54

Soal Mengalah

“Kak, kamu ngalah donk sama adeknya”

Kata-kata itu sering terucap dari mulut kami berdua di rumah, tapi belakangan saya melarang uppa untuk mengatakan hal itu pada kakak G. Saya merasa ada yang salah pada instruksi untuk selalu mengalah pada adiknya tanpa melihat casenya. Yes the art of having two kids or more ya begitu memang. Permasalahan tiap hari ga jauh-jauh dari beranteman between siblings. Saya adalah kakak dari adik saya satu-satunya, yaitu si Jc. Ga usah ditanya ya kayak apa dan sesering apa kami berantem waktu kecil dulu. Pokoknya bisa kejar-kejaran keliling gang rumah cuman gara-gara kesel rebutan mainan or habis gondok-gondokan. Mamak juga sering suruh saya mengalah sebagai seorang kakak dan itu rasanya gak ikhlas banget harus disuruh ngalah terus-terusan. Kami berhenti berantem saat saya masuk SMA dan harus bersekolah di sebuah boarding school di Malang. Berjauhan membuat kami jadi saling merindu dan makin sadar kalau kita saling sayang.

Kata mengalah artinya dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
meng.a.lah
Verba (kata kerja) 
(1) tidak mau mempertahankan (haknya, pendiriannya): dalam perdebatan itu ia selalu mengalah; 
(2) dengan sengaja kalah; pura-pura kalah: balaslah, jangan mengalah saja

Jadi mengalah itu sebenernya susah juga ya, susah kan untuk sengaja kalah. Kenapa kita otomatis mengarahkan kata “mengalah” kepada yang tertua? Padahal kan belum tentu harus selalu begitu. Saya mulai tidak lagi selalu menyuruh kakak G untuk mengalah pada Ndul adiknya. Saya akan lihat casenya seperti apa. Misalnya, kalau apa saja yang si kakak pegang duluan lalu diambil paksa sama ndul, saya kekeuh ga mau ndul ambil hak kakaknya. Walau setelahnya ndul pasti nangis meraung-raung, musti tega.

Tapi ada case dimana mereka sama-sama mau nonton film dan ternyata mereka punya selera yang berbeda kan, jadilah kadang saya suruh kakak mengalah untuk kasih adeknya dulu yang nonton film kesukaan dia. Itu pun sekarang saya mulai perbaiki lagi bahwa gak selalu film kesukaan ndul dulu yang dipasang, gantian kakaknya duluan. Pokoknya sekarang mesti bisa lebih adil dan bijaksana*dah kayak Pancasila ajaa yah😁😄*

Case lain adalah bilamana si adik ngantuk mau tidur dan harus dikelonin dulu sama saya tapi saat yang sama si kakak mau ditemanin baca buku, untuk hal seperti ini tentu saya suruh kakak mengalah untuk menunggu saya selesai menidurkan adiknya. Ada case dimana kakak harusnya lebih mengerti situasi yang ada dibanding adiknya. Saya berusaha supaya kakak diajarkan untuk menyuarakan pendapatnya bahwa ia tidak mau mainannya diambil, tidak mau adik melulu yang didahulukan. Hal ini dilakukan agar kakak tidak merasa selalu dijajah dan ndul tidak merasa apa pun yang diinginkannya akan selalu didapat.

Kenapa saya mulai melarang uppa untuk selalu menyuruh kakak G mengalah sama adeknya? Tentu karena saya lihat efeknya jadi jelek buat si adek yang terus-terusan diberi apa yang dia mau, jadi manja dan semau-maunya. Nah tapi nih, efek paling jelek menurut saya ya justru ke si kakaknya. Kenapa? Karena hati kakak pasti sedih tiap kali disuruh mengalah sama adiknya.

Saya ingat pernah baca di salah satu novel favorit saya “Sabtu Bersama Bapak”, kalau ga salah disitu disisipkan juga parenting tips yaitu salah satunya untuk tidak selalu menyuruh si kakak mengalah pada adiknya. Tidak selalu menaruh beban yang lebih banyak di punggung seorang kakak. Biar bagaimana mereka sama-sama anak kita yang mesti disayang, perhatikan dan diperlakukan EQUALLY!

Ada efek lain yang paling buruk dari selalu menyuruh si kakak untuk mengalah, saya mengutip dari web parenting, katanya RASA MARAH AKAN TERPUPUK. Karena bila kakak terus menerus diminta mengalah, ia bisa membenci adiknya karena adik selalu mendapatkan apa yang diinginkan dan ia tidak. Kemungkinan yang bisa muncul adalah ia akan meniru cara adik untuk mendapatkan keinginannya, baik di rumah atau sekolah. Bisa jadi, ia tertekan atau justru ‘meledak’. 

Wahhh ternyata segitu berbahayanya ya kalau kita tidak berhati-hati saat menyuruh si kakak untuk mengalah terus-terusan pada adiknya. Saya berharap bahwa saya akan selalu bisa adil pada duo G di rumah.

Kenapa saya tulis tentang hal mengalah ini? Karena sekarang kakak G sudah mau Mau 6 tahun dan udah mau SD dan sudah cukup mengerti artinya kecewa. Saya melihat kesedihan dimatanya bila dia selalu mengalah pada adiknya dan dia biasanya jadi diam. Seringkali saya lihat dia mengalah dengan sendirinya tanpa kami suruh, tapi kok jadi saya yang sedih melihat dia seperti itu. Untuk itu saya ingin memperbaiki hal ini dan mudah-mudahan tulisan ini adalah juga pengingat untuk saya supaya bisa lebih adil dalam memperhatikan dan memperlakukan kedua anak saya dengan sama. Kakak gak selalu harus mengalah pada adiknya…. setuju?

image

image