He is a Legend

Sampai saat ini belum berani nonton tayangan sidang Ahok kemaren. Kenapa? Karena cuma liat dari status orang di sosmed aja udah sesenggukan😢😢😢…ga kebayang kalau nonton beneran. Nggak! Nggak sanggup.

I don’t care sama debat pilkada, aksi damai yang berjilid-jilid itu dan entah apa pun itu…iya I don’t care. Tapi kali ini sudah keterlaluan…bisa-bisa kita perang beneran kayak di negara-negara lain hanya karena kekuasaan politik yang ingin dicapai oleh pihak-pihak tertentu kita dipecah belah. Jangan tinggal diam. Jangan! Setidaknya berdoa semoga negara ini tetap bersatu. Jangan mau dipecah belah sama mereka si tikus-tikus raksasa yang rakus sama jabatan dan kekuasaan. Jangan ya…please jangan. Masih cinta kan sama tanah air? Masih mau kan berteman dengan yang berbeda ras, suku dan agama? Masih mau kan kita hidup damai-damai ? Kalau bukan kita yang mulai, gimana nasib anak-anak kita nanti di masa depan?  Sempat bangga menjadi warga DKI, warga Indonesia dan sempat optimis akan kemajuan Jakarta dan negara ini secara birokrasi dan kebersihan juga fasilitas warga…tapi pupus karena kalah pilkada dan makin hancur kemaren saat hakim mengetuk palu dan putusan hakim yang melebih tuntutan jaksa. This sillines will continue if we think this is still about religion about minority. No this is about politics…nothing else.

Dear anak-anakku, nanti kalian harus tahu ya bahwa di negara Indonesia kita yang tercinta ini pernah ada seorang pemimpin yang jujur, tegas dan berani melawan tikus-tikus raksasa itu yang mempertaruhkan nyawanya untuk kebenaran. Dia meamng bukan orang suci yang sempurna dan masih punya banyak dosa dan salah tapi setidaknya dia orang jujur dan punya dedikasi tinggi untuk negara ini dan untuk rakyatnya. Dialah bapak Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama, He is a legend. Bukan mitos ya nak…orangnya beneran ada kok.

image

Advertisements

45 thoughts on “He is a Legend

  1. I feel sorry. Sorry.. sorry 😢😢😢
    .
    .
    Mbak jo, aku sedih sekali. Teringat pernah 1 th hdp di pedalaman kalimantan, jadi minoritas dan diperlakukan dg sangat baik oleh masyrakat disana.. isu sara, agama, justru ga ada sama sekali.. disana semua hdp berdampingan, bahu membahu.. kejadian ini bikin aku sedih sekali. Kayak gini amat negaraku tercinta. 😥

    • Sedih sekali ya lativa…ini namanya mau bikin kita pecah belah…pak Ahok juga bukan orang suci tanpa cacat tapi pantaskah dia dapat hukuman itu? Its unfair tapi apa mau dikata…demi cecurut2 itu dia dikorbankan…

  2. Kemaren di tempat kerja langsung dapat pertanyaan bertubi2 dari kolega apa yg sebenarnya terjadi di Indonesia. Dulu pas rame2 demo dgn nomer berseri itu juga kolega2 nanya apa yg terjadi di sana. Aku satu2nya orang Indonesia di kantor jadinya musti hati2 menjelaskan. Tapi di Belanda pun kemarin beberapa media sudah memberitakan. Yg bikin aku nangis itu ingat Bu Vero. Hari ini nangis lagi pas lagi di RS nunggu antrian baca tulisan Sean. Semoga Tuhan selalu melindungi mereka. Pak Ahok tidak sempurna, tapi sudah membuktikan dia komitmennya tinggi untuk membuat perubahan ke arah yg baik dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

    • True den…dia bukan orang suci juga…tapinya gak gini juga ya… 2 tahun bok!

      Aku kebayang kamu ribet dan kudi hati2 menjelaskan ttg polemik di Indonesia ke orang di Belanda sana ya den. Semoga kita tetap bersatu ya. Jangan pecah belah gara2 ini..cuma itu aja yang aku doakan juga keadilan buat pak Ahok.

      • Yang bikin aku makin nangis itu pas suamiku bilang “bagaimanapun kondisi negaramu sekarang (atau nanti) kamu wajib ceritakan ke anak2 kita bahwa Indonesia Indah itu benar adanya dan mereka harus bangga dengan darah Indonesia yg mengalir di tubuh mereka. Dan Ibunya pernah bersalaman dengan salah satu pelayan masyarakat yang berjuang dengan segenap hati” yg bagian terakhirnya bikin ketawa diantara nangis sih.

  3. Jo gw liat di tivi pas Ahok berdiri mau keluar dr pengadilan dibawa ke Cipinang….nyessss…mata gw udah bengkak kaya nonton marathon itu Moon Lovers Scarlett hahahaha. Hari ini nggak terlalu pantengin berita, mata udah pedessssss….kmrn terus terang gw udah patah arang buat gw yg dobel minoritas ini.

    Selanjutnya gw copas status gw pagi ini…
    Tanah airku Indonesia
    Negeri elok amat kucinta
    Tanah tumpah darahku yang mulia
    Yang kupuja sepanjang masa

    Tanah airku aman dan makmur
    Pulau kelapa yang amat subur
    Pulau melati pujaan bangsa
    Sejak dulu kala

    Tanah dan air, katanya berlimpah di Indonesia yang negara kepulauan dan luar biasa kekayaan alamnya ini. Tetapi coba kita lihat di Jakarta, berapa harga tanah per meternya? Apakah kisa bisa mendapatkan tanpa membayar? Lalu air, bahkan ada beberapa tempat yang airnya masih kotor, masih menggunakan sumur, kita bahkan harus menimba untuk mendapatkan air.
    Andaikan udara juga harus membayar? Bagaimana jadinya kita? Sementara tanah dan air saja sudah cukup mahal walaupun katanya berlimpah di bumi Indonesia ini. Semoga kita menyadari bahwa Oksigen yang kita hirup adalah gratis karena diberikan oleh Tuhan. Bayangkan kalau harus membayar, bagaimana cara Tuhan menghitungnya? Karena itu kita harus bersyukur senantiasa dalam kondisi apapun juga (tiba2 teringat homili pastur suatu waktu itunya seperti ini, bisa inget karena bukan homili pastur yang lamaaaaaaa kalau ngomong hahaha).

    Entah kenapa Rayuan Pulau Kelapa menjadi salah satu lagu favorite gw dibanding lagu yang lain, karena menggambarkan kekayaan alam Indonesia, tanah air yang sekarang kurang aman. Negeri elok amat kucinta (jadi banyak yang malu ngaku orang Indonesia), kadang gw pun begitu kalau ke LN (ketimbang mendapat perlakukan diskriminatif dari orang2). Tapi gw percaya walau semua malu sesaat mengaku WNI tetapi dari lubuk hati yang paling dalem tetep mengakui, karena kita lahir dan besar di sini. Hanya bisa berdoa semua negeri ini tetap menjadi pujaan bangsa.

    Liat video Rayuan Pulau Kelapa ini kiriman dari salah seorang mama sekolah yang turut hadir di Balai Kota bikin dejavu pas gw lagi SMP lagi upacara hari Kemerdekaan di Istana Negara, tentu aja presidennya masih Soeharto (bukan yang lain) kami ada 10 sekolah mewakili untuk menyanyi di istana. 2 dari 10 sekolah itu adalah sekolah sebrang Istana dan sekolah sebrang Istiqlal dan sisa 8 lainnya merupakan sekolah negri. Kayanya kita sekolah sebrang istana nyanyi 2 tahun berturut2 seinget gw, kita dari sekolah jalan kaki kok keluar dr SMK trus nyebrang ke belakang Istana dan jalan sampe depan Istana ambil posisi. Gw agak lupa yang dinyanyiin ada berapa lagu, kurang lebih 10 lagu dan yang gw suka adalah Rayuan Pulau Kelapa dan Syukur, entah kenapa…

    • Ya ampunnn terharu gue bacanya fel..

      Mudah-mudahan kita tetap bersatu..jangan sampai pecah belah dan perang. Cuma itu yang gue takutkan. Justice for Ahok!

  4. Sungguh tidak adil banget ya terjadi ya Jo. Politik di Indonesia masih kotor banget; dan ternyata banyak juga yang masih termakan isu-isu SARA seperti itu. Padahal sudah tahun 2017. Yang ini beda rasanya dari kekalahan Pilkada kemarin. Kalah ya kalah (walaupun lawannya menang dengan cara yang begitu deh), tapi yang ini lebih menyayat hati banget!

    • Terlalu menyedihkan kan tje. Makanya aku pun ga mau baca berita dan nonton peresidangan Ahok..takut emosiku ga stabil trus jadi ga terkendali di sosmed. Tapi untuk hal ini aku ingin menyuarakan suaraku..kalau aku kecewa dan berharap jangan sampai kita terpecah belah. Cecunguk2 itu mah enak2 ketawa karena tercapai keinginannya…😢

  5. Aku sedih banget baca ini. Aku sendiri ngalamin pas tumbuh besar, diperlakuin ngga enak, kemarin udah senang sekarang minoritas udah mulai diterima eh… pupus harapan deh sekarang 😦

  6. Saya juga sampai heran. Kalau ada orang yang ‘berani’ membuat suatu terobosan, pasti deh berakhir naas. Pak Antasari, Pak Novel, dan sekarang Pak Ahok. ‘Petinggi nakal’ di negara kita seolah nggak mau diusik. Disenggol sedikit, yang nyenggol langsung didororong jatuh.
    Kapan Indonesia mau maju kalau setiap ada anak bangsa yang mau ‘memperbaiki’ Indonesia, malah dicegat dan didorong jatuh, jauh-jauh. Saya pikir Pak Ahok sudah sangat berani. Dan keberaniannya beliau ternyata sangat ‘mengancam’ stabilitas ‘petinggi nakal’ di sana.
    Hmm, namanya juga politik. Kata orang sih kejam. Tapi ya, apa karena politik nasionalisme hilang? Di sekolah diajarkan untuk mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan individu dan golongan. Tapi kenapa kenyataannya kontradiktif?
    Entahlah.

    • Memang ini intinya ya kekuasaan dan politik…apapun caranya ditempuh demi kerakusan mereka2 itu. Ahok hanya salah satu kutu kecil yang mengganggu rencana mereka coba mereka singkirkan…mereka berhasil. Sedih ya!

  7. “Jangan mau dipecah belah sama mereka si tikus-tikus raksasa yang rakus sama jabatan dan kekuasaan.”

    Ini intinya Kak. Sialan-sialan di pucuk kekuasaan politik dan ekonomi :’)

      • Karena politik bicara menang kalah, dan pembicaraan menang kalah akan semakin membuat orang buta bila spektrumnya semakin tinggi,

        Sulit menghindar dari kekacauan ini, Kak 😢

  8. I cry all night long. Sedih banget. Dan makin sedih pas tau banyak yg nangis juga. Itu tiba-tiba air mata keluar gitu aja 😦
    Ih pas di Balaikota (sebelum putusan) banyak banget warga yg dateng kan mau foto. Dan walaupun sama ajudannya udah dihalangin. Sama Pak Ahok masih dilayanin loh. “Ayo mana sini yg mau foto.”

    • Sedih dan kecewa plus malu ya ji… semoga ada ahok2 lain bermunculan. Ga peduli mau minpritas or mayoritas yang penting jujur berani dan berdedikasi tinggi untuk kepentingan rakyat.

      Iya nyesel ga kesampean ke balai kota. Temenku pas banget tgl 8 mei nya ke balai kota trus fotan ama Ahok. Bukan mendewakan dia sih..tapi memang dia Legend…baru ini kita punya setitik harapan..trus musnah ketika palu diketuk! 😢

  9. Sedih yaa.. pdhl seumur hidup gua ga pernah lho merasa berbeda. Kalo main juga ga pernah pilih2. Selama kita nyambung aja. Toh bukan pilihan kita ya lahir di indo. Udah takdirnya negeri ini majemuk. Justru kita Kaya karena bhinneka tunggal ikanya, kok ya skrg mau diobrak abrik gini ya.. cuma gara2 satu oknum haus kekuasaan ya. Bejat banget. Sedih bener ih.. semoga dgn kejadian ini, jiwa nasionalis bangsa pada bangkit dan melawan ya.

  10. Yang paling kasian tuh bu Vero dan anak2nya. Mungkin mereka pikir malam ini mau makan apa sama Bapak, asik bisa nonton TV bareng, asik ada yang nemenin ngerjain PR, ehh.. Denger putusan kayak gitu siapa yg gak shock coba.

  11. To me it’s just another political chess game. Curious to see what’s next.. Sadly to see too many naive individuals easily manipulated and blinded by what’s so called loyalty..

    • Tumbal…dan banyak embel2 lain..doakan saja ya mba fe kita berdoa sama2 supaya yg terbaik utk ahok juga negara ini. Hiks menyedihkan betapa ceteknya pemikiran orang2

    • Speechless sampai benar2 bengong dan akhirnya menitikkan air mata mba Ri. Justice n democracy hanya bullshit disini mba ..sedihnya negaraku

  12. Aku juga belum berani nonton videonya mba, wong baca beritanya saja sudah pakai acara nahan tetes air mata terus, baru kali ini sedih nda ketulungan begini lihat pejabat negara “ditumbalin” seperti ini. Aku masih mau berteman dengan mba, dengan blogger lain, dengan orang lain yang berbeda suku-agama-ras-kepercayaan-apapun itu karena itu membuat hidupku ini jadi indah. Sedih lihat Indonesia harus seperti ini karena kita semua nda memilih untuk lahir sebagai ini atau itu.

    • Tentu donk wien..aku akan mau tetap berteman dengan wien dan yang lain…ini yg error kan manusia2 sok beragama…bukan berTuhan (yamg beragama ama berTuhan beda menurutku) semoga kita makin pintar menyikapi hal2 yang terjadi sekarang ini ya wien

      • Amin. Semoga kita bisa menyikapinya dengan bijak ya mba. Iya, saya juga menganggap orang yang berTuhan itu beda dengan yang beragama. Sering sekali lihat yang katanya beragama tapi tidak berTuhan, sebaliknya yang berTuhan juga tidak beragama. Pada akhirnya, agama itu menurutku hanya pelengkap selama kita hidup (apalagi di Indonesia) supaya lebih mudah untuk mengurus ini itu, tapi iman kita tidak bisa diukur dari agama itu.

  13. Aku sampai sekarang nggak nonton tv dan video Ahok di persidangan. Baca berita di sosmed aja dari kemarin udah nangis, apalagi kalau sampai nonton. Lihat Monas nangis, lewat Balai Kota nangis. Duh, perasaan dulu ditinggal pacar nggak gini2 amat. Sedih banget. Kecewa karena tadinya harapannya besar banget trus kayak dijatuhin ke jurang pas tau banyak politisi2 jahat yang ingin berkuasa rela melakukan apapun demi kepentingannya. Marah, sedih, marah, sedih. Gitu tiap hari. Semoga Tuhan membukakan jalan, ya. Tuhan nggak tidur, kok. 🙂

    • Hallo naomi..makasih sudah mampir sini. Iyaaa nangis cuma baca di sosmed jadi ga berani nonton video or tv. Dia kalah pilkadaa aja masih belom percaya apalagi ini divonis 2 thn.

      Amin God will work. Always

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s