48

Mamak! (INSERT : 1000 CINTA)

image

Hari Minggu kemarin si mamak tiba-tiba kirim WA ke saya dengan pertanyaan seperti diatas. Nanyain kami ada di rumah gak? Kirain nanya gitu ada tamu or saudara yang mau datang ke rumah kami. Eh ternyata doi lagi kesepian. Pengen banget dikunjungi ama kita terlebih dua cucunya. Dari malam minggu si mamak udah minta-minta duo G nginep di rumah mamak aja eh tapi mamak baru ingat kalau dia ada acara parsahutaon (biasa deh inang-inang batak banyak bener acaranya).

Sebagai anak, tentu kadang sedih denger kalimat “mamak kesepian”. Duhhh kadang disitu rasanya suka nyesel pindah jauh dari rumah mamak. Padahal ga jauh-jauh amat sih jarak tempuh rumah mamak ke kami yang sekarang cuma 45 menit aja. Eh tapi teteup jauh juga sih ya. Ya tapi dibanding dia kangen ama anak dan cucunya yang atu lagi, mesti kudu pakai paspor dan visa plus ngabisin ongkos belasan juta. Padahal dulu saat 2 tahun tinggal di dekat rumah mamak, selama dua tahun itu saya lihat mamak kayaknya bahagiaaaa terus, bisa lihat cucunya kapan aja dia mau. Palingan suka sebel liat kami kalau kami suka keluyuran ke mall or ke Bandung. Hihihi….

Kalau ditanya siapa orang paling penting dalam hidup saya, maka jawabannya udah pasti “Mamak”. Ga maksud mendiskreditkan suami tapi mamak buat saya adalah malaikat yang dikirim Tuhan dalam kehidupan saya. Dengan begitu saya berkesimpulan bahwasanya semua manusia punya malaikatnya masing-masing, karena kita semua lahir dari rahim seorang ibu. Hal yang paling nikmat dan saya syukuri adalah saya masih bisa merasakan kehadiran malaikat itu. Mamak masih sehat, mamak masih bisa mendampingi saya dari lahir sampai detik ini, sampai saya harus menjadi seorang malaikat juga untuk kedua anak saya. Tentu postingan ini tidak bermaksud membuat sedih atau iri teman-teman yang sudah kehilangan malaikat atau ibunya.

Justru saya ingin mengingatkan diri sendiri ‘To cherish the moment’ iya, menikmati dan mensyukuri saat-saat bersama mamak. Menghabiskan lebih banyak waktu dengan beliau, memberikan perhatian lebih banyak lagi dimasa tuanya sekarang. Lebih mengerti perasaannya dan menunjukkan rasa sayang kepadanya lebih sering lagi. Kenapa? Karena dimasa lampau mungkin saja banyak kata-kata serta perbuatan saya yang menyakiti hati beliau. Banyak hal yang diperdebatkan, banyak hal yang tak saya setujui walau akhirnya saya tahu bahwa semua yang mamak lakukan adalah untuk kebaikan anaknya.

Mak, semoga mamak selalu dalam lindungan Tuhan dan sehat selalu. Semoga mamak menikmati hari tua mamak dengan penuh senyum bahagia. Semoga aku bisa seperti mamak yang selalu tulus dan ikhlas menjadi malaikat penjaga kedua anak-anakku juga bagi cucuku kelak.

Makasih ya mak! Untuk semua yang sudah mamak lakukan sepanjang hidup mamak untuk aku dan anak-anakku. Tidak terlalu peduli sebenarnya tanggal berapa memperingati hari ibu tapi nggak ada salahnya untuk mengingat dan mengucapkan “Happy mother’s day” to you mak! I love you bertubi-tubi 😍😍😘😘😚

Ps: Ohiya diakhir WA si mamak, dia bilang dia bawain sepeda. Ternyata si mamak beliin sepeda baru buat Kakak G. Trus dia naik grabcar bawa sepedenya ke rumah kami. Ohhh so sweet amat sih mak! (INSERT: 1000 cinta lagi)