Damai Di Hati

Setiap manusia pasti punya pergumulan masing-masing. Pasti punya kesusahan masing-masing. Pasti punya tantangan masing-masing. Saat masalah datang menerpa normalnya kita pasti datang pada Tuhan sang pencipta kita. Melayangkan doa-doa permohonan agar kita boleh dilepaskan dari segala pergumulan dan permasalahan hidup kita. Walau harusnya doa kita bukan sekedar lepas dari pergumulan dan permasalahan hidup kita melainkan meminta kekuatan dari Tuhan untuk bisa melalui segala pencobaan dan permasalahan hidup kita. Dengan menyerahkan segalanya pada Tuhan dan saat kita sudah meminta kekuatan dari Tuhan maka damai akan ada dalam hati kita. Bahkan saat permasalahan hidup kita belum terselesaikan, belum sesuai keinginan kita tapi kita tetap merasakan damai di hati kita.

Akhir-akhir ini, saya hampir lupa fakta ini. Beberapa hal yang saya doakan 2 bulan terakhir hampir terlihat mustahil. Cita- cita saya, jalan kehidupan saya, dan harapan saya. Saya mengeluh kepada Tuhan karena kehidupan ini begitu tidak pasti dan yang saya mau dari Tuhan saat ini hanyalah KEPASTIAN. Seminggu kemaren saya ‘ngambek’ sama Tuhan, hati saya demo karna kalau Tuhan tidak kasih jalan maka saya akan pilih jalan saya sendiri. Namun Tuhan punya cara tersendiri untuk berbicara kepada saya.

Sampai saya membaca ayat ini:
“Allah turut bekerja di dlm segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yg mengasihi Dia, yaitu yg terpanggil sesuai dgn rencana Allah.”

Benar juga.

Benar banget.

Kalau saya tahu kemana saya akan pergi, mungkin iman saya tidak akan bertumbuh. Saya mungkin akan mengandalkan pengetahuan dan skill diri saya tapi bukan kuasa Tuhan.

Tuhan mungkin terkadang sengaja membuat kita menunggu, bertanya -tanya, bingung, menangis, bahkan mendiamkan agar kita belajar beriman kepadaNya mengenai segala sesuatu yg kita doakan padaNya.

Sering banget Over-thinking, terlalu terpaku pada hasil, ingin segera doa dijawab..melewatkan semua proses yg justru baik buat kita.

Yang pasti, sepanjang minggu ini saya belajar. Ketika saya mulai meragukan kenapa Tuhan belum menjawab doa saya sesuai yg “saya pikir” saya butuhkan, dan saya mulai mencari jalan sendiri, mulai goyah dan berhenti mendoakan permohonan doa, maka hati saya mengering. Iman mulai hilang. Dan saya kewalahan akan beban hidup.

Berhenti berpikir bahwa Tuhan tega karena sudah melihat kita menderita tetapi doa-doa belum dijawab.

God is working…. Dia sedang bekerja untuk menjawab doa kita dengan caraNya yg terbaik. Bukan cara kita.

Lalu saya membaca status seorang teman di Media sosial, dan rasanya hati adem bacanya. Kira-kira dia menuliskan ini:

Kalau kita tetap komit dengan permohonan doa kita dan MENYERAHKAN PENUH hal-hal yg diluar kemampuan kita ke Tuhan, Damai datang di hati.

Damai, walau masalah datang. Damai, walau situasi sulit. Damai, walau hampir ga ada harapan di depan mata. Damai, walau banyak tekanan dari luar. Damai, karena kita kenal siapa Allah kita.

Never give up on ur prayers, knowing that God is working the best for your lives. BELIEVE.

AMEN….Amen…semoga damai tetap ada dalam hati kita masing-masing apapun tantangan hidup yang harus kita lalui. Tulisan ini bukan untuk menggurui atau mengkotbahi teman-teman pembaca blog ini. Melainkan adalah pengingat untuk saya sendiri bilamana nanti saya harus meghadapi tantangan-tantangan hidup lainnya. Agar selalu mengingat bahwa Tuhan hanya sejauh doa, bahwa Tuhan yang pegang kendali dalam hidup kita. Percaya bila Dia yang menuntun kita di masa lampau maka Dia juga yang akan menuntun kita dimasa sekarang dan masa mendatang.

And by writing this, I feel more more peaceful now…. may peace be with you too friends!

Peace…peace wonderful peace coming down from our Father above!

image

Xoxo,
Have a peaceful day😊

Advertisements

12 thoughts on “Damai Di Hati

  1. Ah, terimakasih pengingatnya. Lg kurang sabaran juga nih akhir2 ini.. sampe ada dititik, Tuhan..kok blm jwb2 doa saya? Astagfirullah. Thanks for sharing mbak 🙂

  2. Nih pernah kutulis di blogku, copas aja langsung krn intinya mirip.

    Ada satu ibu yang bertanya begini, “Leony, saya lihat kamu kok kayaknya tipe yang positif terus. Tapi saat itu kamu kan sangat terpuruk, apa yang kamu doakan sama Tuhan?” Kemudian saya jawab, “Setiap hari doa saya kira-kira begini. Jika rencana saya sesuai dengan kehendak-Mu, ya Bapa, maka terjadilah. Jika tidak, saya percaya Engkau pasti berikan yang terbaik untuk saya.” Doa sederhana itu saya bawa sampai sekarang, bahkan saat saya meminta sama Tuhan permintaan yang seringkali sangat personal. Memang Tuhan nggak pernah kasih saya jawaban instan. Tuhan kasih saya berjuang dalam suatu proses yang panjang, terkadang butuh bertahun lamanya, tapi indah pada akhirnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s