2

Learning About Faith Through This Lady

There were too many struggles I have been through.

There were too many trials and fight I have to face for these past two years.

Just too many…

Just too many…

I wish I could raise a white flag and telling God…I give up because this is enough for me.

I blame him, I blame them and I even blame myself just to make myself feel better.

I thought I have prayed a lot to God

I thougt I did my part.

I thought I trust Him that He is my God who provide everything.

My thought is just a thought until I talk and share with this lady.

She has been through many trials and fight and she is now fighting to get something that every family dream of..

She told me about how she believe the power of a prayer and eventhough she did not tell me, her daily life reflects how she put all her trust to God.. How she surrender her life to Him and how she really believe that God will give what she asked for.

But then she continued, whether God will give her or not, She will still feel grateful and blessed….

And I felt something came out from my eyes….all looked blurry… I almost shed tears…but I managed to hold it.

Then I talked to myself… “oh This is what I call having real faith in God”.

I wish I could be just like her…

Trust in Him

Surrender to Him

With all our heart and soul

So whatever trials that I might face,

I have no worries but just have faith in Him..because through trials we can grow stronger and through trials we can stay closer to God.

You need a little rain to have a rainbow, Isn’t it?

So, I want to learn to have faith like her. By saying to have faith like her means I need to spend more time with God. To rest my mind from this world thingy… Because I believe the more we spend time with Him, the closer we are and the stronger we are and the more faith we have in Him.

She is one of my precious person in this world. I want to keep her as my God Given friend till forever.

Thank you Debora….

Advertisements
22

Saur Matua Mauli Bulung

Ada yang pernah dengar kata-kata diatas? Ya “Saur Matua Mauli Bulung” adalah acara adat batak tertinggi untuk konteks upacara kematian. Sebelumnya saya mau ajak teman-teman untuk mengetahui sedikit informasi tentang adat batak yaitu tentang upacara adat untuk kematian orangtua. Jadi ada tiga macamnya dan menurut Bulman Harianja BA, Wartawan SIB…begini ringkasnya:

SARI MATUA

Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya, tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum menikah (hot ripe). Nah saya baru tahu kenapa posisi tangan yang meninggal dilipat didadanya..katanya sih artinya almarhum/almarhumah masih berdoa agar anak-anaknya atau keturunannya menikah dn berketurunan. Hmmmm dimana masuk akalnya ya yang sudah meninggal berdoa…tapi mungkin maksudnya itu harapan almarhumah sebelum meninggal..well who knows.

SAUR MATUA

Seseorang disebut Saur Matua, ketika meninggal dunia dalam posisi “Titir maranak, titir marboru, marpahompu sian anak, marpahompu sian boru”. Yang artinya punya anak laki-laki dan perempuan dan mempunyai cucu dari anak laki-laki dan punya cucu dari anak perempuan. Tetapi sebagai umat beragama, hagabeon seperti diuraikan diatas, belum tentu dimiliki seseorang. Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan, namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu. Jafi gak harga mati harus yang punya anak laki and perempuan ya.

MAULI BULUNG

Mauli Bulung adalah Meninggal dunia dalam posisi titir maranak, titir marboru, marpahompu sian anak, marpahompu sian boru sahat tu namar-nini, sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke “marondok-ondok” yang selama hayatnya, tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak, bercucu, bercicit mungkin hingga ke buyut).

Dapat diprediksi, umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang, barangkali 90 tahun keatas, ditinjau dari segi generasi. Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka. Dalam tradisi adat Batak, mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat).

Kematian seseorang dengan status mauli bulung, menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. Tidak ada lagi isak tangis. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita, berpesta tetapi bukan hura-hura, memukul gondang ogung sabangunan, musik tiup, menari, sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang.

Wahhhh ribeud amat mati doank ya? Gitu kalau kata orang kebanyakan. Tapi namanya pun adat istiadat ya.. Buat saya yang orang awam yang sudah masuk genereasi “males and ga ngerti ama adat deh” ini emang clueless banget. Kejadianlah Januari lalu saat akhirnya opung kami tercinta harus pergi untuk selamanya. Saya terus terang belum siap dengan kepergian opung. Bahkan sampai sekarang pun merasa opung masih hidup alias di lagi pergi aja ke suatu tempat dan nanti juga balik lagi. Opung kami ini menutup usia 80 tahun dengan sakit kanker Paru-paru stadium 4…beliau divonis bulan Agustus lalu dan karena usianya dah cukup tua maka kami hanya bisa pasrah dengan perawatan dokter tanpa kemoterapi.

Kehilangan opung adalah kehilangan pertama saya yang rasanya berat karena beliau ini adalah opung yng yang tinggal bareng saya dari kecil dulu. Saya adalah cucu pertamanya karena bapak saya adalah anak pertama dari 7 bersaudara. Dengan kata lain opung berubah namanya pasca kelahiran saya menjadi “Opung Joice” iya begitulah adat istiadat batak..sehingga saya menjadi “pahompu panggoaran” atau cucu yang membawa nama. Opung meninggal Kamis tanggal 4 januari jam 7 pagi tepat saat saya, uppa dan anak2 ada di dalam mobil mau berangkat ke Bandung untuk keperluan pekerjaan saya…..lalu semua batal saat menerima kabar kepergian opung.

Nangisss sejadi-jadinya…banyak penyesalan bertubi-tubi karena terakhir ketemu opung pas tanggal 1 januari di rumah sakit. Hikssss ..lemesss ga berdaya speechless..semua jadi satu😢😢😢😢….pokoknya nangis terus di rumah duka..saya juga sempat menemani opung dimandikan di kamar jenazah..lalu memberi make up setelah tubuhnya disuntik formalin..baru tau suntik formalin mahal juga. Kenapa disuntik formalin? Karena jenasah opung akan dibawa ke Binjai tengah malamnya..dan akan dibuatkan acara adat di hari Minggunya disana (rumah opung memang di Binjai tapi dia sudah ikut kami ke Jakarta sejak kami tahun 90an)…lalu akan dibawa ke Sianjur Mula-mula pada malam harinya untuk dimasukkan petinya ke kuburan yang sudah disediakan untuk sekian keturunan.

Huaaaa panjang perjalanannya kan. Makanya formalinnya harus yang bagus. Jadi jumat siang kami semua tiba di Binjai kota kelahiran saya..Binjai adalah kota di Sumatera utara yang berjarak 45 menit dari Medan. Jumat mamak dan semua keluarga bersiap-siap untuk acara hari Minggu. Pokoknya ribeuddd banget. Tenda di halaman rumah sudah didirikan. Sabtu kami ga bisa acara apa-apa kecuali kebaktian lalu malamnya acara martonggo raja..dimana para ahli-ahli adat bertemu dengan keluarga membicarakan urutan acara adat di keesokan acaranya.

Selesai acara martonggo raja kita tidur dan ini saking banyaknya keluarga yang datang kita dah kayak ikan asin bejejer..dan saya milih tidur disamping peti opung…ga takut jo? Ya nggaklah kan opung ndiri..keesokan paginya kita bangun tapi entah kenapa masih jam 5 subuh terdengar suara namboru2 saya alias anak-anak perempuan opung empat orang bergantian mangandungi atau menangis di tepi petinya. Saya pun ga bisa nahan tangisan teringat masa hidup opung.

Btw orang batak mayatnya harus diandungi atau ditangisi..dan biasanya nangisnya sambil ngomong pakai nada kayak lagu gitu…mengenang masa hidupnya. Yang paling heboh nangisnya adalah saat iparnya opung datang…nangis lama banget…sampe suaranya habis. Ckckckck orang batak ya.

Jam 10 pagi dengan make up dan kebaya hitam maka acara pun dimulai. “Hmmmmm its gonna be a long day…..” Gumam saya dan uppa. Setelah acara sambutan lalu acara keluarga dimana kita mengucapkan kata2 terakhir kepada almarhumah sebelum petinya ditutup..lalu kita pindah ke halaman dan gak lama nama saya pun dipanggil…iya sebagai cucu pertama atau pahompu panggoaran… Saya diberi ulos dan beberapa kali selalu dipanggil makanya saya harus standby terus.di pekarangan rumah.

Opung kami ini dibikinkan acara adat Saurmatua Mauli Bulung karena semua anak opung sudah menikah dan opung punya cucu dari anak laki-laki juga cucu dari anak perempuan plus punya nini dan nono yakni cicit dari anaknya perempuan, cicit dari anak laki-laki. “Kenapa mauli bulung” ? karen anak-anaknya belum ada yang mendahului dia alias masih hidup semua.

Oh ya opung tidak dikubur masukin ke tanah ya karena tahun 2006 kami semua keturunannya sudah membangun tugu atau kuburan yang besar untuk mengumpulkan semua 14 keturunan… upacara adat batak itu dinamakan “Mangokal holi” artinya mengumpulkan tulang belulang para leluhur kita untuk disatukan di sebuah tugu.

Jadi sudah ada kamar-kamar untuk peti dan tugubitu punya beberapa tingkatan dimana untuk yang baru meninggal dimasukkan petinya di bagian paling bawah untuk proses pembusukan lalu nantinya akan dipindahkan keatas. Pokoknya ya rieweuhh lah yaaa….tapi saya cukup tertarik mengikutinya. Jadi hari Minggu malam setelah kami selesai mengikuti acara adat saur matua mauli bulung, kami pun berangkat konvoi menuju Sianjur mula-mula sekitar 5 mobil dan 1 mobil ambulance untuk membawa opung ke tempat peristirahatannya sementara. Tibalah kami sekitar jam 8 pagi di tugu atau kuburan opung..pendeta dan beberapa keluarga yang tinggal di Sianjur Mula-Mula suda menunggu. Kami pun langsung memulai acara pemakaman. Peti dimasukkan lalu ditutup dengan semen dan kami berdoa.

Opung kami yang kami kasihi ini sudah kami antarkan ke tanah leluhurnya di Toba pulau Samosir… Tenanglah disana ya opung, tiada lagi sakit yang opung rasakan, tiada lagi infus dan selang oksigen yang selalu opung ingin lepaskan….

Rest in peace my opung.. See you in that bright morning….

With love,

Your pahompu panggoaran

Ps: postingan ini dibuat untuk mengenang opung dan mungkin a lil bit of knowledge about the cuture in Batak…

25

Hello 2018…Hello My Blog!

Yes ini postingan petama di 2018. What? Iyaaa sampe ga percaya sendiri ternyata ini absen paling lama ngeblog deh kayaknya. Duh semoga abis ini akik bisa tetap rajin lagi ya..tapi ga mau janji ah nanti palsu alias ga bisa nepatin. Selain karena duni nyata lagi sibuk kebangetan..awal absen ngeblog adalah karena Henpon ilang sekitar 3 bulan lalu. Iya ada tamu datang kerumah dan ternyata maling. Jadi karena henpon ilang…ganti password segala macam eh ga bisa log in ke WP…trus malasss akhirnya ya baru sebulan lalu bisa buka WP lagi. Dan baru ini niat untuk nulis blog lagi. Hehe

Lalu apa kabar ya hidupku di tahun baru ini? Yang pasti berat badan mah konsisten naik terus ga pernah turun. Di tahun baru ini juga ada berita duka yaitu opung satu²nya sudah pergi meninggalkan kami. Ini opung yang tinggal bareng dari kecil…duh dukanya mayan susah ga bisa2 ilang sedihnya. Oh opunggg I miss you opung😢

2017 mayan masih berat sih buat kami sekeluarga tapi ya lebih nrimo lah istilahnya…udah aja bawa hepi..lelah hayati kalau dibawa pucing mulu kan. Nampaknya mulai ada pencerahan di 2018 ini. Ameeennn

2017 masih sibuk ngedrama dan baking tapi memasuki tahun baru ini nampaknya mustahil bisa baking karena weekendku akan dihiasi oleh pp bdg-jkt at least sampe Juni nanti. Huaaaaaaa…nanti deh crita2 ini ya.

I guess I will have many surprises this year…semoga surprisenya yang menyenangkan donk yaaa plisss. Pretty please…

Semoga postingan ini beneran awal untuk memulai lagi ngeblog yang rutin. Bahasan pertama nanti enaknya dimulai dari mana ya? Ahh banyak cerita sih tapi yang pasti akik ga bakal ngereview Dilan deh…seluruh timeline isinya Dilan semua. Duhhh adek Iqbal ya gemashhh semua tante2 kau buat dek! Tapi justru hatiku mah bergelora dah pengen banget ngerieview Prison Playbook/Wise Prison Life. Lol..korea maning..Pokoke kunpulin semangat buat nulis ini solnya dramanya bagusss banget…aroma jokes alaReply 1988 kental sekali..yaiyalah sutradara yang sama.

Ya serahhh kamu deh Jo..kemaren kemaren juga di postingan terakhir sok2 bilang mau rajin ngeblog lagi…ehhh palsuuu shayyy😂

Yowesss dengan ini kuucapkan Happy new year 2018 ya mantemans…

Lalu dijawab….

“Basiiii…madingnya dah terbit”😀

Ohiya tolong bilang Dilan…Bukan rindu yang berat…nih kelarin postingan pembuka awal tahun yang berat shayyyy😕😕

Yuk ahhh…cupsss muaahh

Xoxo

Joeyz yang malasnya minta ampun😉