A Visit To Bodhi’s Hometown

– L A W A N G-

1978-1998

Delapan belas tahun. Aku belajar hampir segalanya di Wihara Pit Yong Kiong, daerah Lawang, 60-an kilometer dari Surabaya ke arah selatan. Mulai dari belajar merangkak, bicara, sampai pipis sendiri. Aku hafal ratusan mantra bahasa Mandarin-termasuk dialek Hok Kian dan Kanton- juga bahasa Pali. Tidak pernah kuanggap itu unik. Wihara memang hidupku.Tak ada pilihan lain.

Guru Liong menemukanku di halaman depan wihara, terbungkus sarung, dalam kotak kardus rokok bekas yang diletakkan dibawah pohon. Subuh-subuh. Dua puluh tiga tahun yang lalu. Aku menangis keras sekali, dibarengi angin ribut yang membuat setiap lembar daun berisik. Kata guru Liong, alam seperti ikut memerintahkannya untuk datang ke pohon itu. Aku kemudian dinamai Bodhi, walaupun bukan ditemukan di bawah pohon bodhi, melainkan pohon asam. Cuma mungkin agak aneh kalau bayi diberi nama Asam.

Guru Liong mengasuhku sendiri, dan aku tak pernah masuk SD apalagi TK. Aku baru sekolah ketika Gunung Sinar Buddha membuka SMP dan SMA, tepat di depan ibadah, yang jaraknya cuma 20 meter dari kamar. Jadi, tak mungkin bolos.

Cerita diatas adalah cuplikan tentang bagaimana bodhi, tokoh utama dalam novel berjudul AKAR oleh Dee Lestari. Yes, untuk yang suka sama supernova series, pasti hafal banget ya sama cerita diatas. Menurut saya Bodhi adalah salah satu karakter paling unik di antara semua karakter di Supernova. Ok, saya memang paling jatuh cinta sama Zarah di PARTIKEL dan kesengsem abis sama Alfa Sagala di GELOMBANG, juga terpikat sama karakter Elektra yang super duper fun!. Oh again I should say that Dee is such a genius author yang bisa menciptakan karakter-karakter yang terasa hidup. Yes, membaca semua cerita dan melihat karakter yang dibangunnya membuat kita berfikir bahwa tokoh-tokoh itu hidup dan mereka beneran ada.

Well, bukan cuma tokohnya yang berasa hidup, tapi setting atau tempat dari cerita itu juga memang terasa nyata. Ketika Dee bercerita tentang Zarah dan ayahnya Firas yang tinggal di Bogor dan kegemaran mereka mengunjungi bukit Jambul yang angker, saya bisa membayangkan suasana bukit jambul itu dan merasa bahwa bukit jambul itu memang beneran ada. Lalu saya semakin percaya bahwa bukit jambul itu beneran ada ketika Dee waktu itu menghubungi saya untuk bertanya-tanya tentang acara pemanggilan Raja Uti di Sianjur Mula-Mula lalu menuangkan secuil cerita saya dalam buku Gelombangnya dan menjadikan saya sebagai salah satu narasumbernya. Di situ saya percaya bahwa kemungkinan besar semua tempat yang ada di dalam supernova itu real. Karena toh Sianjur Mula-Mula itu emang benaran ada, yaitu kampung halaman saya sendiri. Riset Dee untuk setiap cerita or bukunya memang patut diacungi jempol.

Membawa Alfa  Sagala pulang ke kampung halamannya di Sianjur Mula-Mula

Membawa Alfa Sagala pulang ke kampung halamannya di Sianjur Mula-Mula

Nah, hal serupa ketika saya membaca kisah Bodhi dalam buku “AKAR”. Saat saya tiba di halaman 38 yakni seperti kutipan yang saya tulis diatas itu, saya baca bolak balik, lalu saya merasa tempat Bodhi ditemukan yaitu Wihara dan sekaligus tempat ia juga bersekolah itu seperti tidak asing. Yang makin meyakinan saya bahwa saya tahu tempat itu adalah nama lokasinya yaitu Lawang, yang berjarak 60 km dari Surabaya. Feeling saya bilang kayaknya sih ini sekolah berasrama yang letaknya percis disamping sekolah berasrama tempat saya bersekolah dulu di Lawang. Nama sekolah itu adalah TRIDHARMA. Jadi dulu walaupun kami ga pernah main ke sekolah itu, tapi kami familiar banget dengan gerbang dan halaman depan sekolahnya. Tridharma adalah sekolah berasrama untuk para siswa yang beragama Buddha dan saya kira di Lawang ya cuma itu sekolah berasrama untuk umat Buddha plus juga penggambaran lokasinya percis banget.

Daripada saya penasaran, kirim email aja ke Dee *sok ikrib* nanyain bener apa nggak sih setting tempat Bodhi ditemukan itu adalah sekolah TRIDARMA yang saya maksud?

Yes, rasa penasaran terjawab sudah

Yes, rasa penasaran terjawab sudah

Ternyata benar, memang lokasi itu benar-benar ada. Salut ya ama Dee, betapa dia serius dan detail sekali dalam menulis cerita-ceritanya. Thumbs up for Dee.

Bulan Maret lalu saat saya liburan ke Malang bersama Jc adik saya dan anak saya G, saya udah rencana akan singgah untuk sekedar masuk di halaman depan dari sekolah Tridarma ini, sebelum kami menuju boarding school tempat kami bersekolah dulu. Saya ga sempat masuk kedalam karena waktu mepet banget, dan hanya sempat berfoto di halaman depan aja. Ohya, ada pohon di depan wihara ini tapi gak tau apa itu pohon asam yang dimaksud Dee di buku akar atau bukan. Well, at least its so nice to come and pay a visit to Bodhi’s home! tempat dimana bodhi pertamakali ditemukan oleh Guru Liong dan sekaligus tempat Bodhi dibesarkan sampai akhirnya ia pergi memulai petualangannya menuju Belawan, dan beberapa negara tetangga seperti Kamboja, Bangkok dan Laos. Petualangan yang sungguh seru dan menarik dari seorang pemuda bernama Bodhi. Ah senangnya napak tilas ke tempat dimana setting dari cerita di buku kesukaan kita. Here are some pictures of my visit to Bodhi’s home:

Membawa Bodhi pulang kerumahnya.....Wihara dan sekolah TriDharma-Lawang

Membawa Bodhi pulang kerumahnya…..Wihara dan sekolah TriDharma-Lawang

Munglinkah itu pohon tempat Bodhi ditemukan? dunno either

Mungkinkah itu pohon tempat Bodhi ditemukan? dunno either

Sekolah tetangga!

Sekolah tetangga!

Dengan saya mengunjungi rumah bodhi, saya makin penasaran apakah bukit jambul dalam buku Partikel itu juga nyata?maka dengan sekali lagi sok ikrib sama Dee, saya menuliskan email dan memberitahu tentang kepergian saya mengunjungi sekolah Tridarma tempat bodhi sekaligus bertanya apa bukit jambul itu beneran ada? karena kalau beneran ada, saya dan Maya akan berkunjung kesana…hahahahaha niat ya ceuuuu! ya seru aja kan ya, berasa tokoh tokoh dalam certia itu beneran ada, plus tempat or lokasi dimana cerita itu diambil juga memang real alias nyata.

Ternyata bukit jambul gak ada...

Ternyata bukit jambul gak ada…

Seteah membaca balasan email dari Dee, akhirnya saya tahu kalau bukit jambu itu gak ada dan hanya karangan Dee semata. Haduhhh tapi kok berasa nyata banget ya? coba warga bogor, dicek dulu disana ada bukit yang menyerupai bukit jambul ga? hihihi teteuppp ya penasaran. Anyway, sekarang semua pembaca series supernova Dee sedang menanti lahirnya Intelegensi Embun Pagi yaitu seri terakhir dari supernova yang sedang diracik Dee di bat cavenya. Semoga endingnya bisa memuaskan hati para pembaca ya! dan semua misteri dan pertanyaan-pertanyaan kita selama ini segera terjawab di novel ini. Aminnnnn! ๐Ÿ™‚

Have a nice day temans!

xoxo,

Joeyz-Penggemar Supernova Dee

Advertisements

39 thoughts on “A Visit To Bodhi’s Hometown

    • Hihi sok ikrib gitu fansnya feb. Kalau mau coba baca yang partikel deh feb…aku baca ksatria putri da bintang jatuh bikin pusing awal2 tapi kalo baca partikel dari awal ampe akhir sangat menarik dan menyenangkan

      • Tapi di bales kan mbak, syukurlah ๐Ÿ˜€ Fans sejati ๐Ÿ˜€
        Recommendednya itu partikel dulu ya ._. kok bisa ya Mbak Dee bikin ksatria putih sama bintang jatuh yang bikin pusing ._. gimana caranya dia -_- tapi overall, Mbak Dee penulis keceeee banget ๐Ÿ˜€

  1. Keren, Mbak. Memang ya, keterikatan dengan setting sebuah buku akan menjadikan cerita yang ada di buku itu lebih hidup, apalagi ketika kita mengunjungi sendiri setting di buku itu, soalnya seperti terasanya adegan-adegan di buku itu terulang dengan jelas betul di hadapan kita :)). Kayaknya begitulah ya Mbak, melihat pohon di depan sekolah Tridarma itu, pasti melihat ke bawah untuk mencari apa di dekat sana ada bayi yang bersiap untuk ditemukan :hihi.
    Hmm, bukit Jambul? Deskripsinya seperti apa, Mbak? Jadi penasaran, soalnya di daerah Bogor kan banyak bukit :hehe. Meski pengarangnya sendiri mengatakan bahwa itu hanya fiksi, tapi siapa tahu ada sebuah tempat yang betulan sesuai dengan deskripsi itu?
    Ah, dirimu hebat sekali pula Mbak, bisa berbalas e-mail dengan Mbak Dee, juga menjadi narasumber untuk bukunya, salut dengan dirimu :hehe.

    Yep, semoga Mbak Dee bisa menyelesaikan buku selanjutnya dalam serial ini dengan baik, soalnya saya yakin ini ditunggu banget oleh pembaca setianya :hehe.

  2. Karakter favorit gw. Bodhi. Hehehe. Entah napa dah jd favorit. Temen kos sukanya Zarah. Ada yang suka Istar. Tapi gw tetep dengan Bodhi.

    Eh dah bisa justify nih. Seeeek asekkk

  3. keren banget mbak Jo ngunjungin dua tempat di novel supernova…
    akupun penasaran sama kelanjutan si supernova ini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s