my English Skills. New vocabularies and lots of knowledge I gain from this group.

-A place to chit-chat in English and sometimes a place to ask some information related to books, movies, and recipes.A place to inspire each other. Ahhhh I love you all BEC members.

If I can simplify the answers above, I then remember about my school’s motto. It says :”WE TEACH, WE CARE, WE INSPIRE”. But here in BEC, I definitely say that in this group :

WE CHAT, WE LEARN, WE INSPIRE 

yeayyyyy! BRAVO BEC!!!!!

🙂

xoxo,

joeyz

bec

62

Cemburu-Cemburu Lucu

Menyambung postingan kemaren tentang jumlah anak, saya teringat mau bikin postingan ini. Tentang rasa cemburu atara kakak-adek. Yang punya kakak dan adek tapi ga pernah cemburu-cemburan waktu kecil, ih salut banget deh. Nah ini saya mau cerita tentang cemburu-cemburu lucu antara Kakak G dan Adiknya si Ndul. Semenjak Ndul udah usia 2 tahunan, dia udah mulai banyak mengerti tentang dunia sekitarnya. Ini bocils dua tiap hari kerjanya main-berantem-baikan-main-berantem udahhh repeat aja terus ampe capek. Tapi diantara berantem-berantem mereka itu, selalu ada hal-hal lucu yang bisa kami tertawakan di rumah. Si Ndul tuh selalu ga mau ketinggalan orangnya. Apa yang kakaknya lakukan dan punyai, dia juga harus lakukan dan punya. Kadang pusing juga kalo dia pengen ikutan main boneka princes-princess *langsung alihkan perhatiannya*.

Ok, ini adalah kisah cemburu-cemburu lucu yang dilakukan si Ndul terhadap kakaknya.

1) TAS BARU

Saya jarang banget beli tas buat anak-anak. Sering dikasih soalnya. Tapi tas sekolah si kakakk nampak sudah buluk dan emang harus udah diganti. Jadilah saya ngomong gini ke dia “Kak, nanti mama beliin tas sekolah buat kakak ya. Kakak maunya yang gambar apa?”. Trus dia jawab, “Gambar Barbie mahh”. Selera si Kakak suka ga ketebak akhir-akhir ini. Kadang tergila-gila ama princes, kadang ama Hello kitty, kadang juga ama Frozen dan tentu saja ama si Barbie ini. Tapi saya tau kok, intinya mah yang penting warna PINK. Nah, waktu saya nawarin tas baru itu ke si kakak, eh si adeknya nuntut juga donk. Dia bilang gini, ” Kalo Gavin dibelliin juga ya ma, yang Spiderman.” Yang bikin lucu tuh cara dan gaya ngomongnya, sambil ngeloyor pergi… Hihihihi oh iyaaaa mamanya lupa kalo ada anak cowo yang ngefans spiderman ini udah ngerti tentang beli-membeli. Heheheh…ya gitulah akhirnya dua-duanya dapat tas baru

2) NET TV

Suatu hari kita nonton tv (which is udah jarang banget), saya pengen nonton NET TV mau nonton acaranya si Sule yang katanya lucu. Terus iklan di Net kan masih sering ngiklanin program-program di Net itu sendiri. Misalnya, lagi acara Sule, terus iklannya adalah acara Sarah Sechan. Lalu di akhir iklan itu kan ada kata-kata “HANYA DI NET”. Nah ternyata nih si kakak G, dengernya nama dia. “Hanya Gwinette”. Eh jadi kebiasaan deh tiap ada iklan dan omongan “hanya di net” si kakak G, langsung bilang hal yang serupa, nyebutin namanya. Ya kita sih ketawa-ketawa aja ya, soalnya jadi lucu, walaupun saya udah jelasin ke dia, maksudnya bukan itu, tapi hanya di Net. Teteup aja buat Kakak G hal itu menyenangkan, kalau dia mendengar nama dia yang disebut-sebut *hmmmm narsis juga nih, anak siapa sikkk?* 😀

Lalu permasalahan baru muncul, karena adiknya, yakni si Ndul, nangis. Loh?? heran donk kita, kok nangis sih nak? eh ternyata dia bilang gini:  “kok ‘hanya Gavin’ ga ada ma?” LAHHHHH!!!! Piyeee donk aku njelasinnya ama bocah yang belom genap 3 tahun ini? akhirnya kita malah ngakak-ngakak tiap ingat itu. Kita nahan ketawa kalo pas di depan anaknya. Bisa makin berabeh urusannya kalo kita ketawain hal itu depan dia. Hihihi maap ya ndul.

3) GAMBAR DI MAJALAH

Seperti yang waktu itu saya ceritain di sini, tentang kakak G yang jadi foto model mendadak dan fotonya di muat satu halaman penuh di Majalah Ayah Bunda, saya datang pulang kerja dan excited banget mau nunjukin majalahnya ke mamak. Belum juga parkir motor dengan sempurna, saya udah ngomong heboh “ini nihhhh mama bawa majalah yang ada kakaknya….” (si G maksudnya). Lalu hebohlah kita merobek plastik bungkus majalahnya. Kebetulan saya beli 2 majalahnya *harap maklum, buat kenang-kenangan soalnya* hihi. Nah pas kita buka 1 majalah ini, ketawa-ketawalah kita liat foto si kakak di majalah. Dan semua heboh muji-muji si kakak. Ihhh kakak senyumnya cantik lohhhh,,,kakak bilang macaroni ya kak pas foto ini? ya macam-macam gitulah dan fokus pembicaraan arahnya ke si kakak aja.

Eh trus kita lupa di pojokan udah ada yang mutung aja donk. Hahahaha…siapa lagi kalo bukan si ndul. Trus tiba-tiba dia merengek dan ngomong gini : “Majalah yang ada Gavinnya manaaaa?”  trus yang ada kita malah bengong dan liat-liatan satu sama lain. HIHIHIHI….bingung deh kita jawabnya. Karena dia lihat ada satu majalah lagi yang belum di buka, akhirnya dia nanya “majalah yang ini ya ma, yang ada Gavinnya? bukain donk ma”. Kalian mungkin bisa tebak reaksi selanjutnya ketika di ga menemukan fotonya ada nampang di majalah. Nangis dan ngambeklah dia semaleman itu. Ampunnn deh, kita antara mau ketawa dan kesian liat si ndul. Si mamak ampe bilang, “udah ambil lah fotonya, tempelkan di majalah itu”…Hahahaha…males banget deh mak! kasus penipuan terhadap bocah itu namanya 😀

Jadi ya begitulah kisah cemburu-cemburu lucu antara ndul dan kakaknya. I will learn to be fair and give them my attention equally.Asal jangan ada kejadian absurd 2 diatas itu ya, nyerah saya! ga bisa ngakalinnya. Wish me luck, temans!

 

58

Koala Lou & Tentang Jumlah Anak

Satu minggu lalu, Kakak G bawa buku yang dipinjam dari library sekolah. Sekali seminggu memang ada jadwal library di sekolah tempat saya ngajar. Gurunya story telling dulu, lalu setelah itu mereka boleh pinjam 1 buku untuk dibawa pulang selama max 1 minggu. Lalu buku yang dipinjam Kakak G ini judulnya “Koala Lou”, dan saya pun mulai bercerita sebelum mereka tidur.

Koala Lou, palanya bulet..gemessss

Koala Lou, palanya bulet..gemessss

Koala Lou adalah seekor anak koala yang bentuk kepalanya bulat dan lucu, ibunya selalu bilang “Koala Lou, I do Love you” hampir setiap saat. Koala Lou senang sekali setiap ibunya mengucapkan kata-kata itu. Hingga pada suatu hari, ibunya beranak-pinak dan Koala Lou punya banyak adik. Sejak Koala Lou punya adik, ibunya jadi sibuk ngurus adik-adiknya dan jadi lupa mengucapkan kata-kata “Koala Lou, I do love you”. Koala Lou sedihhhhh dan berpikir bagaimana caranya ya supaya ibunya mau ucapin kata-kata itu lagi ke dia. Tiba-tiba dia dengar akan ada perlombaan memanjat pohon antar koala. Lou berpikir, kalau dia bisa ikut lomba ini dan menang, pasti ibunya bakal seneng banget dan nanti ibunya akan ngucapin “Koala Lou, I do love you”.

Ada yang cembokur karena dicuekin

Ada yang cembokur karena dicuekin, eh terus ikutan lomba manjat biar dapet perhatian ibunya lagi

Singkat cerita Koala Lou pun berlatih setiap hari untuk memanjat pohon setinggi-tingginya, supaya ia bisa menang. Pada hari H nya, Koala Lou pun yakin kalau ia bisa menang. Tapi ternyata ada koala lain yang lebih gesit dan cepat, dan koala Lou menjadi juara 2 dalam perlombaan itu. Dia sedih dan berpikir pasti ibunya ga akan senang mendengar kalau dia hanya juara 2, dan kata-kata “Koala Lou, I do Love you” itu ga akan diucapkan ibunya ke dia. Tapi Lou salah, ibunya datang dan memeluk Lou, lalu ibunya pun bilang “Koala Lou, I do Love you”. Ga peduli Lou mau juara 2 or ga juara sekali pun, ibunya tetap mencintai Lou. Hanya saja ibunya sekarang sibuk mengurusi adik-adik Lou yang masih bayi.

Koala Lou saat akhirnya dipeluk mamanya dan mamanya bilang "Koala Lou, I do Love you"

Koala Lou saat akhirnya dipeluk ibunya dan ibunya bilang “Koala Lou, I do Love you” ahhh so cute right? gemesss ama gambar koalanya

Sounds familiar ga mommies? hehehe……. cerita ini seakan-akan ditujukan bagi kita ibu-ibu yang beranak-pinak lebih dari satu anak. Eitssss tunggu dulu, buat saya cerita ini juga mengingatkan kita sendiri yang punya kakak or adik dirumah. Dulu jaman kita kecil, pasti ada masa or saatnya kita iri-irian ama kakak or adik kita untuk dapat perhatian dari orang tua kita, terlebih mama kita. Betul ga? Well, it depends ya, ga semua anak juga kali iri-irian gitu, mungkin ada yang ibunya pintar mensiasati untuk anaknya merasa adil dengan kasih sayang ortu.

Abis baca ini saya langsung teringat tentang jumlah anak. Tentang beberapa masukan dari orang-orang sekitar saya. Komentar mereka bisa beragam. Ada yang bilang, “wah enaklah Jo, kau sudah ada anak laki dan perempuan, cukuplah itu.” Ucapan itu saya aminkan. Komentar lain dari yang tua-tua di gereja saya “Ya sepi nanti kau rasa kalau cuma 2, tambahlah 1 satu lagi.” Yang ini saya gak aminkan. Nah yang paling ekstrim pun ada. Beliau ini ceritanya punya anak 4 laki semua dan bilang gini “kalau punya anak, enaknya itu 4, kalau sudah besar nanti baru kau merasakan enaknya punya anak banyak.”. Perlukah aku mengaminkannya? duhhh kayaknya nggak deh ya.

Bukan, bukan mau bilang yang anaknya 3 or 4 itu ga baik, justru saya salut, hebat. Dulu cita-cita saya, pegen punya anak kembar. Pas hamil ke 2 dokter mendeteksi ada 2 janin yang tumbuh dalam rahim saya, tapi setelah dicek sebulan kemudian, hanya 1 yang bertahan. Hmmm ga kebayang juga sih ngurus bayi kembar setelah mengalami ngurus 1 infant dan 1 toddler dirumah.Liat mamak Sondang yang punya 3 pasukan, Mama  A3 (baginda ratu), Mba Tituk bahkan punya 4 dan mereka semua hebat!!!! saya ulangi, HEBAT! saya salut banget, kerja kantoran, masak, ngurus anak dan suami, masih sempat ngeblog….ahhh hebat banget deh!

Tapi alasan saya gak mengaminkan perkataan ibu tadi tentang punya anak 4 adalah lebih kepada kesiapan saya secara moral, mental dan finansial. Tanggung jawab orangtua yang gak melulu soal sanggup apa nggak memberi makan dan menyekolahkan anak. Tapi anak itu kan titipan Tuhan, yang nantinya kita akan pertanggung jawabkan. So I think, we need to prepare ourselves better when we really want the presence of a child.

Melihat kembali cerita tentang Koala Lou yang merasa terabaikan oleh ibunya karena kesibukan ibunya mengurus adik-adiknya, dan inilah juga salah satu PR buat saya. Bisa ga berlaku adil buat duo bocils ini? Ini baru 2 loh. Nanti saya cerita di pos lain tentang “Jealousy among siblings” lebih kepada duo bocils di rumah sih.

Banyak juga yang bilang kalau punya 3 anak maka ritme berantemnya akan berkurang, seakan ada penengahnya katanya. Bener ga sih? ga tau juga, soalnya saya sendiri cuma dua bersaudara. Saya dan uppa dari awal pernikahan dulu sering berangan-angan bahwa kita mau punya 3 anak. Terus pas yang ke 2 lahir, saya langsung buru-buru melupakan keinginan itu. Mungkin saya lebih kepada lelah karena The never ending Sleepless nights. Jarak kelahiran kakak G dan adiknya hanya 20 bulan. So, you can imagine how busy I was at that time. Tentu saya tidak pernah menyesali kehadiran anak. They are the most precious gift from God and I am so blessed to be their mom. But I think I need to know my capacity as a human being who still need to learn a lot  of being wiser and more patience whenever I face the hassle in raising my children.

Dan untuk mencegah hadirnya yang ke 3 itulah saya rela memakai IUD sebagai alat kontrasepsi. Jangan ditanya gimana sakitnya, perut saya kontraksi hebat selama 2 hari dan kontraksi berkurang di hari ke 3. Belum lagi sakit-sakit yang lain yang menyertai saat menstruasi datang. Hiksssss, saking sakitnya waktu itu pas lagi kontraksi hebat-hebatnya, saya sedang ada tugas untuk memberi seminar di Puncak. Beneran kesiksa itu, asli ga ketulungan. Sampe akhirnya saya WA ke uppa “Oh, I really hate you, I hate man!!!!” HAHAHAHAHA, though I know its my decision tapi itu hanya pengungkapan rasa sakit aja sih, bukan penyesalan. Namanya pun lagi kontraksi ya.

Back to Jumlah anak. Saya rasa mau berapa pun jumlah anak yang kita punya, selama kita bisa memberikan yang terbaik buat mereka, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang yang baik, penuh kasih dan tanggung jawab. Saya bahkan menghargai orang-orang yang memutuskan untuk memiliki satu anak saja. Banyak orang disekitar saya suka bilang ‘walah punya anak kok cuma 1, nanti jadi egois lohhh’. well, it depends gimana ortunya ngedidik kan ya. Bahkan saya pun akhirnya bisa mengerti dan menghargai bagi pasangan yang memutuskan untuk menunda tidak punya anak, bahkan bagi mereka yang memutuskan untuk tidak punya anak sama sekali. Sangat bisa dimengerti. Teman kerja saya menikah di usia 37 dan suaminya usia 50 an, dia bilang kalau dia memutuskan untuk gak punya anak. Banyak yang menyayangkan, tapi saya bisa mengerti alasan yang dia ungkapkan. Setiap orang toh punya alasan masing-masing mau berapa jumlah anak yang dia miliki, bahkan tidak mau punya anak sekali pun, karena kita yang menjalaninya, kita yang merasakannya, bukan orang lain. orang lain itu cuma bisa berkomentar, dan biarkanlah mereka begitu gak usah ditanggapi, karena kalau ditanggapi nanti capek sendiri. Ya kan?

Bagi teman-teman yang masih menunggu kehadiran anak, tetap semangat ya…. hanya itu yang bisa diucapkan….soalnya topik ini sensitif juga kan buat sebagian orang.

Have a nice day friends. Salam kecup dari Koala Lou *aku gemesss liat Kolanya*

😀

 

51

Negeri Para Bedebah (Bukan Review)

wpid-20150201_134333_1.jpg

Iya bukan review, kalo mau baca reviewnya silahkan baca reviewnya Ryan and Dani. (Ratjoennya dari mereka berdua ini..lol). Ini buku pertama dari Tere Liye yang saya baca. Malah baru tahu kalo Tere Liye itu seorang laki-laki. Hasil chat di BEC kemarin sore. Beli buku ini karena pada ribut-ribut bilang buku ini bagus. Oke let’s give it a try.

Dua hari yang lalu saya baru selesai baca bukunya. Ya lumayan lama ya karena terputus-putus bacanya. Ada kali seminggu baru kelar, soalnya nunggu bocils pada tidur dulu. Akhirnya kemarin malam kelar juga.

Lalu bagaimana isi bukunya?

GREAT!

Keren abis!. Ampe nanya ama diri sendiri. Ini gue ga salah baca buku kan ya? soalnya isinya tentang perbankan, ekonomi dan carut-marutnya suatu negara dan lain sebagainya yang jauh dari penalaran otak saya.Ya pokoknya cerita ini pake latar belakang kasus Bank Century sih nampaknya (bukan nampaknya kali Jo, emang beneran itu). Duh ini buku buat para banker dan ekonomis lah macam uppa yang yang juga orang ekonomi, cucok baca ini. Tapi saya sendiri ternyata bisa hanyut dalam cerita.

Believe me or not, saya ampe kebayang-bayang scene-scene si Thomas (tokoh utama dalam novel ini) di dalam otak saya. Kebayang adegan dia wawancara di pesawat dengan wartawati cantik bernama Julia, adegan dia bertarung di ring tinju klub tersembunyinya, adegan kabur bersama om Liem, menyamar di bandara, fighting scene di dalam lift. Ahhhhh gilaaaaa deh! juga kebayang pas waktu dia kecil membawa botol susu di sepedanya.

Setelah selesai membaca buku ini, saya akhirnya berandai-andai kalau buku ini di filmkan, pasti bakal keren. PROBABLY! hehehehe. Secara kan kalo sebuah novel di filmkan keseringan gagalnya ya. But let’s imagine and berandai-andai.Siapa-siapa ya kira-kira pemeran yang cocok untuk tokoh-tokoh dalam buku ini jika di filmkan?

Thomas

Berhubung Thomas ini ceritanya adalah keturunan Tiong hoa dan digambarkan sebagai cowo ganteng yang kerja sebagai konsultan keuangan terkemuka, maka saya kepikiran kalo Thomas ini diperankan oleh Joe Taslim or Rio Dewanto. Hmmm not so sure sih. Soalnya kalo kualitas akting, Reza Rahadian masih yang numero uno di Indonesia saat ini. Nomor 2 nya ya si Abimana Aryasatya itu….effortless banget kalo akting.

Julia: walaupun saya kurang suka Acha physically tapi akting Acha patut diacungi jempol. Iya mungkin Acha paling pantes nih untuk dapet peran Julia sebagai wartawati yang pintar dan nyolotin. Hehehehe…Tapi Atiqah Hasiholan juga not a bad choice deh. Setuju?

Maggie: Maggie ini sekretarisnya si Thomas. Penggambarannya tentu aja cantik juga. Gesit dan hard worker. Maggie bisa diperanin sama siapa ya cocoknya? Dian Sastro juga bolehlah…atau Tara Basro?

Om Liem: Om Liem diperanin Roy Marten cocok ga ya? Duh agak gak kebayang nih si Om Liemnya. Karena peran Om Liem ini kan jarang bicara walaupun dia kunci dari seluruh isi cerita.

Opa :Tau ga saya ngebayang siapa pas bagian opa ini? saya ngebayangin ALM. Bob Sadino. Tapi si Opa yang menurut saya justru lebih banyak perannya dari om Liem ini mungkin cocok diperankan oleh  Henky siapa deh tuh?

Ram :Ram ini kan ceritanya orang kepercayaan yang kemudian…hmmm jangan spoiler ah. Pokoknya si Ram ini bakal cocok diperankan sama Reza Rahadian. Pasti sukses.

Wusdi: Yang dari awal udah ketauan ini penjahatnya. Tio Pakuso Dewo ajalah ya. Bengis gitu dan muka culas. hahahaha

Tunga: Any idea?

Rudi : Rudi mungkin bisa diperankan sama Abimana Arya Satya. Jaman tahun 90 an namanya Robertino. Masih pada inget kan?

Randy: Randy ga terlalu banyak ambil peran, masih teman-teman satu klub petarung. Kasih aja ke

Theo: Theo ini kan jadi temennya si Thomas di klub petarung ya. Bisalah diperankan sama Chiko Jerikho.

Erik: Ga penting-penting amat. Bisa siapa aja sih.

Putra Mahkota: Arifin Putra *nyontek dari karakter di Berandal*

Tuan Shinpei : Tuan Shinpei, perannya ga banyak tapi ehmmmm justru juga bagian penting cerita. Duhhh lagi buntu nama-nama aktor Indonesia. Bisa kasih ide?

Bu Menteri: Bu Mentri kasih ajalah ke Nurul Arifin….HAHAHAHHA anak 90 an banget. Eh tapi mirip kan ama bu Mentri Sri Mulyani? hehehe

Dasar ga kreatip kamu jo! sok sok mau ngarang cast untuk film tapi ga hafal nama-nama aktor dan aktris Indonesia. Hiihihi

Ahhh ya udah segitu aja. Sekarang lagi baca lanjutannya “Negeri di Ujung Tanduk” yang katanya kalah seru sama Negeri Para Bedebah. Any other reccommended books to read?

So far, di Tahun 2015 ini udah selesai 2 buku. Dan ga kelar-kelar baca Eleanor & Park, Mocking Jay, And The Mountains Echoed (pinjeman dari Sondang) juga buku “The Help”. Tau kenapa ke 4 buku itu ga kelar-kelar dibaca (dari tahun lalu) ? yakk benar sekali karena itu buku bahasa Inggris kak! hihihi *maklumin aja anaknya males mikir*.Tahun lalu buku yang dibaca lumayan banyak. Nantilah bikin postingan tentang buku yang udah dibaca tahun lalu..

Yang belum baca Negeri Para Bedebah, silahkan loh ga rugi juga. Seru kayak berpetualang beneran bersama si Thomas….Yah walaupun banyak kejadian too good to be true…but I’m still ok with that. Still forgiven. 🙂

37

Jojoba Dan Leleba

Tadi malam tiba-tiba aja ada pesan di bbm . Jarang chatting dengan bbm, lebih pake Whatssapp. Agak kaget juga liat siapa yang menyapa di bbm. Ahhhhh Lelebaaaaaa…..It’s been ages that we didn’t chat. Bahkan kami sudah bertahun-tahun gak ketemu. Mungkin terakhir ketemu pas menghadiri pernikahannya dengan suaminya Igen di Bandung tahun 2007 silam (makkk!!! lama bener deh ahhh, kujitak kau ya le kalo dah ketemu! dah macam beda benua aja kita).

“Hi jojoba lagi ngapain?”

Begitu tuh kalimat pembuka si leleba. “Lagi santai aja le, abis pijetin kakak G yang lagi ga enak badan”. Jawab si jojoba. “Eh kamu dah di Manila sekarang ya le?” jojoba gantian nanya. Ya gitulah obrolan terus bergulir. Dari nanya resep-resep masakan, sampe urusan anak, dan teteupppp ngebahas masa lalu yang indah dan menyenangkan. Terus ya, kalo udah ngebahas masa lalu bareng si leleba ini, udah pasti nyerempet-nyerempet ngebahas sang mantan yang pacarannya ampe 4 tahun itu. HAHAHAHAHA,….hoalah le…. macam tak bisa lepas gue ya dari satu nama mahluk itu. Tapi ya emang ga bisa ga ngebahas dia, karena si mantan adalah teman se fakultas dan sekelas si leleba waktu itu, dan suami si leleba adalah teman dekatnya si mantan. Errrrrrrr,,,,riewuh dah dunia percintaan gue dulu. lol 😀

Eh, kita ga ngebahas si mantan lama-lama kok. Leleba cuma bilang “duh jojoba, akhirnya si “z” bakal married juga ya”. Dan saya tidak terlalu tertarik nanya ama siapa dia bakal married. Tapi ya tetep sih ditanya juga, ga enak ama leleba yang udah dengan semangat ngasih tau kabar baik ini hahahaha *dijitak leleba*. Sebagai informan sejati, leleba tidak akan melewatkan berita besar ini. Lol…. tapi ya udah segitu aja. Beneran ga tertarik ngikutin berita dia. Tapi kalo sekedar buat cerita nostalgia dan lucu-lucan bareng leleba, ahhhhh pasti tetap menyenangkan. Beda dulu beda sekarang ya, kalo dulu jaman baru-baru putus sih, leleba akan diberondong pertanyaan dari saya tentang gimana dia sekarang? lagi deket dan pacaran ama siapa? hahahaha maklum ya sis, belum move on jaman itu, dan masih terkepo-kepo tentang dia *efek kalo pacaran bertahun-tahun emang ga enak pas putusnya, masbro!*

Sebenernya siapa sih leleba ini? gak pernah saya ceritain di blog ini ya. Biasanya saya suka cerita gank srimulat saya. Atau tentang Debby dan Hanna my best friends. Juga tentang Yulyta dan Yuko. Mereka semua saya anggap teman dekat. Teman yang saya bisa berbagi cerita apa aja mulai dari A-Z. Tapi kalo ditanya paling deket ama siapa? tergantung, mungkin jatuhnya akan ke Debby, karena udah temenan deket ama debby sejak kelas 1 SMA. Kalo ama hanna deketnya pas udah kuliah tingkat 2 karena kita satu kamar sampe tamat kuliah. Kalo gank srimulat ceritanya lain lagi. Kalo ama Yulyta and Yuko sebenernya kenal dari jaman SMA. Deket banget sebenernya sama semua. Tapi gak ngerti deh, saya kayak punya different circle of friends gitu,susah ngejelasinnya. Semuanya mereka adalah hadiah dari Tuhan buat saya. Yes like Debby always said “My God-given friends”.

Lalu leleba ini gimana ceritanya? Leleba itu deketnya pas jaman kuliah di tingkat-tingkat akhir. Kita beda jurusan, beda gedung asrama. Tapi kita kenal satu sama lain.Sekedar ‘say hi aja’. Kita mulai banyak ngobrol sejak kita sama-sama kerja di suatu depatemen. Dulu di kampus saya, ada sistem student labor. Mahasiswa yang tinggal di asrama boleh melamar kerja di berbagai departemen dan diberi gaji per jamnya (murah sihhh) tapi lumayan untuk mengurangi beban orang tua untuk bayar uang kuliah. Kita kerja di DPU (Departemen Pemeriksa Ujian). Nah di DPU ini ada sekitar 20 an orang lah bekerja di kubikel masing-masing. Ada saya dari Fakultas Pendidikan, ada beberapa orang dari Fakultas Ekonomi, dan berbagai fakultas lainnya. Nah si Leleba ini dari fakultas Keperawatan/Nursing academy.

Long story short, kita jadi deket, apalagi pas jaman kerja lembur abis Mid-test dan Final Test. Kalo abis Mid-test dan UAS pasti libur panjang kan di kampus.Orang-orang mah enak udah pada packing-packing mau pulang ke kotanya masing-masing. Kami anak-anak DPU masih harus bergiat mencari rupiah rupiah yang tak seberapa itu. Kita kerja lembur abis-abisan. Sampe eneg liat tulisan segala mahasiswa dan kadangan nih suka sebel liat tulisan-tulisan cakar ayam yang bikin sakit mata. Ntar saking niatnya, saya ampe cari tau yang mana sih yang namanya si “A”? karena tulisannya acak adut banget bikin gemesss, terus pas liat ternyata wajah yang nulis itu cakep, ya lumayanlah ga jadi sebel-sebel amat. Tapi bisa kebayang ga kalo udah tulisannya cakar ayam, eh terus pas liat mukanya juga nyebelin??? hahahhahaha*jahat kamyuu jo* 😀

Sampe tamat kuliah kita kerja di DPU, dan jadi deket banget pas kita bareng-bareng di kampus dan asrama pas libur udah mulai. Ahhhh those moments in DPU ya leeeee! Jaman kita berhura-hura menghabiskan uang di BSM (Bandung Super Mall) barengan ama Daniel (yang juga anak DPU) terus kita bilang hari itu kita ada program “BBD” (buang-buang duit) stress abis kerja lembur ampe 12 jam per hari untuk ngoreksi ujian. That was so fun and memorable. Ketika kita habis-habisan mau ngerjain Daniel kakak kelas kita untuk nraktir kita makan di Pizza Hut BSM, terus berburu parfurm ecek-ecek di Jl. Paledang, dan nonton dvd di ARCHER, dan merengek-rengek ke Daniel pas malemnya sebelum balik asrama untuk dibeliin Martabak di Terminal Parongpong. Hoalahhhhhhhhhhhhh AKU RINDU KAMU LELEBA!!!!!!

Sejak saat itu jadi deket banget ama leleba. Setelah tamat kuliah, Leleba kerja di RSA Bandung (of course, because she is a nurse). Entah gimana ceritanya, pokoknya saya itu sering banget nginep di kamarnya si Leleba pas jaman dia tinggal di asrama perawat, juga pas dia uda ngekost. Maklum ya, pada jamannya dulu, kalau galau dikit, langsung ngabur ke Bandung. Hehehehe. Pokoknya kalo udah di Bandung mesti nyetor muka ke Leleba dan temen-temen saya yang lain yang juga kerja di Bandung. Sungguh aku Rindu!

Leleba akhirnya pacaran ama Igen, temen satu kerjaannya juga di RSA. Mereka sama-sama kerja di Operation Room. Walau pun Leleba udah punya pacar, itu ga menghambat pertemanan kami. Pernah jaman saya lagi galau berat, tiba-tiba saya datang ke Bandung dan gak ngabarin leleba. Padahal leleba lagi status ‘on call’ di RSA dan dia tiba-tiba juga harus kerja. Jadilah Igen diutus untuk menemani saya jalan-jalan waktu itu. Ya ampun makin galau lah awak, jalannya ama Igen yang ada ngomongin temennya dia itu (sang mantan) yang makin hari makin ga jelas. Duhhh ya ampun THOSE OLD DAYS!!!

Leleba akhirnya married tahun 2007 kalo ga salah. Eh apa tahun 2008 ya le? lupa lah. Saya datang dan seneng bangetttttt bisa melihat leleba tersenyum bahagia di hari pernikahannya. Karena ingat waktu masa-masa penderitaan dia saat kisah percintaan sama si abang yang satu itu kan Le? hahahaha*beneran dijitak leleba nih gue*

Lupa, kita pernah ketemu lagi apa nggak pasca dia married, karena tiba-tiba denger kabar dia dah pindah kerja ke Manado sama Igen. Igen kan orang Manado. Jadi resmilah si leleba yang orang Jawa jadi nona Manado. Belum sempat main ke Manado eh nih anak udah pindah aja ke Manila. Ohya Leleba dan Igen di Manado menjadi dosen untuk fakulitas keperawatan, dan di Manila ini mereka sedang menimba ilmu. DI upgrade lah ceritanya ama kampus tempat mereka ngajar. Keren kamu le!, aku banggalah jadi temenmu.

Eh dipertengahan nulis ini, akhirnya inget, kalau terakhir ketemu leleba itu pas main ke rumahnya dia pasca udah married ama Igen. Waktu jaman rumah mereka di daerah punclut. Masih ingatkah kamu le? hahahaha….si leleba pasti ketawa-ketawa dan makin kangen ama gue deh pas baca ini. Leleba sebenernya pernah tak kasih link blog ini, dan dia udah banyak baca postingan-postingan yang absurd disini. Nah tadi malem pas chatting dia minta link blog ini lagi dan dipertengahan chatting si leleba baca-baca semua postingan terakhir, yang katanya bikin dia nagih dan terus-terusan baca. According to Leleba, dia berasa ngedengerin saya lagi bercerita seperti biasa. Kita emang jarang contact-contact-an tapi sekalinya cerita bisa ga kelar-kelar. Chatting pun sering keputus-putus karena masing-masing kan punya kesibukan ngurus anak.

 

hahaha ada yang jadi makin kangen

hahaha ada yang jadi makin kangen

ada yang begadang gara-gara keterusan baca blog absurd ini. jam berapa itu di Manila leeee?

ada yang begadang gara-gara keterusan baca blog absurd ini. jam berapa itu di Manila leeee?

 

Sekian cerita tentang Jojoba dan Leleba. Eh kalau kalian bertanya-tanya kenapa nama kami kok jadi jojoba dan leleba, aku pun sudah lupa kisahnya. Yang pasti nama asli leleba itu, Lea. Entah gimana dulu bisa jadi Leleba. Pokoknya sejak itu orang-orang manggil kami jojoba dan leleba. I miss you so much lelebakuuuuu 🙂

Dan buat saya best friend itu ga selalu harus kontak-kontakan tiap hari. ya kan??

Doakan kami biar punya berkat lebih untuk mengunjungi Manila ya le…sapa tau bisa liburan ke Boracay…hahahaha *teteup ujung2nya jalan2*

*nyari foto bedua leleba kok ga ada ya? adanya di jaman friendster dulu* hiksss

 

xoxo,

jojoba