Salute To All The Surfers

Kalian suka merasa ga sih kita mengagumi jenis-jenis pekerjaan or talenta orang lain? Kayak saya misalnya yang bener-bener mengagumi para seniman or pelukis. Keren aja gitu bisa memvisualisasikan imajinasi atau entah apalah itu namanya yang pasti kwerennn bangetlah para pekerja seni ini. Saya juga mengagumi Arsitek, desain interior dan khususnya kuli bangunan. Dulu saya dan Jc selalu terheran-heran dan salut bagaimana para kuli bangunan bisa membangun gedung-gedung pencakar langit, apalagi membangun jembatan di atas laut..hebat ya! Btw, ada yang salut sama profesi saya ga sih? Hahahaa iya sering sih yang komen tentang salutnya akan kesabaran saya untuk mengajar dan mendidik anak-anak piyikkk yang jumlahnya gak sedikit. Padahal gak ada yang perlu disalutin sih, soalnya kan itu tuntutan profesi kan yaa? *iyain ajalah biar cepet..hehe*

Ok, jadi sekitar tahun 2007 saya akhirnya punya pandangan yang berbeda terhadap para Surfer. Iya surfer yang suka berkeliaran di pantai itu dan mencari ombak-ombak yang ekstrim sebagai penambah adrenalin mereka. Saya pikir…. oh gampang lah ya tinggal ayun-ayun di atas surfing board lalu seimbangkan badan dan berseluncur ketika ombak datang menggulung….that’s it.

No, not at all. Semua pikiran saya ternyata salah dan menyadarinya pada waktu saya akhirnya mengikuti surfing school selama 2 hari dengan total 3,5 jam pertemuan.

Saya dan teman Saya Viera berkesempatan mengikuti surfing school bernama Oddesey di hotel tempat kita menginap, yaitu Hotel Mercure, Kuta-Bali. Uwouuuu sounds cool isn’t it? Jadi, begini sesi surfing school itu berlangsung:

Sesaat sebelum kita ke pantai, kita dikasih briefing dulu di officenya Oddesey tentang hal-hal apa yang akan kami lakukan hari itu di pantai. Mulai dengan memberitahu kita bahwa kita mendapat asuransi kesehatan jika misalnya kita kecelakaan *duhh amit2 jangan sampe ya*, kita juga dipinjamkan baju surfing, lalu ada dua surfer instructor yang akan mendampingi kita. Yang satu benar-benar jadi coach kita dan satunya lagi jadi asistennya untuk yang bawa air mineral untuk kita minum (they prepared the water for us karena ternyata surfing is tiring), dia juga bawa kotak P3K dan tentu camera khusus dari mereka untuk merekam proses latihan kita belajar surfing hari itu (ehhmm fotonya bayar tapi…1 CD costs 100ribu rupiah)

Nahhh sesi pertama dibuka dengan pemanasan dengan beberapa peserta lain. Di kelompok kita waktu itu kurang lebih ada 6 orang dan semuanya berasal dari mancanegara yang rata-rata dari Jepang dan Korea. Jadi acara pemanasan itu juga mencakup tentang step-step cara berdiri di atas surfing board, dan semuanya masih dilakukan di pinggir pantai, belum benar-benar turun ke air. Setelah latihan or pemanasan selama 30 menit kita pun akhirnya punya 1 instruktur untuk 2 orang.

Kami pun akhirnya turun ke air membawa surfing board dan menunggu aba-aba dari instruktur untuk siap-siap berdiri saat ombak datang. Apakah saya bisa berdiri? tentu saja bisa, tapi gak sampai dua detik langsung jatuh. Anyway, jatuh dari surfing board ke air laut yang berombak itu sakitnya lumayan buangetttt…. dan temen saya si Viera sampai luka kakinya tergesek sama pasir di pantai Kuta yang lumayan tajam ternyata. Untungnya ada kotak P3K dan langsung diobati. Viera akhirnya istirahat sebentar dan kami lanjut latihan lagi. Awal-awal memang takut, tapi lama-lama asyik juga. Asyik bukan berarti saya udah bisa berdiri tanpa jatuh. Huhhhh ternyata susah banget hanya untuk bisa berdiri di atas surfing board.

Latihan hari pertama ternyata cukup melelahkan karena kita harus membawa surfing board yang lumayan berat menuju pantai bolak-balik setiap kali kita ingin mencari ombak dan menunggu momen yang tepat untuk berdiri di atas surfing board *tanpa terjatuh*. Gak terasa kami akhirnya udah benar-benar capek karena ternyata sudah 1,5 jam yang mana mataharinya juga terik banget bikin kita haus dan pengen banget tiduran. Semangat masih berkobar tapi gak sebanding sama tenaga. Saya dan Viera akhirnya bilang sesi kita disudahi saja dan disambung keesokan harinya dan kami minta pagi hari sekitar jam 8 or jam 9 after breakfast.

Setelah pulang ke hotel dan kita pun tepar ketiduran di kamar hotel sampai jam 6 sore. Besok paginya kami yang belum berhasil berdiri di atas surfing board itu pun semangat plus penasaran banget sama sesi terakhir kita. Harusnya kita punya 2 jam lagi untuk sesi ini dan kita berencana akan menghabiskannya. Kami pun semakin percaya diri untuk mencari ombak dan sudah tau kira-kira kapan saat yang tepat untuk berdiri dan tetap berusaha untuk seimbang berdiri di atas surfing board tanpa jatuh. Awalnya tetap kami masih jatuh dan dihantam ombak. Hiksssss tersiksa banget emang belajar surfing itu, tapi kami masih terus penasaran sampai kami bisa berdiri tanpa jatuh. Setelah hampir satu jam kami ratusan kali jatuh, akhirnya kami berdua bisa berdiri di atas surfing board tanpa terjatuh! YEAYYYY!!! wowwwww berasa keren banget deh dan jadi ketagihan. Kami pun makin semangat dan terus mencari ombak dan mencoba berdiri lagi, lagi dan lagi.

Sejam pun berlalu, dan sebenarnya kami masih punya sejam lagi untuk berseluncur, tapi sayang kami udah kecapekan banget dan kami berdua setuju untuk mengakhiri saja sesi ini karena kami udah ga penasaran lagi dan akhirnya bisa merasakan untuk berdiri di atas surfing board. Ahhhhh sayang padahal ya ada waktu sejam lagi untuk surfing school ini. Tapi kami ingat kami harus mandi, packing, istirahat sebentar sebelum kami check-out dan balik ke Jakarta.

Mulai saat itulah saya selalu salut lihat para surfer dan selalu tertarik untuk menonton film yang ada hubungannya dengan surfing. Seperti film yang saya tonton dua minggu lalu tentang seorang surfer cewek yang cuma punya satu tangan! SHE IS SO AWESOME! benar-benar salut dengan mereka….because it is so hard even only to stand without falling, all the more to catch the wave and swinging your surfing board! SALUTE TO ALL THE SURFERS!

With Viera my partner in

With Viera my partner in “crime”

with the huge surfing board

with the huge surfing board

I tell you, this is tiriing but fun

I tell you, this is tiriing but fun

image

Advertisements

26 thoughts on “Salute To All The Surfers

  1. Saya berenang aja gak becus, gimana mau jadi surfer hihihihi. Seru banget kl liat surfer yang jago, tapi kasian kl lihat surfer yang kemakan hiu sampai cacat. Memang jadi surfer itu harus jg jadi adrenaline junkie.

    • Hahahaha sama le…gue juga berenangnya biasa ajaaa tapi nekat sok sok mau surfing.

      Iya serem deh pas nonton yg surfer2 kecelakaan or hanyut kebawa arus ombak. Tapi mereka emang demen yg ekstrim sih

  2. Udah nonton Point Break blom? Film jadulnya Keanu Reeves yg main jd surfer. Bagus loh. Dan GANTENG BANGET YA JONI SI MAS NYAAA…. #lostfocus

    • Hihi point break udah donk tyk… Keanu reeves kan pacar bersama. Hahahaha…. banyak sebenernya film ttg surfing cuma yg beberapa minggu lalu kutonton bener2 keren banget. Real surfer yg main film

    • Makasih Gi! Foto bisa bediri tanpa jatoh..setelah ratusan kali jatuh sih tapinya hehe. Iya capek banget samle kita give up dan emang tujuan akhirnya supaya bisa berdiri aja di surfing board

  3. Joo, kereenn banget fotomu yang terakhir. Macam poto2 surfer dimajalah gitu :D.
    Aku suka kagum dengan Professor. Salut karena mereka tekun banget belajar sama penelitiannya sampai dapat gelar Professor.

  4. Halo salam kenal
    Keren tuh belajar surfingnya. Pingin juga pas ke bali, tapi takut tenggelam mengalahkan segalanya, padahal bisa berenang, tapi cuma limited ke kolam renang yang tidak berombak πŸ™‚

    • Hi Paula Salam kenal juga. Iya coba aja lumayan buat pengalaman. Mainnya ga ditengah2 kok dan kalau pemula biasanya di Pantai kuta aja. Aku juga ga jago berenang. Nekat aja hehehe

      • Iya kadang gw jg suka gt Jo, keliatannya gampang padahal begitu dicoba susah benerrr ye.. Ihh tapi udah berani surfing berarti berenangnya udah mayan itu Jo. Lah ini ngambang aja kelelep. *hopeless*

  5. Pingback: She’s So Lucky, And Her Name Is Viera! | Joeyz14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s