33

Busy Bees

Its two more weeks before our last day of school and of course before our (very) long holiday…yeayyy!!!. But as usual, before we have our “leha-leha” time, we teachers have to be ‘tortured’ first with the report card, portfolio, and our end year show plus the K2 graduation woohooooo…. πŸ™‚

Our Show will be about Cinderella, not because of the movie but we have planned this since last year. So its a coincidence that we can take the tagline from the movie ‘have courage and be kind’ as our tagline too and together with that, the song ‘Lavender Blue’ as our opening song too. Yeayyy!

We have been practicing since 3 weeks ago, that is why it’s kinda busy at school now. I really want to continue my writing about ‘boarding school’ but I have no time. (Instead I just write this…hihihi)

For the graduation day, the kids will sing First grade-First grade. “BUNDA” (Melly Goeslaw) for their moms and “Ayah” (Ada Band) for their dads. The thank you song for the teachers and the poems.

Today we have a graduation photoshoot and I was crying to see these kids wearing their graduation robe….I watch them grow and learn at school every day and now they will go to primary class. How time flies!

So, 2 weeks ahead would be very busy weeks for me! I try my best to keep reading your blogpost but maybe won’t be able to leave some comments there.

Ps: psssssst …please don’t envy me, I will have 6 weeks holidays..hehe

Have a nice weekend my dear fellow bloggers…. and happy busy bees for me

image

Xoxo
Joeyz

4

EF #20 : L-O-V-E

This week, the challenge from BEC is about how the relationship affect your life? And the answer is absolutely easy.

1) I am more motivated
2)Feel loved all the time (being loved is the most greatest feeling, after all)
3)Makes my life brighter and happier

However, its the other way round when we broke up or had an argument all things become so hard

1)Hard to eat, work and sleep
2)Hard to think clearly
3)Hard to smile

That’s it? No other ‘curcol’ part here? Lol.
Yeah! This time please don’t expect me to have another ‘curcol’ just like last week challenge. Though I have a story of Mr.Uphil part 2. Yes, after I stalked his Fb last week…Lol!! Because some of you were asking where is he now?and it made me wondered too so I stalked his FB and all of our stories have cleared now. Well, ok I don’t think I need to share it with you, I only share it with uppa…Hihihihi πŸ™‚

Xoxo,
Joeyz

61

Nonton Konser Dan WishList

Hari Jumat kemaren pada asik banget yah orang-orang bernostalgia nyanyi-nyanyi bareng boijon (Boyzone kalo bahasa kerennya). Seumur-umur saya baru sekali nonton konser beneran dan itu konser dari band favorit sepanjang masa. Ga usah dijelasin lagi kan nama bandnya…hehe.

Can you spot Nina? I took this pic with my pocket camera (tribune 1)

Can you spot Nina? I took this pic with my pocket camera (tribune 1)

Walaupun dulu itu saya ga suka sama boyband tapi tetep lah hafal lagu-lagunya. Tapi ga pengen sih kumpulin pin-up dari majalah or bikin kliping di folder or diary gitu *lirik si Jessie yang tergila2 CODE RED*. Agak iri liat mereka yang pada nonton Boyzone kemaren malam, karena saya ngefans ama Ronan Keatingnya sih. Kalau Ronan ada konser tunggal akik maulah datang.Mau denger dia nyanyiin lagu “This I Promise You” yang syahdu banget itu. Nah ngomong-ngomong tentang keinginan nonton konser, berikut ini adalah wishlist konser yang saya pengen banget tonton kalau mereka datang ke Jakarta. Ok check it out!

1) No Doubt : of courselah, ini band ke 2 favorit saya setelah The Cardigans. Kalau misalnya No doubt ga bisa, cuma Gwennya tok, pun saya tetap pasti akan nonton.

2) Bon Jovi: Bakal bela-belain banget nonton deh kalo yang ini, ga mungkin kelewat. Dulu pas kelas 2 SMP Bon Jovi pernah datang dan ingat harga tiketnya 45rb dan beberapa teman saya yang cowo-cowo pada nonton dan inget banget itu mereka rela ga jajan mie ayam selama sebulan demi nabung beli tiket bon jovi yang waktu itu diadain di Ancol.

3) Dido: She’s my idol! laffffff bangetlahhh!

4) Cold Play: ngefans banget sama band ini……walaupun saya ga terlalu menggilai tapi saya penikmat lagu-lagu mereka dari jaman baheula. Pernah punya kasetnya double karena adek saya dan teman saya ngasih kado ultah yang sama.

5) The Corrs: menurut saya ini band fenomenal, ga tau kabar mereka sekarang tapi yang pasti kalau mereka datang saya bakal ngajakin bapak saya yang juga ngefans banget! *bapak2gahul* πŸ™‚

Sebenernya pengen banget nonton konser-konser lain macam Maroon5, Joss Stone, Spice Girls(reunion), Bryan Adams, Jewel, Destinys Child dan yang lain-lain karena pada dasarnya nonton konser itu sangat menyenangkan (kecuali beli tiketnya yang mihil), tapi kan ga mungkin semua konser mau kita datengin, that’s why saya punya 5 wishlist konser aja kok! kamu pengen banget dateng ke konser siapa?

41

Hidup Ini Penuh Kejutan

Hidup tuh penuh kejutan banget ya. Kalau kejutannya selalu menyenangkan sih enak, tapi sayangnya kejutan itu gak selalu menyenangkan.

Gak selalu bikin kaki mau lompat-lompat kegirangan gak percaya, kayak waktu bulan November lalu yang terjadi buat keluarga kami. What a big surprise for us. Gak selalu bikin senyum-senyum gak jelas kayak waktu di pedekate-in sama sang gebetan. Gak selalu bikin hati berbunga-bunga seperti waktu dulu pas diumumin jadi pemenang untuk ikut Meet and Greet The Cardigans 2,5 tahun lalu *teteupppp hahaha*. Karena andaikan surprise atau kejutan dalam hidup bisa selalu indah seperti itu maka aku mau dikasih kejutan setiap hari setiap detik. πŸ˜€

Kejutan yang baru saya dapatkan adalah tanggal 7 april lalu saat tiba-tiba suatu sore saya mengalami kecelakaan saat dibonceng ojek. Rasanya ga percaya dan saya menangisi keadaan saya waktu itu karena saya ternyata mengalami hal yang cukup serius yaitu bergesernya tulang siku. Asli itu nangis bukan hanya karena menahan sakitnya, tapi merasa akan panjang banget perjalanan saya untuk menuju sembuh total.

Malam pertama saat saya dirawat di rumah patah tulang, saya nangis semalaman nonstop ga pake berhenti. Sakitnya luar biasa, dan tangis saya itu bercampur kesal sama diri sendiri, kesal sama tukang ojek, pokoknya belum ikhlas untuk nerima keadaan. Belum percaya sama kejutan yang saya alami.

Belum lagi saya mikirin kerjaan yang terbengkalai selama 3 minggu ditinggal selama saya bedrest. Semakin hari, seiring bertambah baik kondisi, semakin saya sadari kalau ini hanyalah bagian dari kejutan hidup. Hidup tanpa kejutan mungkin akan sepi rasanya. Sepi dari doa dan sepi dari rasa syukur. Dari kejadian yang saya alami kemaren itu benar-benar banyak hikmah yang saya ambil. Salah satunya adalah membiarkan tubuh berbaring atau istirahat total. Tidur siang deh sepuasnya *dah 5 tahun kan ga tidur siang* hahaha…

Btw, tangan saya sudah sangat membaik sekarang, sudah bisa menekuk sampai wajah. Sedang belajar menekuk sampai menyentuh bahu (dikittt lagi nyampe). Dan ternyata sodara-sodara, belajar menekuk ini jauh 1000x lipat lebih sakit dari waktu awal kejadian. Jeritan saya bisa ampe kedengeran ke 1 kelurahan. Dan kesakitan itu harus diulang-ulang karena semakin saya sering latihan-semakin cepat saya pulih. Pernah suatu sore saya semangat latihan sendiri sambil meringis (karena kalau ketahuan nangis sama duo G, mereka juga ikut nangis. Sore itu saya berhasil menyentuhkan telapak tangan di wajah..rasanya itu kejutan yang begitu menyenangkan karena biasanya harus dibantu suami untuk latihan menekuk ini.

Saking terharunya sama pencapaian ini, saya sampe ajak duo G berdoa dan ucap syukur dan itu nangis banget karena ga percaya saya mampu. Banyak pasien dengan kasus seperti saya yang gak berani ambil resiko sakit dan akhirnya cacat seumur hidup *duhh ngeri ya*. Anyway, so far udah bisa mengaitkan tali bra sendiri *penting banget nih* yeayyyy!!!

Tapi tangan jadi gatal-gatal dan bruntusan karena dibungkus perban terus. Ada yang tau dikasih apa ya biar gak gatel and gak bruntusan lagi?

So, buat kejutan kali ini di dalam hidup saya adalah kejutan yang mungkin kurang menyenangkan tapi ini adalah kejutan indah yang menuntun diri ini untuk lebih banyak lagi bersyukur atas nikmat menjadi orang sehat *yang sering dilupakan*. Yah I know, jangan mesti dapat surprise yang ga menyenangkan dulu kan untuk tahu rasa syukur.

Have a nice weekend all, and hopefully you’ll have many good surprises in your life.

image

Xoxo,
Joeyz

43

Living In Boarding School : From AM to PM

Apa enaknya sih jadi anak asrama?
11-12 kan ya ama tahanan penjara. Dengan segala peraturannya yang super ketat plus jauh dari orang tua harusnya bikin trauma dan gak mau ingat masa-masa itu. Tapi apakah benar begitu kenyataannya? Apakah semua merasakan hal yang sama? *cihh bahasanya..hahaha*

Oke, ini mau cerita or nostalgia tentang manis pahit hidup di Boarding School. Berhubung ini juga bagian dari trip saya ke Malang waktu itu, anggap aja ini napak tilas ya. Jadi buat yang penasaran kayak apa sih hidup di sekolah berasrama itu? Silahkan dibaca.

Btw, 7 tahun hidup saya itu dihabiskan di asrama. 3 tahun pas SMU (di lawang) dan 4 tahun pas kuliah (di Bandung). Jenis asrama sekolah kami ini adalah boarding school yang punya aturan sangat ketat. Saya cerita yang pas SMU aja ya. Karena pas kuliah peraturannya udah lumayan longgar.

Ok, ini beberapa peraturan or kegiatan yang saya ingat:

1) Bangun pagi, sepagi mungkin karena jam 5 subuh harus sudah ke kelas untuk morning worship. Kalo bangun kesiangan alamat ga dapet air untuk mandi(kamar mandi barengan..hiii horror yak). So, biasanya saya mandi jam 3.30 or jam 4 subuh paling lambat lalu baca Alkitab dan belajar, pakai baju sekolah dan morning worship atau kalau lagi malasnya kumat, abis mandi ya tidur lagi.

Selesai morning worship jam 5.30 langsung ngacir ke Dining room untuk ngantri buat makan pagi. (Piringnya kayak dipenjara gitu loh) karena muridnya banyak ya kadang antri makannya bisa 15 menitan. Lalu makan dan balik ke asrama. Siap-siapin buku dan belajar dikit kalau misalnya ada ulangan. Kalau saya sih seringnya gosip-gosip di kamar teman. Hehehe.. lalu jam 7 bel sekolah bunyi, dan menuju kelas masing-masing, which is kelasnya ada di depan asrama, tinggal jalan kaki.

2) Sekolah sampai jam 12 siang dan semua bubar dan biasanya balik ke asrama taroh tas dan ambil sendok untuk segera makan siang lagi di dining room. Ohya menu makannya tiap hari ya vegetarian. Cuma tempe-tahu-telor. Kalau sabtu makannya lumayan enak, ada gluten digulai (daging buatan) dan dapet es buah or es blewah. Kalo sabtu pagi dapat susu cokelat (yang encer banget dan perut selalu mules tiap abis minum itu, tapi tetap diminum hahaha) plus dapat roti cokelat dewi sri. Lalu makan roti dewi srinya sambil jalan-jalan ke pohon pinus dekat gerbang sekolah sambil pandangin bis-bis yang lewat di jalur lawang-surabaya. Hadehh nggak banget ya kalo dipikir-pikir hehehe.

3) Kelar makan siang, balik ke asrama untuk istirahat sebelum lanjut kelas lagi. Ho’oh kelasnya belum kelar. Lagi enak-enaknya bobo siang dikamar yang adem eh bel bunyi lagi. Jam 1.30 tandanya sekolah siang dimulai.

Nah ini dia nih pencobaan paling berat, karena di jam-jam ini paling sering godaan untuk cabut alias bolos kelas. Duhhh pokoknya males banget deh kelas siang ini. Saya pernah beberapa kali cabut alias bolos, ngumpet dikamar aja sih. Kalau teman-teman saya yang nekat mah bisa pada ngabur ke kampung sebelah or malah ngabur ke Malang sekalian. Tapi kalau shiteng (shiteng; ketauan) hukumannya beragam, mulai dari bersihin kamar mandi sampe di skors.

Oh ya kadang kalau tiba-tiba hujan, dan kita lagi jam pelajaran di kelas maka otomatis kita bubar dan lari terbirit-birit ke asrama. Untuk apa? Untuk ngambil baju dijemuran hahaahaha. Padahal ya belum tentu semua punya baju dijemuran, kamuflase aja sih biar bisa keluar dari kelas yang sangat membosankan itu (dulu rasanya ngebosenin, sekarang mah kangen).
Kelas siang ini berakhir jam 4 sore (gile yeeee sekolah ampe jam 4 sore) soalnya kan sekolah kita libur sabtu. Sabtu khusus untuk kebaktian.

4) Kalau udah pulang jam 4 sore, trus ngapain? Balik ke asrama naro tas, ada juga yang nongkrong di koperasi (kantin sekolah) or di bakso kashio (satu-satunya tukang jual makanan yang boleh masuk ke kawasan asrama, dan si kashio ini ternyata udah pensiun jadi tukang baso, sekarang jadi tukang or kuli bangunan di sekolah itu).

Pokoknya jam 4 sore-jam 7 malam itu bebas deh. Ada yang olahraga, ada yang meeting (meeting tuh istilah buat yang pacaran, ngobrol aja sambil berdiri ama pacarnya di batas menuju girls’ dormitory), ada yang nunggu telpon dari ortunya di rumah kepala asrama, ada yang nyuci or nyetrika baju, ada yang tidur karena kecapekan, ada yang beberes kamar,ada yang nonton telenovela (jaman itu kan lagi main Esperanza, Maria cinta yang hilang, dll).

Ohya disetiap hall/bangunan asrama disediakan 1 tv yang digembok ama sang Monitor (monitor itu kayak pengawas tiap asrama) tv dibuka jam-jam tertentu aja. Nah saya dulu penggemar bola jadi ingat diantara seluruh siswi diasrama cewe cuma ada 3 orang yang gemar bola. Saya salah satunya. Jadi tiap malam minggu begadang nonton Liga Inggris, mantengin Michael Owen, Ryan Giggs dkk, dan volume suara tv juga seminim mungkin karena kalau brisik kami ga bakal dibolehin nonton ama monitor.

Ada momen yang paling ga bisa dilupakan dari acara nonton tv di asrama ini adalah jaman-jaman nonton Dawson’s Creek yang mana itu kan mainnya sekitar jam 10 malam ya? Jadi kita nonton DC rame-rame sambil nge-take in tempat di depan tv. Dan beberapa kali kami pernah ke gap ama kepala asrama karena terlalu brisik. Jam 9 malam lampu udah dipadamkan harusnya. Kakak monitor kami juga ikutan nonton. Pokoknya tiap nonton DC kami mesti ngumpet-ngumpet deh biar ga ketauan. Hahahaha parah ya. Maklumlah haus hiburan banget.

5) Jam 7 malam kami semua harus pergi ke kelas untuk study period. Jam belajar bersama di kelas-kelas. Jadi jam belajar ini bisa dipakai buat ngerjain PR, kerja kelompok or belajar untuk ulangan besok. Tapi buat yang males ya banyak juga ngerumpi dan ada juga yang molor diatas kursi. Hehehe. Bahkan sebelum study period mulai, kita ada acara worship malam dulu sekitar 15 menit.

Btw acara study period ini kelasnya dipisah antara girls dan boys. Tapi kalau sekolah or jam kelas biasa sih gabung ya. *kalau nggak, ya kapan bisa lihat si gebetan kan ya?* hahaha teteuppp!

Jam 8.30 biasanya study period selesai dan kita boleh balik ke asrama masing-masing. Atau kalau laper bisa beli makanan dulu si koperasi. Yang pacaran bisa meeting bentar (dulu akik jomblo dan bokek bok..jadi balik langsung ke asrama…hahaha keciaaaaannn).

Jam 9 malam, waktunya kepala asrama dan kakak monitor untuk check room. Iya, kamar di cek satu-satu, dah pada di kamarnya masing-masing belom?, karena saya suka bertandang juga sih ke kamar lain dan lapor ke kakak monitor aja kita nginep di kamar siapa malam itu. Dulu paling sering nginep di kamar Debby. Hehehe. Tapi acara nginep-nginepan ini enaknya pas hari jumat or malam minggu sih karena besoknya kan ga sekolah.

Ok…ini kayaknya udah panjang banget. Nanti tak sambung di part 2 ya. Sekaligus sama foto-fotonya. Ini nemuin mood untuk nulisnya aja susah banget. So, that is our life in dormitory from AM to PM. Nanti lanjut lagi ya. Masih banyak cerita tentang drama-drama kehidupan di asrama, pernah berantem ama teman sekamar dan kasusnya sampe ke kepala asrama, tentang guru-guru killer, tentang kasus percintaan yang parah, banyak deh pokoknya. Stay tune ya!

Ok saya kasih intip 1 deh fotonya. Ini gerbang sekolah kita kalau dari luar. Lokasinya ada di sebelah kanan kalau dari arah surabaya mau ke Malang. Ada yang pernah lihat sekolah ini? Ini gerbangnya tok Masuk kedalam lumayan luas. Btw, pohonnya buanyak banget, berasa ke kebun raya bogor..hehehe.
image

Baca lanjutan ceritanya di sini

44

EF #19 : I Thought It Was Love

This time I’m gonna reveal a little secret of my old love story. Well, I think I see Ryan is smiling now and feels satisfied that he is finally able to read another curcol from BEC members πŸ˜€

Ok, here we go…
It was back on 1999 when I became a freshman in one University which located in Bandung. I saw this guy and thought that he was kinda cool. I became his secret admirer. Hence, I couldn’t stand to keep it as a secret so I dare myself to send my regards through his roomate. He wanted to know me and finally we met and had some chitchats.

I remember exactly of how nervous I was at that time so I always asked my roomate to accompany me everytime we had a date *hahaha silly, I know*. After couple of weeks, He finally sent me a letter. In that letter he told me an illustration of three men and he asked me to choose which man I like. I replied the letter and never knew that it was actually a love letter. So, we finally went on a date on saturday night. I was extremely happy that night and I got a feeling that he was going to be a sweet boyfriend.

But I was wrong! I cried like a river when I found out that he was with another girl just a week after our satnite date. And to make it even worse, that girl was my friend who lived in one dormitory building with me. Holy crap!!!

I witnessed them talked and dated in front of our dormitory almost every day and all things I wanted to do was to slap his face with an ‘ulekan’ *lol!!!*

The funny thing was, he didn’t explained anything about our relationship, and I never wanted to talk with him anymore, so I thought that’s the end! case closed!

Ok! please don’t feel sorry about me, because there is the most important part here. It was when we became senior already(4 years later) He broke up with his girlfriend (they only dated for few months maybe) and I had a boyfriend already so I walked with my chin up everytime I met him in campus. hahahaaa *belaguk*.

Ok here is the important part:
One day my boyfriend and I (whose now I called him an Ex of course) were in ‘angkot’ ( Ledeng-Kalapa) and suddenly, out of nowhere that guy, let’s call him Mr. Uphil (lol..sorry, but really I caught him picked his nose couple of times while we were in the church..hahaha that’s why please don’t pitty me, he’s not worth it right? ) So Mr.Uphil suddenly was on the same angkot with us and he sat down, and faced us. Among 1.500 of students in our campus, of course I really hope that these two guys didn’t know each other.

But sudenly, My boyfriend greeted him, “Hi uphil, where are you going?”(duhh forgive me about his name hihihi)
Whattttt? I suddenly felt akward because they knew each other. They kept talking, and they had a long chat in the angkot. All I wanted to do was to jumped out from the angkot because I don’t know what to do and what to say…. Lucky that he stopped at Cihampelas, I felt relief and that was the time when finally I told my (ex) boyfriend that Mr. Uphil and I once dated and he was laughing out loud and teased me about my stupid face when Mr.Uphil was still in angkot. Yeah, I know that was the most stupid moment that I won’t forget for the rest of my life. Because I turned my body to the window of the angkot and my eyes were wondering around the street. I didn’t want to see his face while he was talking with my (ex) boyriend. Hahaha… I felt silly and akward! really!.

The challenge from BEC this week is about the most memorable relationship. I think this is not the most memorable one (because if it is, then uppa will kill me..lol! joking) Yet, this story is the most akward one, and maybe the almost unforgotten one because I never count him as one of my ex-boyfriend. Or should I? :)))
well, STORY OF MY LIFE!!!

Ps: In case you are wondering whether uppa knows this story or not, well of course yes because another funny thing about Mr.Uphil is….he has the same family name with Uppa…Huaaaa what a small world πŸ˜€

Xoxo,
Joeyz

But here I have found you...my true love :) *yang jijay silahkan skip..lol*

But here I have found you…my true love πŸ™‚ *yang jijay silahkan skip..lol*

48

Kuliner Malang Dan Rasa Rindu Yang Menderu

Awww awww awwww….hampir lupa ya ada cerita kuliner Malang yang mau diceritain disini. Jangan ampe kelewatan donk ah, sayang kan dah capek-cape fotoin makanannya kalo ga buat dipamer-pamer dimari. *Ihikk*

Nah, waktu kami di Malang bulan Maret lalu itu kami ga punya banyak waktu untuk explore kulinernya. Jadi mari kita lihat, saya sempet kulineran apa aja di Malang:

1) Bakso President
Bakso President adalah tempat pertama yang kami kunjungin waktu itu. Jadi begitu kami nyampe di kota Malang jam 9 pagi, lalu check-in, istirahat dan mandi di hotel, sekitar jam 2 siang kami berangkat menuju Bakso President dan setelahnya baru ke Museum Angkut.

Sebenernya belum pernah makan di bakso president ini dan cuma dengar-dengar dari beberapa teman aja dulu. Trus makin pengen kesini karena baca postingan Puji yang waktu itu abis kunjungan ke Malang. Jadi singkat cerita kita naik taxi Citra yang nongkrong depan hotel dan minta diantarkan ke Bakso President. Tibalah kami disana. Agak ekstrim emang tempatnya, yaitu percis di samping rel kereta api. Ya lumayan serem aja rasanya pas kami lagi makan, lewatlah itu kereta api dan errrrrr lumayan horor juga yawww.

Begitu kami masuk warung baksonya, kami pun langsung disergap aroma kuah bakso ciri khas kota Malang yang ga ada duanya. Lalu si Jessie ngomong:

“Kak, gilaaakk aromanya, ngingetin Malang banget, ngingetin Bakso Kashio (tukang bakso langganan kami di skolah di lawang), ngingetin jaman-jaman SMA, jaman di asrama!!!!”

Dan emang bener, saya merasakan hal yang sama. Terus mikir, gile ya cuma aroma bakso aja bisa bikin masa-masa jaman SMU berasa kembali lagi. Rasa rindu dengan masa-masa SMU pun menderu *halahh bahasanya*

Tanpa babibubebo kami pun pesan 2 porsi bakso pentol. Anjrit waktu dengar kata pentol itu langsung ngikik…karena emang cuma pas di Malang dan sekitarnya kami pake istilah itu. Pentol itu bakso kasaran or baso uratnya. Saya lupa berapa per porsinya yang penting kenyang deh pokoknya. Ohya, kami juga pesan bakso bakarnya, minta dibungkus 5 tusuk karena rencananya mau dimakan di jalan aja karena takut kekenyangan. Then what happened? Bokish abish deh bilang mau makan dijalan, saat itu juga ludes di warung bakso. Dah gitu si Gwin juga doyan lagi. Gimana rasa baso bakarnya? Hmmmmmm… WEDAAAANNN!!!! Endeusss pisan!!! Liat aja nih foto-fotonya *siapin tissue deh buat lap ilernya haha*

Bakso bakarnya gilee menggoda banget,bikin kebayang-bayang terus

Nah yang ditusuk itu bakso bakarnya, gilee menggoda banget,bikin kebayang-bayang terus

slurpppp!

1 posri baso malang, pake pentol…slurpppp!

gerobak dari surga.....errrrr bikin kebyang-bayang nih

gerobak dari surga…..errrrr bikin kebayang-bayang nih

bakso bakar yang tadinya dah dibungkus mau makan dijalan eh ludes ditempat..

bakso bakar yang tadinya dah dibungkus mau makan dijalan eh ludes ditempat..

ekstrim banget kan lokasinya...di pinggir rel KA

ekstrim banget kan lokasinya…di pinggir rel KA

Ohya tadinya kami pengen banget balik lagi ke sini pas besokannya, udah niat banget tapi apa daya kok waktunya mepet banget. Sekarang tinggal terbayang-bayang bakso bakar dan bakso kuahnya yang aduhai bikin ngiler ga berkesudahan.

2) NTT
NTT alias Nasi Tahu Telor punya cerita tersendiri buat saya dan Jc (dan buat teman-teman saya lainya yang satu sekolah dulu). NTT tuh bagaikan makanan istimewa,makanan dewa dewi buat kami-kami anak boarding school yang selalu H2C dikala uang udah tiris tapi tanggal pengiriman uang dari bonyok (buset bahasanya) masih lama.

Yang bikin NTT itu special adalah bumbu petisnya. Makin medok bumbu petisnya maka makin enaklah dia. Btw, kami sempat 3 kali makan NTT selama di Malang itu. Yang pertama di pujasera samping hotel kami tinggal (kami pesan kamar without breakfast waktu itu) kedua di pujasera yang sama tapi beda warung dan yang ke tiga di tempat langganan kami itu. Dari ketiga tempat makan NTT itu kami paling suka di tempat pertama. Bahkan ngalahin rasa NTT di tempat legendaris alun-alun Malang itu.

Lokasi NTT langganan kami ini percis di pojok parkiran Martabak Agung di alun-alun Malang. Itu loh yang disebrangnya kantin Siswa (dan ya ampun si kantin siswa pun masih ada ampe sekarang). 15 tahun yang lalu harga per porsi NTT ini seribu perak saja dan udah bikin puas dan kenyang banget.

Dulu jaman sekolah di asrama, tentu aja kita ga bisa seenaknya pergi keluar or even itu ke warung terdekat. Ada boys’ week dan girls’ week yang mana artinya bisa ke Malang 2 minggu sekali. Jadi kalo kita lagi kepengen banget makan NTT tapi ga bisa kesana ya tinggal nitip aja sama anak cowo or siapa aja yang mau ke Malang.

NTT oh NTT!

Masih di tempat yang sama, tapigerobaknya udah kerenan. Harga 15 tahun lalu itu seribu rupiah, sekaran 8 rb rupiah saja.

Masih di tempat yang sama, tapi gerobaknya udah kerenan. Harga 15 tahun lalu itu seribu rupiah, sekarang 8 rb rupiah saja.

Bumbu-bumbu NTT

Bumbu-bumbu untuk meracik NTT

nah ini dia NTT nyaaaaa nyium aromanya aja langsung balik ke 15 tahun lalu

nah ini dia NTT nyaaaaa
nyium aromanya aja langsung bikin rasa rindu dan berasa balik ke 15 tahun lalu

3) Warung MUNGIL

Nah ini adalah a must place to visit setiap saya kunjungan ke Lawang-Malang. Setelah saya lulus SMA disini, saya ada lima kali balik kesini untuk sekedar berkunjung jalan-jalan dan tentunya melepas rindu.

Ok back to Mungil. Sebenernya Mungil ini cuma warung or toko kue basah yang akhirnya menjual berbagai jenis makanan seperti baso, es campur,mie ayam dll. Warung Mungil ini ada di pasar lawang. Kalau kalian datang dari arah Surabaya, dia da di sebelah kiri jalan. Tapi nih, si warung Mungil ini katanya udah buka cabang dimana-mana sampai di Malang dan sekitarnya. Tapi buat kami tentu aja yang paling legendaris ya yang di pasar lawang ini.

wpid-fb_img_1431268821852.jpg

Ada dua jenis makanan favorit kami anak asrama dulunya, yaitu si Donat Mungil yang mana ukurannya jumbo (dulu harganya 500 rupiah) dan satu lagi yang legendaris adalah si risol mungil (yang juga ukurannya godek).

wpid-fb_img_1431268945351.jpg

Jadi waktu itu saya posting foto si risol ini di fb dengan caption “ampe sekarang ga ngerti untuk apa daun bawang di samping risol itu” karena honestly selalu buang daun bawangnya. Aneh rasanya makan risol sambil gigit daun bawang. Nah postingan saya itu berbuah protes dari teman-teman alumnus. Semua ‘menghujat’ saya karena postingan saya bikin mereka kangen stengah mati ama risol itu. Hahahaha..ampun deh sampe segitunya ya.Seperti judul yang saya tulis diatas, rindu yang menderu akan masa-masa indah hidup di asrama, hidup di kota kecil Lawang-Malang. Padahal jujur ya, waktu kemaren saya makan risol dan donatnya itu emang enak tapi bukan yang spesial gimana gitu. But, on the first bite, Blaaaarrrr!! The only thing you can taste is sweet memories about 15 years ago. *lebay ya* πŸ™‚

Gara-gara ngepost foto risol ini di FB semua alumnus slapoer (nama sekolah saya dulu) komen dan errrrr maapin ya kalian jadi mupeng. Padahal saya cuma mau nanya ini fungsi daun bawang sebenernya apa?

Gara-gara ngepost foto risol ini di FB semua alumnus slapoer (nama sekolah saya dulu) komen dan errrrr maapin ya kalian jadi mupeng. Padahal saya cuma mau nanya ini fungsi daun bawang sebenernya apa?

Gimana gak sweet memory ya kalo emang si risol mungil ini punya kisah khusus di saya. Jadi dulu pas kelas 3 SMU saya punya gebetan, tadinya dia yang ngecengin saya (cieee GR, ini berdasarkan laporan temannya loh *ihikk*) tapi saya denial gitu kan dan merasa dia kurang kece aja gitu. Eh giliran dia udah ilfeel, lah saiyah yang klepek-klepek mak! Nah one day saya pengen banget makan risol ini tapi itu hari Kamis. Fyi, Kamis itu boys day’s out, kalo girls hari Selasa. Dan jam keluarnya cuma dari jam 4 sore pulang sekolah dan jam 6 sore harus udah balik ke asrama. Karena waktu keluarnya singkat, paling cuma ke Pasar Lawang aja. Jarang ada yang ke Malang. Jadi saya memberanikan diri untuk ngomong ke si gebetan.
J: SAYA, B: si gebetan

J : “B, nanti ke lawang ga?” (sambil jantungnya mau lompat keluar saking deg-degannya)
B : Iya, emang kenapa Jo?
J: “Mau nitip risol Mungil donk”
B: “Oh ok, nanti gue bawain Jo” (sambil mamerin senyum gantengnya)
J: “Thank you ya B”
B: “Sama-sama Jo”

Begitu balik badan, rasanya mau pengsan. Kok berani banget ye nitip risol ama gebetan? Ketauan banget modusnya gak seh? Hahahaha..

Anyway, apakah akhirnya si B beneran bawain saya risol? Mau tau aja or mau tau banget? Silahkan baca disini kalo emang mau tau banget. Hahahaa… Kalian akan nemuin cerita yang mirip dan coba tebak si B itu siapa ya?

Hihihi…baiklah sekian cerita kuliner Malangnya. Makasih yah uda baca cerita kuliner yang dicampur sama kenangan masa lalu yang sedep bener kalau diingat-ingat lagi. Semoga rinduku tak lagi menderu. I’ll see you again Malang! I’ll be back for you bakso Prrsident, NTT, warung Mungil, and satu lagi es podeng Pak Ri’ yang gak kesampean…