Will They Survive?

Mau berpendapat dulu ah tentang parenting.

Sesungguhnya kita mendidik anak kita adalah untuk mempersiapkan mereka nantinya saat kita tidak ada lagi. (tidak ada lagi bisa diartikan jauh dari kita atau amit2 saat kita sudah tidak di dunia ini lagi).

Duo G masih jauh dari kata mandiri. Mereka masih dalam proses belajar tapi sebisa mungkin mereka punya tanggung jawab. jujur saya termasuk kategori “tiger mom” yang mayan galak tapi ini harus dibarengi kasih sayang yg dicurahkan dengan meluangkan waktu yang banyak untuk mereka. Berdongeng, masakin makanan kesukaan mereka, main, belajar, peluk, cium bercanda, dll. (ini juga emaknya masih proses belajar terus)

Mamakku dulu galak bener, tapi ya karena anaknya nakal alias ga nurut. Tapi ga bikin trauma yang ada malah makin tough dan tau ga semua yang dimau akan dituruti. Jadi dalam hidup tau rasa kecewa, tau harus kerja keras untuk dapetin sesuatu, tau bahwa ga semua orang suka sama kita, tau rasanya sakit.

Soal kemandirian pun gitu..harus bisa ina itu apalagi anak cewe. Walau ga rajin2 amat tapi dasar2 memasak, nyuci, setrika, bersihin rumah taulah ya.

Kenapa tiba2 ngomongin ini? Karena melihat ada laki2 yang umurnya dah dewasa tapi ga punya rasa tanggung jawab sedikit pun. Bisanya menyalahkan orang lain, menyalahkan orang di sekitarnya. Aku nasehatin “in life you cannot always get what you want, you need to follow the rules and everything will be fine”. Malah dia marahin mamanya di depan saya. Wow! Kaget dan ga kebayang dia jadi apa saat mama papanya sudah tidak di dunia ini lagi? Can he survive?

Lets prepare our children to survive even when we are not around them anymore. Lesson learned today.

Jadi ya, kalau anak udah cukup umur untuk sekolah trus anaknya selalu ada excuse bilang ga mau sekolah, atuh jadi ortu jangan cepat nyerah by saying “ok nak”. Cari alasan kenapa ga mau sekolah kalau alasannya ga siginifikan karena emang dia males aja, hmm jngan pernah turuti kemauannya. Kita orangtua cuma akan menciptakan anak kita menjadi monster secara perlahan bila terlalu dimanja terus menerus.

Semoga menjadi pengingat buat diri sendiri…

Joice – a mom of 2

17 thoughts on “Will They Survive?

  1. Setuju banget PR terberat kita sbg orangtua… menyiapkan anak utk jadi dirinya sendiri, menjadi suami/istri utk pasangannya, menjadi bapak/ibu utk anak2nya…. tetiba jd ngerasa banyak dosa sama bapak ibuku deeeeh 😭

  2. Thanks Jo sudah menuliskan ini. Aku paling ingat petuah Bapak ke anak2nya sejak SD. Beliau bilang : kamu boleh nakal, boleh senakal2nya. Kamu bahkan harus nakal diusiamu ini. Tapi kamu harus belajar bertanggungjawab di setiap kenakalan yang kamu lakukan. Jangan libatkan orangtua, karena kamu sudah memutuskan nakal dengan sadar. Dan kalau sudah nakal, imbangi dengan prestasi. Kalau jadi anak nakal, jadilah anak nakal yang berprestasi cemerlang. Petuah itu nempel banget buatku sampai sekarang. Bahkan karena petuah itu, aku yang sudah ngekos dan belajar mandiri jauh dari ortu sejak umur 15 tahun, setiap mau nakal, selalu ingat2 “nih nanti gimana ya kalau ada apa2, bisa bertanggungjawab ga” nakal kebanyakan mikir haha. Ya intinya aku bisa menjalankan nakal yang berprestasi. Karena itulah jadi survive sampai sekarang. Semoga nanti kamipun bisa jadi orangtua yang bisa membekali anak2 kami kemandirian dan mendidik mereka dengan bekal cukup untuk hidupnya ke depan.

  3. Ah, setuju banget! Menurutku ini adalah salah satu tanggung-jawab terbesar bagi orangtua ya. Bagaimana mengajarkan anaknya untuk bertanggung-jawab dan, nantinya, bisa mandiri.

    On the other hand, sepertinya tidak semua orangtua berpikir demikian, haha. Teori konspirasi nih, aku amati sepertinya ada yang memandang anaknya sebagai “investasi” masa depan, dalam artian untuk ngurusin di masa tua, dsb. Jadilah anaknya dibuat sebergantung mungkin dengan orangtuanya. Lha ya kalau gini trus gimana ya, hahaha…

    • Iyaa benar ko itu dah beberapa kali dibahas yaaa… Pokokny parenting ini so tricky jd kudu tetap belajar terus and terus kalau nggak mau anak2nya nanti gagal di masa datang

  4. Thanks for sharing, Jo.. adekku yang punya anak 2, juga sering tanya ke mamaku, apa dia bisa besarin anak2nya kayak mamaku besarin kita semua? Walopun aku belum punya anak, aku cuma bilang ma dia, jangan terlalu manjain anak 😬

    Anyway, aku sering liat beberapa kejadian kayak cerita kamu soal anak bentak orangtuanya.. gak habis pikir juga sih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s