4

14. Bertambah Usia

(14/30)

.Bertambah Usia.

Katanya hari ini aku bertambah usia.

Harusnya sih ini jadi hari yang bermakna.

Hari yang bersejarah, karena 37 tahun yang lalu akhirnya aku lahir ke dunia.

Apa yang membuat hari lahirmu menjadi istimewa?

Dari kecil hingga remaja, memaknai hari lahir sangatlah mudah.

Cukup diadakan pesta lalu diberikan hadiah oleh orang-orang tercinta. Maka senyum pun merekah di wajah.

Ah, masa hanya hingga remaja? Tentu aku berdusta. Karena hingga saat ini aku masih sering berharap akan diberikan hadiah apa olehnya.

Padahal hadiah bukan hanya barang yang aku suka. Buket bunga pun sudah bikin aku bahagia.

Tapi jangankan hadiah atau bunga, mungkin hari ulang tahunku pun dia lupa. Bukan tidak cinta, tapi memang dia tak punya sisi romansa.

Memang apa makna di hari bertambahnya usia?

Aku sering lupa, bahwa setiap hari Tuhan masih menunjukkan Kuasa untuk menuntunku dalam setiap langkah.

Tanpa KasihNya, aku bisa apa?

Lupakan bunga, apalagi hadiah. Aku ingin dikirimi doa dan melihat senyum di wajah orang-orang yang kucinta.

Supaya hari yang bahagia, tidak sia-sia.

Selamat bertambah usia, wahai Joice yang sok-sok an mau jadi pujangga.😂 Ps: Yang mau kasih hadiah mah ya teteuppp diterima 😂😂😂😂 (ultah yang super garing)
@30haribercerita #30hbc1914

5

13. Ternyata

(13/30)

.TERNYATA.

Tak pernah aku menyangka,

Orang yang dulu pernah lama aku suka.

Datang tiba-tiba dan menyapa.

“Hi”, katanya…

Aku yakin dia masih menyimpan pesona yang sama.

Karena hanya dengan satu kata sapa, dibuatnya aku terpana.

Padahal kami tak pernah lagi

berjumpa sejak lulus kuliah.

Percakapan kami mengalir begitu saja.

Benarkah ternyata dia juga menyimpan rasa yang sama dan akan menyatakannya?

Oh tapi kusingkirkan dulu semua tanya, kubiarkan diriku menikmati gelak tawanya.

Lewat telfon dia bertanya, apa kami bisa berjumpa?

Kutepuk pipiku dan kulihat kaca, ku tak percaya.

Apakah akhirnya mimpiku menjadi nyata?

Sejenak ku berpikir, “Mana mungkin dia sudi bertemu dengan gadis yang bukan dia puja”.

Tapi memang kuakui terbesit sedikit rasa bangga, saat dia berkata bahwa aku sekarang sudah banyak berbeda.

“berbeda dalam hal apa?” penasaran, kutanya dia.

“Kamu sekarang berbeda, kamu jauh lebih ceria dan lebih terbuka”, katanya.

Kutarik nafasku sebagai tanda aku merasa lega.

“Aku juga suka tiap kali mendengarkanmu tertawa”, tambahnya.

Waktu akhirnya tiba hari kami akan berjumpa, aku sampai pusing mau pakai baju yang mana.

Hati ini sungguh gembira akan rindu yang sudah membuncah.

Aku berjalan memasuki sebuah restoran dan dia sudah duduk di ujung sana.

Ini kisah lama yang sebenarnya sudah kukubur lama.

Tapi mungkin tak ada salahnya untuk kembali mencoba.

Dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya, lalu mempersilahkan aku duduk dihadapannya.

Sejam berlalu begitu saja, karena kami berbicara selayaknya orang yang sudah lama tak jumpa.

Tapi semua harapanku luluh lantah bak dedaunan yang jatuh ke tanah, hanya dengan satu kalimat yang diucapkannya.

Dia berkata saat kami bertemu mata…

“Kuharap kamu tertarik untuk jadi member di kantor MLM tempatku bekerja”

Aku meninggalkannya, dan berjalan dengan penuh amarah.

Kesal aku dibuatnya. Bukan saja karena dia menawarkan member di kantor MLM tempat ia bekerja.

Tapi karena pada akhirnya aku tau ternyata dia sudah berkeluarga.

“Kamprettttttt!”…Kumaki dia sekuat tenaga.

Ingin rasanya kulemparkan dia ke dalam mulut buaya, atau sekalian kukirim dia ke neraka? 😂😈

@30haribercerita #30hbc1913 #30haribercerita