0

21. Dimulai Dari Sini

(21/30) .Dimulai Dari Sini.

Dimulai dari sini.
Dari terbitnya matahari.
Dimulai dari pagi hari.
Pagi yang selalu dinanti.
Lipat selimutmu dan bangkit berdiri.
Pergi mandi dan sikat gigi,
Pastikan kau sudah wangi.
Kini kau siap memulai hari,
Kini kau siap merajut kembali.
Ayo, langkahkan kakimu dengan pasti
Jangan lagi kau bersedih,
Tenang saja, kau tak sendiri.
Masih banyak yang lebih pahit dari kisahmu ini. Maka, tak usah minta simpati,
Apalagi untuk dikasihani.
Cukup dijalani.
Kuharap kau selalu ingat pesanku ini.
Lain kali, saat kau akan memulai lagi.
Tak usah pakai hati, agar tak terlalu pedih.

@30haribercerita #30hbc1921 #30HARIBERCERITA

1

20. Ternyata Part 3

(20/30) .Ternyata Part 3..

“Kenalkan, namaku Harris”

Kuingat betul saat ia mengucapkan namanya disertai senyum manis.

Sejak saat itu rasanya tak ingin waktu bersamanya habis, karena dengannya hariku selalu terasa magis.

Aku tahu pasti Tuhan mengirimkanmu untuk menggantikan hari-hariku yang tragis.

Hari-hari dimana aku hanya bisa menangis.

Hari ketika aku seperti seorang pengemis.

Memohon didepan wajahnya untuk kembali, tapi dia selalu menepis.

Harris jelas jauh berbeda dengannya, karena Harris tak pernah egois dan selalu realistis.

Walau hanya dengan senyumnya yang segaris, hatiku dibuatnya histeris.

Bersamanya aku selalu optimis sampai aku lupa rasanya menangis.

Bagiku, menemukan Harris bagaikan berjalan di tengah gurun dan menemukan oasis.

Tapi aku kembali menangis, saat tahu kalau Harris ternyata adik dari mantanku yang paling sadis.

Ya, mantan yang pernah membuatku menangis tanpa habis.

Kutatap langit sambil meringis,

Wahai bumi, kenapa engkau begitu kecil dan tipis?

Kini hatiku kembali terasa teiris, oleh silet yang tipis. Please jangan tambahkan perasan jeruk nipis, aku takut air mataku sudah habis dan ku tak sanggup lagi tuk menangis.

@30haribercerita #30HARIBERCERITA #30hbc1920
Ps: nama harris inspirasi dari “Antologi rasa”. Foto inspirasi dari ending Alhambra tadi malam yang bikin kzl. Hahahaha jangan protes…. Suka2 yng nulis.

0

19. Album Cerita

(19/30)

.Album Cerita.
Ingin menyimpan sebanyak-banyaknya momen foto mereka berdua.

Karena jika waktunya tiba,
Saat mereka dewasa,
Atau bahkan saat mereka menua,
Mereka akan tersenyum bahagia
Melihat potret diri mereka.
Tak usah aku repot untuk bercerita,
Akan kisah mereka berdua.
Akan kuperlihatkan pada mereka
Foto-foto yang sudah kusimpan lama.
Kiranya akan menjadi cerita
Yang akan mereka kenang sepanjang masa.
@30haribercerita
#30HARIBERCERITA
#30hbc1919 #gwingav

0

18. TENANG

(18/30) .TENANG.

Buatku sangat mudah untuk mencari suasana tenang. Tinggal masuk kamar dan tak ada lagi pengang.

Tinggal pergi keluar rumah mencari tempat sepi maka tegang pun hilang.

Katanya pantai pun tenang,
Mendengarkan deru ombak yang datang bergelombang, akan mengurangi rasa bimbang.

Bagaimana bila malam datang? Ya tentu kau bisa melihat langit sambil menatap bintang.

Kau juga bisa menyaksikan matahari terbenam tanpa penghalang.
Tapi bagiku tak perlu jauh ku berpetualang hanya
untuk mendapatkan suasana yang tenang.
Cukup ku masuk kedalam sebuah ruang,
kududuk disana dan rasa tenang pun datang saat semua hajat telah dibuang.πŸ˜€πŸ˜±πŸ™Š @30haribercerita #30HARIBERCERITA #30hbc19tenang

0

17. Ternyata (part 2)

(17/30)

.TERNYATA part 2.

Perih!

itu yang kurasa

Langkahku tertatih, sungguh tak berdaya.

Menahan sakit hati, dengan rasa tak percaya. “Kenapa harus dengan laki-laki? Kenapa bukan wanita?” Aku terus bertanya.

Sungguh aku masih tak mengira.

Hancur rasanya hati, saat kau menciumnya di depan mata.

Kau tadinya adalah laki-laki yang selalu kudamba.

Sampai akhirnya aku menyadari, bahwa ternyata kau tak pernah suka wanita.

Tapi kini aku menyerah

Kuucapkan lirih padamu disudut sana… “semoga engkau berbahagia”

Walau dalam hati, aku ingin berteriak dan mengucapkan sumpah serapah…. “Jupriiiiiiiii, kenape lu ga bilangggg kalau lu suka lekong jugaaaaa”

Ingin kusambit dia dengan panci dan belanga. πŸ˜€πŸ˜‚πŸ˜ @30haribercerita #30hbc1917 #30haribercerita

6

16. Menikmati Kehidupan

(16/30)

.Menikmati Kehidupan.

Suatu sore di Nami Island, aku melihat banyak kakek dan nenek dalam rombongan.

Awalnya aku heran,
Niat sekali mereka untuk pergi jauh berjalan-jalan. Kulihat seorang nenek ingin berfoto tapi nampak kesulitan.

Kuhampiri beliau untuk memberi pertolongan. “Oma, sini saya fotokan”. Kataku memberi tawaran.

Si oma menyambutku kegirangan.
Beliau pun bersandar di pohon, mencoba semua gaya sesukanya tanpa ada beban.

Tak ada yang ia perdulikan,
Pada kamera ia tersenyum menawan.
Andai saja ini film india, tinggal tambahkan hujan.

“Sudah, oma? ” tanyaku untuk memastikan. Beliau menggangguk perlahan.

Ponselnya pun kukembalikan. “Terimakasih ya dek”, itu kata-kata yang beliau ucapkan.

“Sama-sama oma, semoga liburannya menyenangkan”.

Kujawab penuh senyuman.

Sering orang punya komentar yang tak enak didengarkan, tentang mengapa kok sudah tua repot pengen pergi jalan-jalan.

Padahal tak ada yang salah bila mereka ingin bersenang-senang, karena umur tak menjadi batasan.
Siapa bilang hanya orang muda yang bisa menikmati kehidupan?

Padahal justru merekalah yang layak untuk pergi menikmati liburan.
Karena separuh hidupnya
mereka habiskan untuk mengurusi anak-anak tersayang.

Selagi mereka sehat dan bisa berjalan,
Kenapa tak kita belikan mereka tiket untuk pergi liburan?

Mereka butuh hiburan, mereka butuh rehat dari masalah kehidupan. Kupikir, cepat atau lambat kita yang muda pun akan merasakan, menua secara perlahan.

Semoga orang tua kita diberikan umur yang panjang, dan rejeki kita dilimpahkan. Agar kita bisa membawa mereka pergi liburan dan jalan-jalan.

Jika suatu hari kita melihat di sudut jalan, ada kakek atau nenek sibuk berswafoto dengan penuh senyuman.

Tak usah heran, biarkan mereka menikmati kehidupan, selagi mereka belum kelelahan 😍

@30haribercerita
#30hbc1916

0

15.BERUBAH

(15/30)

.Berubah.

Suka nggak suka, manusia katanya bisa berubah… Berubah apanya?
Yang pasti bukan wajah. Karena kalau wajah yang berubah, nanti dikira operasi di Korea.
Kupikir aku masih orang yang sama,
tak ada yang beda.
Masih suka bicara seenaknya,
Masih heboh kalau tertawa.
Masih pusing kepala lihat saldo yang ga nambah😜.
Pokoknya masih sama.
Eh lupa, aku sudah berubah ternyata… Berat badanku sudah bertambah.
Lemak pun semakin nyata.
Walau katanya itu tanda bahagia,
Tetap aku tak suka.
Tak bisakah lemak-lemak ini pergi saja?
Ya bisa, makanya makannya dijaga,
dan RAJIN OLAHRAGA!
@30haribercerita #30hbc1915 #30haribercerita #10yearchallenge

4

14. Bertambah Usia

(14/30)

.Bertambah Usia.

Katanya hari ini aku bertambah usia.

Harusnya sih ini jadi hari yang bermakna.

Hari yang bersejarah, karena 37 tahun yang lalu akhirnya aku lahir ke dunia.

Apa yang membuat hari lahirmu menjadi istimewa?

Dari kecil hingga remaja, memaknai hari lahir sangatlah mudah.

Cukup diadakan pesta lalu diberikan hadiah oleh orang-orang tercinta. Maka senyum pun merekah di wajah.

Ah, masa hanya hingga remaja? Tentu aku berdusta. Karena hingga saat ini aku masih sering berharap akan diberikan hadiah apa olehnya.

Padahal hadiah bukan hanya barang yang aku suka. Buket bunga pun sudah bikin aku bahagia.

Tapi jangankan hadiah atau bunga, mungkin hari ulang tahunku pun dia lupa. Bukan tidak cinta, tapi memang dia tak punya sisi romansa.

Memang apa makna di hari bertambahnya usia?

Aku sering lupa, bahwa setiap hari Tuhan masih menunjukkan Kuasa untuk menuntunku dalam setiap langkah.

Tanpa KasihNya, aku bisa apa?

Lupakan bunga, apalagi hadiah. Aku ingin dikirimi doa dan melihat senyum di wajah orang-orang yang kucinta.

Supaya hari yang bahagia, tidak sia-sia.

Selamat bertambah usia, wahai Joice yang sok-sok an mau jadi pujangga.πŸ˜‚ Ps: Yang mau kasih hadiah mah ya teteuppp diterima πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ (ultah yang super garing)
@30haribercerita #30hbc1914

5

13. Ternyata

(13/30)

.TERNYATA.

Tak pernah aku menyangka,

Orang yang dulu pernah lama aku suka.

Datang tiba-tiba dan menyapa.

“Hi”, katanya…

Aku yakin dia masih menyimpan pesona yang sama.

Karena hanya dengan satu kata sapa, dibuatnya aku terpana.

Padahal kami tak pernah lagi

berjumpa sejak lulus kuliah.

Percakapan kami mengalir begitu saja.

Benarkah ternyata dia juga menyimpan rasa yang sama dan akan menyatakannya?

Oh tapi kusingkirkan dulu semua tanya, kubiarkan diriku menikmati gelak tawanya.

Lewat telfon dia bertanya, apa kami bisa berjumpa?

Kutepuk pipiku dan kulihat kaca, ku tak percaya.

Apakah akhirnya mimpiku menjadi nyata?

Sejenak ku berpikir, “Mana mungkin dia sudi bertemu dengan gadis yang bukan dia puja”.

Tapi memang kuakui terbesit sedikit rasa bangga, saat dia berkata bahwa aku sekarang sudah banyak berbeda.

“berbeda dalam hal apa?” penasaran, kutanya dia.

“Kamu sekarang berbeda, kamu jauh lebih ceria dan lebih terbuka”, katanya.

Kutarik nafasku sebagai tanda aku merasa lega.

“Aku juga suka tiap kali mendengarkanmu tertawa”, tambahnya.

Waktu akhirnya tiba hari kami akan berjumpa, aku sampai pusing mau pakai baju yang mana.

Hati ini sungguh gembira akan rindu yang sudah membuncah.

Aku berjalan memasuki sebuah restoran dan dia sudah duduk di ujung sana.

Ini kisah lama yang sebenarnya sudah kukubur lama.

Tapi mungkin tak ada salahnya untuk kembali mencoba.

Dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya, lalu mempersilahkan aku duduk dihadapannya.

Sejam berlalu begitu saja, karena kami berbicara selayaknya orang yang sudah lama tak jumpa.

Tapi semua harapanku luluh lantah bak dedaunan yang jatuh ke tanah, hanya dengan satu kalimat yang diucapkannya.

Dia berkata saat kami bertemu mata…

“Kuharap kamu tertarik untuk jadi member di kantor MLM tempatku bekerja”

Aku meninggalkannya, dan berjalan dengan penuh amarah.

Kesal aku dibuatnya. Bukan saja karena dia menawarkan member di kantor MLM tempat ia bekerja.

Tapi karena pada akhirnya aku tau ternyata dia sudah berkeluarga.

“Kamprettttttt!”…Kumaki dia sekuat tenaga.

Ingin rasanya kulemparkan dia ke dalam mulut buaya, atau sekalian kukirim dia ke neraka? πŸ˜‚πŸ˜ˆ

@30haribercerita #30hbc1913 #30haribercerita

8

12. Bagaimana Jika

(12/30)

.Bagaimana Jika.

Manusia selalu hidup dengan sejuta tanya, dan aku adalah salah satunya.
Bagaimana jika aku tak pernah terlahir kedunia?
Bagaimana jika aku tak bertemu dengannya?
Bagaimana jika aku bukan yang terbaik untuknya?atau sebaliknya?
Bagimana jika kami akhirnya berpisah?
Bagaimana jika aku tak pernah memepercayainya?

Bagaimana jika ternyata semua adalah dusta?
Bagaimana jika akhirnya waktuku terbuang percuma?
Entahlah, aku hanya ingin semua tanya tak kan pernah jadi nyata.

Dengan sejuta tanya yang berkecamuk di kepala,

Sejenak aku memejamkan mata,

Lalu kau datang dan berbisik di telinga “Tak usah terlalu resah…bagaimana jika kita jalani saja? “….. Sedappphhh….. πŸ˜‚

@30haribercerita #30hbc1912 #30haribercerita