47

REPLY 1988 : A Must Watch Drama! You Should watch! POKOKNYA NONTON DEH!

image

Kamar Taek tempat mangkal gang Ssangmundong

Itu judul apa Undang-undang pemaksaan sih Jo? Hahahahaha maap ya manteman maklumin aja walau udah kelar nonton dari 2 minggu lalu tapi ga move on-move on ini…hahahaha… parah emang gue.

Pokoknya gini, walau saya mah telat banget nonton ini (karena ini drama akhir 2015 dan awal Januari 2016) tapi bagi yang belum nonton dan ngakunya penggemar drama korea, maka kamu ga boleh banget skip drama yang satu ini. Alasannya?

1) DETAILS
Iya details banget props untuk shootingnya. Segala tv layar cembung, telepon jadul, radio, sampai model rambut dan fashion para pemain semua vintage ala 80’s. Bahkan trend apa aja tahun itu benar-benar ditunjukin. Salute buat tim produksinya.

image

Anak 80an 😊

2) AKTING KUALITAS PREMIUM
Gilaklah pokoknya artis dan aktor korea ini, aktingnya super semua, ga ada yang ecek-ecek. Contohnya aja HyeRi pemeran utama yang jadi Deok Seon…asli two thumbs up karena aktingnya total abis. Gak takut kliatan jelek, ga ada jaimnya sama sekali. Tiap karakter di dalam drama ini bikin kita jatuh cinta. Bahkan writernya bikin porsi yang pas untuk tiap karakternya. Kok bisa gini amat sih jeniusnya si penulis cerita??? Caresoooo

image

Keterlaluan kamu Hyeri!!!😂😂😂

3) A VERY RICH STORY
Iya ini cerita yang terlihat sederhana tapi isinya banyak, dan cita rasanya ga ada dua. Bagaikan makan bakmi mbah moh Di Bantul Jogja sana. Tempatnya di pelosok dan sederhana tapi cita rasanya bikin gak lupa sampai sekarang (duh analogi gue bikin jadi laper ndiri ini mahhh!!! 😂😂)

Kenapa saya bilang a very rich story?
Karena disini disajikan cerita Kehangatan keluarga dan persahabatan.
Di drama ini menunjukkan bahwa memang ga ada keluarga yang sempurna. Ada aja permasalahan hidup, ada aja yang ga akur dan ga sejalan pikiran satu sama lain di dalam keluarga:
-Hubungan kakak adik yang berantem terus seperti Deok Seon dan Sung Bo Ra (kalau dah berantem kayak pentasan meledak ga kelar-kelar).
-Hubungan suami istri yang beda selera humor, beda cara pandang hidup
-Hubungan yang kaku antara ayah dan anak perempuannya
-Hubungan ayah dan anak laki-laki tanpa figur ibu di rumahnya
-Hubungan pertemanan yang saling sayang dan saling mendahulukan kepentingan teman.

Ahhhh hatiku menghangat tiap ingat scene-scene favorite tentang hubungan mereka satu sama lain. Intinya adalah walau ga ada yang sempurna tapi setidaknya kalau kita mengkomunikasikan perasaan kita dengan baik dan benar pasti kita bisa menyelesaikan masalah satu sama lain dan tahu kalau aslinya memang saling sayang saling cinta.

image

Orangtuanya gak kalah gokil!!! 😂😂😂

Satu lagi, bukan cuma kisah cinta-cintaan antara dua remaja laki-laki dan perempuan yang paling penting di dunia ini. Masih ada cinta pada ayah, ibu, kakak, adik bahkan teman yang gak kalah pentingnya. Di drama ini udah pasti bikin kita kangen sama masa-masa kecil kita, masa-masa mengahbiskan waktu dengan orang tua, kakak dan adik kita juga teman-teman sekolah…ahhhh berbinar-binar mata…😍😍😍 superlove!

image

The super cute Jin Joo…adiknya Sun woo

Kedengaran biasa aja? Memang!! Tapi bukan drama korea namanya kalau nggak sajiin tema keluarga gini tanpa bumbu humor. Ngakak kejengkang udah pasti banget. Ga ada duanya!!! Jadi udah ceritanya bagus eh ditambah humor yang brilliant. Supeerrrr sekaliii!

Beberapa orang merekomendasikan Reply 1988 untuk saya tonton tapi melihat posternya aja ga semangat, jadi benar ya pepatah mengatakan don’t judge the book by its cover. Nonton Reply 1988 ini membuat senyum dan hati senang sekali..dan drama yang satu ini saya masukkan dalam list Kdrama favorite. Walau telat setahun nontonnya tapi bersyukur ga nonton pas masih tayang (on going di tv kabel) kalau nggak bisa galau gak jelas nungguin episode-episodenya tiap minggu. Jadi sebenernya ceritanya tentang apa?

SINOPSIS
Time travel ke tahun 1988, di sebuah gang atau area bernama Ssangmundong, Seoul Korsel tinggallah beberapa keluarga yang anak-anaknya sebaya. Para orangtua dengan karakter yang berbeda-beda berteman baik satu sama lain, anak-anak mereka pun begitu. 5 anak tumbuh bersama tentu dengan karakter yang berbeda-beda juga.
Ini dia kelima tokoh utama dalam drama ini:

1) Sung Deok Seon (diperankan oleh Lee Hyeri member girl band ‘Girl’s Day)
Deok Seon ini anak yang punya kepribadian menarik, ramah dan humoris skaligus bodor alias gokil. Nasibnya sebagai anak kedua dari 3 bersaudara memang sering ketiban sial. Mempunyai kakak perempuan bernama Sung Bo ra yang super galak dan adik laki-laki yang wajahnya lebih tua dari umurnya (aslik bagian adiknya pas ditunjukin 27 tahun kemudian saya ngakak sakit perut karena yang peranin si No Eul itu yang jadi bapaknya Gong Shim di drama Beautiful Gong Shim😂). Deok Seon memang ga sepintar kakaknya (IQnya cuma 89) tapi kepribadiannya yang hangat bisa membuat siapa saja senang untuk dekat dengannya).

image

Yaolohh mukeeee😂😂😂

2)Kim Jung Hwan (diperankan oleh Ryu Jun Yeol yang dapat penghargaan sebagai aktor pendatang baru terbaik di Baeksang Award gara-gara perannya di Reply 1988 ini).

image

He is not human yet 😂😂😂

Jung Hwan ini suka menggerutu, sarkastik dan sering menjadikan Deok Seon sebagai bulan-bulanan kata-kata sadisnya. Kalau udah ketemu pasti beranteman ajaa kerjaannya sampai pukul-pukulan dan dorong-dorongan. Dilihat dari kelakuannya pada Deok Seon, gak nyangka aja kalau anak ini cerdas, siswa ranking satu dan jago maen sepakbola. Cuman aja nih cowo kurang ekspresif, terlalu banyak pertimbangan dan kurang peka pada perasaan orang lain. Nyokapnya aja males banget liat kelakuan anaknya yang sangat tertutup dan jarang curhat ini. Padahal sebenarnya Jung Hwan ini baik sih, gak pelit dan setia kawan walaupun suka lebay dan korupsi kalau minta uang jajan ama mamanya (untung mamanya banyak duit).

3)Choi Taek (diperankan oleh Park Bo Gum yang sekarang lagi main Moon light drawn by cloud)

image

Sumpeh so park bo gum culun maksimal disini..

Tipikal cowok tenang, pendiam yang tidak suka keramaian. Choi Taek anak satu-satunya yang tinggal berdua dengan ayahnya sejak ibunya meninggal saat ia masih kecil. Taek adalah pemain baduk yang sudah meraih gelar grand slam master di usia muda. Demi mengejar passionnya bermain baduk, dia rela tidak meneruskan sekolah.

Di mata orang lain, Taek adalah anak muda jenius dengan IQ tinggi yang membuat orang terkagum-kagum sampai ada fans clubnya segala. Di mata teman-teman kecilnya (Deok Seon dkk) di Ssamundong, Taek tidak lebih dari orang yang tidak bisa nyolokin kabel, pasang walkman, mengikat tali sepatu atau menyumpit kimchi. Tapi semua sayang Taek bahkan memperlakukannya seperti harta karun nasional. Soalnya anaknya baik, sopan dan mau aja diminta mentraktir apa aja. Si Deok Seon suka nyuruh Taek pinjamin komik tapi Deok Seon juga yang paling mengerti Taek dan menolong Taek untuk melakukan hal-hal simple dalam kesehariannya.

4)Sung Sun Woo (diperankan oleh Go Kyung Po yang sekarang lagi main jadi second lead male di Jealousy Incarnate
image

Diantara mereka berlima, Sunwoo adalah anak yang paling ‘normal’. Tipikal anak baik, pintar, ketua OSIS, favorit guru, sayang ibu dan adik gitu lah. Sejak ayahnya meninggal dunia, Sunwoo memposisikan dirinya sebagai pelindung bagi ibu dan adik kecilnya Jinjoo (super duper cute banget si Jinjoo ini..gemesin). Dia berusaha selalu menjaga perasaan ibunya agar tidak sedih. Masakan ibunya yang gak enak dan sering ngaco aja mau dihabisin sehabis-habisnya. Dia juga gak mau ngerepotin ibunya minta ini itu. Selain itu Sunwoo juga sayang sekali pada mendiang bapaknya. Hmmmm cowo idaman banget ga sih?

5) Ryu Dong Ryong (diperankan oleh Lee Dong Hwi)
image

Nih dia nih salah satu karakter favorit saya di Reply 1988, anak bungsu dari kepala sekolah SMU Ssangmudong yang kocak habis. Diantara mereka berlima, Dong Ryong ini adalah tim hura-hura yang paling gaul. Senang ngedance, bisa nyanyi, suka nonton konser dan hobi ngajakin teman-teman cowoknya nonton film bokep. Tampangnya mungkin kurang bisa dipercaya, tapi Dong Ryong cukup bijaksana dan selalu siap memberi saran-saran terbaik saat sahabat-sahabatnya curhat. Paling kocak dia pernah bilang ama teman-teman cowoknya : “dimana lagi lu bisa dapat teman yang memikirkan kebutuhan s3x kalian masing-masing?” Buahaha….ngehe banget kan nih orang…Scene favorite saya adalah saat dia dan Deok seon lagi belajar bersama ama Bo ra (kakaknya Deok Seon yang pintar) nih bedua klop banget koplaknya…sama-sama ga bisa apa-apa selain nyanyi dance dan hal-hal gak penting yang jayus.

Sung Bo ra: “Belajar bahasa Inggris tuh cukup ngafalin aja kok, coba ada ga kata-kata yang kalian tau dalam bahasa Inggris? Ga ada kan?”

Deok Seon: ada donk.. “I, my, me my”
Dong ryong langsung nyautin
Dong Ryong : “You, your, you, yours”
Deok Seon: “He, his, him, his”
Dong Ryong: “She, her, her, hers”
Deok Seon: “we, our, us, ours”

Gokilllll!!!Gokil!!! Abis itu mereka nyanyi spanish berdua kek orang gila.

Dan terdengarlah suara Mmbekkkkkkkkkk!!!!!😂😂😂😂

Pokoknya saya ngakak sakit perut dan ampe sekarang scene-scene favorite saya save di youtube. (Yaelah jo…kapan move on nya nganaaaa jo??)

Jadi, cuma tema keluarga aja nih? Ga ada cinta-cintaannya? Korea tanpa percintaan juga udah seru sih tapi tentu saja ada percintaan donk akh…. yang pasti dalam tiap series reply (ada reply 1997, reply 1994 dan terakhir 1988 pssssst ga perlu nonton 1997 dan 1994 kok) kita selalu dikasih clue siapa suami pemeran cewe utamanya…iyes semacam maen tebak-tebakan ini mah😁. Nah dimana-mana tuh bertebaranlah hestek #TeamJungHwan dan #TeamTaek. Hadeuhhh ini apasihhh? Bahkan saat saya posting tentang reply 1988 tiga minggu lalu semua pada komen berbau spoiler padahal saya masih stengah jalan waktu itu nontonnya. Ok kalau kalian pecinta reply 1988 pengen tahu saya tim siapa? Hmmm saya tau banyak yang #teamJungHwan tapi maaf saya #TeamTaek wae lah. Why? Karena dalam hidup kita butuh yang pasti-pasti. Udah sering banget nemu cowo kayak Jung Hwan ini dalam hidup gueh…hahaha curcol mbaknya? Iyalah bok!!! Penuh keragu-raguan dan sejuta gengsi walau iya karena dia menghargai sahabatnya..tapi teteuplahhh capek ama yang tipe Jung Hwan ini. Saranghae Taekkaaaaaa….😍😚

image

Three ladies yang turut meramaikan drama ini. Coba ajaa semua tetanggaan kayak di Ssangmumdong ini


Jadi gimana ini? Gimana cara menyudahi postingan ini? 2 minggu lebih nulis ini ga kelar-kelar. Hahahaa baiklah intinya adalah ini recommended drama banget dan seperti judulnya…..You Should watch! POKOKNYA NONTON DEH! *teteuuup maksa* 😂😂😂

Another reason why you should watch this drama, bahwa Reply 1988 banyak dapat penghargaan di berbagai ajang penghargaan di Korea sana….yayiyalah ratingnya aja pemecah record pernah sampai 18nor 21 persen. Ok next good kdrama yang bakal ditonton adalah “Signal”(baru sampe episode 2) Wokelahhh sekian review saya atas drama jenius ini. Akhir kata saya mengucapkan.. Mbeeeekkkkkkk!!!!😂😂😂

39

7 Alasan Kenapa DOTS Wajib Ditonton

Yang has no clue at all sama korean drama mungkin bingung ya kenapa postingan cewe-cewe dan mamak-mamak akhir-akhir ini ga jauh-jauh dari Descendants of the sun (DOTS). Yang ga pernah nonton drama korea atau yang ga suka sama sekali, mohon maklum yak karena akhir-akhir ini postingan saya ga jauh-jauh dari si DOTS ini. Sampe ngebahas via Whatssap sama si Queen of drakor yaitu Dewi si Jerapah Keriting. Karena sesuatu yang bikin hati senang itu rasanya ga afdol kalau ga dibagikan ke yang lain. Jadi nonton DOTS ini diulang-ulang aja ga cukup, tapi mesti kudu dibahas (hahahhaha wiii makasih ya kehadiran dirimu di WA). Nah buat yang belum nonton, buru deh nonton dan berikut adalah 7 alasan Kenapa kamu harus nonton drama korea yang satu ini:

1.SONG HYE KYO

Alasan pertama saya nonton ini tentu karena pemainnya adalah SONG HYE KYO, yang mukanya stay young forever dari jaman film Endless love sampe sekarang masih imut dan cantik aja dan denger-denger dia kan ga oplas ya. Kadang saya heran kok bisa kinclong mulus kayak kulit bayi (curiga dia minum SKII segalon) padahal saya ama SHK seumuran loh ini….Hikssss disitu kadang merasa hidup ini sungguh tak adil (wakakakak…abaikan). Another point from her of course aktingnya keren banget plus peran bodornya selalu dapet banget. SHK ga ada matinya deh.

2.SEMUA SERBA PAS

Alasan kedua, isi ceritanya yang bagus banget. Alurnya ga lambat ga kecepatan juga. Menurut saya semua terasa PAS di film ini. Romantisnya dapat, actionnya juga pas, ada sisi humanity. Kalau humornya ga usah ditanya, ini film bodor banget deh bikin sakit perut ketawa ngakak ga abis-abis. Nunjukin banget sisi soilders dan dokter yang mana ini adalah profesi dari dua karakter utama dalam film ini. Yang kurang cuma adegan peyuk-peyuknya aja…..hmmmm

3.LOKASI SHOOTING

Lokasi syuting memang salah satu pendukung film yang bagus. Nah di film ini mereka syuting di Greece dan  memanjakan mata kita lihat pantai yang cantik, rumah-rumah khas di yunani sana plus jalanan bukit-bukit yang cakep. Menurut informan terpercaya saya (lagi-lagi si Dewi Jerapah Keriting) kalau sempat tim produksi film ini tadinya mau syuting di Indonesia ……errrrrr seru banget pasti ya tapi lagi-lagi kata Dewi mending kagak deh, secara fans Indonesia pasti norak setengah mati.

4.DETAILS

Iya memang kelebihan drakor itu ya details. Pokoknya semua-semua terlihat pas dan wajar aja. Ga ngerti gimana ngejelasinnya tapi memang film ini niat banget nunjukin details di ruang operasi dan details perang untuk para soilders.

5.SONG JOOG KI

Terus terang saya baru kali ini lihat acting si SJK ini dan terus terang juga saya ga terlalu suka lihat tipe mukanya, he is too pretty untuk muka cowo alias kurang gahar gitu beda kana ma muka Aa Theo James (hahaha kenapa Theo lagi Theo lagi si Jo?). Kurang macho gitu deh mukanya. Tapi begitu doi pakai seragam soildernya dan mengacungkan pistolnya.,,,ARGHHHHHHHHHHHHH nyerah adek bang! NYERAHHHH!! Udahlah terhapus muka manisnya..yang tersisa hanya kejantanan sejati (apeeeuuuu!!!). Itu mulutnya kalau lagi monyong-monyong kok ya ngegemesin banget sih. Anyway, he is such a lovely guy!

6.KARAKTER YANG KUAT.

Hal lain yang membuat saya suka film ini adalah bahwa kedua pemeran utamanya Captain Yoo Shi-Jin dan Dr, Kang Myo Yeon adalah leader pada teamnya masing-masing, yang cewe adalah leader dalam tim medisnya dan si cowo kapten dari sebuah pasukan khusus bernama Team Alpha (adohhh mau deh masuk jadi tim alpha). Sukses atau nggaknya sebuah pekerjaan dalam tim  tentu aja tergantung karakter si tim leadernya kan ya. Nah captain Yoo Shi Jin ini asik banget ceritanya ke anggotanya, begitu pun si Dr, Kang. Pokoknya mereka adalah tipe pemimpin yang dicintai oleh anak buahnya. Masih bisa becandaan, malah parahnya si Dr. Kang pernah di ceng-cengin sama anggota timnya ditengah-tengah meeting mereka. Kocak abisssss! Karakter masing-masing sangat kuat dan ya emang drama-drama korea selalu begini, bikin jatuh cinta sama karakter dalam cerita.

7. NOT PERFFECT

Nah ini nih yang bikin saya suka dan gemesss banget di film ini bahwa karakternya ga dibikin sempurna, ditunjukin sisi kelemahan masing-masing karakter. Salah satu contohnya adalah bahwa si pemeran utama yaitu captain Yoo Shi Jin ini juga manusia biasa, cowo yang bisa jelalatan juga matanya kalau lihat cewe cantik. Makanya ada adegan dia dapat parcel dari cewe flight attendant dan bikin si SHK murka setengah mati (ini episode 9 dan 10 favorit saya banget sumpah sakit perut ketawa ngakak, literally sakit perut). Belum lagi adegan Shi Jin dan teman-teman soildernya nonton girl band dan heboh setengah mati lihat cewe cantik-cantik. Menurut saya ini normal bangetlah, ya namanya manusia kan ya pasti ga ada yang sempurna walau emang nyebelin tapi wajar aja kalau cowo matanya akan ijo juga kalau lihat cewe cantik jalan depan matanya. Gapapa sih menurut saya kalau masih wajar, bukan yang genit-genit gimana gitu. Justru saya menikmati hal-hal ini dalam film ini. Selera humor sang penulis di film ini menurut saya JUARA BANGETTTTT!!!!!!

So, nonton DESCENDANTS OF THE SUN adalah salah satu hal yang sangat-sangat menyenangkan tapi justru mematikan, karena gara-gara ini mamak-mamak dan cewe-cewe sejagad raya bisa delusional tingkat dewa. Errrrrr karena semua teman-teman saya di dunia nyata juga masih belum move on bok ampe sekarang. Padahal ceritanya udah tamat minggu lalu, tapi semua masih RERUN! NONTON ULANGGGGGG ! Gilingan cabeeee deh pokoknya. Jadi kamu belum nonton DOTS? Ah ga gaul ah! HAHAHAHAHA….. Padahal mau nyari teman senasib yang masih berrkutat salam dunia perkorea’an.

image

Ya cem mana mau dikuncirin rambut adek bang, adek baru aja potong rambut 😀

image

BUAHAHAHAHAHA!!! awasss ada anggota baru TIM ALPHA. Dibikinin foto ini sama anak abege di gereja pakai aplikasi “snow” YASALAMMMM ngakakkkk stegah mati! katanya akohh mirip Kim Ji Won (dikepret sampe URK)

60

If I Stay : Dying Is Easy, Living Is Hard

If You Stay, I’d do whatever you want. I’ll quit the band, go with you to New York. But if you need me to go away, I’ll do that too. Maybe coming back to your old life would just be too painful. Maybe it’d be easier for you to erase us. And that would suck, but I’d do it. I can love you like that if I don’t lose you today. I’ll let you go, If you stay.

image

Picture take from the official IG of @IFISTAYMOVIE

 

Pernah merasa hampir mati? Atau merasa ingin mati saking sakitnya menahan sesuatu? Saya rasa beberapa dari kita pernah ya. Apalagi untuk beberapa perempuan yang dalam proses persalinan (mostly yang melahirkan secara normal) pasti rasanya mau mati aja saking sakitnya. I know yang operasi SC juga pasti sakit, karena saya sendiri dua kali melahirkan ya dua-duanya cesar. Tapi serius deh hari pertama setelah operasi rasanya mau mati aja saking sakitnya menahan bekas jahitan waktu mau belajar duduk, belajar berdiri dan belajar berjalan. Nangis sambil peluk si mamak saking ga kuatnya.

Sakit yang baru aja saya rasain dan masih terngiang-ngiang sampai sekarang ya itu kecelakaan setahun lalu waktu tulang siku saya bergeser dan harus di-adjust ama tukang urutnya. Literally nangis semalaman sampai pagi saking ga kuatnya nahan perih, nyut-nyutan dan segala macam rasa sakit lainnya yang tak terjelaskan. Tapi ternyata itu belum ada apa-apanya dibanding saat saya harus bisa belajar menekuk tangan (setelah sebulan lebih tangan saya diikat perban dan diluruskan) saya ingat saya teriak sekuat-kuatnya “makkkkkk, aku mending mati ajaaaa makkkk”…hahahaha sekelurahan bisa denger suara saya teriak -teriak ga karuan saat itu. Hmmmm sekarang lu boleh ketawa jo! Tapi dulu? Huhhh gilakk deh beneran itu sakit ga bisa ditolerir…gak mau banget sebenernya ingat-ingat hal itu tapi karena nonton film “If I Stay” minggu lalu saya jadi teringat akan seringnya kita bilang, “duhh sakit banget gilak, mau mati gue rasanya”. (Eh saya sih yang sering bilang gini…hehehe). Ternyata di film ini saya menyadari betapa memang dying is easy, and living is hard. Kenapa begitu, yuk simak ceritanya.

Mia gadis berusia 17 tahun yang lahir di keluarga rock and roll. Bapaknya mantan drummer band terkenal di kota mereka pada masanya dulu, mamanya juga agak nyentrik alias tukang bikin rusuh dulunya. But then, mereka married dan mempunyai Mia dan Teddy. Sepertinya bapaknya Mia ini mengalami yang namanya titik balik dalam kehidupan, he quit from his band and now he is teaching English in school. Banting stir gitu deh ceritanya. Mamanya juga jadi part timer di travel agent dan ngurus Teddy adiknya Mia (yang jarak usianya cukup jauh).

Sejak kelas 2 SD Mia tertarik pada instrument Cello, dia belajar main cello siang malam dan bikin papa mamanya bingung karena kok bisa keluarga rocker eh anaknya malah pilih Cello dan music classic. Tapi cello kan mahal, jadi dia pinjam cello punya sekolah. Suatu hari papanya datang bawakan cello untuk Mia. Belakangan diceritain kalau ternyata papanya jual drumnya supaya bisa beli cello untuk Mia. Mia adalah pemain cello berbakat (and confirmed, saya makin ngefans banget sama alat music satu ini). Mia bukan tipe yang banyak teman dan pintar bergaul, cuma punya satu sahabat perempuan bernama Kim.

Suatu hari, Adam (one of the most wanted boy in school) ngeliat Mia yang latihan cello di ruang music. Adam kesengsem abis nih sama Mia. Udah cantik, pintar main cello pulak. Mia bener-bener ga percaya kalau Adam suka sama dia, karena rasanya ga mungkin banget Adam seorang gitaris skaligus vokalis band local yang udah lumayan tenar kok bias-bisanya jatuh cinta sama gadis seperti Mia (si Mia ini gak pedean anaknya) Adamnya juga udah pasti ganteng and honestly, I fall in love with Adam once he goes to the stage, playing his guitar and sing the unfamiliar songs but I really enjoyed the music (udah download semua lagu-lagunya yang dinyanyiin bandnya Adam di film ini..iye gue kalau dah suka ya begini deh! TOTAL!! Hahahahaa) I fall in love with his gesture on the stage, his gesture when he was with Mia. Aduhhh dek Adam, kamu kok gitu amat sih dek! bikin kakak kesengsem nih #KalimatTernazhongYangGueTulisDiTahun2016 ini. WAKAKAKAKAKAKAKKKKK 😀

Well, ok gayung bersambut nih karena Mianya juga suka ama Adam, si Adam bisaan aje lagi ngajakin Mia nonton konser cello. Bilangnya sih ngajakin Mia karena ada anggota keluarga Adam yang batal pergi jadi tiketnya dikasih ke Adam. Padahal mah itu modus murahan semata, itu duit beli tiket konser cello (yang mahal) adalah hasil uang tips nganter pizza selama dua minggu. SEKALI LAGI, ADAMMMM KAMU SO SWEET AMAT SIH DEK!!!! #Siap2diPentungBerjamaahNihGue 😀

Long story short, mereka jadian dan kayaknya satu sama lain salin cinta banget-banget tapi Adam lebih dulu lulus dari SMA dan bandnya makin terkenal dan sering tur keluar kota. Hal ini bikin mereka jadi jarang ketemu, tapi tiap kali Adam ga ada show udah pasti dia bakal spend time with Mia. Ga tertarik selingkuh si Adam biar kata banyak grupies yang suka sama dia. Kebayang ga sih punya cowo yang cool, ganteng, dan front man di sebuah band yang dipuja-puja? gak kuat saya mahhhh!!! pasti cembokuran mulu deh.

Satu-satunya yang menjadi sumber masalah dalam hubungan mereka adalah, saat Mia mendaftar di sekolah music Julliard yang ada di New York. Mia daftar disana karena itu adalah sekolah impiannya. Ga sembarang orang yang bisa masuk sana. Untuk bisa dipanggil audisi aja dah sukur banget. Mia pun dapat panggilan audisi, trus pas dia kasih tau Adam tentang hal ini, Adamnya marah besar karena menurut dia, itu gak fair karena mereka berdua udah janji untuk bareng-bareng kuliahnya nanti, malah mereka uda rencana mau stay together (gile ya sampe segitunya, masih umur segitu). Berhubung Adam ini ditingglakan or diterlantarkan oleh orangtuanya dari kecil, ini bikin dia ga suka berajauhan sama orang yang dia cintai, dan dia juga ga bisa nerima keadaan yang seperti Mia lakukan, kalau udah janji mau barengan ya jangan tiba-tiba rubah rencana. Jadi ini alasan Adam marah besar dan akhrinya mereka putus deh. Sempat sih mereka baikan lagi pas ultahnya Mia, tapi trus mereka menemukan jalan buntu untuk hubungan mereka. Ga ada yang mau ngalah, jadi akhirnya mereka putus (Adam penganut anti LDR hahahaha)

Nah ini dia bagian paling sedihnya, yaitu waktu suatu hari, hari dimana seharusnya Mia menerima surat keputusan dari Julliard Music school tentang diterima atau tidaknya Mia di sekolah itu, Mia dan keluarganya pergi untuk mengunjungi kakeknyabyang ada di perternakan karena bertepatan hari itu sekolah diliburkan akibat adanya badai salju. Naas mobil mereka mengalami kecelakaan di jalan. Kecelakaan ini merenggut nyawa ibu dan bapaknya. Mia dan Teddy adiknya masih bertahan hidup walau sekarat or koma. Diceritakan disini ada seakan-akan rohnya berkeliaran (bagian ini sulit dijelaskan…jadi kaya bagian jiwa Mia gitu…or apalah ga ngerti ya penjelasan meta fisikanya) Yang pasti Mia mau berjuang untuk bertahan hidup supaya adiknya Teddy ga sendirian karena ortu mereka udah meninggal. Huhuhu sedih banget, tapi makin sedih pas ternyata Teddy akhirnya meninggal juga karena pendarahan di otak yang cukup parah. Mia merasa ga perlu hidup lagi karena kalau dia hidup artinya dia ga punya siapa-siapa lagi. Walau memang ia Mia masih punya kakek dan nenek yang sayang Mia, tapi pasti beda kan tanpa mama papa dan adiknya yang hubungannya sangat dekat.

Saat Mia sudah hampir putus asa dalam masa komanya Kim datang dan bilang kalau Mia harus tetap hidup, dan kalau pun dia bangun nantinya tanpa orang-orang yang sangat ia cintai, istilahnya sebatang kara lah ya, maka Mia ga perlu khawatir karena Mia masih punya Kim, kakek-nenek dan teman-teman yang lain yang juga sudah dianggap keluarga. Errrrr sedih banget ya karena tentu aja beda keluarga seperti itu dengan keluarga inti kita. Menurut saya, bagian paling sedih justru waktu kakeknya bisikin Mia “satu-satunya yang kuinginkan saat ini adalah bahwa kau tetap hidup, mungkin kau akan merasa saat sedih saat kau bangun nanti semua tidak sama seperti dulu, tapi tetaplah hidup, bertahanlah. Tapi, kalau memang kau ingin pergi pun tidak apa-apa, walau kami akan sangat sedih kehilanganmu” jrenggg jrengggg!!! Huhuhu mewek saya sejadi-jadinya. Jadi gitu tuh yang namanya perjuangan pengen tetap hidup. Ternyataaa susaaaa banget.

Gak lama, akhirnya Adam datang bawa surat dari Julliard yang dia temuin di rumah Mia dan ternyata Mia diterima di sekolah musik itu, sekolah impian Mia. Adam memasang earphone ditelinga Mia mendengarkan alunan instrumen cello dan Mia seperti merasa hidup kembali, tapi memang Mia nampaknya udah ga kuat lagi nahan sakit ditubuhnya, Adam sangat-sangat memohon agar Mia tetap hidup, Adam pun mengucapkan kata-kata sepeti kutipan diatas

“If You Stay, I’d do whatever you want. I’ll quit the band, go with you to New York. But if you need me to go away, I’ll do that too. Maybe coming back to your old life would just be too painful. Maybe it’d be easier for you to erase us. And that would suck, but I’d do it. I can love you like that if I don’t lose you today. I’ll let you go, If you stay.

Lalu Adam pun menyanyikan lagu ciptaannya khusus untuk Mia. Lirik lagu dan melodinya keren banget. Kira-kira seperti ini

Heart Like Yours”

Breathe deep, breathe clear
Know that I’m here
Know that I’m here
Waitin’

Stay strong, stay gold
You don’t have to fear
You don’t have to fear
Waitin’

I’ll see you soon
I’ll see you soon

Haissshhh keren yak!
Nah belum selesai nyanyi lagunya…tiba-tiba layar putih semua…layar monitor detak jantung Mia lurus dan apakah Mia berhasil berjuang untuk hidup? Pasti dah bisa tebak endingnya lah ya, kalau Mia berhasil bertahan hidup dan sadar dan semua karena besarnya cinta si Adam ke Mia. Gapapa ya saya kasih tau endingnya soalnya ini film lama kok, tahun 2014 dan ternyata adaptasi dari novel dengan judul yang sama. Saya ampe penasaran ubek-ubek film ini di IG dan ternyata novelnya sendiri ada sequelnya dan katanya jauh lebih menarik dari yang pertama. Judul novel kedua adalah “Where She Went”.

Jadi ya gitu, saya bener-bener lihat bagaimana berjuang untuk tetap hidup itu susah banget ya, perlu semangat dan motivasi dari diri sendiri (dan tentunya ya atas kehendak yang Maha Kuasa ya). I mean, di film ini dilihatin bahwa kalau mau mati emang gampang banget,yang susah itu ya untuk bertahan hidup. Apalagi kita harus hidup tanpa ada lagi keluarga yang menyertai kita. Hikssss ga kebayang kan hidup Mia setelah akhirnya dia berhasil hidup. Makanya saya penasaran mau tau sequelnya, gimana kelanjutan hidup Mia selanjutnya pasca dia sembuh dari kecelakaan itu. Apakah dia tetap melanjutkan studynya ke Julliard School? Apa dia tetap bersama Adam? Ahhh tadi malam baca sekilas ebooknya dan ternyata konfliknya malah lumayan banyak di sequel keduanya ini dan diceritakan dari sudut pandang seorang Adam. Pasti lebih keren memang.

Ada yang dah nonton film ini? Saya suka semua lagu-lagu yang dibawakan Adam dan bandnya dan tentu suka banget lihat kisah keluarga Mianya sih sebenernya…sweet dan cool banget papa mamanya. Ahhh such an inspiration….Love this movie.

check out their songs here : https://www.youtube.com/watch?v=_2rDsvHUcBs

xoxo,

joeyz-penggemar drama movie

22

The 5th Wave : Another Alien (Love) Story?

Akhirnya berkesempatan lagi nonton film di bioskop. Terakhir nonton apaan ya? oh nonton Star wars dink ama uppa, jadi belum lama-lama amat ya sebenernya..hihihi. Nah hari Minggu kemaren nonton yang sebenernya ga tau mau nonton apaan tapi kebelet pengen nonton. Intinya sih pengen rilek, sob! adek lelah bang! hahahaha iyalah ya ga napa-napa me time dulu mamanya duo G ini biar kerutan di jidat rada ilang dikitlah dan biar hidup ga asem-asem amat yak! Hahahaha. Film di bioskop emang lagi ga ada yang menarik tapi ya udah pilihan jatuh pada “THE 5TH WAVE”.

Film apakah ini? genrenya science fiction-thriller, dan tampaknya ini setipe ama film-film seperti Hunger games, the maze runner or my favorite The Divergent series. Persamaannya adalah film-film ini diadaptasi dari novel dan genrenya mirip. Life in the future. Cuman ini memang ceritanya semacam ALIEN INVASION. Tapi jujur ya, saya belum ngerti-ngerti amat deh ini filmnya dan setelah baca komen-komen or review orang-orang di interenet, saya malah jadi penasaran mau baca bukunya dan beneran curious nanti kelanjutannya gimana. Iya, ini ada lanjutan kalau di bukunya yang berjudul “The Infinite Sea”. Ada yang udah baca bukunya? bagus ga sih?

Jadi berhubung saya ga nalar-nalar amat (tapi kan gue selalu ya menikmati film dari sisi yang lain..hahah gaya lu jo) jadi ceritainnya dari yang setau saya aja ya, maap kalau ada yang salah-salah. *ga usah minta maap kali jo, belom lebaran kok* 😀

Synopsis:

Cerita berawal dari Cassie Sullivan, anak SMA yang awalnya punya hidup normal. Ya normal here means dia punya banyak teman, suka sama lawan jenis yaitu pemain football di sekolahnya bernama Ben Parrish yang aduh lumayan cute ya ini dedek satu ini. Cassie punya adik laki-laki yang dia sayang banget. Keluarganya keluarga harmonislah pokoknya. Sampai suatu hari ada serangan pertama atau mereka menyebutnya The first wave. The 1st wave ini adalah dipadamkannya seluruh kota, no more electricity. Banyak juga korban akibat 1st wave ini. Gak berapa lama, 2nd wave, 3rd wave, dan 4th wave. Saya lupa itu urutannya gimana aja. Pokoknya ada tsunami, ada virus flu burung yang juga memakan banyak korban. Sampai akhirnya warga pergi meninggalkan rumah mereka dan memilih untuk membuat camp atau tempat pengungsian. Ibunya Cassie sudah meninggal saat 3rd wave datang yaitu terkena visrus flu burung. Tinggal Cassie, ayahnya dan adiknya.

Di camp ini setidaknya hidup mereka jauh lebih aman. Tapi datanglah rombongan militer US yang akan membawa mereka ke tempat lebih aman. Tapi mereka memisahkan anak-anak dan orangtua. Anak-anak akan berangkat duluan naik school bus dan para orang tua  masih tinggal di dalam camp untuk diberangkatkan pada bis selanjutnya dan diberikan pengarahaan. Tapi ternyata bukan itu yang terjadi. Anak-anak dibawa ke sebuah markas yang mana mereka akan dilatih untuk menjadi tentara (yang ternyata tentara inilah aliennya) dan mereka akan membantu para tentara ini untuk memusnahkan manusia yang masih bertahan hidup walau sudah melalui 4 waves. Cassie mengumpamakan kejadian ini seperti kita manusia yang sedang membasmi kecoa di dalam rumah, sehebat apapun kita membasminya pasti ada kecoa-kecoa yang lolos. Nah Cassie dan yang lainnya yang masih hidup inilah seperti kecoa-kecoa yang lolos dari pembasmian. Cassie yang tadinya sudah duduk di bis bersama adiknya akhirnya terpisah karena boneka beruangnya ketinggalan di camp. Cassie lari dan balik ambil boneka adiknya, tapi saat dia balik ke bis, ternyata bisnya udah berangkat. Akhirnya Cassie menuju aula tempat para orangtua dikumpulkan oleh para militer US, ternyata disana terjadi konflik karena mereka tidak percaya omongan komandan militer ini, terjadi baku tembak dan semua warga mati ditembaki, termasuk Ayahnya Cassie. Cassie lari ke hutan (tapi nggak ke pantai*aposehhh* hahaha) dan disana dia berpetualang untuk menuju tempat adiknya. Tapi ternyata tempat itu jauh sekali. Nah di dalam hutan dan dimana-mana ada banyak tentara/ alien (yang berbentuk manusia) siap untuk membunuh siapa saja manusia yang tersisa yang melintasi hutan dan jalanan.

Cassie akhirnya ditembak dan ditemukan oleh Evan dan dibawa ke rumahnya. Nah disini cerita cinta berawal. Si Evan ceritanya yang nemuin Cassie dijalanan. Paha Cassie tertembak dan luka parah. Evan merawat Cassie dengan sangat hati-hati. Cassie curiga karena Evan menyembunyikan senjata yang dibawanya dari camp. Tapi akhirnya Evan mau membantu Cassie untuk menemukan adiknya. Selama perjalanan menuju tempat adiknya inilah akhirnya Cassie kesengsem sam mas Evan nu kasep teaaaaa. Hahahahaa you know where this story goes right? Intinya saya mah suka gemessssss liat yang gini-gini. Hahahahhaha 😀 lagian ada-ada aja nih si Evan, pake acara mandi di danau sambil basuh-basuh  badan six packnya. Lah si Cassie kan ketar-ketir liat pemandangan surgawi di pagi hari ditengah hutan belantara yang cuma berdua aja. Hahahahahahahahaha #SebelBangetYaKak 😀

But nothing happen until si Cassie mengundang mas-nya untuk mengganti perban di pahanya *sengaja banget lu ya Cass!!!* #ngiriMBAKNYA? 😀 trus ya yang bikin saya geli dari adegan selanjutnya adalah itu kok ya bisaan aja mereka nemu mobil tua tanpa pemilik nyangsang di tengah hutan belatara gitu ? yasudahlah ya si mbak Cassie dah ga tahan lihat mas Evan deket-deket sambil ganti perban di paha, langsung lah kalian tahu adegan selanjutnya. Mendadak memori saya terbawa pada film sejuta umat tahun 1997 silam…..itu loh adegan di mobil si Jack and Rose di Titanic…..hahahahhahaha ya tapi yang ini ga pake kaca mobil berembun-embun segala sih wakakakakakak…………  😀 😀

Selesai menunaikan  I-ba-dah, dan lagi asik-bobo-boban..eh datanglah beberapa orang nyerang mereka yang posisinya lagi di dalam mobil. Selain ganteng, ternyata mas Evan ini juga jago banget berantemnya. Gilak deh, cara dia ngabisin musuh-musuhnya satu persatu itu sadis banget. Akhirnya Cassie yang terbangun jadi curiga kalau-kalau Evan ini sebenernya orang jahat atau jangan-jangan dia adalah salah satu alien yang memakai tubuh manusia. Dan bener aja Evan emang bukan manusia biasa melainkan alien yang berbentuk manusia, tapi dia bilang he can be both. Nah bagian ini saya kurang ngeh deh ya makanya jadi penapsaran pengen baca bukunya. Akhirnya Cassie ngambek, eh marah dink dan pergi ninggalin Evan dan ga ngebolehin Evan untuk ngikutin dia. Cassie akhirnya nyampe di tempat adiknya dan dia pura-pura jadi anak yang akan dilatih untuk perang juga. Pada saat yang sama, si Ben Parrish ketahuan juga udah bohong sama komandan mereka dan terjadilah kekacauan. Berhasil ga si Cassie nemuin adiknya? gimana perassaan Cassie saat ketemu lagi sama Ben Parrish kecengannya saat di sekolah? dan pada saat yang sama pula Evan datang nyelamatin mereka segerea keluar dari gedung or camp tempat pelatihan itu, gimana perasaan Cassie terhadap Evan? NAH LOHHHHHHH! ini sih jadi mirip twilight yakkkk…hahahahahhaha #MALESINBANGET 😀

Jadi sebenernya filmnya bagus ga ini ?

Filmnya  bagus banget sih nggak, tapi yang pasti ga bikin boring karena kita pengen tahu terus, sebenernya apa yang akan terjadi saat 5th wave datang, apa yang sebenernya si Evan sembunyikan dari Cassie? Trus kira-kira si Cassie  bakal jadian sama siapa ya? *basi yaaa* hahahha basi-basi tetep lu tonton jo!

Yaudah yang penasaran silahkan nonotn deh ya 😀

 

 

 

 

39

Mockingjay : Kenapa Katniss Memilih Peeta?

Mockingjay part 2 adalah salah satu film yang saya nanti-nantikan di penghujung tahun 2015 ini(eh yampun dah mau abis aja ini 2015 ya). Saya selesai baca novel Mocking Jay bulan April lalu. Sungguh makinlah penasaran gimana nanti bentuk mutannya, gimana nanti mereka kejar-kejaran di lorong bawah tanah, gimana nanti mereka berhasil masuk ke Capitol. Cuman 1 sih yang saya ga rela di film ini yaitu matinya tokoh Finnick. Tokoh yang awalnya saya ga suka tapi jadi suka banget. Yes I cried when Finnick died. The saddest part… bahkan adegan matinya tokoh Primrose (adiknya Katniss) sama sekali gak sedih alias datar…But not Finnick…sedih banget karena Annie istrinya sedang mengandung anak mereka.Tokoh Finnick ini adalah tokoh yang loveable banget, sincere dan tentu saja ganteng (though not my type sih) #pentingYaJoooo! Hahahaha

Ok Back to my question, yaitu kenapa akhirnya Katniss memilih Peeta? Peeta yang menurut saya culun, penakut dan ga bisa berantem. Kagak ada macho-machonya kan ya. Kenapa ga pilih Gale yang jauhhhhh banget lebih ganteng, lebih macho, lebih jago berantemnya dari Peeta. Ya ampunnn liat Gale ini semacam pencerahan yang secerah-cerahnya kan ya di film ini. Gimana gak cerah kalau sepanjang film kok ya nuansanya gelap banget. Pun, pemerannya seperti Boggs, Haymitch dll kagak ada yang patut ditaksir… Hahahahahaa tapi ya terimakasih untuk Suzanne Collins yang telah menciptakan karakter Gale yang tinggi tegap ganteng gagah perkasa. Lol.
#IkiOpoToh… dan tentu saja terimakasih buat casting director yang sudah memilih Liam Hemsworth untuk memerankan karakter Gale. Walaupun ya, kalau saja itu Theo James maka saya makin ga rela lagi Katniss memilih Peeta… #CiriEmak2Setres hahaha :)))

Buat kalian yang sudah baca ketiga novelnya atau sudah nonton sequel Hunger games ini pastilah tahu gimana Peeta ternyata sudah memendam cinta yang sangat mendalam pada Katniss sejak lama. Bagaimana Peeta rela dipukulin karena ketahuan memberikan roti untuk Katniss saat Katniss dan keluarganya kelaparan. Bagaimana Peeta selalu ingin melindungi Katniss saat di arena Hunger games. Bagaimana Peeta rela mengorbankan nyawanya dan membiarkan Katniss menjadi pemenang di Hunger Games. Pokoknya semua yang dilakukan Peeta hanyalah untuk Katniss seorang #Sedaphhhh 🙂

Pertanyaannya adalah, apakah cinta Gale tak sebesar Peeta? Apa Gale juga gak melindungi Katniss? Apa Gale gak rela mengorbankan nyawanya untuk Katniss? Tentu aja Gale cinta banget sama Katniss, cinta Gale itu ibaratnya cinta seperti api yang membara. Fanassssss!! Fanasssslah pokoknya. Hahahaha…

Mau bilang gak cinta bagaimana kalau Gale sampai rela jadi voulenteer untuk menyusup ke Capitol dan menyelamatkan Peeta untuk Katniss? Gale hampir aja mati saat itu. Nah yang ngebingungin adalah si Katnissnya sendiri kan? Bingung, plin-plan. Entah siapa yang sebenernya dia pilih, Gale or Peeta? Siapa bilang Katniss ga cinta sama Peeta, kalau Katniss rela melakukan apapun termasuk mau menuruti keinginan president Coin untuk menjadikannya seorang Mocking Jay atau simbol pemberontakan pada president Snow dan Capitol, asal Peeta selamat. Siapa bilang Katniss ga cinta sama Gale, karena Katniss panik, marah dan sedih saat tahu Gale pergi ke Capitol untuk menyelamatkan Peeta.

Intinya adalah, ini cinta segitiga yang lumayan ruwet dan runyam kayak benang kusut. Tapi, tentu saja Katniss harus memilih 1. Peeta or Gale? Or nggak keduanya?

Kondisi Peeta saat diselamatkan dari Capitol adalah dengan kondisi yang sudah sangat rusak parah. Peeta tidak bisa lagi membedakan yang nyata dan tidak nyata. Pikirannya disetting untuk membunuh Katniss dan hal ini sangat membuat Katniss tersiksa setengah mati. Antara pengen ngebunuh Peeta dan melindunginya. Kasihan yaaaa.

Hal yang saya suka dari kisah Peeta dan Katniss adalah dimana mereka ingat betul kesukaan masing-masing.
Katniss knows that:
Peeta is a baker,
Peeta is a painter,
Peeta likes to sleep with the windows open, Peeta loves orange color, but soft like a sunset.
Peeta never take sugar in his tea,
And Peeta always double knot his shoe laces…

Oh how sweet ya kalau orang yang kita cintai, hafal betul sama hal-hal kecil dan detail tentang diri kita. Walaupun pikiran dan ingatan Peeta masih aja kacau akibat dirusak oleh president Snow saat ia ditahan di Capitol, tapi berangsur ingatannya pulih dan mengingat hal-hal yang pernah ia alami bersama Katniss. Tapi Peeta sulit membedakan yang nyata dan tidak nyata. Capitol telah meracau ingatannya, membuat seolah-olah Katniss adalah orang yang patut disalahkan atas semua yang terjadi, Katniss adalah orang yang harus ia bunuh. Makanya Peeta suka nanya tentang beberapa kejadian yang terbesit dalam pikirannya. Menanyakan ‘is it real or not real’ kepada siapa aja yang ada di sekitarnya. Sampai pada akhirnya saat Peeta sudah sembuh, dia bertanya pada Katniss “You love me, is it real or not real?” Lalu katniss menjawab… “It’s Real”. Ahhh Tentu kalian sudah tahu endingnya kan ya (yaiyalah Jo, judul postingannya kurang jelas gimana coba kan? Hahahaha). Intinya, memang Katniss ini galau mau pilih siapa, Gale or Peeta? Karena dia mencintai keduanya (ahh maruk nih Katniss). Tapi at the end she has to choose one, right? Sempat saya berfikir, kalau Katniss pada akhirnya gak memilih keduanya karena takut menyakiti Gale atau Peeta(ini mah sinetron Indonesia yak). Tapi saya salah, karena pada akhirnya Katniss memilih Peeta. Peeta Mellark the bread boy, the one who love Katniss more than himself.

Kalau kalian masih bingung kenapa Katniss memilih Peeta, mungkin kalian harus baca paragraf berikut ini, yang terdapat di halaman-halaman terakhir buku Mockingjay:

“Bahwa yang kubutuhkan untuk bertahan hidup bukanlah api Gale, yang dikobarkan oleh kemarahan dan kebencian. Aku sendiri sudah punya banyak api dalam diriku. Yang kubutuhkan adalah bunga dandelion pada musim semi. Warna kuning cerah yang berarti kelahiran kembali, dan bukannya kehancuran. Janji bahwa hidup bisa berlanjut, tak peduli seburuk apa pun kami kehilangan. Bahwa hidup bisa menjadi baik lagi. Dan hanya Peeta yang bisa memberiku semua itu.”

What I need is the dandelion in the spring. The bright yellow that means rebirth instead of destruction. The promise that life can go on, no matter how bad our loses and only Peeta can give me that…

See????? Begitulah Katniss mengibaratkan kedua pria yang ia cintai. Gale yang memang anaknya emosian, tentu aja ga bisa matching sama Katniss yang juga mudah tersulut emosinya. Katniss butuh Peeta. Peeta yang diibaratkan sepeti bunga dandelion. Karena pada akhirnya kita pun demikian. Akan memilih orang yang membuat hati kita lebih nyaman dan tentram. Gak peduli apakah dia nggak lebih macho dari cowo lain. Apakah dia nggak lebih ganteng dan dan kaya dari yang lain, atau nggak lebih pintar dari diri kita sendiri. Karena yang terpenting adalah bahwa kita bisa tetap merasa hidup walau raga hampir mati, tetap merasa hangat walau udara dingin menerpa wajah kita. As long as we stick together then everything will be alright. Haisssshhh sedaph bener yak…

Kalimat or kutipan terakhir yang saya suka dari film ini adalah “Thats what you and I do, Protect each other”
Yes, Katniss and Peeta will always protect each other. No matter what! Oh so sweet!

Nah intinya, bagi kalian yang sedang galau dihadapkan pada dua pilihan…bingung mau pilih yang mana? Selain berdoa minta petunjuk dari Tuhan, coba lihat pertimbangan yang Katniss sebutkan dalam paragraph yang saya tulis diatas. Ya its sounds so cliche, but kinda true…dan bagi yang ga punya pilihan…yowes pasrahkan saja pada yang Kuasa*buahahaha minta dijiwitttLuYaJo*

Setelah akhirnya Peeta dan Katniss menikah, butuh bertahun-tahun lamanya Katniss mau punya anak. Yaiyalah ya secara kan Katnissnya masih umur 18 tahun or menjelang 20 saat itu. Di akhir film diperlihatkan Peeta bermain dengan anak mereka yang pertama (dan ternyata yang memerankan anak itu katanya sih ponakan kandung si Jennifer Lawrence..hihi lucu yaaa) Juga terlihat adegan Katniss menggendong bayi yang kalau kata Ko Arman kayak bayi boboho..hahaha padahal sih mirip juga kok ama J-law. #miripMaksaMaksudnya

So, begitulah sekelumit kisah percintaan antara Gale, Katniss dan Peeta. Kisah yang rumit namun manis. Kisah yang terselip diantara cerita pemberontakan warga panem terhadap capitol, terhadap presiden Snow…pun terhadap presiden Coin. Semua terasa indah, terasa nyata walau ini sekedar cerita. Sekedar novel, sekedar film dan sekedar khayalan seorang Suzanne Collins semata, namun berhasil membuat jutaan penikmatnya terhanyut pada semua details yang ada dalam cerita ini… Good Job, to all the casts especially Jennifer Lawrance (Katniss Everdeen) and Donald Shutterland(presiden Snow), to the movie director and all the crew and of course to the one and only, Suzzane Collins…the creator of Hunger games series. You, rocks!

To close this writing, here are some of my favorite lines from different characters in the movie/novel:

Paylor to all the panem “Together we can create, a better tomorrow”

Katniss to Snow : ” And if we burn, you burn with us”

Snow to Katniss:” I’ve been watching you, and you’ve been watching me”.

Last but not least, the saying from Peeta to Katniss : ”

Peeta: ” I must have loved you so much”
Then Katniss replied : ” YOU DID”

image

image

Have a nice day, people!

Xoxo,
Joeyz yang ngefans banget sama Katniss Everdeen and the Hunger gameas series

29

Before We Go, Transporter, Maze Runner : The Scorch Trials

Bulan September ini ada tiga film yang baru aja saya tonton yaitu Before We Go, Transporter: Refueled dan Maze Runner:The Scorch Trials. Film yang ketiga ini baru aja ditonton malam minggu kemaren. Nah, berhubung akik bukan ahlinya ngereview film tapi selalu suka yang namanya kegiatan menonton film, maka sekarang mau kasih kesan-kesan aja ya selama nonton film-film ini. By the way, nonton film itu soal selera ya jadi kalau menurut saya bagus belum tentu buat orang bagus and vice versa.

BEFORE WE GO

souhttp://www.movieinsider.com/m12976/before-we-go/rce:

Amang tahe, si Chris Evans ini ya brewoknya bikin betah nonton film.  souce:here

Waktu abis nonton film ini saya langsung teringat my all time fav movie yaitu ‘Before Sunrise’ yang main si Aa sayang Ethan Hawke dan Julie Delpy. Iya aslik banyak banget kemiripannya, tapi film ini masih tetap asik ditonton kok. Film ini sebenernya bakal ngebosenin banget buat sebagian orang, karena isinya ya cuma ngobrol-ngobrol aja ngalur ngidul. Percis kan kayak film Before Sunrise, but again soal selera kan ya. So this is my kind of movie banget deh yang banyak ngobrol-ngobrolnya. Tapi tentu aja isi obrolannya itu yang bikin kita gemes sendiri.

Ah tapi bukan isi obrolannya aja dink yang jadi faktor penting di film sejenis ini, tapi “SIAPA YANG NGOBROL?” Ye kaaaann? Siapa yang ga betah lihat mas gantengku sayang si Ethan Hawke ngobrol di sepanjang film…(duhh maap ya Theo James aku memuja idola masa mudaku dulu nih dipostingan kali ini #apeeeuuJooo hahahahaha). Nah sama deh dengan film Before We Go ini, siapa yang gak betah coba lihat si kasep Chris Evan ngobrol sepanjang film sama lawan mainnya si Alice Eve? #BetahBangeuttttKak

😀  😀

Jadi di film ini ceritanya adalah tentang Nick (Chris Evans) yang lagi ada di central grand station dan ketemu sama Brooke ( Alice Eve) yang baru aja ketinggalan kereta terakhir. Kayaknya malam itu sial banget nasibnya karena selain si Brooke yang ketinggalan kereta, HPnya juga jatuh saking terburu-burunya dan Nick yang nemuin HPnya dan Hpnya ternyata rusak aja donk. Hiks!

Nick pengen nolongin Brooke tapi Brookenya agak-agak parno juga sih because Nick is a stranger kan ya. Padahal kalau strangernya seganteng Chris Evans mah gak tau juga apa iya gue parno or nolak pertolongannya… #KamuTerbutakanOlehKegantenganJo!  😀 Kayaknya kesialan nih orang berdua kayak ga ada abisnya karena sama-sama ga punya duit dan tas ai Brooke juga hilang. Pokoknya sepanjang malam itu mereka berpetualang untuk menemukan tas Brooke dan memikirkan bagaimana caranya supaya Brooke bisa sampai di rumah sebelum suaminya nyampe.

Jadi dalam pertualangan mereka sepanjang malam itu akhirnya mereka menguak kisah cinta mereka masing-masing. Yang satu harus bisa memaafkan sang suami yang dah jelas-jelas ketahuan selingkuh tapi dia tetap cinta dan yang satu masih belum bisa move on dari sang mantan pacar. Semuanya serba ribet bin riweuh tapi justru mereka malah bisa saling menolong dengan permasalahan masing-masing.

Ada beberapa hal sih menurut saya kurang make sense di film ini yaitu tentang cara mereka nyari kendaraan supaya Brooke bisa pulang tapi saya kesampingkan dulu hal-hal yang itu karena saya fokus tentang bagaimana cara mereka memperbaiki hubungan dengan pasangan or mantan mereka masing-masing. Di akhir perjalanan mereka malam itu juga diperlihatkan bagaimana sebenernya perasaan mereka satu sama lain, antara Nick dan Brooke. Well, yang kayak gini ini nih yang bikin gemessssss, apalagi kata-kata mereka di scene terakhir yang menurut saya so sweet and cute!

Anyway, film ini disutradari langsung oleh Chris Evans dan ini kayaknya film pertamanya dalam penyutradaraan. Rating filmnya sih kurang bagus, tapi ya balik lagi soal selera, saya sih masih enjoy aja ama filmnya dan kalau ada waktu lowong mau nonton ulang. Yes, my kind of movie.

TRANSPORTER : Refueled

source: www.bbcamerica.com

Cobak kau lihat dulu wajahnya ini, ganteng gak dia? kalau soal body sudahlah jangan ditanya! super kece kak! tapi kalau giginya lagi nongol kok ya genggeus abiss ya. source: here

Apalah arti Transporter tanpa si Om ganteng Jason Statham? Setuju gakkk??? Hikss sedih kala tau kalau sang idola Jason Statham gak main lagi di Transporter yang ini. Btw, banyak amat sih idolanya jo? Ethan Hawke lah, Theo James lah. Trus sekarang Jason Statham? Ya kalau Jason Statham suka-suka gitu aja sih, gak segila ama Ethan or Theo. Cuman, ya siapa sih ga suka liat Statham kan ya? Udahlah akting okeh, badan kece dan suaranya sexeeh… #rasanyaAdikInginBerlindungDidekapanmuBang! Nyiahahahahahaa 😀

Berhubung Saya ngikutin or nonton Transporter dari yang pertama sampai yang terbaru ini, udah melekat banget kayaknya kalau yang main sequel film ini ya mesti Statham donk ya. Mukanya lempeng dot com banget kalau lagi transaksi sama clientnya apalagi kalau lagi ngasih tau rules-rulesnya dia…hadeuhhhh super cool. Masih ingat kan rulesnya? Never change the deal, no names and never open the pacakge.

Tapi di Transporter kali ini no more Jason Statham yang memerankan Frank Martin, sudah digantikan oleh Ed Skrein, entah siapa dia ini #MalesGoogling tapi mayanlahhh yahh body and tampangnya kecuali pas buka mulut karena gigi depannya genggeus abis deh..sebel. Rasanya emang ada yang aneh dan kurang kalau Transporter tanpa Bang Statham, kek Lasagna tanpa keju, kayak onde-onde tanpa wijen, kayak sayur tanpa garem deh.
Kurang lengkap and kurang greget gitu. Ya tapi mungkin biar cari angin segar dan regenerasi juga kali ya, secara Statham dah gak muda-muda banget lagi.

Secara alur cerita sih biasa aja. Tentang terlibatnya Frank dengan kasus clientnya. Jadi clientnya adalah seorang cewe cantik bersama ketiga teman ceweknya yang berkomplot untuk balas dendam dengan bos mereka yang jahat dengan cara merampok isi rekeningnya dengan cara yang super ciamik. Frank terjebak alias dimanfaatkan oleh Anna Cs untuk membantu berhasilnya rencana mereka.

Transporter bukan film yang gimana banget sebenernya. Gak ada yang special karena alurnya selalu gitu-gitu aja alias bisa ditebak dan mainstream bangetlah ya. Tapi karena prinsip saya dalam menonton film adalah sesuatu yang bisa menghibur, maka Transporter ini bisa jadi my kind of movie juga because it entertains me so much. Seru aja ama adegan-adegan action or balap-balapannya. Ngeliat skill nyetirnya si Frank itu bikin jantungan kadang. Overall, sekuelnya kali ini kurang sih menurut saya, kurang greget. Tapi balik maning soal selera…kalau mau nonton yuklah capcus sebelum abis di bioskop.

Maze Runner: The Scorch Trials

source:

Pemeran fiilm The Scorch Trials ini mukanya unik-unik semua. source: here

Saya dan uppa akhirnya jadi keranjingan film dengan genre ini, dystopian science fiction. Ya film-film semacam Hunger Games dan Divergent. Seru banget emang, apalagi kalau baca bukunya. So far, Maze Runner ini aja yang belum kebaca bukunya. Saya pikir ga bakal menarik karena di film sekuel pertamanya kan cuma gitu-gitu aja ya kejebak di labirin dan entah apa penyebabnya. Dah gitu saya juga agak telat nonton film ini dibanding si uppa. Uppa dah nonton setahun lalu waktu dia masih di Cilegon.

Menurut saya The Scorch Trials ini lebih dapet actionnya dan seru banget dibanding Maze runner yang pertama. Saya suka gimana Thomas dipertemukan sama Aris, bagaimana Aris betemu dengan teman-teman selabirinnya, juga Thomas bertemu dengan Brenda dan Jorge. Semuanya seru kecuali pertemuan Thomas dengan para Zombie, ERRRRRRRRRRRRRRRRR, MENYEBALKAN! GAK SUKA!.

Thomas si pemeran utama juga aktingnya disini makin keren deh, dan jangan lupa ada Min Ho yang ehemmmm kece ya makkk! Si uppa bilangnya selalu Lee Min Ho, hahahaa. beda kali darling. Satu inti dari cerita di film ini yang bisa kita ingat adalah tentang kesetiakawanan. Si Thomas ini anaknya benar-benar setia kawan banget deh, ini yang bener-bener bikin saya jadi tertarik mau baca bukunya. Iya sekarang malah jadi penasaran loh. Penasaran tentang apa sih sebenernya misi dari semua yang udah dirancang oleh the WICKED? Kenapa Teresa berkhianat di akhir film ini? Ah pokoknya abis nonton film ini benar yang di bilang Dani jadi bikin pengen baca bukunya. Waktu nonton yang sekuel pertama kok gak sepenasaran ini ya? Ada yang udah baca bukunya? seru ga endingnya? Jangan sampe kayak Allegiant aja ya endingnya ngajak ribut banget…hahahaha *pembaca terlalu baper*.

Okesip, sekian cerita tentang update movie dari saya untuk bulan ini. Lagi ada film bagus apa ya bulan ini? yang pasti October Mocking Jay part 2 bakal tayang ya! uhuyyyy can’t wait!

xoxo,

joeyz-penggemar Film

47

Movie Review : Ant-Man (Seruuuuuu!!!)

Udah nonton Ant-Man? saya dan uppa akhirnya bisa moviedate hari minggu kemaren. *akhirnya ya bokkk setelah 100 tahun gak moviedate..hahaha*Gimana filmnya? seperti judul postingan ini, SERU! kami berdua berhasil ngakak-ngakak seru di bioskop dan si uppa beneran annoying banget deh ketawanya, kenceng dan bikin kuping pengang *sumpel kuping*. Tapi emang seru banget sih apalagi kami nonton tanpa ekspektasi apa-apa jadi pas nonton disuguhi akting Paul Rudd yang kocak benar-benar bikin kami terhibur. Plus jangan lupa ini Paul Ruddnya ‘hot daddy’ abis deh hihi…teteupp ya jo!. Janji deh ini reviewnya gak pake spoiler *mudah-mudahan bener ya*

Synopsis

Scott Lang  yang diperankan oleh Paul Rudd adalah seorang perampok kelas kakap yang baru saja dibebaskan dari penjara. Dia berjanji bahwa dia akan menjalani hidup normal dan mencari pekerjaan yang halal. Tapi ternyata mencari pekerjaan adalah hal yang sulit bagi seorang mantan napi seperti Scott. Di sisi lain dia harus bisa mendapatkan pekerjaan untuk biaya hidupnya dan juga membiayai anak semata wayangnya yang sekarang tinggal bersama mantan istrinya. Mantan istrinya tidak memperbolehkan dia untuk sering-sering bertemu anak mereka sampai Scott mempunyai penghasilan tetap dan bisa menyewa apartemen sendiri. Di film ini digambarkan bahwa Scott sayang banget sama anaknya yang bernama Cassey, begitu pun sebaliknya dimana menurut Cassey bahwa Scott adalah seorang papa yang baik dan super hero.

Sementara Scott luntang-lantung ga punya pekerjaan, dia pun menumpang di tempat temannya bernama Luis (diperankan oleh Mihael Pena). Luis ini adalah teman satu sel nya saat di penjara dulu dan Luis pula yang menjemput Scott waktu keluar dari penjara. Luis sering membujuk Scott untuk kembali melakukan aksi merampoknya tapi Scott berjanji untuk tidak melakukan pekerjaan itu lagi.

Di tempat lain ada seorang ilmuwan bernama Dr. Hank Pym (diperankan oleh Michael Douglas) yang dikhianati oleh mantan asistennya sendiri yang bernama Darren (diperankan oleh Corey Stoll) sehingga ia harus diusir dari perusahaannya sendiri. Pym menyembunyikan ANT-MAN suit yang sudah berhasil dibuatnya dengan segala kekuatan dari ant-man suit itu. Dimana dengan baju ant-man buatannya itu orang yang memakainya bisa mengecil sampai seukuran semut tapi dengan kekuatan yang sangat super. Selain bisa mengecil seperti semut, kostum itu juga bisa mengubah ukurannya kembali besar dan normal dalam sekejap, tinggal memencet tombol di bagian tangannya. Hebat kan!

Tapi permasalahannya adalah bahwa Darren berusaha mengambil ant-man suit itu  dan ingin tahu bagaimana Pym mantan mentornya dapat berhasil menyelesaikan penelitiannya. Darren belum bisa berhasil mengecilkan objek penelitiannya melainkan hanya bisa menghancurkan sampai jadi lendir. Pym sendiri tidak mau berbagi tentang penelitiannya itu karena dia tahu bahwa Darren sangat ambisius dengan proyek ini agar dia bisa menjualnya dan tentu saja akibatnya bisa fatal untuk kelangsungan perdamaian di dunia. Orang-orang jahat bisa saja menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak baik. Maka dari itu Pym pun mati-matian mencari seseorang yang dapat menggunakan baju ant-man ini supaya dapat menghentikan proyek penelitian Darren. Tapi ternyata hal itu sangat sulit. Ya sudah bisa ditebak bahwa Scott adalah orang yang nantinya dipilih untuk memakai kostum Ant-Man ini. Tantangan berikutnya adalah, apakah Scott mau menjadi Ant-Man? Apakah Scott sanggup menghadapi tantangan dan latihan untuk menjadi Ant-man? Karena ternyata tidak mudah untuk menjadi Ant-man.

Dalam film ini juga diceritakan tentang hubungan yang kurang harmonis antara ayah dan anak. Antara Pym dan putri satu-satunya bernama Hope (diperankan oleh Evengeline Lily). Hope ini ceritanya seakan-akan berpihak pada Darren (yang mana mereka menjalin hubungan). Tapi apakah benar Hope lebih membela ayahnya ataukah dia memilih membantu Darren pacarnya yang telah mengkhianati ayahnya sendiri?

Untuk menjawab pertanyaan itu mending nonton sendiri deh ya! asli seru banget filmnya.

Review

Menurut saya film ini komplit banget. Actionnya seru, dramanya dapet banget dan tentu saja sisi komedinya bikin kita ngakak-ngakak stengah mati. Asli ya saking sukanya liat akting lucu si Paul Rudd ( yang jadi Scott/Ant-man) ini saya ampe mikir jangan-jangan nih orang memang aslinya pemain komedi deh. Eh bener aja donk, saya googling dan ternyata emang dia beneran main genre komedi (maaf ga pernah ngikutin berita hollywood jadi baru tahu). Asli deh suka banget liat dia berinteraksi sama Cassey, anak yang sangat-sangat ia cintai. Panggilan sayangnya ke Cassey adalah “Peanut” OHHHH SO SWEET! ada adegan yang saya suka banget dimana si Scott bawain hadiah pas Cassey ultah, trus Scott diusir sama mantan istrinya lalu Cassey mukanya sedih dan pas say goodbye si Scott bikin ekspresi muka yang menurut saya cuma Paul Rudd yang bisa bikin gitu… aduh gimana yah bilangnya….muka lucu tapi sweet dan chemistry antara Scott dan Cassey tuh kayaknya dapet banget deh. Apalagi pas Scott udah ninggalin halaman rumah mantan istrinya dia kasih bunyi klakson yang bunyinya silly banget…trus si Cassey sampe ketawa-ketawa. Ahhh sweet papa banget deh Scottnya.

Selain menceritakan perjuangan Scott untuk mendapatkan hak asuh terhadap anaknya, Film ini juga menceritakan hubungan antara ayah dan anak yaitu Dr. Pym dan Hope. Pym terlihat keras dan dingin terhadap Hope, sementara itu Hope menganggap Pym ayahnya tidak menyanginya. Padahal dua-duanya saling menyangi tapi susah untuk jujur dan terbuka. Film ini emang jadi spesial banget bukan saja karena actionnya yang keren dan komedi or humornya yang bikin ngikik tapi juga sisi dramanya yaitu hubungan antara ayah dan anak yang  bikin terharu. Kisah ayah dan anaknya bisa dari dua sisi yaitu antara Scott dan putri kecilnya Cassey juga Dr.Pym dan Hope.

Bagian paling serunya tentu saja saat Ant-man harus masuk menyusup ke gedung tempat Darren akan memepertunjukkan hasil penelitiannya. Disini asli deg-degan setengah mati tapi bisa-bisanya kita dibikin ketawa ngikik pas bagian adegan si Luis (temennya Scott) dan kedua temannya yang lain yang ikut membantu misi Dr. Pym. Asliiiii nih orang KOCAK ABISSSS! Jadi adrenalin lagi naik-naiknya, eh si Luis ada aja ulahnya bikin kita ngakak sambil kesel…hahahahaha what a fun movie! Love it lah pokoknya.

Jadi penasaran kan gimana serunya film ini? yuk buruan nonton, keburu abis ntar di bioskop. Emang lebih seru nonton di bioskop deh ini film yang action begini. Kalau saya disuruh kasih nilai untuk film ini, tentu saja saya kasih 9 dari 10. Soalnya filmnya sangat-sangat menghibur. Bukankah kita datang ke bioskop untuk cari hiburan? Nah Ant-man adalah film yang seru dan menghibur karena hal-hal yang saya sebutkan diatas tadi. Yuk, nonton!

imageimageimageimageimage

Pictures courtesy: http://www.comingsoon.net

http://www.slashfilm,com

http://www.latinospot,com

xoxo,

Joeyz- penggemar film