22

Saur Matua Mauli Bulung

Ada yang pernah dengar kata-kata diatas? Ya “Saur Matua Mauli Bulung” adalah acara adat batak tertinggi untuk konteks upacara kematian. Sebelumnya saya mau ajak teman-teman untuk mengetahui sedikit informasi tentang adat batak yaitu tentang upacara adat untuk kematian orangtua. Jadi ada tiga macamnya dan menurut Bulman Harianja BA, Wartawan SIB…begini ringkasnya:

SARI MATUA

Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia apakah suami atau isteri yang sudah bercucu baik dari anak laki-laki atau putri atau keduanya, tetapi masih ada di antara anak-anaknya yang belum menikah (hot ripe). Nah saya baru tahu kenapa posisi tangan yang meninggal dilipat didadanya..katanya sih artinya almarhum/almarhumah masih berdoa agar anak-anaknya atau keturunannya menikah dn berketurunan. Hmmmm dimana masuk akalnya ya yang sudah meninggal berdoa…tapi mungkin maksudnya itu harapan almarhumah sebelum meninggal..well who knows.

SAUR MATUA

Seseorang disebut Saur Matua, ketika meninggal dunia dalam posisi โ€œTitir maranak, titir marboru, marpahompu sian anak, marpahompu sian boruโ€. Yang artinya punya anak laki-laki dan perempuan dan mempunyai cucu dari anak laki-laki dan punya cucu dari anak perempuan. Tetapi sebagai umat beragama, hagabeon seperti diuraikan diatas, belum tentu dimiliki seseorang. Artinya seseorang juga berstatus saur matua seandainya anaknya hanya laki-laki atau hanya perempuan, namun sudah semuanya hot ripe dan punya cucu. Jafi gak harga mati harus yang punya anak laki and perempuan ya.

MAULI BULUNG

Mauli Bulung adalah Meninggal dunia dalam posisi titir maranak, titir marboru, marpahompu sian anak, marpahompu sian boru sahat tu namar-nini, sahat tu namar-nono dan kemungkinan ke โ€œmarondok-ondokโ€ yang selama hayatnya, tak seorangpun dari antara keturunannya yang meninggal dunia (manjoloi) (Seseorang yang beranak pinak, bercucu, bercicit mungkin hingga ke buyut).

Dapat diprediksi, umur yang Mauli Bulung sudah sangat panjang, barangkali 90 tahun keatas, ditinjau dari segi generasi. Mereka yang memperoleh predikat mauli bulung sekarang ini sangat langka. Dalam tradisi adat Batak, mayat orang yang sudah Mauli Bulung di peti mayat dibaringkan lurus dengan kedua tangan sejajar dengan badan (tidak dilipat).

Kematian seseorang dengan status mauli bulung, menurut adat Batak adalah kebahagiaan tersendiri bagi keturunannya. Tidak ada lagi isak tangis. Mereka boleh bersyukur dan bersuka cita, berpesta tetapi bukan hura-hura, memukul gondang ogung sabangunan, musik tiup, menari, sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kasih lagi Penyayang.

Wahhhh ribeud amat mati doank ya? Gitu kalau kata orang kebanyakan. Tapi namanya pun adat istiadat ya.. Buat saya yang orang awam yang sudah masuk genereasi “males and ga ngerti ama adat deh” ini emang clueless banget. Kejadianlah Januari lalu saat akhirnya opung kami tercinta harus pergi untuk selamanya. Saya terus terang belum siap dengan kepergian opung. Bahkan sampai sekarang pun merasa opung masih hidup alias di lagi pergi aja ke suatu tempat dan nanti juga balik lagi. Opung kami ini menutup usia 80 tahun dengan sakit kanker Paru-paru stadium 4…beliau divonis bulan Agustus lalu dan karena usianya dah cukup tua maka kami hanya bisa pasrah dengan perawatan dokter tanpa kemoterapi.

Kehilangan opung adalah kehilangan pertama saya yang rasanya berat karena beliau ini adalah opung yng yang tinggal bareng saya dari kecil dulu. Saya adalah cucu pertamanya karena bapak saya adalah anak pertama dari 7 bersaudara. Dengan kata lain opung berubah namanya pasca kelahiran saya menjadi “Opung Joice” iya begitulah adat istiadat batak..sehingga saya menjadi “pahompu panggoaran” atau cucu yang membawa nama. Opung meninggal Kamis tanggal 4 januari jam 7 pagi tepat saat saya, uppa dan anak2 ada di dalam mobil mau berangkat ke Bandung untuk keperluan pekerjaan saya…..lalu semua batal saat menerima kabar kepergian opung.

Nangisss sejadi-jadinya…banyak penyesalan bertubi-tubi karena terakhir ketemu opung pas tanggal 1 januari di rumah sakit. Hikssss ..lemesss ga berdaya speechless..semua jadi satu๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข….pokoknya nangis terus di rumah duka..saya juga sempat menemani opung dimandikan di kamar jenazah..lalu memberi make up setelah tubuhnya disuntik formalin..baru tau suntik formalin mahal juga. Kenapa disuntik formalin? Karena jenasah opung akan dibawa ke Binjai tengah malamnya..dan akan dibuatkan acara adat di hari Minggunya disana (rumah opung memang di Binjai tapi dia sudah ikut kami ke Jakarta sejak kami tahun 90an)…lalu akan dibawa ke Sianjur Mula-mula pada malam harinya untuk dimasukkan petinya ke kuburan yang sudah disediakan untuk sekian keturunan.

Huaaaa panjang perjalanannya kan. Makanya formalinnya harus yang bagus. Jadi jumat siang kami semua tiba di Binjai kota kelahiran saya..Binjai adalah kota di Sumatera utara yang berjarak 45 menit dari Medan. Jumat mamak dan semua keluarga bersiap-siap untuk acara hari Minggu. Pokoknya ribeuddd banget. Tenda di halaman rumah sudah didirikan. Sabtu kami ga bisa acara apa-apa kecuali kebaktian lalu malamnya acara martonggo raja..dimana para ahli-ahli adat bertemu dengan keluarga membicarakan urutan acara adat di keesokan acaranya.

Selesai acara martonggo raja kita tidur dan ini saking banyaknya keluarga yang datang kita dah kayak ikan asin bejejer..dan saya milih tidur disamping peti opung…ga takut jo? Ya nggaklah kan opung ndiri..keesokan paginya kita bangun tapi entah kenapa masih jam 5 subuh terdengar suara namboru2 saya alias anak-anak perempuan opung empat orang bergantian mangandungi atau menangis di tepi petinya. Saya pun ga bisa nahan tangisan teringat masa hidup opung.

Btw orang batak mayatnya harus diandungi atau ditangisi..dan biasanya nangisnya sambil ngomong pakai nada kayak lagu gitu…mengenang masa hidupnya. Yang paling heboh nangisnya adalah saat iparnya opung datang…nangis lama banget…sampe suaranya habis. Ckckckck orang batak ya.

Jam 10 pagi dengan make up dan kebaya hitam maka acara pun dimulai. “Hmmmmm its gonna be a long day…..” Gumam saya dan uppa. Setelah acara sambutan lalu acara keluarga dimana kita mengucapkan kata2 terakhir kepada almarhumah sebelum petinya ditutup..lalu kita pindah ke halaman dan gak lama nama saya pun dipanggil…iya sebagai cucu pertama atau pahompu panggoaran… Saya diberi ulos dan beberapa kali selalu dipanggil makanya saya harus standby terus.di pekarangan rumah.

Opung kami ini dibikinkan acara adat Saurmatua Mauli Bulung karena semua anak opung sudah menikah dan opung punya cucu dari anak laki-laki juga cucu dari anak perempuan plus punya nini dan nono yakni cicit dari anaknya perempuan, cicit dari anak laki-laki. “Kenapa mauli bulung” ? karen anak-anaknya belum ada yang mendahului dia alias masih hidup semua.

Oh ya opung tidak dikubur masukin ke tanah ya karena tahun 2006 kami semua keturunannya sudah membangun tugu atau kuburan yang besar untuk mengumpulkan semua 14 keturunan… upacara adat batak itu dinamakan “Mangokal holi” artinya mengumpulkan tulang belulang para leluhur kita untuk disatukan di sebuah tugu.

Jadi sudah ada kamar-kamar untuk peti dan tugubitu punya beberapa tingkatan dimana untuk yang baru meninggal dimasukkan petinya di bagian paling bawah untuk proses pembusukan lalu nantinya akan dipindahkan keatas. Pokoknya ya rieweuhh lah yaaa….tapi saya cukup tertarik mengikutinya. Jadi hari Minggu malam setelah kami selesai mengikuti acara adat saur matua mauli bulung, kami pun berangkat konvoi menuju Sianjur mula-mula sekitar 5 mobil dan 1 mobil ambulance untuk membawa opung ke tempat peristirahatannya sementara. Tibalah kami sekitar jam 8 pagi di tugu atau kuburan opung..pendeta dan beberapa keluarga yang tinggal di Sianjur Mula-Mula suda menunggu. Kami pun langsung memulai acara pemakaman. Peti dimasukkan lalu ditutup dengan semen dan kami berdoa.

Opung kami yang kami kasihi ini sudah kami antarkan ke tanah leluhurnya di Toba pulau Samosir… Tenanglah disana ya opung, tiada lagi sakit yang opung rasakan, tiada lagi infus dan selang oksigen yang selalu opung ingin lepaskan….

Rest in peace my opung.. See you in that bright morning….

With love,

Your pahompu panggoaran

Ps: postingan ini dibuat untuk mengenang opung dan mungkin a lil bit of knowledge about the cuture in Batak…

Advertisements
19

15 Hal Di Bali Weekend Kemaren

Berhubung ga banyak yang mau diceritain tentang ke Bali weekend kemaren, jadi langsung dirangkum aja ya dalam15 hal tentang di Bali kemaren:

1)Berangkat ke Bali hari Kamis sore pulang kerja bareng mamak-bapak dan duo G (uppa ga ikut). Jumatnya saya ijin ga masuk pas banget bukan bagian saya in charge cooking class…jadi ga ada jadwal ngajar untuk hari itu.

2) Ke Bali ngapain? Nyusulin Jc dan suami anaknya yang lagi liburan dari hari Seninnya. Jadi mereka dah duluan 4 hari di Bali. Kenapa harus nyusulin kesana? Karena mereka balik ke US langsung dari Bali. Hiksss katanya supaya Matt (anaknya Jc yang baru 10 bulan) nggak terlalu banyak traveling di pesawat jadi dari Bali langsung cussss balik ke Sacramento.

3)Kenapa harus nyusulin? Ya begitulah kami yang cuma keluarga kecil ini, anak mamak bapak cuma dua, dan cuma bisa bertemu 1 kali setahun jadi momen Jc mudik dimanfaatin sebaik-baiknya. Belum tentu juga tahun depan mereka bisa mudik.

4)Nyampe di Bali udah jam 9 malam dan check in di hotel sekitar jam 10 langsung tepar dan paginya kita sarapan di hotel lalu duo G berenang bareng opung dolinya di hotel… trus capcusss ke Geger beach. Ehhhhh hujannn jannn jannn….ga asik deh ah…ga ada matahari tapi teteup loh duo G main  pasir dan berenang. Puji Tuhan tuh duo bocah kagak sakit. Lalu lanjut ke Pandawa dan ternyata makin deras jadi kita ga mampir hanya turun bentar fotoan (penting hahahaha) trus balik ke Hotel.

5) Lunch di  Nanny’s Pavillion mall beachwalk (karena kita nginep di daerah kuta) padahal saya dan bapak lagi pengen makan nasi padang (lagi agak blenek ama western food) tapi yasudah demi menghargai suaminya Jc yang udah kebanyakan mam nasi selama disini. Hehe

5) Abis makan kita berenang di hotel. Jadi total duo G berenang 3x dalam sehari itu. Sampai si ndul perutnya kembung karena suka ketelen air. Hahahaa untung ga kenapa-kenapa udahannya. Ohya kita bawa dua pasamg baju renang masing-masing.

6) Sorenya beli makan di Mcdonald dan makan di kamar. Ngobrol-ngobrol sama Jc bentar dan balik ke kamar trus kita molor lagi deh. Ohya  Mcdonald kuta teteup rame ya sedari dulu…

7) Kalau udah di Bali rasanya suka pengen pungutin mata yang berjatuhan ke tanah akibat liat sosok-sosok yang mirip Theo James (Hahahahahahaha…imanku lemah kakkk)๐Ÿ˜‚

8) Sabtu pagi kita sarapan dan siap-siap ke gereja. Tiap kali kita traveling ke Bali dan kena Sabtu kit pasti kebaktian di gereja Advent Denpasar yang jalan Surapati. Di gereja ini unik, karena tahu banyak tamu yamg berdatangan dalam rangka jalan-jalan maka semua tamu diundang maju kedepan lalu diberi biblemark bertuliskan “Welcome to Bali” lalu kita didoakan secara khusus supaya perjalanan kami lancar. Senangnyaaaa….

9) Pulang dari gereja kita makan di Ayam plengkung (ah akhirnya makan makanan khas Bali…dah ngidam pengen makan betutu) kali ini harga makanan reasonable..makan segambreng cuma 367rb ruliah. Lah makan di Kuta cuma pesan 4 menu bisa 500rb (pengen gue jitakkkk) itu loh foodcourt seafood yg sederetan ama Mcd Kuta. Padahal dah tau sih disitu alwaya mahal tapi entah kenapa mampir situ lagi.

10) Pulang gereja asli ngantuk banget dan akhirnya kita tidurrrrrr. Hahaha gagal deh mau berenang lagi. Eh duo G berenang dink ama opungma. Wakakaka emaknya enak banget yeee malah modom di kamar. Saya emang lagi ga enak badan sih selama di Bali. Soalnya Seninnya lemes san batuk parah…(sekarang dah mendingan)

11) Malam minggunya Jc ngungsi ke kamar kita (disaranin suaminya supaya bisa puas spend time malam terakhir sebelum mereka balik ke US)….asekkk bisa hosip-hosip ama Jc sepuasnya (padahal ga pernah puas)

12) Paling lucu. Jadi kita lagi jalan di kuta pas malam minggu abis makan di foodcourt seafood itu. Tau sendiri kan pavement di Kuta itu ga luas-luas amat dan always penuh orang jalan hilir mudik (dan aku sukaaa sekali jalan kaki di sana hahaha >> gara-gara banyak Theo James ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚). Nah kk G jalan di depan sama opungma agak jauh dari saya. Trus tiba-tiba ada dua cewek korea masih muda datang dari arah berlawanan dan tiba-tiba yang satu berhenti dan wajahnya kayak surprise gitu lihat kakak G. Dia ngomong begini “liat…liat!! Anaknya cute banget” (pake bahasa Korea) lahhh tau darimana Jo mereka ngomong gitu? Yakali gue tiap hari mantengin drama Korea tapi ga ngerti sebagian kosa kata mereka kan. (Tsaaahh sombong buu???๐Ÿ˜‚) nah saya denger si yang cewe korea bilang “Iputta…” (ga tau cara nulis koreanya tapi kayak gitu pronouncenya). Trus dengan bodohnya saya mau bilang kalau mereka dua itu cute juga. Trus mendadak vocab Korea ku hilang…hiksss trus saya bilang gini ” You Iputta too” wakakakakakaka…geblekkk!!!! Hmmm beneran mau les Bahasa Korea ah. ๐Ÿ˜

13) Nyampe kamar, kita semua masih main sama Matt yang lucu dan gemesin. Jam 9 berharap dia bobo supaya saya dan Jc bisa cao jalan bedua di legian dan sekitarnya. Namun apa yang terjadi? Matt malah makin lincah…hadeuhhh akhirnya matiin tv dan lampu lalu nen ama emaknya berharap dia pules.. tapi buset jam 11 malem dia baru pulas.

14) Yuk capcussss. Ehhh ternyata hujan aja donk malam itu. Tapi tekad sudah bulat kita pun mau pinjam payung di resepsionis hotel…eh payungnya lagi dipinjam tamu juga. Yowes…nunggu reda. 30 menit kemudian kita nekat cuma pakai syal diatas kepala karena tinggal gerimis aja. Tapi teteup ga berani jauh-jauh. Endingnya cuma ke Mall Beachwalk. Muter san muter sini ga jelas. Akhirnya kita nangkromg di sebuah cafe dan pesen minuman. Baru aja minumannya datang eh ada telfon dari nomor si bapak. Hmmm perasaan dah ga enak nih. Bener aja ternyata Matty nangis owak owek kenceng banget karena tahu mamanya ga ada. Ya ampun nakkk…okelah sruput minumannya cepat-cepat (sayang bok..mihil) lalu capcus ke hotel yang cuma jalan 5 menit. Ya gagal deh kencan mamak G and Mamak Matthew ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

15) Minggu pagi breakfast lagi di hotel (breakfastnya ga pernah enak…malesin) lalu si mamak nyari baju buat Matt dan kita capcus ke Airport. Kita beda mobil sama Jc karena ga muat barang mereka banyak banget. Janjian di terminal untuk penerbangan international lalu makan siang di bangi kopi tiam dan cipika cipiki perpisahan sama keluarga JC lalu pada mewek deh….jalan kaki mayan hampir 10 menit ke terminal domestik sambil dorong-dorong trolley+ada duo G juga..pegellll malihhh!!!.

See you soon Matty, Jc and Joe. So happy that we can reunite again…so happy finally I can meet my only one nephew. He is super duper cute..and I’m a happy inangtua ๐Ÿ˜Š Thank you Joe for keeping your promise to let Jc go back to her hometown once in a year… (ini aja dah syukur banget bisa ketemuan sekali setahun) Thank You God…semoga semua sehat-sehat…till next time sistaaa!!!

image

Picturenya ini aja ya…sedang malas saiyahh ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


image

Eh sama ini dink satu lagi

32

Ponakan Oh Ponakan

Yanasssiii yanasibb… dari dulu pengen tahu rasanya punya keponakan, dan berhubung cuman dua bersaudara berarti harapan satu-satunya ya harus beranak dulu si Jc adik saya. Ya emang sih ada ponakan dari uppa tapi ga usah muna deh ya pasti beda rasanya kalau itu anak dari adek or kakak kita sendiri. Jc ama ponakannya (duo G) kan lebay banget, bisa itu isi galery fotonya di Hp foto kakak G semua ( dulu pas kakak G masih ponakan dia satu-satunya) . Semua-semua beli buat ponakan. Pokoknya emaknya (saya) bahagialah soale ga perlu beli macam micim because ada tantenya yang baik hati ๐Ÿ˜‚

Nahhh kejadian deh nih punya ponakan kan akhirnya, tapi kesiksa rasanya ga bisa ketemu, liat langsung mukanya apalagi gemesin and cium-cium pipinya. Sekarang baby Matt usia 7 bulan jadi ini pasti lagi lucu-lucunya karena dah bisa duduk kan ya. Saya suka gregetan kalau lagi Tangoan ama dia..ilernya kemana-kemana trus pipinya mau jatohhh. Duhhh kenapa kamu jauh amat sih Matt? Inang gemes ampe ubun-ubun.
Saya minta Jc rajin-rajin kirim foto Matt. Kayak hiburan tersendiri deh liat perkembangannya tiap hari lewat foto. Waktu mamak Ke tempat adik saya (sebelum Matt lahir) saya bawakan beberapa barang-barang or baju punya ndul waktu bayi siapa tau ada yang bisa dipakai Matt. Ahhh senangnya ternyata ada dua yang sering dipakai si bayi lucu ini. Nih dia gambarnya. Yang kiri tentu aja ndul waktu bayi (lihat legamnyaa๐Ÿ˜‰) dan yang kanan itu Matt. Ya bisa bedain lah yaaa yang atu kopi yang atu susu but they are my adorable boys.

Duhhh anak inangtuaaaa…semoga kita beretemu segera ya nakkk! Kiss kiss from inangtua ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ช

Love you Matt, love you sayangnya inangtuaaaa…. pokoknya dah tekad,kalau Matt jadi datang akhir tahun ini ke Jakarta (apa cuman ke Bali doank, soale bapake si Matt gak suka banget Jakarta! Heh jitak juga nih!) Pokoke inang pantengin Matt kemana aja, inang mau beliin baju lucu-lucu di Mall atau biar bisa borong banyak, kita ke Mangga dua sekalian ya Matt.. apa? Kamu ga level baju Mangga dua? Hadeuhhh emakmu aja demen beli baju second di Pasar senen wakakaakkakakkk!!!! Pokoke datang ajalah dulu ya Matt…biar inang tau gimana rasanya peluk dan cium ponakan beneran. Aaahhhhh membuncah bangettt bangettt ini rasa rindu ke kamu Matt!!! 

*siap-siap duo G ngiri* ๐Ÿ˜‚

Btw, siapa yang ga gemes ya dikirimin foto begini

Jadi gini ya rasanya punya ponakan…๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

48

Mamak! (INSERT : 1000 CINTA)

image

Hari Minggu kemarin si mamak tiba-tiba kirim WA ke saya dengan pertanyaan seperti diatas. Nanyain kami ada di rumah gak? Kirain nanya gitu ada tamu or saudara yang mau datang ke rumah kami. Eh ternyata doi lagi kesepian. Pengen banget dikunjungi ama kita terlebih dua cucunya. Dari malam minggu si mamak udah minta-minta duo G nginep di rumah mamak aja eh tapi mamak baru ingat kalau dia ada acara parsahutaon (biasa deh inang-inang batak banyak bener acaranya).

Sebagai anak, tentu kadang sedih denger kalimat “mamak kesepian”. Duhhh kadang disitu rasanya suka nyesel pindah jauh dari rumah mamak. Padahal ga jauh-jauh amat sih jarak tempuh rumah mamak ke kami yang sekarang cuma 45 menit aja. Eh tapi teteup jauh juga sih ya. Ya tapi dibanding dia kangen ama anak dan cucunya yang atu lagi, mesti kudu pakai paspor dan visa plus ngabisin ongkos belasan juta. Padahal dulu saat 2 tahun tinggal di dekat rumah mamak, selama dua tahun itu saya lihat mamak kayaknya bahagiaaaa terus, bisa lihat cucunya kapan aja dia mau. Palingan suka sebel liat kami kalau kami suka keluyuran ke mall or ke Bandung. Hihihi….

Kalau ditanya siapa orang paling penting dalam hidup saya, maka jawabannya udah pasti “Mamak”. Ga maksud mendiskreditkan suami tapi mamak buat saya adalah malaikat yang dikirim Tuhan dalam kehidupan saya. Dengan begitu saya berkesimpulan bahwasanya semua manusia punya malaikatnya masing-masing, karena kita semua lahir dari rahim seorang ibu. Hal yang paling nikmat dan saya syukuri adalah saya masih bisa merasakan kehadiran malaikat itu. Mamak masih sehat, mamak masih bisa mendampingi saya dari lahir sampai detik ini, sampai saya harus menjadi seorang malaikat juga untuk kedua anak saya. Tentu postingan ini tidak bermaksud membuat sedih atau iri teman-teman yang sudah kehilangan malaikat atau ibunya.

Justru saya ingin mengingatkan diri sendiri ‘To cherish the moment’ iya, menikmati dan mensyukuri saat-saat bersama mamak. Menghabiskan lebih banyak waktu dengan beliau, memberikan perhatian lebih banyak lagi dimasa tuanya sekarang. Lebih mengerti perasaannya dan menunjukkan rasa sayang kepadanya lebih sering lagi. Kenapa? Karena dimasa lampau mungkin saja banyak kata-kata serta perbuatan saya yang menyakiti hati beliau. Banyak hal yang diperdebatkan, banyak hal yang tak saya setujui walau akhirnya saya tahu bahwa semua yang mamak lakukan adalah untuk kebaikan anaknya.

Mak, semoga mamak selalu dalam lindungan Tuhan dan sehat selalu. Semoga mamak menikmati hari tua mamak dengan penuh senyum bahagia. Semoga aku bisa seperti mamak yang selalu tulus dan ikhlas menjadi malaikat penjaga kedua anak-anakku juga bagi cucuku kelak.

Makasih ya mak! Untuk semua yang sudah mamak lakukan sepanjang hidup mamak untuk aku dan anak-anakku. Tidak terlalu peduli sebenarnya tanggal berapa memperingati hari ibu tapi nggak ada salahnya untuk mengingat dan mengucapkan “Happy mother’s day” to you mak! I love you bertubi-tubi ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜š

Ps: Ohiya diakhir WA si mamak, dia bilang dia bawain sepeda. Ternyata si mamak beliin sepeda baru buat Kakak G. Trus dia naik grabcar bawa sepedenya ke rumah kami. Ohhh so sweet amat sih mak! (INSERT: 1000 cinta lagi)

32

Fantastic FOUR

Hahh? Ngomongin Four lagi? Tobias Eaton lagi? Theo James lagi???? Malesssh amat!*

Hahahaha…tenang, tenang kali ini kagak ngomongin si yayang FOUR di Divergent sang pujaan hati kok . Yayang Four mah ga usah diomongin juga dah pada tahu kan ya dia mah emang fantastic. Hahahaa *mamak2Hormonal* ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Jadi ngomongin apa ini Fantastic Four? Bukan juga tentang film melainkan tentang ndulku tercinta yang Sabtu kemaren baru aja ngerayain ultahnya yang ke….? Huaaaa wait! Yang ke 4? Anak bayikkkk kok udah 4 tahun aja? Kok cepat amat ya? Bentar lagi udah ga mau diuyel-uyel lagi deh nih *hiksss mamanya manyun*. Si ndul tuh penghibur hati banget deh secara anaknya suka ngeles kayak bajay, suka bikin hal-hal konyol yang ga kepikiran ama kita. Pokoke konyol dan yahhhhh sometimes challenging juga.

Jadi Jumat lalu saya berkutat di dapur untuk baking 100 lebih cupcakes untuk dibawa ke gereja. Giling yak kurang kerjaan banget. Hahaha maklum lah mumpung anak-anak masih kecil biar ada bekal cerita buat mereka pas gede nanti. Ini loh foto ultahmu ke 1, ke 2 ke 3 dst…kuenya mama yang bikin loh ini…. *mamah2MintaPamrih* hahaha… ehhh ehh bukan kok bukan minta pamrih cuman seneng aja meribetkan diri dan emang serulah buat bahan cerita nanti kalau mereka sudah besar. Uhukkkk!!! sudah besar? Tidakkkkkksss ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ *tiba2Keselek*

Yang challenging itu bikin cake atasnya. Errrrrr ga pernah rapih. Pokoke asal jadi ajalah. Nah hari Selasa kemaren dirayain deh di sekolah dengan bikin cupcake sekitar 80 pcs, yang mana badan akhirnya mayan capek juga ya…huhu padahal kan belom boleh capek nih abis sakit tipes kemaren. Yasudlah mudah-mudahan ga kenapa-napa yessss!!!

Tadinya goodie bagnya itu mau sok kreatif ala mamah-mamah Instagram yang bikin DIY maianan buat anak, DIY fine motor skill dan lain-lain yang lebih ribet lagi *dasarMamak2Ribedd* tapi apa mau dikata kan mamake tepar 2 minggu lebih. Jadilah balik maning sing ASEMKA, hahaha…. padahal deket rumah juga ada sih yang harganya ga jauh beda cuman ya teteup ga puas kalau ga ke Asemka, walau emang pulang-pulang jadi bau asem saking keringetan dan panas. Jadi isi goodiebagnya standar aja tempat makan dan botol minum karakter baymax (for boys) dan Frozen (for girls).

Si mamak masakin fried noodle dan nugget (yang pasti dimakan anak-anak dan simple), plus cupcake momma G. Lalu mereka bawa pulang balon-balon yang dibentuk jadi pedang, bunny, dog dll (yang kayak di Pizza hut itu loh). Eh temen-temen si ndul malah lebih tertarik sama balonnya daripada goodiebagnya…ya namanyapun anak-anak ya.

Perayaan di sekolah juga simple, cuma
nyanyi, tiup lilin aja dan bagi gooide bag aja. Di gereja juga cuma tiup lilin dan didoain pendeta..trus tumben di gereja doanya khyusuk banget. Yang penting ndul senang yaaaa nak! Yaiyalah senang dapat banyak kado…hihihi ๐Ÿ˜Š

So,what is my wish for this lovely boy? Semoga Tuhan memberkatimu ndul, dalam setiap langkahmu. DijagaNya dan dituntunNya sepanjang hidupmu. Aminnnnn!!

Happy birthday my lovely boy,
The sun of my days,
The moon of my nights.
I’ll love you forever,
I’ll like you like always,
As long as I’m living…my baby you’ll be

Enjoy your Fantastic four ya ndul!

image

khusuk doanya…(doa di gereja)

image

kue yang ga pernah simetris, gapapa ya ndul yang penting original buatan mamanya ๐Ÿ™‚

image

potong kuenyaaaa…..potong kue miringnya…hahaha ga bakat deh bikin pake fondant mesti banyak latihan

image

terkagum-kamgum sama kue baymaxnya..padahal kan cuma mainan ditancepin doank hihihi

image

[caption id="" align="aligncenter" width="300"]image With my cousin and opungma

image

momennya pas banget ya, blowing his candle

image

Happy birthday ya ndul..my (never)serious boy! love to act silly

54

Soal Mengalah

“Kak, kamu ngalah donk sama adeknya”

Kata-kata itu sering terucap dari mulut kami berdua di rumah, tapi belakangan saya melarang uppa untuk mengatakan hal itu pada kakak G. Saya merasa ada yang salah pada instruksi untuk selalu mengalah pada adiknya tanpa melihat casenya. Yes the art of having two kids or more ya begitu memang. Permasalahan tiap hari ga jauh-jauh dari beranteman between siblings. Saya adalah kakak dari adik saya satu-satunya, yaitu si Jc. Ga usah ditanya ya kayak apa dan sesering apa kami berantem waktu kecil dulu. Pokoknya bisa kejar-kejaran keliling gang rumah cuman gara-gara kesel rebutan mainan or habis gondok-gondokan. Mamak juga sering suruh saya mengalah sebagai seorang kakak dan itu rasanya gak ikhlas banget harus disuruh ngalah terus-terusan. Kami berhenti berantem saat saya masuk SMA dan harus bersekolah di sebuah boarding school di Malang. Berjauhan membuat kami jadi saling merindu dan makin sadar kalau kita saling sayang.

Kata mengalah artinya dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
meng.a.lah
Verba (kata kerja)ย 
(1) tidak mau mempertahankan (haknya, pendiriannya): dalam perdebatan itu ia selalu mengalah;ย 
(2) dengan sengaja kalah; pura-pura kalah: balaslah, jangan mengalah saja

Jadi mengalah itu sebenernya susah juga ya, susah kan untuk sengaja kalah. Kenapa kita otomatis mengarahkan kata “mengalah” kepada yang tertua? Padahal kan belum tentu harus selalu begitu. Saya mulai tidak lagi selalu menyuruh kakak G untuk mengalah pada Ndul adiknya. Saya akan lihat casenya seperti apa. Misalnya, kalau apa saja yang si kakak pegang duluan lalu diambil paksa sama ndul, saya kekeuh ga mau ndul ambil hak kakaknya. Walau setelahnya ndul pasti nangis meraung-raung, musti tega.

Tapi ada case dimana mereka sama-sama mau nonton film dan ternyata mereka punya selera yang berbeda kan, jadilah kadang saya suruh kakak mengalah untuk kasih adeknya dulu yang nonton film kesukaan dia. Itu pun sekarang saya mulai perbaiki lagi bahwa gak selalu film kesukaan ndul dulu yang dipasang, gantian kakaknya duluan. Pokoknya sekarang mesti bisa lebih adil dan bijaksana*dah kayak Pancasila ajaa yah๐Ÿ˜๐Ÿ˜„*

Case lain adalah bilamana si adik ngantuk mau tidur dan harus dikelonin dulu sama saya tapi saat yang sama si kakak mau ditemanin baca buku, untuk hal seperti ini tentu saya suruh kakak mengalah untuk menunggu saya selesai menidurkan adiknya. Ada case dimana kakak harusnya lebih mengerti situasi yang ada dibanding adiknya. Saya berusaha supaya kakak diajarkan untuk menyuarakan pendapatnya bahwa ia tidak mau mainannya diambil, tidak mau adik melulu yang didahulukan. Hal ini dilakukan agar kakak tidak merasa selalu dijajah dan ndul tidak merasa apa pun yang diinginkannya akan selalu didapat.

Kenapa saya mulai melarang uppa untuk selalu menyuruh kakak G mengalah sama adeknya? Tentu karena saya lihat efeknya jadi jelek buat si adek yang terus-terusan diberi apa yang dia mau, jadi manja dan semau-maunya. Nah tapi nih, efek paling jelek menurut saya ya justru ke si kakaknya. Kenapa? Karena hati kakak pasti sedih tiap kali disuruh mengalah sama adiknya.

Saya ingat pernah baca di salah satu novel favorit saya “Sabtu Bersama Bapak”, kalau ga salah disitu disisipkan juga parenting tips yaitu salah satunya untuk tidak selalu menyuruh si kakak mengalah pada adiknya. Tidak selalu menaruh beban yang lebih banyak di punggung seorang kakak. Biar bagaimana mereka sama-sama anak kita yang mesti disayang, perhatikan dan diperlakukan EQUALLY!

Ada efek lain yang paling buruk dari selalu menyuruh si kakak untuk mengalah, saya mengutip dari web parenting, katanya RASA MARAH AKAN TERPUPUK. Karena bila kakak terus menerus diminta mengalah, ia bisa membenci adiknya karena adik selalu mendapatkan apa yang diinginkan dan ia tidak. Kemungkinan yang bisa muncul adalah ia akan meniru cara adik untuk mendapatkan keinginannya, baik di rumah atau sekolah. Bisa jadi, ia tertekan atau justru โ€˜meledakโ€™.ย 

Wahhh ternyata segitu berbahayanya ya kalau kita tidak berhati-hati saat menyuruh si kakak untuk mengalah terus-terusan pada adiknya. Saya berharap bahwa saya akan selalu bisa adil pada duo G di rumah.

Kenapa saya tulis tentang hal mengalah ini? Karena sekarang kakak G sudah mau Mau 6 tahun dan udah mau SD dan sudah cukup mengerti artinya kecewa. Saya melihat kesedihan dimatanya bila dia selalu mengalah pada adiknya dan dia biasanya jadi diam. Seringkali saya lihat dia mengalah dengan sendirinya tanpa kami suruh, tapi kok jadi saya yang sedih melihat dia seperti itu. Untuk itu saya ingin memperbaiki hal ini dan mudah-mudahan tulisan ini adalah juga pengingat untuk saya supaya bisa lebih adil dalam memperhatikan dan memperlakukan kedua anak saya dengan sama. Kakak gak selalu harus mengalah pada adiknya…. setuju?

image

image

49

Scientia Square Park : Taman Yang Nyaman,Tapiiiiiii????

 

Abis nulis postingan “Teman Yang Nyaman” lalu lanjut ke postingan ini….”Taman Yang Nyaman” hahahahaha just a coincidence ya. Padahal mau nulis review tentang Scientia Square Park ini sih dah dari sebulan lalu tapi belum sempat-sempat.

Kayaknya dah lumayan sering juga saya bahas bahwa saya suka banget yang namanya taman. Yes, of course I love beach and mountains tapi yang namanya ke taman itu kan ga butuh effort kayak kalau kita mau pergi ke pantai dan pegunungan kan. Taman itu identik ke tempat yang ga jauh dari rumah kita. Beda kasus kalau kita mau ke Taman nasional yak…

Pertama kali tahu Scientia Square park, itu di postingannya Gemma @gletita di akun IGnya. Kebetulan emang dia warga BSD sih jadi wajar aja kalau mainnya ke Scientia Square Park (SSP) ini. Liat-liat fotonya kok kayaknya nyaman banget ya ini taman. Okelah, si penggemar taman pun mengajak pak suami dan duo bocils untuk cussss menuju lokasi. Yup! walau saya warga Tangerang, tapi teteup loh menuju SSP ini mayan jauh. Ya karena kan Saya mah Tangerangnya masih deket ke Daan Mogot Jakarta.

Sebenernya kami kesiangan juga sih nyampe sini, jadinya Fanassss polll banget deh. Karena kita nyampe dah jam 9 lewat…ahhh kagak seru yak! Tapi gak apa-apa donk untuk memuaskan rasa penasaran dan emang pengen spend a day at the park, so kita pun beli tiket dan masuk ke Scientia Square Park.

Di dekat puntu masuk kita disambut oleh permainan jungkat-jangkit dan 2 ayunan yang bisa dipakai bayi dan toddler. Melipir dikit ada area bermain roller blade ( bayar lagi, tapi kalau punya sendiri ya bawa aja sendiri biar lebih puas). Lalu melipir dikit ada wall climbing yang didesign untuk anak-anak dan remaja. Dibawahnya dikasih bantalan empuk gitu jadi rasa-rasanya aman. Ada juga area maen skateboard…ihhh keren deh berasa maen di taman-taman di luar negeri *ada yang norak…hahahaha*

 

 

 

Di taman ini juga kita bisa nemuin lapangan hijau untuk anak-anak lari-larian or sekedar main bubble dan main bola or main sepeda. Nah lapangan ini dikelilingi sama tempat duduk yang juga punya bantal gede yang bisa buat tiduran. Nyaman banget deh, plus pohon-pohonnya yang rindang bikin kita pengen bobo-bobo syantiekkk disana ๐Ÿ˜„. Ada juga area bermain air (walau kurang menarik sih), monkey bar dan tentu the giant swing yang jadi icon tempat ini. Ada petugasnya yang khusus mengayun kita. Satu ayunan ini bisa menampung 3-4 orang dan ternyata naik ayunan ini seru dan agak sedikit mengerikan juga sih…hihihi mayan pusing pas turun dari ayunan.

 

 

 

 

 

 

 

Selain area permainan anak, ada juga sebidang tanah yang ditanami padi, jadi lumayan mata segar liat pemandangan hijau-hijau disini. Ada juga taman kupu-kupu (sayang kupu-kupunya cuma nemu 2 or 3 aja yang berterbangan) lalu kolam ikan koi dan disampingnya juga akan dibuat taman kelinci nantinya (belom jadi waktu kita kesana)…eh iya bisa lihat kerbau juga dink disini. Ya lumayan banget buat anak-anak eksplore kesini. Alternatif supaya gak ke mall melulu *lirik kakak G* ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜ฅ

Saya lumayan kaget juga pas tau ternyata pengunjung taman ini bukan cuma warga BSD or Tangerang dan sekitarnya aja loh, soalnya abis nguping mahmud disamping saya yang bilang mereka datang dari Tebet…whattt? Busettt niat beneeurrr ya. Mereka ya kayak saya juga korban sosmed, gara-gara lihat postingan orang eh jadi main ke taman yang sebenernya lumayan jauh ini *bahkan dari rumah saya yang di Tangerang aja bisa 35 menitan*

Saya suka sekali sama taman ini karena benar-benar taman yang nyaman. Kalau mau playdate juga asik banget buat anak dan para ortunya. Sukaaaa deh pokoknya, karena taman ini bener-bener taman yang nyaman, Tapiiiiiii…iya ada tapinya! Saya belum bilang kan tadi berapa harga masuk taman ini?

Harga tiket waktu bulan lalu itu ( Bulan Januari )adalah 25ribu rupiah per orang (hmmm mahal juga ya cuma ukuran sebuah taman) Jadi kami ber empat ya 100rb rupiah. Bahkan masuk ancol lebih murah kalau sebelum jam 8 pagi (kami rutin ke ancol hampir sebulan sekali ajak duo G main pasir dan air plus ke eco park bayarnya cuma 12.500 rupiah per orang). Nah taman seuprit ini walau nyaman tapi tetep buat saya overratted alias mahal, maksudnya ini harga 25 ribu karena lagi promo loh. Kalau harga normalnya yah dua kali lipat dari harga promo itu. Hikssssss menyebalkan ya? Memang sih taman yang nyaman seperti ini butuh maintanance yang tinggi, tapi mbok ya harganya jangan gitu-gitu amat ya. Soalnya kan kita pengen sering-sering main ke taman. Tapi kalau harganya mahal kan kita jadi mikir-mikir lagi. #MakanyaKalauKereJanganMaenKesini *wakakakakak jadi inget hesteg yang Lipo Mall Puri*

Intinya….I love park, I love Scientia Square Park but yeahhhh I don’t think I will come back soon. Buat para bapak ibu pengusaha, tolong dipikirkan untuk membangun lebih banyak lagi taman-taman untuk bermain bagi anak-anak atau sekedar untuk berlari-larian di atas tanah or rumput walau saya tahu tanah di Jakarta makin habis dan tergeser dengan adanya pembangunan apartemen, rumah dan RUKO yang tiada habisnya…tapi bisalah bangun taman dulu dibanding bangun mall dan ruko.

Thank you Scientia Square Park, for being a comfortable park, please consider in decreasing the entrance fee hehehehe emak-emak tetap aja nawar yak…thank you very much….