16

Mother’s Day With Duo G At School

Last Friday we were able to celebrate mother’s day at school. I was so happy since I have to attend 3 celebrations on the same day. 1st I have to attend My son’s class at 9.30 till 10.30 then 11 to 12 I will conduct the mother’s day celebration in my own class and to my daughter’s class afterward. Super tired but of course double fun!

In ndul’s classroom, the mommies were sitting on the chairs and the kids were presenting a song for the moms. We continued with games. They kids were feeding the mommies with cake provided by the teachers and I was smiling ear to ear because my son look so sweet when spooning a piece of cake to me. After we ate the cake, we need to do some crafts together. We made crown for the child and the clothes for the moms. Both are made from newspaper, then we took picture together. Thank you ndul!

image

Right after finish from my son’s class, I went back to my class to arrange the table, the cupcakes that I made and all the details including the rundown with my students. I don’t know why but I always feel excited eveytime we have special events at school though the preparation makes me tired. I asked the kids to line up and they welcome their moms infront of the door, put a sticker on their moms’ shirt saying “world’s best mom”. Each of them will hold their moms’hands to find their seat and pull a chair for their moms.

I chose few kids to lead the programme and they did a very good job (yeayy! I don’t need to talk much hahaha) well it was a good chance too for them to practice their confidence and their speaking skill. After they welcome the parents they sang ‘ Kasih Ibu’. The moms looked so excited but they got more excited when we continued the next program. Each children take turn one by one to read a journal (an essay) that have been written by themselves, It tells about how and why they love their moms. They said “I love my mom because my mom is pretty, my mom can make pancake, my mom can make an aeroplane from a paper, my mom’s favorite color is blue, my mom likes to watch movie, my move loves doraemon, my mom likes to play with me. Etc”

Don’t you think those are sweet? The moms were smiling with tear of joy because right after the children read the journals they came to their moms giving the journal that they read and saying ‘happy mother’s day mom’ and gave a big kiss. Ahhhh mommies’ hearts melted…one of thw mom said that IT WAS THE BEST DAY EVER!😛😛😍😍

After all the kids got their turn reading the journals about mom, we sang a nother song “You are my mommy my only mommy”. Well, actually its a song from ‘you are my sunshine” I change the lyric ‘sunshine’ into ‘mommy’. The children got the red velvet cupcake that I have provided and they gave it to their moms. We took picture together and had a mommy-child on the frame. We played musical chair games until all very tired bcause we really had fun laughing out loud. We were all very happy.

img_20160513_144144-01.jpeg

image

After I dismiss the mommies and kids in my class then I rushed into my daughter’s classroom. Because kakak G is in Kindergarten 2 (the same level with the class I am teaching) so more or less our programme were just the same. Kakak G came to me in front of the door, held my hands and pull me a chair. Well, I missed the song because I was still in my class before. It’s kakak G’s turn to read her journal to me. Kakak G said ” I love my mommy because my mommy coloring with me, make cupcake, and I am happy when my mom bring me to Ancol.” Lol…. the last line made me laugh. Why? Yeah ofcourse because once in a month we always spend our Sunday Morning in Ancol. We just like it to be there and I was so happy knowing that kakak G cherish that moment.
image

image

I want to create more and more sweet memories in your mind kak! I hope the sweet memories that we created together will erase the bad one (yeah the bad one means when I turned into a witch..hahaha kalau lagi marah2 berasa kek nenek sihir kan yeee). I try hard every day not to get angry with you even you gave me headache when you keep nagging about something (well, still I need to put lots o effort on it).

Thank you for such a beautiful day, a day to remind us of how blessed we are to be a mom. I feel blessed with two little cheeky monkeys given to me. Their presence in my life has made ups and downs, sometimes a bit depressed when they got sick, when they refused to eat the food that I have prepared and cooked. Somehow I felt that they has taken all of my “Happy ‘me’ Time”. I have to deal with my ego, I have to work harder to earn some money so that I will be able to give the best thing for them. I have to do this and that. But all things that I have done is nothing compare with the love that they have towards me as a mother. All is nothing compare with the smile and laugh that we share every single day. All is nothing without words that came out through their sweet mouth.

To my dearest Duo G….. thank you for your presence in my life. I might not be a perfect mother (because there is none) but I will try my best to show you my very best part to love you, to take care of you until you don’t need me anymore (well I hope you will still need me forever>>possesive mom detected hahahaha)… lets cherish the moment, lets create more and more good memories together because we cannot turn back time.

I love you with all my heart that beating!!! Mmmuaahhhhhhh 😘😘😘😘😘

52

Like Sister Like Brother

Habis baca artikel the mother truth hari jumat lalu tentang bedanya tantangan punya anak dua atau lebih bikin saya geli dan ketawa sendiri (untung aja ga disangkain orang gila). Kalau udah ngeliat duo G di rumah beranteman tiap hari dan sayanya lagi waras, maka kalimat yang sering terucap dari mulut saya adalah ” hmmm that’s the art of having two children”…. terdengar sangat bijak sekali kamu Jo! Huahahaaha padahal gak tau aja, biasanya mah tanduk di kepala dan ekor di f*ntat dah keluar. LOL 😀

Jadi ini duo G kan jarak umurnya cuma 20 bulan ya (maklum, kejar setoran mbakbro!) Jadilah itu di rumah tiap hari kerjaan mereka main-berantem-main-berantem ulang-ulang ampe bosen (which is ga bosen-bosen). 😀

Nah, ini ada point penting yang saya ambil setelah memperhatikan tingkah laku mereka, khususnya tingkah laku adiknya yaitu si Ndul. Emang benar ya, adik itu dimana-mana ya pasti mencontoh kakaknya, tapi ga nyangka kalau ndul bisa benar-benar mengcopy semua-semua cara kakaknya bicara. Termasuk kalau ndul ber-argumen saat berantem sama kakaknya. Hufftttt…aslik! Lap keringet aja deh kalau dah ada adegan argumen ini.

Tapi nih, ada juga donk bagian lucu-lucunya yang bikin saya dan uppa ketawa ngikik. Untungnya saya sempat capture kegiatan mereka berdua yang mana ndul benar-benar copycat kakaknya. Hi anak-anak mama, coba liat nih foto kalian berdua waktu kecil….lucu banget dan mudah-mudahan pas udah dewasa ga berantem-berantem lagi ya nak!
1)Jas hujan

Jadi waktu musim hujan beberapa bulan lalu, kakak G kan selalu naik motor bareng mamanya ke sekolah dan jas hujannya sengaja saya beli yang bergambar frozen, dan suatu hari si ndul juga harus ikut naik motor sama saya untuk antar dia ke rumah ompungnya. Nah dia ngotot donk mau pake jas hujan juga padahal dia ga dibeliin jas hujan. Jadilah dia pakai jas hujan mamanya, dan minta pakai helm. Liat aja tuh gayanya, lucu banget kan. Pokoknya prinsipnya ga boleh kalah sama si kakak. Hihihihihi…ndulll ndulll!

Ndul dengan raincoat mamanya yang super kegedean

Ndul dengan raincoat mamanya yang super kegedean

2)Winter In Jakarta

Jakarta puanas pol gini, tapi anak-anakku tersayang mah ada kalanya minta dipakaiin jaket ala-ala winter. I don’t have any idea gimana mereka bisa kepikiran dengan ide pakai baju ala-ala winter ini. Malahan sebenernya ini pakai sarung tangan tapi udah keburu dicopot. Ini yang mulai tentu saja kakaknya dan si adik seperti biasa ga mau kalah dan minta dipakaiin jaket juga. Trus yang bikin bingung itu kenapa juga harus bawa-bawa novel mamanya coba?

Entahhh apa-apa lah ini judulnya....pakai jaket dan bawa buku segala, itu sarung tangan udah dicopot

Entahhh apa-apa lah ini judulnya….pakai jaket dan bawa buku segala, itu sarung tangan udah dicopot

3) Paper Climber

Waktu kita main ke Kidspace Pondok Indah bulan Desember lalu, paper climber ini adalah mainan yang paling betah buat duo G. Emaknya aja dah tremor alias gemetaran dan ga ada nyali untuk naik sampai atas, aslik itu tinggi banget loh. Nah tapi karena si kakak sudah terlebih dahulu pergi ke kidspace sama teman-teman sekolahnya, jadilah dia agak norak sedikit dan naikin paper climber ini sampai atas dan tentu saja sang adik alias ndul yang sebenernya juga ketakutan, juga jadi berani dan naik keatas bolak-balik turun-naik di paper climber ini. Like sister like brother lah pokoknya.

emaknya dah tremor liat anaknya manjat paper climber di kidspace ini. aslik ini tinggi banget loh sebenernya....

emaknya dah tremor liat anaknya manjat paper climber di kidspace ini. aslik ini tinggi banget loh sebenernya….

4) Membaca Buku

Ini kejadian 2 minggu lalu, asli ini lucu banget. Jadi suatu malam si ndul nanya saya “ma,mana buku Tini yang lama?” maksud si ndul itu adalah buku Tini jilid 1. Trus saya bilang dia suruh cari di kotak buku-buku mereka. Tapi dia ga nemu dan ngotot supaya saya cariin buku Tininya. Pas saya akhirnya kasih bukunya ke dia, saya kira dia mau minta ceritain seperti biasanya. Eh ternyata nih anak ngeloyor aja ke kamar dan setelah beberapa menit saya masuk ke kamar, saya menemukan pose berikut ini:

Buku Tini Jilid 1 ndul yang baca, buku Tini jilid 2 si Kakak yang baca. Coba tebak mana yang baca beneran? hihihihi

Buku Tini Jilid 1 ndul yang baca, buku Tini jilid 2 si Kakak yang baca. Coba tebak mana yang baca beneran? hihihihi

Hahahahaa….gaya banget ya si ndul. Jadi nih ceritanya, si kakak lagi baca buku Tini sendiri, dia lagi belajar baca bahasa Indonesia dan dia baca sambil tiduran gitu di tempat tidur. Ternyata si ndul ga mau kalah donk, dia pun minta buku Tini jilid 1 karena kakaknya baca buku Tini jilid 2 dan itu kakaknya baca beneran sedangkan ndul cuma akting semata. Gaya kakinya, jangan lupa….mesti sama juga. LOL 😀

5)Perban Mama

Nih yang paling epic sih, kisah 2 minggu lalu juga. Saya lagi ganti perban di tangan sehabis mandi, dan nih bocah 2 tiba-tiba datang ke saya dengan tangan seperti dibawah ini:

Inilah yang paling epic dari semua-semuanya dan asli bikin ngakak tapi abis itu dimarahin. Itu sapu tangan diiket pakai karet. Mbak sari disuruh bikin ini ditangan mereka. Udah pasti ini ide si kakak

Inilah yang paling epic dari semua-semuanya dan asli bikin ngakak tapi abis itu dimarahin. Itu sapu tangan diiket pakai karet. Mbak sari disuruh bikin ini ditangan mereka. Udah pasti ini ide si kakak

Lah..lah…? ini apa-apaan sih? saya bingung dong dan nanya mereka, itu tangannya kenapa dibungkus sapu tangan gitu dan diikat pakai karet? terus dua-duanya serempak jawab “kita lagi pakai perban kayak tangan mama”…..buahahaha…..Amangiooooyamang!!!! hancur minahhh deh! ini aslik antara mau ketawa dan marah. Soalnya kan ya pamali atuh ya mereka bikin perban bo’ongan gitu ke tangan mereka, karena itu kan musibah tangan saya yang kecelakaan 2 bulan lalu…ampun-ampun deh ga mau keulang lagi. Eh dua bocils malah anggap itu lucu or gimana gitu, ampe mereka bikin duplikat perban di tangan mereka. Yasalammmm nakkk! kalian terlalu kreatip. Tentu saja ini ide kakaknya dan si adik ga mau kalah dan ikut si kakak. Always like that..like sister like brother.

Jadi intinya adalah, saya harus banyak pendekatan extra ke si kakak, karena kalau kakaknya melakukan hal yang baik-baik selalu maka si adik pun akan dengan mudah meniru si kakak. Begitu sebaliknya, bila kakak suka argumen sama mamanya, ya adiknya juga niruin aja dengan gampangnya. Huaaaaa PR banget kan ya jadi orang tua. Kembali lagi ke postingan tentang the art of having two children or more, emang udah pasti beda banget deh tantangan punya anak dua or lebih ini. Tapi kalau ada momen-momen lucu seperti keajadian ndul dan kakaknya diatas, lumayan banget buat hiburan emak-bapake. Baiklah anak-anak, akhir kata..mama ucapkan semoga kalian selalu akur ya nak! mama loves you two…UMMMMAAAAKKKKKKK :*My beloved double G kissed me on Mother's day (location: Eco park, Ancol) my hand still with bandage

My beloved double G kissed me on Mother’s day (location: Eco park, Ancol) my hand still with bandage

57

No One Can Judge You

1) Anak-anakmu makannya pintar ya jo?

>> Iya puji Tuhan, ga bermasalah

2) Anak-anakmu makan permen or jajanan ga?

>> sejauh ini belum kenal permen dan chiki2

3) Anakmu suka buku ya jo?

>> Iya hampir tiap malam denger cerita dulu sebelum tidur

4) Anakmu termasuk anteng ya, di gereja juga ga suka lari2an

>> Iya aku bawa buku mewarnai dan ga boleh lari2

5) Anakmu ga main gadget?

>> kami gak bolehin memang tapi kadang mereka main kok sesekali

Kalo baca 5 pertanyaan diatas kesannya saya ibu-ibu idaman banget ya, ya ga idaman sih tapi lumayan disiplin gitu… tapi mana ada perfect mom di dunia ini, coba simak pertanyaan selanjutnya:.

6) Kamu lahiran normal Jo?

>> nggak, dua2nya sectio

7) Asi eksklusif?

>> nggak. Yang no 1 ga asi samsek, yang no.2 asi sampe umur 9 bulan

8) Eh anakmu masih pake dot?

>> hehe, iya nih dah pernah lepas 2 bulan eh pake lagi

9) Loh masih ngompol?

>> Iya yang no.2 masih ngompol nih baru lepas diaper bulan lalu pas ultah ke 3.

10) Ealahhh kok masih disuapin makannya?

>> Iya kadang-kadang maunya disuapin walaupun dah bisa makan sendiri

Dan begitu baca 5 pertanyaan dan jawaban terakhir buyar deh image saya sebagai good mom….Silahkan judge saya tapi pastikan dulu apakah kita sudah perfect? Dulu saya suka melontarkan pertanyaan or pernyataan yang tanpa saya sadari nadanya judging, bikin orang sakit hati atau merasa down dan ga pantes disebut ibu. Apalagi debat yang tak berkesudahan tentang Asi-sufor, lahiran normal-sectio, Working mom-Stay at home mom! Fiuhhhhh!!! Pesan saya cuma satu sih: Just stay cool moms! no one is perfect and as long as you do your best to your kids then no one can judge you.

Bikin postingan ini karena ingat dulu pernah baby blues dan down banget karena seseorang judge saya yang ga lahiran normal dan gak asi eksklusif buat G. Halahhh kalo dipikir-pikir ya ngapain dipikirin sih ya? Hehe…semoga anak-anak kita sehat dan tumbuh jadi anak yang happy dan baik hati ya moms. Intinya ga ada yang sempurna di dunia ini so,
“Keep Calm and be a Cool Mom”.

Salam hangat dari mamanya double G

PS: Another post from my draft yang dah dari tahun lalu (walaupun ada yang ku edit) .Ternyata draftku mayan banyak cuma suka maju mundur mau posting apa nggak, soalnya suka mikir..penting ga sihhh? Hehe maklum ya ibubil alias ibu-ibu labil 😀
wpid-20150405_083429.jpg

24

Hi Anak-Anak Mama!

*Rehat sejenak dari 30 Days Movie Challenge, bosen gue bok!*

Hello anak-anak mama yang super duper ngangenin!

Iya kalian tuh ngangenin deh. Kalau lagi di jalan pulang kerja, pengennya buru-buru mau liat wajah  kalian.

Denger suara motor mama, semua teriak heboh! Mama pulang!!!!!

Ihhh seru ya!

Dulu jamannya lagi hobi ngumpet, kalian suka ngumpet di bawah jemuran handuk.

Sekarang lagi musim nanya mama,mama  bawa apaan hari ini? Apalagi liat mama bawa kantong belanjaan, heboh deh.

Terus laporan deh, kalo kalian udah pada mandi, udah pada wangi, atau kakak laporan tentang tadi ngapain aja. Padahal mamanya belum juga duduk, bahkan belum buka helm dan jaket. Hihihi seru ya!

Sekarang mama lagi sering pulang cepat, karena mama lagi sering pusing kepalanya. *Masih bingung ini efek cleaneating apa efek IUD* Tapi seneng deh, pulang cepat ini bikin mama punya waktu banyak sama kalian, walaupun sebenernya tujuan mama pulang cepat karena mau tidur dan istirahat (ga pernah berhasil sih…paling leyeh-leyeh bentar abis itu sibuk maen kapal2an sama Gav dan belajar sama kakak)

Hey, anak mama…..hari  ini pada pinter ga makannya? Ihhhh mba Sari bilang makannya pada habis ya! Hebat anak mama! Trus ompung bilang, kalian minta ngemil terus ya? Kue brownies buatan mama cepat banget habisnya! Ayo donk makan juga buah yang di kulkas, jangan minta kue terus, nanti ndut kaya mama. Lol 😀

Eh iya, apa kabar spiderman mama yang masih kicik ini? Hihihi lucu banget sih kamu Gav…tiap abis mandi mesti pake baju spiderman. Mbak Sari mesti cuci dan cepat-cepat jemur karena stok baju spiderman cuma tiga. Akhirnya ompung doli beliin lagi baju spiderman  4 pasang. *huaaaaa makasih ompung doli naburju* (Eh beneran loh, Gav bilang gitu ke ompungnya, “makasih ompung doli naburju) Trus ompung dolinya terharu gitu ampe mau nangis dibilang ompung doli naburju (artinya ‘kakek yang baik’)

Gav, maaf ya tadi mama marahin kamu, abisnya mama perhatiin akhir-akhir ini kamu suka diemut makannya, dan kalo lagi makan suka jalan-jalan. Ga boleh ya nak! Makannya dikunyah, dan ditelan, duduk manis kalo lagi makan. Akhirnya kamu berhasil deh makan dengan tertib tadi sama mama. (Duh salahin mama yang kurang disiplin dulu waktu bayi high chairnya jarang dipakai)

Kakak Gwin, mama seneng deh liat kakak suka ajarin adeknya dirumah. Tapi adeknya jangan suka di isengin ya kak! Mainannya jangan suka direbut…..Gwin kan udah punya mainan sendiri, ok sayang!

Eh iya, mama lupa bilang, kakak sekarang udah pintar baca ih! Walaupun masih baca ‘cvc words and short phrases’, mudah-mudahan kakak baik-baik ya sekolahnya. Mama ga minta macam-macam. Yang penting kakak jadi anak yang menyenangkan aja buat teman-teman dan guru di sekolah. Perhatikan gurunya ya kak, jangan sibuk ngobrol dan urusin teman. Semoga kakak semakin baik tiap harinya. Eh iya, semoga sekolah selalu tempat yang menyenangkan buat kakak! I love you kak! I love you too Little spideynya mama!

Caption di IG: "Setelah seharian lelah membasmi kejahatan" (hehehe lil spidey needs sleep  too right?)

Caption di IG: “Setelah seharian lelah membasmi kejahatan” (hehehe lil spidey needs sleep too right?)

Baik-baik dan sehat-sehat selalu ya, anak-anak mama!

*The mama yang lagi mellow inget milestone anak-anak* >>kok gini amat ye jadi emak2*

Anak-anak mama yang selalu ngangenin (Nov 15 2014)

Anak-anak mama yang selalu ngangenin (Nov 15 2014)

14

Ulat Bulu Mama

Hallo semua, makasih ya kata-kata penyemangatnya di postingan saya kemaren…

Hihihi sebenernya malu sih….baru masalah gitu aja diposting di blog. Eh tapi gapapa juga kali ya….itu kan gak personal banget ya masalahnya…cuma ke-apesan aja lagi menimpa. Life is full drama, but keep the drama for yourself aja kan ya.

Oke, kemaren hati udah seneng lagi karena ketemu anak-anakku yang sangat menyenangkan itu (kalau lagi ngomong gini, ga usah inget gimana berantakannya rumah, berantem dan saling teasingnya mereka ya) Gwin dan Gav itu bener-bener love of my life banget deh.

Jarang sih saya cerita or update tentang anak. Tapi kali ini mau update tentang Gavin dulu ah. Gavin or endul ini usianya udah 2 tahun 5 bulan. Ih cepet amat sihh? kamu perasaan masih jadi bayi-bayinya mama deh. Bayi mama yang suka nempel diperut mama, percis kayak ulat bulu.

Yahhh jadi dulu waktu bayi ampe umur setahunan dia itu selalu suka nempel diperut mamanya…..dan mamanya sangat menikmati itu, sampe mamanya berasa nih anak kayak ulat bulu, suka nempel-nempel. Padahal kalo dipikir-pikir ulat bulu itu kan menggelikan ya…warnanya sih bagus tapi kalo udah kena bulunya itu pasti bengkak-bengkak dan super gatal.

Jadi si Gavin ini selain kami panggil Gav, juga dedek, tapi lebih sering endul. Nah beberapa minggu terakhir saya keinget bahwa dulu waktu dia bayi saya sering panggil dia ‘ulat bulu mama’, tapi kan waktu itu dia belum bisa ngerti omongan kita ya. Nah sekarang-sekarang ini kan Gavin udah lumayan lancar bicaranya (walau masih cadel sih). So, saya bilang ke dia. “Hallo ulat bulunya mama……” nanti dia copy cat deh. Baru abis itu saya selalu tanya ke dia: “Gavin ulat bulunya ma…..????” nanti dia jawab “….maaaaa”

ihhh terus gak tau kenapa sayanya seneng bener deh itu….kalo dah dijawab gitu. Trus ternyata nih anak tuh suka iseng anaknya. Suka mengatakan hal yang sebaliknya.

Jadi misalnya saya tanya lagi: “Gavin ulat bulunya siapa? ulat bulu ma…?”

trus dia lirik papanya dan jawab “paaaaa….ulat bulu papa” jiahhhhh mamanya sebelllll deh! trus dia entar ketawa-ketawa, tau banget bikin orang sebel.

Nah tapi nanti kalo ditanya papanya “Gavin ulat bulunya siapa?” ntar dia jawab “ulat bulu ma…???? maaaaaa…..” dasarrrrr!!! hihi bukan dia cuma jawab kebalikannya, tapi dia juga sok nanya sendiri dan jawab sendiri. Dasar endulllll!!!! 😀

Nah, sekarang dia makin kreatif, kalao lagi banyak orang (pas lagi dirumah nyokap) kan banyak sepupu saya disana. Nanti dia suka iseng kalo ditanya “Gavin ulat bulu siapa?” trus dia jawab “ulat bulu aunty Getha….” (bilang sepupu saya) huhuhuhu Gavin iseng yaaa! jadi sekarang tiap ditanya “Gavin ulat bulu siapa?” dia akan jawab tergantung siapa yang nanya, pasti dia kasih jawaban yang vice versa….pokoknya anaknya isengggg banget.

Ini dia perilaku iseng / vice versa si Gavin dirumah:

Mama: “Gavin, mandi dulu yok!”

Gavin: “nggak yah, nggak mandi…nonton aja yah”

*errrrrr……mukanya iseng banget lagi”

Mama: “Gavin makan dulu yok!”

Gavin: “Nggak yah, nggak makan…..main aja yah”

*krikkkk krikkkk*

Mama: “Gavin…..beresin mainannya ya..”

Gavin: “Nggak yah, berantakin aja yahhh.”

*yasalammmmm nakkkk!!!!* 😀

Mama: Gavin mandi yok!”

Gavin: “Loh kok mandi?”

******

Mama: “ndullll, beresin mainannya yok!”

Gavin: “Loh kok beresin???”

*****

Mama: Gavin, makan dulu yok!”

Gavin: “Loh kok makan?”

*****

Mama: “tangan buat apa ndul?” (ceritanya dia abis tonjok kakaknya, mereka ini berantem dalam sehari bisa ga ke-itung deh, jadi saya suka bilang ke dia, tangan buat sayang ya ndul!)

Gavin: “tangan buat tonjok….”

Mama: “eh kok buat tonjok sih? tangan buat apa ndul?”

Gavin:”buat sayang ya?”

Mama:”iya donk, buat sayang ya nak! harus sayang ama kakaknya ya.”

Gavin: “tangan buat tonjok aja…..”

*ampunnnn dijeeeeee….*

😀

********

Mama :”Ih mama gemes deh ama bibirnya tuhh (trus saya cubit pelan pipinya, karena ga nyampe pegang bibirnya yang lagi di monyongin)

Gavin: “Loh kok bibir? pipi donk!”

*hahahah…nah kalo ini baru bener ndulll!*

😀

Masih banyak lagi sih cerita cerita isengnya si endul ini……

But for now segitu aja dulu deh…..
Always be a good boy ya Ndullll…..
I love u ulat bulu mama…..

xoxo….

mamanya ndul 😀

si ulet bulu waktu masih bayiiiii..gemessss ga sihh liat kepalanya yang kayak onde-onde itu???kurang wijen ajeee yak :D

si ulet bulu waktu masih bayiiiii..gemessss ga sihh liat kepalanya yang kayak onde-onde itu???kurang wijen ajeee yak 😀

nempel kayak ulat bulu

nempel kayak ulat bulu

32

Ke Pasar….

pic taken from

pic taken from here

Siapa yang suka pergi ke pasar?

Pasar tradisional loh ya maksudnya. Jangan salah kaprah, kalo di Medan bilang ke pasar itu artinya ke ‘jalan raya’. Nah kalo pasar sendiri orang medan bilangnya ‘pajak’. (sekilas info)

Salah satu tugas domestik ibu-ibu yang paling saya nikmatin adalah ‘belanja kepasar’ ini sih sebenernya intuisi belanja ya yang besar deh kayaknya ya! hahahaha 😀

Tapi mata bisa jelalatan banget deh kalo kepasar tradisional itu. Liat tumpukan tomat, sayur, cabe, bawang yang warna-warni dan segar…..huiiiiiii rasanya pengen dibeli…..

Pasti banyak yang ga suka ke pasar tradisional karena sering becek, jorok dan bau kan ya? tapi sekarang kan udah banyak tuh yang judulnya ‘pasar bersih’ macam pasar modern gitu. Sebenernya saya ga masalah sih dimana-mana aja tetep suka yang namanya belanja kepasar tradisional. Ada juga yang judulnya pasar dadakan, artinya cuma beberapa penjual aja, tapi lumayan lengkap.

Saya akan males belanja dipasar yang kualitas sayur mayur dan ikan juga bumbu-bumbu dapurnya ga kliatan seger dah gitu harganya mahal pulak. Pernah ada pasar jenis ini ditempat tinggal saya dulu. Deket sih bisa jalan kaki tapi ga tertarik belanja disana. Mending naik motor bentar bisa belanja puas di pasar favorit saya.

Biasanya lebih baik punya beberapa penjual langganan dipasar. Jadi kita ga usah capek-capek lagi tawar-menawar or ga usah takut dikasih harga mahal. Di pasar deket rumah saya dulu saya belanja di pasar bersih gitu. Saya punya 1 langganan sayur-mayur dan bumbu-bumbu, orangnya baik banget dan ramah. Kalo saya datang belanja dia biasanya udah tau saya mau beli apa aja, enak kan!. Punya satu langganan tukang ikan yang ikannya segar-segarbanget walaupun harga agak mahal dikit. Tapi si uppa itu kan orang Sibolga ya, yang mana Sibolga itu pesisir pantai jadi mereka udah terbiasa makan ikan yang segar-segar. So, dia paling bawel kalo ikan yang dimasak berasa agak aneh-aneh dikit. Jadilah saya tetapkan si ibu satu itu jadi langganan saya. Punya 1 langganan tukang buah, dia selalu pilihin buah yang bagus buat saya. Macam pepaya, melon dan semangka saya susah pilihnya, nah nanti dia yang pilih dan jarang banget dia salah.

Tapi berhubung kami dah pindah rumah, jadi ga pernah lagi kepasar itu. Namanya pasar Ganefo. Sebenernya tinggal ditempat yang sekarang ini kami jadi deket ke pasar yang paling besar di Cengkareng. Ini macam pasar induknya untuk area cengkareng. So udah pasti lebih murah dan barang-barangnya terjamin kualitasnya. Tapi ya gitu deh saya agak susah kalo kepasar ini pagi-pagi sebelum kerja karena butuh naek motor sekitar 7 menit lah dah gitu ribet cari parkirnya karena padat banget. Jadi kepasar ini kalo pas hari minggu or hari libur aja. Yang jadi masalah adalah kalo belanja tempe untuk dimasak keesokan harinya, Gak nemu tempe yang enak, ga asem dan ga bau juga ga berubah jadi item.

Digereja saya, ada yang namanya jadwal potluck. Saya kebagian di hari sabtu ke 2 tiap bulannya. Jadwal saya adalah selalu bawa lauk. Duhhhh sebenernya kenapa tipe ga bisa masak gini eikeh disuruh bawa lauk ye? bawa buah kek ya yang gampil gitu?

Nah berhubung ga bisa masak inilah maka saya selalu membawa telor balado kalo nggak ya tempe campur teri kacang sambel. Gampil kan!

Biasanya saya akan beli tempe 5 balok besar dan teri 1/2 kg plus kacang tanah 1/2 kg lalu disambel. Dulu waktu masih belanja di pasar Ganefo udah punya langganan tukang tempe yang mana tempenya itu dia bikin sendiri langsung. Tempenya langusung dipotong2 ama dia, tinggal kita request mau potong bentuk dan sebesar apa. Lalu kita tinggal dan belanja bumbu-bumbu nanti pas balik-balik tempe udah kelar dipotongin.

Di pasar yang sekarang ga ada tempe yang sekeren tempe siabang2 di pasar ganefo itu. Jadi nih pernah pas baru-baru pindah kerumah sekarang saya belanja tempe dipasar besar itu, tempenya pun kita potong sendiri dan apa yang terjadi? tempenya berubah hitam pas keesokan harinya dan bau anyep plus ada rasa-rasa asem. Lalu coba lagi tukang tempe yang lain eh sama aja….huhuhuhu lumayan kan duitnya kebuang sia-sia karena saya beli tempenya banyak. Akhirnya kapok ga mau coba-coba lagi jadilah kita balik lagi ke Pasar Ganefo tempat belaja dulu. Saya sih sebenernya ngelewatin pasar Ganefo ini kalo mau pergi kerja tapi ga sempet lah mampir-mampir dipasar dulu, butuh minimum 30 menit kalo mau belanja tempe doank. Jadilah saya suruh si mbak dirumah untuk belanja tempe itu. Dan emang cuma tempe dia aja yang udah dipotong rapih, ga bau anyep, warnanya tetepa bagus dan rasanya tetap enak dan ga asem! I LOVE U ABANG TEMPE!!! hahahahaha 😀

Ditempat tinggal sekarang saya cuma satu or dua kali semingu kepasar karena ga sempet pagi-paginya. Jadilah saya belanja diawarung sayur yang sayur-mayurnya juga ikan dan tempe tahunya punya kualitas bagus. Walaupun kata tetangga harga didia lumayan mahal dari warung-warung sayur yang lain. Tapi saya suka ke warungnya dia ini karena bersih dan ditata rapi dan ya itu tadi….kualitas sayur dan ikannya segar. Bahkan kita bisa pesan mau dibawaain apa besok. Enak kannn? Tapi saya tetep itu tadi selalu suka pergi kepasar tradisional.

Jadi tugas kepasar ini ga pernah saya berikan pada si Mbak dirumah, rasanya puas aja gitu belanja apa yang saya mau. Kalau si mbak kan monoton terpaku sama catatan belanja saya. Kalau saya bisa flexible misalnya pas dipasar saya liat ada brokoli lagi bagus, ya saya beli. Walau ada rencana beli sayur oyong tapi pas dipasar saur oyongnya lagi kurang bagus ya ga beli. Sama aja kayak buncis, kacang panjang dll.

Sayuran yang pasti saya beli kalau kepasar adalah  macam: kacang merah fresh, brokoli, oyong, kentang, wortel, baby labu siam, kacang panjang, buncis dan bumbu-bumbu macam tomat, bawang putih dan merah juga cabe.

Selebihnya semacam labu kabocha, ikan salmon, daging sapi giling, telur puyuh, telur ayam kampung biasanya beli disupermarket. Ada lottemart disamping sekolah saya.

Pokoknya urusan belanja-belanja ini selalu menyenangkan buat saya! Ohya grocery shopping untuk detergern, sabun, dll saya lakukan selalu di Supermarket HARI-HARI karena harganya yang jauh lebih murah dibanding supermarket lain.

So, ada yang hobinya sama juga kayak saya?

24

How To Face The ‘drama’ on their First day in school

Pernah mengalami ‘drama’ anak menangis terkaing-kaing karena mesti pisah sementara saat kita harus pergi kerja or bertugas dikantor or pergi dinas luar kota?

Sedih pasti ya liat anak nangis-nangis gitu karena pisah sama kita. Rasanya pasti gak tega ninggalin anak-anak. Saya sih udah melalui semua drama itu. Sekarang kalau saya udah rapih dikit, Gwinette pasti bilang “mama mau kesekolah ya?” jadi udah ga ada drama-drama lagi deh kayak dulu.

Ada kalanya dulu Gwinette musti nangis-nangis histeris kalau liat saya pergi kerja, atau ntar dialihkan dulu perhatiannya, atau si Gavin yang sengaja nemplok minta digendong terus selama saya lagi siap-siap pergi kerja. Pokoknya rempong to de max. Eh tapi si Gavin juga baru-baru ini aja sih udah mulai ngerti kayak kakaknya.

Jadi udah dipastiin kan pasti bakal butuh another ‘drama’ kalau si anak musti kita tinggal di lingkungan baru. Contoh paling gampang ya disekolah/daycare.

Saya sebagai guru preschool pastilah udah kenyang ama ‘drama’ perpisahan ortu dan anak disekolah, terutama ON THEIR FIRST DAY.

Kata ‘FIRST DAY’ disini bisa digolongkan dalam beberapa hal:

1) THE REAL FIRST DAY: buat anak-anak kita yang emang benar-benar hari pertama masuk sekolah.

2)THE FIRST DAY AFTER LONG HOLIDAY: buat anak-anak kita yang naik kelas/level dan bertemu kelas baru dan guru yang baru buat mereka setelah libur yang cukup panjang. Biasanya drama ini jarang terjadi bila anaknya udah naik kekelas kindergarten 2 (usia 5 yo), akan lebih banyak ke anak yang dari kelas toddler ke kelas Nursery (3 yo). Di usia 4 yo juga masih ada aja sih drama nya, paling hanya beberapa anak aja.

3)THE FIRST DAY IN THE NEW SCHOOL: buat anak-anak kita yang pindah sekolah, misalnya waktu playgroup disekolah A, lalu pas TK pindah ke sekolah B. Pasti butuh penyesuaian kan.

4) THE FIRST DAY-ALMOST EVERYDAY: nah ini buat anak-anak kita yang hampir tiap hari susyeeehhh amat pisah ama ortunya kalo mau kesekolah, berasa kayak hampir tiap hari menghadapi drama ‘pisah’ ama ortu. Jenis yang ini selalu ada aja sih tiap tahun ajaran. Agak susah nih ngadepin yang ini. Faktornya bisa banyak. Sianak emang sebenernya belum ready lah untuk kesekolah (nanti saya bahas tentang readiness of each child to go to school). Atau si anak ini emang tipe yang moody. Kalau moodnya ga bagus ya wessss drama lah dia. Ortunya musti punya segudang cara nih dan musti komunikatif ama gurunya. Jadi tau dengan cepat gimana cara ngatasinnya.

5)THE FIRST DAY Yang Musiman- buat anak-anak kita yang dihari-hari tertentu mogok kesekolah dan ga mau pisah ama ortu. Saya pernah nih ngadepin si Gwinette begini. Jadi si Gwinette ini kan saya sekolahkan saat usianya 2 tahun, dia excited banget loh kesekolah. Asli deh no drama at all, dalem hati bangga minta ampun. Eh tapi ya makanya jangan ke GR an dulu ya, karena ternyata setelah dua minggu lancar jaya eh trus dia mogok ga mau sekolah. Dia mulai nyadar kok ini kenapa jadi sering banget kesekolah dan juga dia liat temen-temen sekelasnya yang masih pada nangis aja. Gimana saya ngadepin dramanya? Pertama peluk sianak, ajak bicara lalu serahkan kepada si guru dengan hati yang penuh ikhlas, jangan ada keraguan sedikitpun. Jangan coba ngintip-ngintip karena kalau si anak tahu kita ngintip dia akan makin histeris dan minta bareng mamanya. Buang jauh-jauh rasa worry dan sedih apalagi rasa iba. Karena kalau si ortu ga ikhlas dan ga percaya sianak ditinggal disekolah, sianak juga bisa merasakan dampaknya. Anak juga jadi ga tenang diskolah. Jadi musti IKHLAS YA ibu-ibu. *saya yang guru aja, masih ga ikhlas waktu itu dan masih pengen ngintip2 dari jendela-lalu di nasehatin deh ama gurunya,padahal gurunya kan temen sendiri*

Nah selain tipe-tipe anak on the first day, saya juga bertemu dengan  orang tua dengan tipe-tipe yang berbeda.

1) Si Super PENYABAR. Ya ampun ini tipe ortu idaman banget kan ya, penyabar asli penyabar banget, dengan sabar dia akan menunggu sampai anaknya mau masuk kelas. Kalo gurunya mau bawa anaknya masuk kelas dan anaknya nangis histeris, nanti si ortu ini akan peluk anaknya dan nunggu sampe benar-benar anaknya mau masuk. Kita gurunya ga dikasih pegang anaknya. Pokoknya dia tunggu sampe anaknya benar-benar mau masuk kelas sendiri. Kalau sianak bener-bener nangis terus dan kita gurunya ga boleh pegang anaknya, maka sianak akan dibawa pulang lagi kerumah. Besoknya akan terulang drama yang sama, dan seterusnya. Dan yang capek saiapa lagi kalo bukan gurunya? eitssss salah! yang capek mah ortunyalah. Sianak akan makin lama beradaptasi. Tapi itukan pilihan si ortu. Guru ga bisa maksain, tugasnya cuma kasih saran dan masukan. Nah tipe ini aga susah juga sih sebenernya.

2) Si MOTIVATOR. Ini tipe orang tua yang juga jadi idaman deh, nanti si ortu akan terus motivasi anaknya. “ayo nak, masuk kelas ya, supaya kamu pintar, nanti mama tunggu diluar.” Atau juga bisa bilang “ayo nak, kamu kan sudah besar, sudah pintar, pasti bisa deh”.  lanjut dengan iming-iming “nanti kita pulang sekolah beli buku or mainan deh kalo kalmu ga nangis disekolah”. dan segala macam lah kata-kata motivasi.

3)  Si DISIPLIN. Widih, ini sih keren abis lah. Biasanya si ortu akan langsung bicara sama gurunya, kalau si anak ini harus ditegasin aja kalau emang dia nangis. Buat ortu yang disiplin ini prinsipnya kita harus bisa mengatur anak, jangan sampe anak yang mengatur kita. Asik nih kalau ketemu tipe yang seperti ini. Dan biasanya dia konsisten. Kalaupun anaknya tetap nangis, dia akan pergi tinggalin tapi biasanya dia masih tunggu diluar lalu diam-diam memanggil asisten guru tanpa sepengatahuan anaknya, menanyakan apakah anaknya baik-baik aja. Kalau ok, dia akan pergi menginggalkan sekolah, kalau masih nangis dia akan tetap stay disekolah tapi dia ga mau masuk kelas, apalagi ngintip-ngintip dari jendela. Percayalah, kalau kita ngintip-ngintip dan ketahuan ama anak kita dari dalam kelas, NISCAYA DIA AKAN MAKIN HISTERIS. LOL…..ga mutlak juga sih,tapi yang biasa saya hadepin yah begitu.

4) Si CUEK. Ada juga nih tipe yang cuek. Ada enak dan enggaknya sih kalau ketemu tipe orangtua murid kayak gini. Jadi semua diserahkan aja sama gurunya, gak perduli mau anak nangis terkaing-kaingpun. Bukan karena disiplin, tapi lebih karena ga terlalu perduli. Menurutnya ya semua tanggung jawab sekolah. Nah ga enaknya adalah tipe yang begini agak susah diajak berdiskusi tentang bagaimana mengatasi masalah-masalah yang dihadapi anak disekolah.

Nah sebenernya ga tau lagi deh tipe-tipe orangtua apalagi disekolah saat menghadapi drama on the first day of school.

Dibawah ini beberapa tips untuk menghadapi drama on their first day of school

1) Perkenalan terhadap sekolahnya.

Bawalah si anak mengunjungi sekolahnya(kalau itu sekolah baru buat dia), katakan pada anak, nanti kamu sekolah disini ya, ketemu temen-temen baru, enak deh…. dan sebagainya yang bisa kasih dia gambaran dan motivasi tentang betapa enaknya pergi kesekolah.

2) Motivasi

Sering-sering membicarakan hal-hal yang menyangkut sekolah dan kegiatan-kegiatan disekolah. Buat mereka percaya bahwa disekolah itu menyenangkan, bisa bermain dengan banyak teman dan belajar banyak hal baru bersama guru.

3)STOK SABAR dand DISIPLIN

Kalau pada akhirnya si anak menangis saat hari pertamanya masuk sekolah (Terutama kalau itu adalah tipe nomor 1 yang THE REAL FISRT DAY), maka siapakan stok sabar yang banyak. Tapi ingat, musti liat tipe anak juga. Jangan biarkan si anak yang yang mengontrol kita. Menangis itu wajar, tapi coba berikan kesempatan pada gurunya untuk membujuk sianak, jangan langsung antipati terhadap gurunya bila sianak terlihat makin histeris ketika dipegang oleh gurunya. Kasih kesempatan donk, Kita ga akan pernah tau juga kan?. Jadi biarkan dia masuk  kelas bersama gurunya, lebih bagus tunggu diluar. Tapi kalau memang anak sangat histeris, biasanya si ortu bisa masuk. Oh kalau diskolah tempat saya, tergantung usia anak sih ya, kalau yang kelas Toddler (2 yo) ortu or nanny boleh menemani maximal 2 minggu didalam kelas. Setelah itu, ngggak boleh lagi. Kalau kelas Nursery (usia 3 yo) Ortu boleh menemani 3-5 hari didalam kelas. Kalau kelas K1 (4 yo) ini biasanya level yang saya ajar, ini biasanya boleh stay dekelas hanya untuk 1 sampai 2 jam pertama dikelas. Karena anak pada usia ini sudah mulai bisa dikasih pengertian dan sudah bisa kita ajak berdiskusi. Lagipula kalau si orangtua seharian dikelas nanti bisa efek keanak yang lain, minta orangtua mereka juga stay dikelas. Nah yang begini ini nih yang musti dihindarin.

4) Ketahui karakter anak kita dengan baik

Iya ada tipe anak yang sangat sensitif dan tidak terbiasa dengan orang lain selain ibu or bapaknya saja, Jadi begitu liat orang lain tanpa ada ibu or bapaknya maka dia akan sangat histeris. Nah tipe seperti ini musti sabar banget deh gurunya, dan siorangtua mesti mau juga donk dengar saran dari gurunya. Kalau anaknya histeris banget gini, musti perlahan deh, kasih waktu siorangtua berbicara dengan si anak. Negosiasi sedikit tak apa. Kalau sianak udah lumayan tenang, giliran si ortu yang ga boleh worry saat anak harus benar-benar ditinggal bersama gurunya diskolah. PERCAYAKAN PADA GURU…. Okeh mommies?

5) Jangan Ingkar janji.

Nah ini penting banget nih, ‘jangan ingkar janji’ ini sangat berlaku buat hal-hal kecil semacam:

-siapa yang akan menjemput si anak nanti. Kalau mamanya yang janji bakal jemput di sekolah, jangan tiba-tiba yang muncul pak supir or nanny or ART, bahkan oma/opa sekalipun. Terlebih itu adalah ‘first day’ buat mereka. Ini penting banget, kalau yang bekerja bisalah minta cuti dulu ya. Ini urusannya untuk kelangsungan hari-hari sekolah kedepannya. Sianak juga akan seneng banget bisa liat mama or papanya sendiri yang jemput sekolah. Tapi kalau hari-hari lain saat dia udah settle yah udah terserah siapa yang jemput.

-ON TIME. Yang ini penting banget. Si anak suka kecewa loh kalau ortunya jemput telat disekolah. Saya ulangi lagi, terlebih dihari pertama mereka sekolah, jangan sampe deh telat jemputnya, jadi 10 menit sebelum jam bubaran sekolah ya musti udah ready, ada perasaan gimana gitu loh kalau mereka bisa pulang ga pake nunggu segala. Kalau awal2 sekolah biasanya mreka selalu nangis minta pulang dan nanyain mamanya….eh tapi pas udah tau enaknya diskolah…boro2… yag ada mereka pesen ke ortunya supaya dijemput yelat aja biar bisa maen diskolah ama temen2nya… grurunya kapan lunch donk nak??? *keluh* hahahaha…Eh inget ya mommies….pergi kesekolah juga jangan terlambat donk! just be on time. Ok mommies? Melatih disiplin waktu sedini mungkin.

6) Komunikatif dengan guru. Penting banget nih. Jadilah tipe orangtua yang komunikatif dengan guru tanpa terlihat dan terdengar ‘cerewet’. Jujur-jujuran aja nih ya, kita sebagai orang tua kan suka tuh TANPA SENGAJA/SENGAJA memberi label terhadap guru si A, B dan C secara tidak langsung saat kita ngobrol tentang hal-hal diskolah. Ada yang bilang guru A itu galak, ada yang bilang guru si B itu sabar, atau guru si C itu cuek. dll. Nah kurang lebih sama sih, di skolah para guru juga mau ga mau punya penilaian tersendiri terhadap tipe-tipe orangtua yang dihadapin diskolah. Kayak yang saya pernah bilang itu, dapet tipe ortu yang details dan demanding, yang ujung-ujungnya resek dan menyebalkan. Ga mau donk kita dicap sebagai orangtua yang menyebalkan buat gurunya. Tapi jangan terlalu cuek juga. Karena jadi susah mau kasih tau perkembangan si anak dan cari solusi untuk mengembangkan kemampuan sianak, Karena tiap anak kan beda-beda. Maka dari itu, jadilah orangtua yang komunikatif. Bicarakan segala sesuatunya kepada gurunya. Kalau tidak sempat berbicara dengan gurunya, buatlah janji/appointment. Atau tulis di Communication book (tulis surat or note sekalian).

Kalau dramanya jarang-jarang terjadi itu pasti ada penyebabnya, musti cari tau penyebabnya. Makanya penting banget komunikasi dengan gurunya disekolah. Selalu bersikap sopan dan hargai guru anak kita. Karena sering banget nih saya ngadepin ortu murid yang ga tau cara respect guru bahkan ada loh yang anggap guru anaknya itu udah kayak pembantunya, asli ga ada manner sama sekali *Jiahhhh ada yang CURCOL* 😀

7) Lihatlah kesiapan anak.

Ini berlaku untuk anak usia 2 tahun yang baru aja mau masuk sekolah. Jadi lihatlah kesiapan si anak. Salah satu caranya adalah saat sianak menangis. kita bisa lihat tipe tangisannya seperti berikut ini:

-Ada yang nangis histeris tapi setelah ditinggal orang tuanya dikelas, nangis sebentar lalu akan diam sampe dia pulang nanti. Lalu besoknya masih gitu juga, nah yang ini sebenernya udah ready kok cuma butuh waktu aja. Musti sabar gurunya, musti ikhlas ortunya.

-Ada yang nangis histeris diawal pas ditinggal ortu, lalu diam, lalu nanti teringat ortunya dia tiba-tiba nangis lagi, begitu seterusnya. Nah tipe yang ini juga sebenernya siap, tapi ini anak sensitif dan melankolis. Hehehehe…..

-Ada yang tipe nangis seharian, dari awal sampe pulang sekolah nangis ajaaaaa….nah coba cek deh itu nagisnya pake air mata apa nggak? kalo ngga ada airmatanya, itu dia sebenernya udah ready, cuma ya butuh waktu dikit lagi untuk adaptasi. Tapi kalo nangis terus seharian dengan air mata yang berlinang-linang datang dari berbagai arah sudut mata….Haiyaahhh sudahlah…bawalah dia pulang….. masih pengen peluk-peluk mamanya itu. Belum ready. Ingat kan kalu tipe anak itu beda-beda. Jangan samain anak kita dengan anak orang lain, lah yang kakak-adek aja bisa beda toh?

8) DON’T WORRY BE HAPPY

Gampang banget ngomong ini, padahal prakteknya kan susah ya. Gimana ga worry sih liat anak kita histeris gitu saat kita tinggalkan? sama kayak yang saya bilang diatas tadi, saat Gwinette mogok sekolah. Saya musti percayakan sama gurunya. Ada hari juga sih saya ngalah, kalau dari rumah di udah nangis histeris ga mau sekolah biasanya saya gak paksain soalnya kasian kan itu dia masih usia 2 tahun. Kalau dramanya jarang-jarang terjadi itu pasti ada penyebabnya, musti cari tau penyebabnya. Kita sebagai ortu musti bisa flexible juga. Bisa jadi dia lagi kecapekan malemnya, or ada suasana kelas yang ga nyaman. Banyaklah faktornya. Musti cari tau.

Tapi yang terpenting dari yang
terpenting saat menghadapi drama First day in school ini adalah “DON’T WORRY”, iya jangan
khawatir. Buang jauh-jauh pikiran negatif mengenai hal-hal yang
akan terjadi dengan anak kita disekolah. Jangan coba-coba
ngintip, karena resikonya kalo
ketauan bisa berabeh…si anak yang udah mulai settle bisa histeris lagi pas tau mamanya ada diluar. Tapi ada juga sih yang kita udah janjiin kalo mamanya akan tunggu diluar dan supaya dipercaya oleh si anak maka dua atau tiga kali saya kasih liat keluar bahwa mamanya masih disana dan dia tenang. Selanjutnya dia percaya bahwa guru dan ortunya ga bohong. Sekali lagi…case per case ya. Tiap anak beda-beda cara pendekatannya.
Pokoknya ingat aja bahwa anak kita sudah kita percayakan kepada sekolah. Dimana sekolah itu adalah pilihan kita dan kita sudah menyetujui semua peraturan dan policy sekolah tersebut sebelumnya kan? Eh tapi sebenernya saya sih berharap no drama at all on the first day, second day and everyday. Tapi kenyataannya sih ga pernah….always ada dramalah on the first day of school. Oh iya saya ceritain 1 pengalaman drama ga mau kesekolah yang terpanjang. Waktu itu tahun pertama sekolah buka. Ada anak bernama K ga mau masuk kelas. Dari rumah udah nangis juga ga mau sekolah. Papanya yang anter. Papanya harus ikut masuk kedalam kelas. Saya sih ga masalah ya…tapi anaknya kapan settle kalo papanya didalem terus. Hampir 2 minggu begitu terus dan saya ditegur oleh kepsek karena tidak bagus seperti itu. Menghambat proses belajar mengajar karena terlalu banyak adults dalam kelas. Singkat cerita sianak mogok sekolah 2 minggu dan kali ini yang anter mamanya. Setelah bincang2 panjang lebar dengan mamanya tentang penyelesaian masalah anaknya ini. Akhirnya kita sepakat bahwa papanya ga boleh dulu anter dia sekolah. Karena sumber masalah ada dipapanya (sorry ya sir..but you spoil ur daughter too much) tapi bener deh setelah mamanya yang anter no more drama. Si mama emang lebih disiplin dan konsisten tapi dia ga sepenuhnya punya andil karena si mama ngantor tiap hari. Dia juga harus manggut ama sang mertua yang tinggal bareng mereka. Tau kan ya kalo para kakek nenek sayang cucu bagaimana? Nah itulah penyebab si anak ini drama kalo kesekolah. Setelah itu no more drama donk! Jadi ya gitulah…. ortu juga musti bisa tegas, tapi bisa tetap diajak diskusi.

So….. hows the first day of your child in school? I Hope it went smooth and No Drama…. even with drama… I hope we find way to solve it…. just remember with what I have told above.
1) Be discipline and consistent
2)Motivate and encourage your child everyday
3) Don’t worry and trust your teacher. Keep update the story with the teacher.

GOOD LUCK Parents!
semoga postingan abal-abal ini bermanfaat ya….

Xoxo
Teacher Joeyz 🙂