15 Tahun Supernova: SEBUAH PERAYAAN HIDUP (Dari Bintang Jatuh Hingga Embun Pagi)

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup

Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara

Engkaulah matahari firadausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara

Kau hadir dengan ketiadaan

Sederhana dalam ketidakmengertian

Gerakmu tiada pasti, namun aku terus di sini

Mencintaimu

Entah kenapa

Puisi diatas  merupakan bagian dari puisi Dee dalam bukunya Intelegensi Embun Pagi yang terdapat di halaman pertama. Baru membaca satu lembar pertama saja udah bikin saya gak mampu berkata-kata, ini kok bisa  keren banget gini sih? Kalau saya mungkin butuh satu purnama hanya untuk menulis satu bait puisi dan belum tentu juga bisa bagus seperti puisi Dee 😀

Hari minggu, 28 Februari 2016 adalah salah satu “can’t wait moment” yang pernah saya ceritakan disini. Pagi itu, Jakarta (oh, ok saya domisili Tangerang sekarang) diguyur hujan. Ada launching buku Dee Lestari yang terbaru berjudul Intelegensi Embun Pagi.   Sekaligus ini adalah perayaan 15 tahun Supernova. Sebelumnya, Dee tidak pernah mengadakan launching buku untuk supernova ini. Tapi karena ini penutupan, mungkin memang tepat untuk dirayakan berasama orang-orang yang telah mendukung karya-karyanya.

Yang paling menyenangkan dari semua ini adalah, bahwa saya juga diundang Dee untuk hadir pada acara ini, dan rasanya tentu campur aduk antara senang, haru dan deg-degan. Sebenernya ada sedikit drama dalam hal undangan ini, yaitu sampai hari H undangan yang harusnya saya bawa ke tempat acara belum juga sampai dan saya jadi makin deg-degan. Tapi setelah saya email Dee tentang hal ini, beliau bilang ya datang aja. Plus makin bingung pas di akun IG nya diumumin kalau ada acara jam 3 sore. Eh eh gimana donk ini, kok di email Dee tertulis jam 12.30-14.00? makin galaulah emak-emak satu ini ya kan, yasud deh nanya maning sing ibu suri (maap mba Dee, menggaggu sekali ya email-emailku itu hehe)… eh tapi mah ya ini mba Dee seriusan deh orang yang baik dan humble banget.Di jam-jam sibuknya sebelum launching teteup sempatin membalas email saya. Beliau bilang, memang ada dua sesi untuk acara #15TahunSupernova ini. Yang dia umumin di IG  jam 3 itu ternyata untuk umum, dan undangan khusus itu jam 12.30. Then she said, “Kamu ikut yang jam 12.30 ya Joice!”…… ahhhh terimakasih mba Dee yang super baik hati!

Jam 11.40 saya masuk ke Galeri Indonesia Kaya (lt.8 GI), dan disambut panitia lalu saya menyebutkan nama saya, dan untungnya ada di daftar tamu undangan. *legaaaa* masuklah ke dalam dan sudah lumayan banyak orang di lobbynya. Panitia juga memberikan goodiebag yang salah satu isinya tentu saja sebuah buku IEP dengan tanda tangan Dee…yeayyy senengnyaa. Saya intip ke dalam aula tempat acara akan diadakan, eh lagi ada Bang ganteng Chicco Jerikho sedang latihan baca nukilan supernova “AKAR”. Huuuuuuooo hatiku makin berdebar ini….bakalan speechless besar-besaran deh ini nanti. Saya emang kecepatan deh datangnya, tapi gak apa, karena kita ga bakal bosen  di lobby atau hallnya dipajang memorablia serial supernova, fan artwork supernova dari para pembaca setianya, ada laptop-lapotop yang Dee gunakan selama penulisan Supernova, dan kalian pasti ga percaya bahwa Dee juga membawa serta oret-oretan alias maping Dee selama penulisan serial supernova. Kalian akan speechless ngeliatnya, karena beneran saya lama banget nogkrongin itu dan bacain satu-satu. Ngeliat draftnya semua serial supernova juga bikin saya geleng-geleng kepala nggak habis pikir. DASAR GILAKKKK!! TERLALU GILAK JENIUSNYA! me love you ibu suri! love your craziness.

Selama menunggu di luar, lumayan lihat bang ganteng Chicco Jerikho bersliweran mondar-mandir sambil pamer senyumnya yang sangat teramat manisssss. HAHAHAHAHA….! Apakah saya berfoto dengannya? yaiyalah kakakkk! lah yang orang-orang penting lain aja pada fotoan, apalagi hamba yang hanya seorang manusia biasa ini….yuklah atuh jangan malu-malu ya, ajak Chicco wefie. Kapan lagi bisa fotoan ama si ganteng ini tanpa rebutan ama abege hahahaha. Eh ada Junot dan pacarnya juga tapi telat datang jadi ga bisa fotoan, yeeesss bang Junot another ganteng guy yang saya suka banget aktingnya *yayelah joooo lu mahh ga bisa liat yang ganteng sikit yak* hahaha. Walaupun lihat artis-artis dan orang penting lain macam Marcel Siahaan, Dinda Kanya Dewi, Alvin Adam, Arina Mocca,  Ki Jokobodo, dan yang lain-lain tapi kan ga mungkin semua mau kita minta fotoan, maksudnya ya fotoan cukup sama yang emang kita suka banget aja. Fotoan ama Chicco dan Joko anwar (my fav Indonesia movie director) aja keknya sih cukup ya bok! lagian saya mah ga konsen liat orang-orang berseliweran, sebab hati dan pikiranku hanya tertuju pada DEE seorang. #sedapppphhhh 😀

Acara  pun dimulai, para tamu undangan dipersilahkan masuk. Itu kita yang nonton aja kok rasanya deg-degan banget ya, gak ngerti lagi gimana perasaan Dee siang itu, pasti perutnya juga mules kayak orang lagi mau lahiran pembukaan 7. Hahahaha bener ga mba Dee? Ya di panggung sudah ada piano putih merk KAWAI (penting sebut merk LOL), btw ini keknya piano Dee deh, diangkut ke GI ? wooowww keren banget kalau beneran iya. Ada pemain Clarinet dan bass yang juga super keren, tentu Mas Reza Gunawan (suami tercinta mba Dee) yang siap mengalunkan lagu-lagu indah siang itu dengan piaono putih tadi.

Setelah intro lagu, sang pencipta alam semesta ASKO yakni Dee Lestari pun hadir di panggung dan membacakan nukilan “Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh”. Baru selesai satu paragraph aja rasanya udah bikin merinding. Lalu ada lagu yang dinyanyikan oleh Dee dan Arina Mocca lalu Chicco Jerikho naik ke atas panggung dan membacakan nukilan “AKAR”! guess what? kok gue merasa ini karakter BODHI berasa hiduppp kak! keren banget! keren banget! tapi kan physically Bodhi itu harusnya kurus, putih pucat dan botak ya. Ya tapi gapapa juga sih saya rela kalau andaikan Chicco merusak bayangan saya tentang fisik Bodhi, soale ini Bodhinya jadi jauh lebih keren. Hahahaha subjektif kamu Jo!

Elektra dalam “PETIR” adalah karakter yang tidak akan pernah saya lupakan, karena dia udah bikin saya ngakak-ngakak setengah mati saat membaca segala kekonyolannya  dengan menipu ayat alkitab pada kakaknya si Watti, belom lagi saat ia mau mendaftar di STIGAN (sekolah tinggi Ilmu Gaib Nasional) wakakakakakak! Etraaaa Etraaaa!!! Dan ada Amanda Zefanya (mantan Miss Indonessia 5 tahun lalu kalau ga salah) yang membacakan nukilan Petir. I tell you, si Amandanya keren banget ngebacain nukilannya, bahkan lebih mendalami karakternya dibanding Chicco tadi. Nih anak cantik banget pulak kan, jadilah itu kita seisi ruangan ngakak pas dia baca bagian bagaimana Elektra memperkenalkan namanya dan asal muasal namanya dan nama kakaknya. Boleh juga nih Amanda memerankan Elektra kalau suatu saat Petir dibikin film.

Selalu ada lagu yang menjadi selingan pada tiap pembacaan nukilan. Lagu-lagunya masih nyambung sama isi nukilan yang dibacakan, tapi saya lupa lagu apa aja. Dinda Kanya Dewi naik keatas panggung untuk membacakan nukilan “Partikel” sebagai ZARAH. Dari semua serial supernova, PARTIKEL adalah paling favorit dan Zarah adalah karakter yang paling saya gilai.

Setelah Partikel, kalian pasti tahu kan nukilan apa yang akan dibacakan? tentu saja “GELOMBANG”. My fav Indonesian movie director, Joko Anwar kebagian membacakan nukilan Gelombang, sebagai Alfa. Aslikkk! logat Medannya kental kalipun bang! Joko Anwar membacakan pas bagian Alfa duduk diatas kapal laut yang membawa Alfa dan keluarganya hijrah ke Jakarta. Inget ga adegan dia ketemu dengan pria bernama Frank Sinaga? Frank yang ngajak Alfa nyanyi  “New York, New York” by Frank Sinatra. Lalu Imelda (kakaknya Dee) bermain piano dan menyanyikan lagu New York, New York”. Gilakkkk! keren banget! banget-banget! permainan pianonya bikin semua penonton tepuk tangan.

Saya makin ga sabaran ingin menyelesaikan buku IEP ini secepatnya tapi juga gak rela kalau akhirnya serial supernova ini disudahi disini (ya ngana maunya apa sih Jo! hahaha). But, ok don’t be so dramatic ya Jo, nikmatin aja apa yang ada di depan mata yaitu beranjutnya acara #15tahunsupernova ini dengan ditayangkannya sejarah perjalanan Dee dalam awal menulis, menerbitkan dan memasarkan serial supernova yang pertama yaitu KPJB. Semua orang-orang yang berjasa terhadap karir Dee  diinterview lewat cuplikan video yang disajikan. Psssstttt, Dee bilang kalau waktu itu ada 8 ribu buku yang gagal cetak, terus akhirnya buku-buku itu dijadikan gift untuk para wartawan dan untuuk promosi, plus dijual murah di kampus-kampus. Wakaakakakakak! 😀 😀 kebongkar deh rahasianya. Tapi salut banget ya, perjalanan 15 tahun menurut saya gak mudah, banyak up and downnya tapi Dee bisa melewati itu semua hingga tiba di titik sekarang, dimana semua orang memuja karya-karyanya. Alvin Adam, moderator acara siang itu mengatakan “sekarang siapa sih sutradara dan produser yang gak pengen bikin film adaptasi novel Dee?” yeayyy!! betul sekali! dan saya langsung berdoa dalam hati, semoga yang nanti membuat menggarap serial supernova lanjutannya yakni Akar, Petir, Partikel, Gelombang dan IEP adalah orang-orang yang sama jeniusnya dengan mak suri ini, soalnya kalau yang bikin film standard-standard aja, nanti kita kiciwaaa beratsss mak! *HearMyPrayerOhLord* 😀

Dalam sesi tanya jawab dengan Alvin, Dee menyebutkan bahwa dia juga sering mengalamin yang namanya writer’s block atau bahkan merasa beban dengan segala ekspektasi para pembaca setianya. Tapi Dee punya suami yang luar biasa katanya, yang bisa membuat Dee jadi ‘waras’ kembali…hehehehe. Dee menjelaskan kalau dia terus-terusan memikirkan apakah tulisannya ini nanti akan memenuhi ekspektasi pembaca atau tidak, dan inilah akhirnya yang makin menghambat proses menulis itu sendiri. Dee pun teringat bahwa dia harus kembali ke corenya dia menulis, bahwa serial supernova ini sejatinya bukan beliau tulis untuk siapa-siapa. Supernova hanyalah cara Dee bertanya sekaligus upayanya untuk menjawab….. so, she got back into her cave and write again, again and again until finally she finished her last episode, Intelegensi Embun Pagi yang menurut saya ini buku paling EPIC yang pernah saya baca! nanti review tentang IEP akan menyusul ya(saya masih di halaman 262, dan bingung mau selesain IEP dulu atau tulisan ini.hehe)

Dee menyampaikan hal yang paling penting di ujung sesi tanya jawabnya, yaitu tentang mengapa dan apa tujuan ia menuliskan serial supernova ini? Dee menjawab bahwa dalam kehidupan kita sekarang yang sangat modern terutama untuk orang-orang muda, pertanyaan-pertanyaan yang esensial tentang hidup seringkali terabaikan atau dengan kata lain, kita menjadi kurang peka. Untuk itulah Dee menyampaikan segala pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang hidup. Kalau misalnya kita sudah tertarik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, maka kita bisa menjadi pembelajar yang luar biasa, bisa mengeksplorasi banyak hal. Dee memang sengaja, ingin selalu menimbulkan banyak pertanyaan lewat supernova. Tidak semua serial Supernova itu manis seperti permen, banyak yang meresahkan. Partikel adalah salah satu contohnya. Dee memang sengaja ingin memancing kita para pembacanya untuk ikut menjawab segala pertanyaannya, atau bahkan agar kita juga akan mepertanyakan banyak hal tentang hidup, supaya kita juga bisa menjadi pembelajar yang luar biasa, seperti yang Dee sebutkan diatas. WOWWWW!! SPEECHLESSSS MAKSIMAL SAIYAAAH!

Sesi tanya jawab selelsai, maka acara akhirnya ditutup dengan pembacaan nukilan Intelegensi embun pagi oleh Dee yang SUMPAHHHH MAKKK! bikin merinding…. lalu Dee menyanyikan lagu yang menurut saya magical banget. Cocoklah sebagai OST supernova. Para tamu undangan serempak berdiri dan bertepuk tangan meriah! saya berdecak kagum tiada hentinya atas rangkaian acara dari awal hingga akhir. Ini bukan sekedar perayaan 15 tahun supernova, bukan cuma sekedar perayaan betapa besarnya karya Dee, bukan juga sekedar perayaan launching buku IEP sebagai episode terakhir Serial Supernova, namun bagi saya ini adalah PERAYAAN HIDUP!

Dee berhasil menyentuh hidup manusia dari berbagai sisi. Bagi kalian yang baca serial supernova ini tentu tahu maksud saya, bahwa banyak hal yang bisa kita pelajari dari tiap-tiap pertanyaan sekaligus jawaban dari tiap-tiap karakter yang kita temui dalam serial supernova ini. Saya contohnya, bisa aja saya ngakak-ngakak pas baca PETIR tapi jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya mepertanyakan banyak hal tentang diri saya dalam beragama, dalam berperilaku, dalam berucap.Elektra yang membuat saya sadar tentang semua hal itu, makasih ya Etra!!! Belum lagi Zarah, yang sudah semena-mena bikin air mata saya gak bisa berhenti menetes saat dia akan berpisah dengan Sarah orang utan di Tanjung puting, bikin saya lebih peka terhadap lingkungan, tentang sesama mahluk ciptaan dan untuk lebih dekat dengan alam. Tangis dan amarah saya juga  tak bisa terkontrol saat Zarah memergoki Koso berada di apartemen Storm kekasihnya. Zarah juga yang mengajarkan saya untuk berdamai dengan diri sendiri, termasuk memafkan orang yang mungkin sudah menyakiti kita. Well, tiap orang pasti beda-beda kan persepsinya tapi bagi saya hal-hal simple yang saya dapatkan setelah membaca serial supernova ini adalah justru sangat berharga.

Terimakasih untuk ending yang begitu indah dalam perjalanan #15tahunSupernova yang menciptakan banyak tanya dan sekaligus jawaban dalam diri. Teruslah berkarya ibu suri,. Terimakasih  sudah menjadi bagian dari perjalanan ini. Secuil cerita masa kecilku di Sianjur Mula-mula yang diceritakan lewat Alfa Sagala dalam buku Gelombang. Terimakasih atas undangannya ya mba Dee, semoga suka dengan hadiah kecilnya. Aiwapyuuuuu Full pokoknya…… 🙂  🙂

Berikut foto-foto yang sempat saya abadikan:

image

Dee setelah selesai acara, yang mau nyalam dan foto mesti kudu sabar antreeeeee!!!

image

Dee with Her Dad, Dee with Alvin Adam, Dee membawakan lagu, Dee dengan para partisipan

image

yanaseeeebbbb sendirian, selpiannn aja deh ah! hahaha

image

Hadiah kecil buat Dee, sebuah miniatur IEP yang saya pesan di @own_toys

image

Mapping Serial Supernova yang sungguh luar biasa keren!

image

Draft Supernova dan Supernova edisi pertama dulu

image

Berbagai laptop yang dipakai Dee dalam penulisan Supernova

image

Si Jaga Portibi

image

Pembacaan Nukilan Akar oleh Chicco Jerikho, Petir oleh Amanda Zefannya, Partikel oleh Dinda Kanya Dewi, Gelombang oleh Joko Anwar

image

You know who they are, right?

wp-1456733510702.jpg

Last but not least, finally was able to take a picture with her….Dee, the author of Supernova! Too bad ga sempat ngobrol banyak…I really hope to meet her again one day! Love you mba Dee!

Ps: Kalau mau lihat cuplikan video yang berhasil saya rekam saat acara dan beberapa foto lainnya, silahkan lihat di IG saya @joeyz14

Sekian dan terimakasih! Now let’s continue reading the IEP!!!

XOXO,

Joeyz, yang lagi seneng banget!

Advertisements

72 thoughts on “15 Tahun Supernova: SEBUAH PERAYAAN HIDUP (Dari Bintang Jatuh Hingga Embun Pagi)

  1. Woww lucky you. Keluarganya Dee adek kakak hadir semua ya Kak, mantan suami juga hadir. Dan hebat juga Ibu Suri masih simpen proses coret2an bikin Supernova. 👍

  2. aku dari dulu tertarik mau baca serial supernova, karena temanku ada yg suka baca ini juga, tapi sampe sekarang blm kesampean, takut gak ngerti, hihihihi….
    *racuni aku dong biar aku baca juga* loohh….

  3. Gw di halaman 320 something tapi gak gerak-gerak. KZL ama ceritanya! In a good way. Hahaha. Btw lu bilang speechless bolak balik tapi panjang amirrrr tulisan ya bokk. Gimana kalo gak kena speechless Jo? Hahahahaha.

    • Gue dah di halaman 379 dan. Gue speechless pas acaranya kan dan…pas nulis banyak banget yg mau gue omongin..hahahaha you know me lahhh si emak2 ceriwis..LoL

  4. Joooo, aku nunggu tulisanmu ini kok ga muncul2, tiap hari buka reader wp sambil berharap2 cemas haha. Ahhh, akhirnyaa kamu berfoto dengan Ibu Suri! Toss Jo, berarti kita punya koleksi foto bareng dia dari benua yg beda 😍😍 seruuuuu Jo acaranya. Seperti ikut merasakan ada disana. Thanks sudah menuliskannya. Dee emang jenius yaa, makanya aku sudah jadi fans garis kerasnya sejak dia menciptakan lagu Satu Bintang di Langit Kelam *ketauan angkatannya haha. IEP ku sudah dalam perjalanan ke Belanda, tapi mampir dulu ke Iceland *IEP aja sudah ke Iceland, yg beli anteng dirumah 😅 Zarah juga idolaku Jo dalam serial Supernova, meskipun bacanya belum selesai ini haha *antara diirit2 sama meresapi bukunya. Antara senang dan sedih ya IEP terbit, Supernova selesai.

    • Hi Den….so sorry ya lama banget nih selesain tulisan ini soalnya panjzaaaaaanggggg beudddd! Dah gt aku tergoda mau selesain IEP nya….huhuhu galau kan mak. Hebat IEP mu dah meluncur kesana yaaa…aku masih di halaman 379…lagi seru2nya…eh semua halaman seru den….jenius abis nih bu suri. Lots of surprises in there…selamat menanti IEP ya den

  5. Aku pernah ikutan meet and greet dgn Mba Dee pas mbaknya rilis novel pertamanya, mba. Waktu itu masih kuliah & buat tugas kuliah juga. Lha makin ke sini aku kok makin ndak mudeng dengan Supernova ya. Di situ aku merasa embub mba 😀

  6. Jo.. Aku dulu baca supernova gak nyampe brainku Joo.. huhuhu.. terus mau ngulang lagi, harus berurutan dari awal lagi kah?

    kereeeen deh kamu Jo, ikut seneng bacanya. aku jg suka ama dia sejak jaman RSD udah bikin cerpen keren ttg keluarga kecoak di majalah mode..

  7. OMG Kereeen banget, asli gue baca postingan elo aja udah kerasa crazy nya Dee menciptakan Supernova. Sayang gue gak bisa ikut dateng ya, padahal ada sesi untuk umumnya 🙂 tapi cukup terpuaskan dengan baca postingan elo ini Jo.
    Aaaaah ketemu Ikka Natasa pulaaa X))
    Ish bikin sovenir buat Dee nya keren deh. Gue jadi pengen bikin tato lambang2 supernova deh ditangan 🙂

    • OMG mayaaa…I wish you were there…soale gue garing amat ndirian ga ada temen ngobrol or berbagi rasa kayak waktu kita nontkn konser bon jovi. Iya Ika mondar mandir aja depan gue…yasudlahhh ajak fotoan aja. Hehehe aisshhh tato embun aja guelah lambang si Gio….LOL

      Dah kelar baca may? So far gue masih di halaman 400an…

      Gue jadi pengen piknik ke Asko nih…Lol😂😂

      • Hahahahah Iya I wish I were there too. Seru ih 🙂
        Gue ya ngebayangin tuh yang jadi Gio nya siapaaa cobak kalo di film in 🙂
        Gue udah finish tadi malem Jo, sampe beler rasanya mata pas bangun pagi gegara kurang tidur 😆 but it’s worth it. Aaaah akhirnya Supernova tamat jugak 🙂

      • Hahahah I knew it. Baca postingan review elo pasti elo sambil ngeluarin kata2 kayak di postingan elo soalnya…gue juga sama 😀

  8. akhirnyaaaa baca juga aku kisah lengkap mbak Jo hari Sabtu kemarin!!
    duh aku liat mappingnya sampe geleng-geleng, gilaaa keren banget itu mappingnya!!
    rasanya aku pengen koleksi supernova dengan cover2 awalnya deh Mbak Jooo

    • Hari Minggu ini ra…hehehehe

      Mappingnya tuh pengen kuculik banget deh ra…

      Iya ya pengen koleksi edisi pertama. Btw partikel ku entah kemana huhuhu

      • Huhuhu kalau koleksi ilang tuh sedih banget yaaa Mbak Jo…aku kehilangan akar yg edisi lama mbak T.T

  9. Akhirnyaaaaa, cepatlah resensi full spoiler si IEP Jooo, dan kau udah belikan buatku kaaaan hahahaha *udah nitip maksa pula yak *ciyum*. HEbat banget emang dia Jo, itu dia pake research segala kan untuk semua tulisannya. Itu yang gagal cetak dulu aku beli dari bosku yg anaknya kuliah di unpar dan jadi tim pemasaran buku si KPB itu, edisi hemat katanya kan tulisannya mepet mepet tapi romantis loh menurutku hahaha. Toss cerita Petir itu bagus pake banget, tapi kalo puisi aku masih paling cinta sama puisi KPB. Dan yang Partikel itu kalo buat aku pas Zahra ninggalin Sarah malah mewek karena inget krucils, Jo. Aneh kan ya, tapi menurutku gambaran Dee mengenai Zahra ke Sarah itu gambaran yang indah banget dan pas soal ibu-anak (ya maap yg gak sepikiran hahaha) sejalan banget sama tulisan yg dulu pernah kubaca kalo amit-amit ada kenapa-napa di salah satunya, maka yg lebih menderita memikirkan itu (bukan kondisi keadaan fisik dan ekonomi yak) adalah jika ibu kehilangan anaknya dibanding anak kehilangan ibunya. Anak yang diasuh orang baik bisa jadi melupakan ibu yang meninggakl/pergi, tapi ibu yang ditinggal anak gak akan pernah bisa melupakan anak yang pergi/meninggalkannya. Hoalah Jooo di tempatmu ini lalap komen sekalian curhat awak

    • Wakakakakakak…here comes the komen and the curcol! Tenang aja mak gue kan penggemar komen2 panjangmu…hahahaha

      Aku baru sampek halaman 400an…walahhh 300 halaman lagiii…antara gak rela habis dan pengen cepet2 tau endingnya.

      Ku cek2 reviewnya belom ada yg review…pada blom kelar dan skalian bingung kali mau review darimana….pokoke ini bikin ternganga2 deh!!! Haduhhh! Tunggulah ya…mudah2an review alias spoiler dariku tayang minggu depan…hahahah lama beud yak

  10. keren bisa hadir diacara lauching buku IEP. aku yang tadinya nga tau buku ini jadi ikutan baca loh, berusaha ngabisin gelombang sebelum baca IEP hiksss. Tapi serius ibu suri yang satu ini beneran jenius. ide nya briliant bangat menampilkan tokoh2 disetiap bukunya.

  11. Aku udah khatam melototin IG, aku udah khatam sirik foto ama Bang Chicco. Sekarang tinggal bilang, kamu beruntung and kece banget Joooo 😘😘😘

  12. Walopun aku doyan baca movel, tapi untuk supernova, aku 🙆🙆angkat tangan, nyerah, ndak ngerti, beda generasi kali, qiqiqi…emak emak kayak aku, hanya ngerti kalo novel yang gampang gampang, kayak har pot,…dan aku juga punya pengalaman kayak Jo, sangat terharu sampai mbrebes mili, alias mata berkaca kaca, waktu nyampe di Universal Studio Osaka di theme park nya har pot…lebay ya..

  13. Iya ya.. baru kepikiran. Akan sangat bagus kalo membuat mapping flow chart untuk sebuah novel. Dee emang keren. Tapi aku ga mau baca review buku IEP kamu, ada spolierrrrr.. aku belum beli bukunyaaa. hih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s