50

Felt Impressed In BESS RESORT-Lawang

Seneng ga sih kalo liburan trus tinggalnya di hotel yang viewnya bagus + service ok + affordable price? Beuh itu sih dijamin semua pada ngacung kan? Nah, ini ada hotel or resort atau apalah namanya yang menurut saya memenuhi 3 kriteria diatas. Jadi, setelah merubah itenerary beberapa kali saat kami di Malang bulan Maret lalu, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Bess Resort Lawang. Kita memang sengaja nginap disini karena beberapa hal berikut:
1) Kami sudah check out dari hotel di Malang dan akan berkunjung ke Boarding school di Lawang dan ga mau balik lagi ke Malang karena jauh
2) setelah main di lawang, subuhnya kami harus berangkat ke Gunung Bromo,lumayan hemat waktu jadi lebih dekat kan kalau dari Lawang.
3) Pengen juga ngerasain nginap di hotel di seputaran Lawang (tapi please jangan hotel Niagara…hisss so oldies and spooky.

Setelah googling sana sini (yang googling mah si Jc, kakaknya tinggal santai..hahaha) maka dapatlah si Bess Resort ini. Kita liat gambar-gambar di internet kok kayaknya menarik ya. Viewnya bagus, ada sungai dan bukit plus ada Water parknya. Penting banget nih secara kan bawa kk G yang kalo liat aer kayaknya ga mau beranjak deh (semua anak kecil keknya gitu kan) dan yang paling penting itu ratenya gak bikin muka manyun. Kita juga belum pasti-pasti amat mau nginap sini karena ya itu tadi, itenerary berubah-ubah, yang mana akhirnya itenerary kami seperti dibawah ini:
-Senin sore: Berangkat dari st. Senen menuju Malang naik KA ekonomi
-Selasa: Tiba di Malang, check in dan wiskul Malang dan menjelejahi Museum angkut
-Rabu: Wiskul lagi, Batu Secret zoo
-Kamis: Check out dari Malang, main ke Lawang, boarding school lalu check in di Bess resort
-Jumat : Subuh berangkat ke Bromo dan dari Bromo langsung ke Airport Juanda Surabaya and cussss pulang ke Jakarta.

Efisien banget kan si Jc, jadi kami nginap di hotelnya cuma 3 malam saja. Nah kami booking Bess resort ini hanya via telfon dan gak pake transfer segala, percis kayak waktu saya booking hotel Carolina di Tuktuk, Samosir. Mungkin karena masih sepi ya jadi bisa sistem booking yang seperti itu.

Ok, jadi setelah puas bernostalgia di sekolah kita dulu, kita capcus menuju hotel dan harusnya kalau gak macet kita bisa sampai dalam waktu 15 menit aja. Jadi lokasi Bess resort ini ada di sebrang Pabrik Bapao Telo yang tersohor (di lawang itu), patokannya adalah RSJ Lawang dan masuk aja terus sampai ada perumahan. Ya memang lokasinya jadi jauh banget dari jalan raya, karena ternyata hotelnya ada di dalam sebuah perumahan.

Bess Resort Lawang

Bess Resort Lawang

Resort tampak depan

Resort tampak depan

Rate yang kita bayar untuk per malamnya adalah 340 ribu rupiah including breakfast dan free ke water parknya, ya sebenarnya water park dan kolam renangnya ya bagian dari si Bess resort ini sih. Staffnya ramah dan lucu deh salah satu securitynya selalu manggil saya “Jeung”… hihihi aneh rasanya dipanggil jeung, berasa lagi di arisan ibu-ibu pejabat kan ya.

Jc yang ngurusin check in...duh ini kakaknya bener-bener ga sopan yaaa ga pernah ngurusin ginian selama traveling...ahhh love u godek

Jc yang ngurusin check in…duh ini kakaknya bener-bener ga sopan yaaa ga pernah ngurusin ginian selama traveling…ahhh love u godek

Lobby Bess Resost Lawang

Lobby Bess Resost Lawang

View from the restaurant..hijauuuu

View from the restaurant..hijauuuu

Setelah kita masuk kamar, ternyata bentuk resortnya ini terdiri dari dua lantai dan bentuknya memanjang lurussss semua menghadap seungai dan bukit. Aslik ini kami ga ada ekspektasi apa-apa kecuali bisa tidur nyenyak dan kk G bisa main bentar di Water parknya.

Tadaaaaa…. pas masuk kamar kita lumayan kaget juga karena kamarnya guedeeee dan ada balkonnya menghadap sungai dan bukit plus kamarnya bersih kasurnya besar…haduhhh sedap bener deh ini.

Kamarnya lumayan gede kan ya untuk harga 340rb

Kamarnya lumayan gede kan ya untuk harga 340rb

big room and comfy bed

big room and comfy bed

toilet standard tapi bersih

toilet standard tapi bersih

Begitu kita beresin barang-barang, langsung deh duduk-duduk stengah jam dan foto-foto di balkon, bagus banget bisa liat sawah dan sungai plus bukit. Suara air sungainya makin malam makin deras kayak berasa lagi hujan gitu.

Pemandangan dari balkon kamar

Pemandangan dari balkon kamar

someone was busy taking pictures

someone was busy taking pictures

Begini bentuk resortnya. memanjangggggg

Begini bentuk resortnya. memanjangggggg

Selesai kita nikmatin pemandangan di balkon, kita ga mau buang-buang waktu karena udah jam 5 sore dan kk G dah mupeng banget pengen berenang di water parknya. Kita pun ganti baju renang dan pemandanagan dari swimming poolnya juga kece berats.. berasa kayak di Ubud loh ini…

Kk G beneran ga mau beranjak dari air dan terus-terusan main perosotan padahal udah jam 6.30 alias dah gelap. Walaupun masih ada yang berenang tapi takut ni anak masuk angin karena kita kan non stop travelingnya dan masih mau ke Bromo subuhnya, saya jaga banget biar kk G tetap fit dan jangan sampe sakit deh…duh bisa ga direstui lagi sama bapake untuk dolanan gini.

Anak-anak pasti suka banget kan liat yang model begini

Anak-anak pasti suka banget kan liat yang model begini

water park...difoto lewat kaca jendela restoran hotel

water park…difoto lewat kaca jendela restoran hotel

Kk G senang banget

Kk G senang banget

auntynya G

auntynya G

mamanya G

mamanya G..DUH BERASA DI UBUD YEEE MBAKKK

G and mommy

G and mommy

Setelah bujuk rayu alias ngitungin dia maen perosotan 20x… haishhh! Barulah dia mau beranjak dan kita balik ke kamar untuk bilas. Abis mandi tentu aja kita lafaaaarrr tapi karena tempat ini jauh dari mana-mana dan mobil rental kita dah pulang, jadi kita pasrah aja sama makanan restoran hotel. Bener-bener under estimate banget sebenernya soalnya restonua sepi. Di restoran juga cuma ada kami dan satu keluarga lagi yang juga baru selesai berenang. Kami pesan beberapa menu (lupa pesan apa aja dan ga dipoto) trus langsung gragas aja karena ternyata makanannya enak dan yang paling penting yaitu harganya ga bikin kening mengkerut. Yeayyy!!!

Ohya, ada suatu kesan yang yang manis yang hotel ini berikan sama kami. Jadi karena waktu check in kami bilang kami mau check out jam 3 subuh, staff hotelnya berinisiatif menawarkan breakfast kami untuk dibungkus saja dan dibawa. Wowwww saya terpana! Baik sekali mereka. Ya walaupun saya tahu ya itu memang bagian dari service mereka dan rata-rata mungkin hotel akan seperti itu.

Nah, saat saya lagi makan di resto malamnya itu saya nanya besok menu breakfast yang mereka tawarkan untuk dibungkus itu apa? Lalu mereka justru menanyakan kami maunya apa dan disebutkan beberapa pilihan dan jika mau mereka akan menambahkan jenis sarapan yang lain tanpa biaya tambahan. Wowwwwww terkesan banget deh! *tadinya mau minta gulai kepala kakap..hahaha yakaliii*Akhirnya kita bilang bungkusin sarapan yang simple aja dan gak pedas karena ada anak kecil yaitu kk G.

Restorannya, nuansa Bali critaknya :) delicious food and affordable price!

Restorannya, nuansa Bali critaknya 🙂 delicious food and affordable price!

Restaurant

Restaurant

Setelah selesai makan dan bayar kita pun balik ke kamar dan langsung beberes barang lagi lalu telfonan bentar ama uppa dan Jc tango-an ama suaminya. Setelahnya kami pulas tidur sampai alarm bunyi dan kami bangun hanya bermodalkan sikat gigi dan cuci muka. Setelah barang beres semua, kami pun buka pintu kamar dan driver kami sudah menunggu dengan mobilnya. Barang-barang kami masuk semua ke mobil dan Jc ke resepsionis untuk check out dan saya menggendong Kk G di dalam mobil karena tentu saja G masih di alam mimpi alias pulas tidurnya.

Jc kembali dari resepsionis menuju mobil diparkiran dengan 3 plastik tentengan, saya bingung itu apa dan ternyata itu adalah breakfast kami dari pihak hotel. Waktu saya buka kotaknya ternyaya isinya adalah beberapa potong sandwich dan telur juga 2 kotak nasi goreng… wowww baik sekali. Beneran sandwichnya banyak banget loh isinya, dan ohya ada satu kotak lagi isinya buah-buahan. Sungguh terkesan.

Jadi begitulah cerita kami selama tinggal di Bess Resort Lawang yang kalau dihitung-hitung ternyata kami tinggal disana hanya 10 jam saja. Pelayanan yang baik, staff yang ramah dan sigap, view yang bagus plus rate yang affordable.

Cuma satu yang disayangkan dari perjalanan ini, yaitu kami tak sempat menikmati kicauan burung di pagi hari dan berjalan menyusuri desa dan sungai dibawah hotel itu, tentu saja karena kami harus ke Bromo subuhnya dan langsung ke Jakarta. Hmmmmmm for sure I’ll stay here again when I have a chance visiting Lawang someday. We felt impressed with everything here.

Thank You Bess Resort Lawang!!! We had a nice stay and really hope to see you again someday, but please stay nice, stay clean and stay cheap! Hahahaahaha….

We had fun here...Thank you Bess Resort Lawang

We had fun here…Thank you Bess Resort Lawang

39

After 15 Years!

Kalian suka gak sih melakukan perjalanan napak tilas? Kalau memorinya indah pasti makin seru ya. Jadi perjalanan saya, Jc dan Kk G bulan Maret lalu ke Malang bukan aja mau menikmati Jatim Parknya tapi juga mau napak tilas or kangen-kangenan sama Sekolah kita pas SMU dulu, after 15 years.

Tadinya ada 2 pilihan tempat liburan yang Jc dan saya rencanakan. Yaitu kita mau ke Karimun Jawa or Malang. Jc katanya udah kangen banget ke pantai, maklum selama stay di Sacramento dia belum pernah ke pantai. Tapi kita galau sama cuacanya, takut karena itu masih rainy season. Daripada ambil resiko jadilah kita memutuskan untuk liburan di Malang aja.

Setelah kita puas explore Batu dan kota Malang (padahal belum puas-puas amat sih) tujuan kita berikutnya adalah Lawang. Yes, Lawang yang menyimpan banyak kenangan. Lawang bisa ditempuh selama 30-45 menit dari kota Malang. Tujuan utama ke Lawang adalah tentu saja ke boarding school tempat kita bersekolah dulu. Waktu itu kita rental mobil Avanza plus driver yang nantinya driver ini juga yang antar kita ke Bromo dan sampai Bandara Juanda Surabaya untuk pulang ke Jakarta.

Jadi kan, selama kita di Malang kita cuma mengandalkan taxi, jadi ribet kalau mau mampir-mampir. Lalu si jc yang anaknya super efisien itu mengusulkan supaya kita mulai merental mobil pas hari ke 3 aja. Jam 11 mobil rental datang ke hotel tempat kita nginap.

Lalu kami minta dibawa ke alun-alun Malang untuk nostalgia sama NTT (nasi tahu telor), terus ngelewatin bioskop Mandala (duhh ini bersejarah banget deh..penuh kenangan), trus saya minta diantar juga ke Gramedia(ngelewatin aja sih) disamping Gramedia ada si restoran es krim Oen yang tersohor itu. Btw, Kenapa orang-orang suka banget ya kesini? Saya dari dulu juga suka sih mampir ke toko ini tapi bukan buat makan es krim, melainkan nelpon mamak karena di dalamnya/sampingnya ada wartel (warung telepon). Maklum siswa kere ga ada duit buat beli eskrim mahal hehehe

Kita sih gak mampir di Oen, perut dah begah banget makan segala yang enak-enak. Jadi kami minta dianter ke Plaza Dieng. Ternyata mallnya dah berubah jadi mirip sama ITC roxy mas kalau di Jakarta atau BEC/ Bandung Electronic Center (yang di depannya BIP ). Like I told you before, di mall ini saya pertama kalinya dulu nonton bioskop, dan filmnya adalah Romeo and Juliet yang Leoanardo di caprio + Claire Danes, unforgettable deh ini.

Trus kita lanjut menuju arah Lawang dan sempat ngelewatin candi Singosari. Ohya kita udah check-out dari hotel di Malang dan akan menginap di sebuah hotel di daerah Lawang. Sesampainya di Lawang….errr rasanya seneng banget karena pasar Lawang ini tempat kita anak-anak asrama dulu beli segala keperluan kita. Seperti yang saya udah ceritain di postingan-postingan sebelumnya kan ya. Trus, apa donk perubahan di pasar ini setelah 15 tahun?. Ternyata pasar lawang masih sama kayak dulu, tapi ada banyak nambah ruko-ruko baru yang jualan oleh-oleh dan jual segala baju, sepatu and keperluan lainnya. Ada toko yang dulunya jaya banget tapi sekarang udah redup. Sesudah kita makan di warung mungil, kita beli oleh-oleh di area ruko baru itu. Wiiiiii mau kalap rasanya pengen dibeli semua itu cemilan khas jatim. Cuman aja kita langsung mikir, males bawanya ampe ke Airport nanti hihihi.

Pasar lawang

Pasar lawang

pasar lawang

pasar lawang

Oleh-Oleh yang dijuall di pasar Lawang

Oleh-Oleh yang dijuall di pasar Lawang, khasnya si TELO INI. telo means ubi

Beli Wingko, My fav

Beli Wingko, My fav

Jadilah kita belanja olwh-oleh sampai 2 dus. Si Jc paling banyak karena dia mau bawa ke Sacramento buat temen-temen indonya. Kelar belanja-belinji kita menuju sekolah kita dulu yang jarak tempuhnua cuma 10 menit aja dari pasar lawang. Huaaaa Lawang mulai banyak berubah, ada pabrik Bapau Telo yang terkenal itu (jaman saya belum ada), dan mulai banyak bangunan baru. Ohya saya juga berkesempatan mengunjungi sebuah tempat bersejarah yang berhubungan dengan Novel Supernovanya Dee… nanti ya di postingan selanjutnya bakal diceritain.

Akhirnya kita nyampe di gerbang sekolah, dan apa kesan saya setelah 15 tahun meninggalkan kampus ini? Apa ya? Rasanya kok makin suram gitu. Pohon-pohonnya terlalu rindang dan semacam gak terawat, brasa kek di hutan. Lalu kita masuk dan parkir di dekat tangga menuju asrama puteri. Sebelumnya kita dah Janjian sama Temmy, jadi Temmy ini adek kelas kita yang sekarang jadi staff guru di sekolah ini. Temmy yang baik hati bersedia jadi tour guide kita untuk keliling kampus dan masuk ke asrama untuk nostalgia. Ahhhh makasih banyak Temmy…kamu baik sekali.

short cut menuju sport hall or boys dormitory...kayak hutan belantara ya

short cut menuju sport hall or boys dormitory…kayak hutan belantara ya

Lapangan upacara

Lapangan upacara

House of prayer/Rumah doa....sama nih ga kerawat keknya....

House of prayer/Rumah doa….sama nih ga kerawat keknya….

Selain kita ke asrama, kita juga ke area sekolah or kelas-kelas. Disana kita ketemu sama beberapa guru yang dulu ngajar kita dan sampai sekarang masih ngajar di situ. Terharu banget liatnya…tapi at the same time malu juga ama satu guru yang dulunya saya buandel banget kalo jam pelajaran beliau. Dia ngoceh-ngoceh di kelas alias ngajar, saya malah melamun sambil nulis cerpen-cerpen cemen yang kala itu selalu ditungguin ama temen-temen cewe di kelas saya dan kelas sebelah (pada bergilir bacanya) duh Sir!!! Maapakeun saya yah…dulu ga pernah perhatiin sir tiap ngajar. Hihihi…peace!

Sir,,,maap ye sir! dulu ga pernah perhatiin sir tiap ngajar...hihihi Guru ekonomi bok!

Sir,,,maap ye sir! dulu ga pernah perhatiin sir tiap ngajar…hihihi Guru ekonomi bok!

Fotoan sama sebagian guru-guru yang kita kenal...

Fotoan sama sebagian guru-guru yang kita kenal…

School area

School area

Setelah selesai temu kangen sama para guru, kita pun pergi ke kampung sebelah, tujuannya ke pabrik kacang oke. Jadi dari jaman dulu pabrik kacang oke ini udah ada dan dulu kita kalau tiap mau pulang ke Jakarta, oleh-olehnya ya si kacang oke ini. Kacangnya enak banget loh ini, garing or crunchy gitu, plus kalau disimpan di kulkas malah makin enak.

Pabrik kacang Oke

Pabrik kacang Oke

kelar beli kacang oke, dan kk G udah protes aja minta ke hotel karena dah capek katanya. Cranky abisss dia selama touring di sekolah mamaknya…huhuhu. Jam 4 akhirnya kita capcus menuju hotel. Ahhhhh guess what? After 15 years jalanan depan depan sekolah ini yang tadinya lengang eh sekarang muacettttt aja donk! Kalo kata Temmy, sekarang tiap weekend jalan ini macet banget karena orang Suroboyo dan dari kota lain padat mau berkunjung ke Batu (jatim park).
Btw kita nyampe di hotel sekitar jam 4.30 sore dan ini hotel yang menurut saya recommended deh kalau kalian misalnya lagi main-main di lawang dan sekitarnya. Nanti ada postingan sendiri tentang hotelnya ya…

So, catch you later guys!

Xoxo
Joeyz

48

Early Check-in, Bayar?

Hi semuanyaaa, nampaknya semangat ngeblog lagi mundur nih, selain emang karena lagi memasuki bulan-bulan sibuk, ini juga karena kemalasan akut yang sedang melanda. Btw, tulisan ini udah ada di draft sih sejak minggu lalu, tapi malas periksa dan edit-editnya. Jadi mumpung ada waktu lowong, saya publish aja dulu deh. Beneran takut keburu malas total. Banyak banget padahal yang mau diceritain. Anggap aja ini postingan pemanasan dari cerita liburan kemaren. What? pemanasan mulu?kapan cerita intinya neng?hehehehe ya maap-maap…beklah! anggap aja ini bagian dari cerita liburan kami, diawali oleh cerita yang kurang enak dari tempat kami menginap.Jadi tolong dimaafkan bila ceritanya ga bikin terhibur. 🙂

Oke, ini adalah postingan yang sedikit banyak akan mengkritik sebuah hotel waktu kami berlibur di Malang beberapa waktu lalu. Maaf sekali, tapi karena pelayanan mereka ini, mood kami (terlebih si jc) jadi agak terganggu. Badan pegel, mata ngantuk dan asli super kangen banget ama yang namanya kasur. Ya iyalah 15 jam perjalanan kan ya. Pengennya nyampe hotel bisa leyeh-leyeh sebelum kita berwisata di Malang.Tapi nih, ada kejadian ga ngenakin dari pihak hotel yang udah di booking si Jc dari jauh-jauh hari. Pas kita datang, emang itu jam 9.30 pagi nyampenya, emang belum waktunya untuk check-in sih. Tapi Jc yakin banget kalau kita bisa early check-in karena dia sudah mengisi form request yang terlampir di Ag*da. Baiklah, maka si orang Front officenya pun bilang “apa ibu Jc sudah bayar early chek in?” Nah si Jc ga nalar donk maksudnya apa, soalnya dia merasa udah bayar semua. Jadilah dia bilang kalau dia udah bayar yang 10% +10% dan setau dia udah ga ada embel-embel lagi. Lalu si masnya juga ga nalar apa gimanalah pokoknya kita akhirnya disuruh naik ke kamar. Nah ini juga awalnya masalah, si Jc request yang non-smoking room, eh malah dikasih yang smoking room. Tapi akhirnya bisa teratasi sih, ada kamar yang kosong (oke ya coba itung keanehan orang di hotel ini, kok ga usaha cari dulu ya, baru bilang ga ada yang non-smoking room?).

Setelah akhirnya kita masuk kamar lalu cuci kaki dan basuh-basuh muka, kita pun tiduran di kasur saking capeknya. Lalu gak lama, sekitar 5 menitan, ada orang hotel telefon dan bilang kalau kita harus bayar 50% dari harga kamar hotelnya per malam karena kita sudah early check-in. WHAT???? gak terima donk si Jc! Dia masih sabar-sabar ngejawabin masnya, tapi tetep ngotot jc ga mau bayar. Lalu Jc bilang, kan dia sudah bayar semua biaya tetek bengeknya via Ag*da, dan semua beres. Gak bakal ada biaya tambahan. Si Jc merasa benar karena dia mengisi kolom request saat pemesanan hotel. Rekuesnya ada 2 yaitu non smoking room dan early chek in. Yang lebih pentingnya, bahwa di dalam lampiran tersebut ga ada tertera tulisan tentang biaya yang dikenakan bila tamu hotel melakukan early check-in. Si mas front office pun coba kasih ke manajemen dan jc makin ngotot donk, akhirnya jc ngalah, yaudah mas kami keluar aja lagi dari kamar, kami tunggu check-in jam 2 siang aja, mendingan nunggu daripada mesti bayar harga 1/2 hari dari tarif per malamnya. Tapi mereka ga bolehin kami keluar..dihh aneh!*gak mau rugi banget* Eh tapi kalo Jc emang orangnya strict banget soal beginian. Duhhhh kalo itu saya mah, pasti udah saya bayar langsung tuh, gak mau ribut panjang lebar *bayar pake daun? sok banyak duit lu Jo!* hahaha..

Lalu karena mereka tetap ngotot kalau kami harus bayar, dan Jc lebih ngotot lagi gak mau bayar, akhirnya si Jc KESEL! “Duh mas, saya dah keliling Indonesia (bo’ong, padahal ga gitu2 amat sih), ini bukan pertama kali saya booking hotel dan asli ya mas, ini pertama kali saya diperlakukan begini.” Gimana nggak keki coba? udah capek-capek naik KA 15 jam, pengen banget rebahan di kasur, eh malah diribetin urusan early check in. Si orang manajemennya tetep ngotot, kalau mereka udah bilang tadi di Front office tentang biaya early check in. Aneh emang, karena penalaran si Jc biaya si 10 %+10 % tadi itu udah termasuk semuanya dan emang di website ga ada tertera biaya early check in. Wah pihak manajemen makin ngotot, si Jc makin keki, akhrinya telepon ditutup. Si Jc ngotot gini, karena dia bilang early check in itu biasa, dan ga kena charge lagi kecuali mereka cantumkan biaya early chek-in di website. Telepon lagi deh tuh si pihak front office, mau disambungkan ke manajemen hotel! aukkk dah…berbelit-belit amat ya ini. Makin tambah naek ke ubun-ubun, si Jc dah bingung mau ngomong apa, dan dia bilang kalau hotel ini ga profesianal, dan ga update dengan Ag*da. Jc juga bilang kalau dia early chek in juga waktu traveling ke Santorini dan ke Rome, dan mereka ga kasih charge hotel karena dia udah book hotel dan mengisi request form yaitu salah satunya tentang ‘ealy cehck in”. Ohya, saya juga ga kena charge waktu early check in di Tuktuk tahun lalu. Karena emang lagi sepi hotelnya.

Akhirnya si jc kesel trus bilang “mas, saya udah booking ini waktu saya masih di US, karena saya tahu kalau bakal nyampe pagi dan kalian ada lampiran request early check-in di a*oda makanya saya isi dan ga ada tuh biaya charge tentang early check-in tertera. Waktu saya ke Santorini juga nyampe pagi dan ada lampiran early check in..mereka fine-fine aja, ga ada charge tambahan. Di Rome juga saya nyampe subuh..semua ga pake ribet permasalahin early check-in. Kecuali lagi high season dan kamar penuh..fine! Gak papa. Lahh ini kok aneh sih!,ngapain bikin form request donk?”

Panjang lebar lah si jc ngomel-ngomel. Akhirnya telefon ditutup dan mood kita jadi berantakan. Udah ga enaklah suasan hati pokoknya. Beberapa menit kemudian telefon bunyi lagi, dan itu orang front office yang menelfon dan minta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Maaf telah membuat suasana liburan jadi tidak menyenangkan. Ya kalau soal maaf tentu saja dimaafkan donk ya, tapi ya untuk bikin suasana hati enak lagi, saya akhirnya bikin joke-joke jayus gak penting dan akhirnya kami kembali ceria lagi. The limbong sisters kembali menggila lagi (eh plus si kk G).

Anyway, kami akhirnya ngebahas kenapa ya dari awal kami nyampe tadi di lobby hotel, kok ngeliatnya sinis dan gak ramah gitu ke kitanya? Trus kita ingat, kita datang naik angkot AG yang kita sewa dari stasiun KA. Hahahahaha iyeee naik angkot cuy. Kita keliru, si mas bilangnya taxi, eh pas nyampe parkiran ternyata angkot. Yaiyalah 30rb sajah itu dari stasiun ke hotel. Angkotnya udah tua dan reot pulak kan. Plus tampang kami kucel banget pas turun dari angkot. Kalo kata Jc mungkin mereka anggap kami ini orang udik yang baru pertama kali liburan? Makanya diperlakukan seperti itu, kira-kira benar ga ya prasangka kami? Huhhhh menyebalkan ya kalo sampe gara-gara itu kami dianak tirikan!

Btw, kita akhirnya dapat kamar yang viewnya ke Gunung Arjuna. Adik saya si Jc pernah nyampe puncak sebanayk 4 kali! makanya dia seneng banget .huhhhh bikin ngiri ajah!!!

Btw, kita akhirnya dapat kamar yang viewnya ke Gunung Arjuna. Adik saya si Jc pernah nyampe puncak sebanayk 4 kali! makanya dia seneng banget .huhhhh bikin ngiri ajah!!!