Baik Sekali Sih Bu…

Sebelum lupa… Ada satu cerita sedih tapi haruuuu yang mampir di hidup ini beberapa waktu lalu. 3 tahun lalu saya mengajar di kelas yang isinya adalah anak-anak manis (yang lain juga manis sih tapi ini super manis) kenapa manis? Karena mereka juga punya mama-mama super manis yang tau bagaimana menghargai guru dari anak-anak mereka. Jadi ortu yang manis itu bukan yang suka kasih “sesajen” alias sogokan buat guru loh ya. Jadi manis itu cukup dengan tau sopan santun or manner saat menyampaikan sesuatu kepada guru. Kenapa ini penting? Karena udah banyak yang lupa manner dan suka ngomong ke guru berasa kita kayak pembantu or even nanny dari anak-anaknya. Bersyukur nemu yang model begono cuma 1 or 2 orang aja. Duh pengen rasasanya gue tatar 7 hari 7 malam. Lol

Ok back to si ibu baik hati. Beliau nih kalau bicara sama kita guru-guru di sekolah tuh sopan santun banget-banget, jadi kita juga merasa dihargai. Kebetulan anak beliau juga manis sekali. Nah sesudah memasuki semester 2 saya merasa kok si ibu ini udah makin jarang ke sekolah, padahal dia classmom alias ketua kelas untuk moms di kelas yang tugasnya koordinir mama2 kalau lagi ada event. Trus mulai curiga dia suka bilang “Nitip anak saya ya Teacher, saya mau pergi agak lama”. Pokoknya sering banget bilang begitu. Pengen sih nanya kemana perginya cuma kan takutnya berasa guru kepo banget *walau emang iya kepo* hehehe. Nah long story short ketahuanlah kalau dia sering pamit pergi ke China untuk berobat alias kemo karena beliau kena kanker payudara stadium 4 dan akhirnya payudaranya diangkat. Hikssss sedih sekali. Tapi hebatnya si ibu baik hati ini tetap semangat dan aktif kembali menjadi classmom pasca operasi dan kemo. Walau kadang saya liat dia terlihat ga nyaman dengan wig atau rambut palsunya dan kemeja yang ia pakai untuk menutupi dadanya yang sudah rata. Hikssss selalu sedih ingat momen itu.

Ibu baik hati ini ga suka menye2 minta dikasihani bahkan dia juga merahasiakan sakitnya. Terus gimana saya taunya? Jadi suatu hari asisten saya operasi angkat rahim dan dari situ si ibu cerita kalau dia pun lagi sakit dan tiap pagi dia bawakan fresh juice pasca asisten saya operasi angakat rahim. Katanya itu juice yang ia minum pasca operasi. Ya ampun, sungguh baik hati dan perhatian banget.. So sincere. Gak lama dari itu, saya pun kecelakaan motor yang menyebabkan saya tergelatak di tempat tidur total 1 bulan lamanya. Mungkin masih ingat dulu saya cerita di blog tulang siku saya mengalamin pergeseran. This ibu yang baik hati pengen jenguk tapi saya tipe yang ga suka dijenguk saat sakit hehe… Jadi dia memberikan sesuatu yang mana katanya itu untuk menyemangati saya untuk sembuh kembali. Sungguh luar biasa perhatiannya….

Sampai anaknya pun lulus dari kelas saya dan buat saya ibu ini luar biasa baik dan tulus karena bahkan setelah anaknya udah jadi anak SD dia tetap perhatian ke saya dan bahkan ke semua guru-guru Preschool n kindy. Huaaaaaa beneran terharu. Ini bukan tipe yang minta anaknya diperhatikan extra or yang gila hormat loh ya… Orangnya juga humble banget kalau ngomong, sopan banget sama guru2. Bahkan dia juga nanya ke saya, kira2 saya bakal tersinggung ga kalau baju-baju preloved anaknya dikasih ke si ndul. Saya bilang no problem karena emang semua baju, celana, sepatu bahkan tas masih bagus-bagus banget. Trus kalau mau nolak juga takut orangnya tersinggung.

Setau saya si ibu baik hati ini keadaannya makin hari makin membaik, sampai suatu hari saya ke office mau menelepon ortu murid dan liat anaknya duduk di sofa trus saya tanya kenapa dia di office? Bukan di kelas? Ternyata mamanya or si ibu baik hati sudah beberapa hari di RS dan beliau dalam keadaan kritis dan meminta anak-anaknya untuk berkumpul mendoakan dia. WHAT??? Sedih banget dengarnya. Tanpa mau menunda lagi sorenya saya langsung pergi jenguk bersama teman saya ke RS Siloam Semanggi. Saya tiba di RS dan sedang ada doa khusus yang nonstop (mereka buddhist)..kami pun diminta masuk dan saya susah payah menahan air mata untuk ga berjatuhan. Nangis sesenggukan ga tertahankan karena si ibu baik hati benar-benar dalam keadaan kritis. Saya pun pegang erat tangannya dan berdoa menurut agama saya dan meminta apa saja yang terbaik untuk ibu ini, Tak ada yang mustahil bagi Tuhan maka doa dan harapan tetap dilayangkan. Saya pun pulang menyalami anaknya yang sudah kuliah, anaknya nomor dua yang masih duduk di bangku SMP dan si bontot mantan murid saya yang masih kelas 3 SD. Saya salam juga suaminya dan mereka mengucapkan terima kasih atas kedatangan saya.

Saya pulang sambil berpikir bagaimana perjalanan hidup tiap-tiap manusia sungguh ga ada yang bisa menebak. Penuh misteri. Ibu ini sudah dinyatakan sembuh beberapa tahun lalu tapi ternyata ada lagi dan menyerang otak dan pernafasannya. Sedih melihat si ibu terbaring tanpa sadarkan diri.

Esok pagi saya pergi ke sekolah dan memberitahu teman-teman kalau mau jenguk mending jangan ditunda deh, soalnya kita ga tau apa yang terjadi esok. Eh baru aja selesai kasih tau tentang keadaan si ibu, saya buka handphone dan baca WA masuk bahwa si ibu baik hati sudah menghembuskan nafas terakhirnya jam 7 pagi. Saya nangis dan sedih luar biasa, tapi ga beban karena saya masih sempat jenguk dan mendoakan beliau. Saya datang ke rumah duka keesokan harinya dan di sana kembali tangis pecah ketika memeluk anaknya yang nomor satu, dia menangis dan bilang “Teacher joice, mami dah pergi teacher ga ada mami lagi”. Lalu saya bilang “cece, mami orang baik, baik sekali banyak yang mendoakan mami dan kalian semua, semoga cece tetap kuat dan bisa seperti mami”. Makin makinlah nangis. Kebetulan si cecenya ini sering ke sekolah juga jadi kenal banget sama saya. Dialah yang akan menjaga adik-adiknya terutama si bontot. Oh ibu baik hati, semua kebaikanmu kami kenang dan banyak pelajaran dari hidupmu yang kami bisa ambil. Tetap semangat walau sakit, tetap melakukan kebaikan dengan hati yang tulus walau merasa hidup kadang tidak adil.

We love you Ibu Julie, semoga ketiga anakmu menjadi orang yang sukses dan punya hati yang baik dan tulus sepertimu.

Sekian cerita sedihnya tapi semoga bisa membuat kita bersyukur dan tetap melakukan hal baik walau kadang hidup tak seperti yang kita harapkan. Semoga bisa punya hati setulus ibu Julie. Amin…

Xoxo

Joeyz-mengenang Ibu Julie

18 thoughts on “Baik Sekali Sih Bu…

  1. Joiiiiice, pagi2 baca ini jadi ikutan nangisss….. :'(.. semoga Tuhan YME memberikan yang terbaik untuk ibu Juli dan anak2nya… begitu juga untuk teacher2 di sekolah Joeyz yang udah berjuang untuk kasih pendidikan yang baik buat anak2…

  2. duh kak, pengen nangis bacanya huhuhu. Semoga keluarganya bu Juli diberi ketabahan, kekuatan. Bu Juli sekarang udah di alam yang lebih baik, bebas dari sakit dan derita, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s