Audio

Matahari Yang Menyeruak

Entah sejak kapan tapi saya selalu lebih menyukai matahari terbit dibanding matahari terbenam. Walau iya memang sunset itu cantik dan sexy tapi sunrise seperti memberi pertanda bahwa kamu akan memiliki hari yang indah, sunrise means spirit for me. Sunrise seperti memberitahukan untuk tetap semangat dan optimis, sedangkan sunset membuat hati mellow. Aneh ya? tapi itu yang saya rasakan tiap kali melihat sunrise dan sunset. Mungkin karena Sunrise itu seperti mengartikan pertemuan dan Sunset adalah perpisahan. Ahhhh abaikan…. hanya persepsi abal-abal saya. Hihiiiii….

Beruntungnya tinggal di negara yang masih bisa melihat matahari terbit hampir setiap hari karena di belahan dunia lain ada yang merasa langka melihat sunrise ini tiap hari. *Lirik-lirik yang di Yureppp* πŸ˜€

Nah, sejak pindah ke Tangerang, saya mempunyai hobi baru yaitu menikmati jalan lurus panjang yang saya lewati setiap hari. Di kiri kanannya ada pohon-pohon tinggi dan kedua sisi pohon itu bertemu ditengah menjadikan sepanjang jalan itu beratapkan pepohonan. Yang bikin hati hangat adalah setiap saya lewat disitu sekitar jam 6.45 itulah saat-saat dimana matahari menyeruak masuk lewat celah-celah pepohonan yang bikin saya senyum sepanjang jalan dan entah kenapa bikin saya jadi semangat dan lupa menggerutu lihat jalanan macet diujung jalan itu.Β  Iya setelah menempuh hampir 7 menit jalanan lengang dengan pemandangan pepohonan dan matahari yang menyeruak dari celah-celah pohon itu, maka diujung jalan sudah disambut oleh padatnya motor dan mobil plus angkot yang berebut untuk tiba duluan di sebrang rel kereta api. Hiksss paling menyebalkan lewat jalur ini ya karena harus melewati perempatan jalur kereta api. Tapi ya itu tadi, kalau matahari lagi bagus bangetΒ  saya jadi lupa sama kesalnya liat jalanan menuju tempat kerja, lupa betenya liat angkot nyerobot dan lihat motor mepet di kanan-kiri.

Ahhhhhh terima kasih Tuhan, masih bisa menikmati matahari pagi yang menyeruak lewat celah-celah pohon sepanjang jalan yang kulewati setiap hari. Kakak G sampai bertanya-tanya kenapa mamanya ini suka senyam-senyum sendiri kalau pagi saat melewati jalanan favorit saya itu. Selamat menikmati indahnya sinar matahari….

Ps: Maaf belum sempat balas2 komen ya temans…aku sedang tergerussss sesuatu… hahaha….tau kan tergerus apaan? πŸ˜€

Xoxo
Joeyz-penyuka sunsrise

Btw, ini akhirnya bisa ambil foto jalanan favorit saya mumpung disetirin. Foto pake hp tanpa edit dan agak blur. Kalau pakai dslr pasti keren banget ya.

image

Advertisements

31 thoughts on “Matahari Yang Menyeruak

  1. Toss Jo, akupun lebih suka sunrise dengan alasan yg nyaris sama, semangat dan harapan. Kalau sekarang jadi penikmat sunset karena ga ada pilihan, sunrise jarang ada πŸ˜€

  2. Bener juga sih, kalau pas dapat sunrise memang memberikan energi gitu ya!

    Tapiii, kalau summer gitu kalau di Yurop yg utara masa sunrise-nya jam 3 subuh dong. Mendingan tidur kalau aku mah, ahahahahaha πŸ˜†

  3. Aku suka duaduanya.. Klo sunrise artinya bentar lagi ketemu ceraaah. Klo sunset artinya bentar lg ketemu kasuuur. Wkkkk πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s