41

Mockingjay : Kenapa Katniss Memilih Peeta?

Mockingjay part 2 adalah salah satu film yang saya nanti-nantikan di penghujung tahun 2015 ini(eh yampun dah mau abis aja ini 2015 ya). Saya selesai baca novel Mocking Jay bulan April lalu. Sungguh makinlah penasaran gimana nanti bentuk mutannya, gimana nanti mereka kejar-kejaran di lorong bawah tanah, gimana nanti mereka berhasil masuk ke Capitol. Cuman 1 sih yang saya ga rela di film ini yaitu matinya tokoh Finnick. Tokoh yang awalnya saya ga suka tapi jadi suka banget. Yes I cried when Finnick died. The saddest part… bahkan adegan matinya tokoh Primrose (adiknya Katniss) sama sekali gak sedih alias datar…But not Finnick…sedih banget karena Annie istrinya sedang mengandung anak mereka.Tokoh Finnick ini adalah tokoh yang loveable banget, sincere dan tentu saja ganteng (though not my type sih) #pentingYaJoooo! Hahahaha

Ok Back to my question, yaitu kenapa akhirnya Katniss memilih Peeta? Peeta yang menurut saya culun, penakut dan ga bisa berantem. Kagak ada macho-machonya kan ya. Kenapa ga pilih Gale yang jauhhhhh banget lebih ganteng, lebih macho, lebih jago berantemnya dari Peeta. Ya ampunnn liat Gale ini semacam pencerahan yang secerah-cerahnya kan ya di film ini. Gimana gak cerah kalau sepanjang film kok ya nuansanya gelap banget. Pun, pemerannya seperti Boggs, Haymitch dll kagak ada yang patut ditaksir… Hahahahahaa tapi ya terimakasih untuk Suzanne Collins yang telah menciptakan karakter Gale yang tinggi tegap ganteng gagah perkasa. Lol.
#IkiOpoToh… dan tentu saja terimakasih buat casting director yang sudah memilih Liam Hemsworth untuk memerankan karakter Gale. Walaupun ya, kalau saja itu Theo James maka saya makin ga rela lagi Katniss memilih Peeta… #CiriEmak2Setres hahaha :)))

Buat kalian yang sudah baca ketiga novelnya atau sudah nonton sequel Hunger games ini pastilah tahu gimana Peeta ternyata sudah memendam cinta yang sangat mendalam pada Katniss sejak lama. Bagaimana Peeta rela dipukulin karena ketahuan memberikan roti untuk Katniss saat Katniss dan keluarganya kelaparan. Bagaimana Peeta selalu ingin melindungi Katniss saat di arena Hunger games. Bagaimana Peeta rela mengorbankan nyawanya dan membiarkan Katniss menjadi pemenang di Hunger Games. Pokoknya semua yang dilakukan Peeta hanyalah untuk Katniss seorang #Sedaphhhh 🙂

Pertanyaannya adalah, apakah cinta Gale tak sebesar Peeta? Apa Gale juga gak melindungi Katniss? Apa Gale gak rela mengorbankan nyawanya untuk Katniss? Tentu aja Gale cinta banget sama Katniss, cinta Gale itu ibaratnya cinta seperti api yang membara. Fanassssss!! Fanasssslah pokoknya. Hahahaha…

Mau bilang gak cinta bagaimana kalau Gale sampai rela jadi voulenteer untuk menyusup ke Capitol dan menyelamatkan Peeta untuk Katniss? Gale hampir aja mati saat itu. Nah yang ngebingungin adalah si Katnissnya sendiri kan? Bingung, plin-plan. Entah siapa yang sebenernya dia pilih, Gale or Peeta? Siapa bilang Katniss ga cinta sama Peeta, kalau Katniss rela melakukan apapun termasuk mau menuruti keinginan president Coin untuk menjadikannya seorang Mocking Jay atau simbol pemberontakan pada president Snow dan Capitol, asal Peeta selamat. Siapa bilang Katniss ga cinta sama Gale, karena Katniss panik, marah dan sedih saat tahu Gale pergi ke Capitol untuk menyelamatkan Peeta.

Intinya adalah, ini cinta segitiga yang lumayan ruwet dan runyam kayak benang kusut. Tapi, tentu saja Katniss harus memilih 1. Peeta or Gale? Or nggak keduanya?

Kondisi Peeta saat diselamatkan dari Capitol adalah dengan kondisi yang sudah sangat rusak parah. Peeta tidak bisa lagi membedakan yang nyata dan tidak nyata. Pikirannya disetting untuk membunuh Katniss dan hal ini sangat membuat Katniss tersiksa setengah mati. Antara pengen ngebunuh Peeta dan melindunginya. Kasihan yaaaa.

Hal yang saya suka dari kisah Peeta dan Katniss adalah dimana mereka ingat betul kesukaan masing-masing.
Katniss knows that:
Peeta is a baker,
Peeta is a painter,
Peeta likes to sleep with the windows open, Peeta loves orange color, but soft like a sunset.
Peeta never take sugar in his tea,
And Peeta always double knot his shoe laces…

Oh how sweet ya kalau orang yang kita cintai, hafal betul sama hal-hal kecil dan detail tentang diri kita. Walaupun pikiran dan ingatan Peeta masih aja kacau akibat dirusak oleh president Snow saat ia ditahan di Capitol, tapi berangsur ingatannya pulih dan mengingat hal-hal yang pernah ia alami bersama Katniss. Tapi Peeta sulit membedakan yang nyata dan tidak nyata. Capitol telah meracau ingatannya, membuat seolah-olah Katniss adalah orang yang patut disalahkan atas semua yang terjadi, Katniss adalah orang yang harus ia bunuh. Makanya Peeta suka nanya tentang beberapa kejadian yang terbesit dalam pikirannya. Menanyakan ‘is it real or not real’ kepada siapa aja yang ada di sekitarnya. Sampai pada akhirnya saat Peeta sudah sembuh, dia bertanya pada Katniss “You love me, is it real or not real?” Lalu katniss menjawab… “It’s Real”. Ahhh Tentu kalian sudah tahu endingnya kan ya (yaiyalah Jo, judul postingannya kurang jelas gimana coba kan? Hahahaha). Intinya, memang Katniss ini galau mau pilih siapa, Gale or Peeta? Karena dia mencintai keduanya (ahh maruk nih Katniss). Tapi at the end she has to choose one, right? Sempat saya berfikir, kalau Katniss pada akhirnya gak memilih keduanya karena takut menyakiti Gale atau Peeta(ini mah sinetron Indonesia yak). Tapi saya salah, karena pada akhirnya Katniss memilih Peeta. Peeta Mellark the bread boy, the one who love Katniss more than himself.

Kalau kalian masih bingung kenapa Katniss memilih Peeta, mungkin kalian harus baca paragraf berikut ini, yang terdapat di halaman-halaman terakhir buku Mockingjay:

“Bahwa yang kubutuhkan untuk bertahan hidup bukanlah api Gale, yang dikobarkan oleh kemarahan dan kebencian. Aku sendiri sudah punya banyak api dalam diriku. Yang kubutuhkan adalah bunga dandelion pada musim semi. Warna kuning cerah yang berarti kelahiran kembali, dan bukannya kehancuran. Janji bahwa hidup bisa berlanjut, tak peduli seburuk apa pun kami kehilangan. Bahwa hidup bisa menjadi baik lagi. Dan hanya Peeta yang bisa memberiku semua itu.”

What I need is the dandelion in the spring. The bright yellow that means rebirth instead of destruction. The promise that life can go on, no matter how bad our loses and only Peeta can give me that…

See????? Begitulah Katniss mengibaratkan kedua pria yang ia cintai. Gale yang memang anaknya emosian, tentu aja ga bisa matching sama Katniss yang juga mudah tersulut emosinya. Katniss butuh Peeta. Peeta yang diibaratkan sepeti bunga dandelion. Karena pada akhirnya kita pun demikian. Akan memilih orang yang membuat hati kita lebih nyaman dan tentram. Gak peduli apakah dia nggak lebih macho dari cowo lain. Apakah dia nggak lebih ganteng dan dan kaya dari yang lain, atau nggak lebih pintar dari diri kita sendiri. Karena yang terpenting adalah bahwa kita bisa tetap merasa hidup walau raga hampir mati, tetap merasa hangat walau udara dingin menerpa wajah kita. As long as we stick together then everything will be alright. Haisssshhh sedaph bener yak…

Kalimat or kutipan terakhir yang saya suka dari film ini adalah “Thats what you and I do, Protect each other”
Yes, Katniss and Peeta will always protect each other. No matter what! Oh so sweet!

Nah intinya, bagi kalian yang sedang galau dihadapkan pada dua pilihan…bingung mau pilih yang mana? Selain berdoa minta petunjuk dari Tuhan, coba lihat pertimbangan yang Katniss sebutkan dalam paragraph yang saya tulis diatas. Ya its sounds so cliche, but kinda true…dan bagi yang ga punya pilihan…yowes pasrahkan saja pada yang Kuasa*buahahaha minta dijiwitttLuYaJo*

Setelah akhirnya Peeta dan Katniss menikah, butuh bertahun-tahun lamanya Katniss mau punya anak. Yaiyalah ya secara kan Katnissnya masih umur 18 tahun or menjelang 20 saat itu. Di akhir film diperlihatkan Peeta bermain dengan anak mereka yang pertama (dan ternyata yang memerankan anak itu katanya sih ponakan kandung si Jennifer Lawrence..hihi lucu yaaa) Juga terlihat adegan Katniss menggendong bayi yang kalau kata Ko Arman kayak bayi boboho..hahaha padahal sih mirip juga kok ama J-law. #miripMaksaMaksudnya

So, begitulah sekelumit kisah percintaan antara Gale, Katniss dan Peeta. Kisah yang rumit namun manis. Kisah yang terselip diantara cerita pemberontakan warga panem terhadap capitol, terhadap presiden Snow…pun terhadap presiden Coin. Semua terasa indah, terasa nyata walau ini sekedar cerita. Sekedar novel, sekedar film dan sekedar khayalan seorang Suzanne Collins semata, namun berhasil membuat jutaan penikmatnya terhanyut pada semua details yang ada dalam cerita ini… Good Job, to all the casts especially Jennifer Lawrance (Katniss Everdeen) and Donald Shutterland(presiden Snow), to the movie director and all the crew and of course to the one and only, Suzzane Collins…the creator of Hunger games series. You, rocks!

To close this writing, here are some of my favorite lines from different characters in the movie/novel:

Paylor to all the panem “Together we can create, a better tomorrow”

Katniss to Snow : ” And if we burn, you burn with us”

Snow to Katniss:” I’ve been watching you, and you’ve been watching me”.

Last but not least, the saying from Peeta to Katniss : ”

Peeta: ” I must have loved you so much”
Then Katniss replied : ” YOU DID”

image

image

Have a nice day, people!

Xoxo,
Joeyz yang ngefans banget sama Katniss Everdeen and the Hunger gameas series

29

Before We Go, Transporter, Maze Runner : The Scorch Trials

Bulan September ini ada tiga film yang baru aja saya tonton yaitu Before We Go, Transporter: Refueled dan Maze Runner:The Scorch Trials. Film yang ketiga ini baru aja ditonton malam minggu kemaren. Nah, berhubung akik bukan ahlinya ngereview film tapi selalu suka yang namanya kegiatan menonton film, maka sekarang mau kasih kesan-kesan aja ya selama nonton film-film ini. By the way, nonton film itu soal selera ya jadi kalau menurut saya bagus belum tentu buat orang bagus and vice versa.

BEFORE WE GO

souhttp://www.movieinsider.com/m12976/before-we-go/rce:

Amang tahe, si Chris Evans ini ya brewoknya bikin betah nonton film.  souce:here

Waktu abis nonton film ini saya langsung teringat my all time fav movie yaitu ‘Before Sunrise’ yang main si Aa sayang Ethan Hawke dan Julie Delpy. Iya aslik banyak banget kemiripannya, tapi film ini masih tetap asik ditonton kok. Film ini sebenernya bakal ngebosenin banget buat sebagian orang, karena isinya ya cuma ngobrol-ngobrol aja ngalur ngidul. Percis kan kayak film Before Sunrise, but again soal selera kan ya. So this is my kind of movie banget deh yang banyak ngobrol-ngobrolnya. Tapi tentu aja isi obrolannya itu yang bikin kita gemes sendiri.

Ah tapi bukan isi obrolannya aja dink yang jadi faktor penting di film sejenis ini, tapi “SIAPA YANG NGOBROL?” Ye kaaaann? Siapa yang ga betah lihat mas gantengku sayang si Ethan Hawke ngobrol di sepanjang film…(duhh maap ya Theo James aku memuja idola masa mudaku dulu nih dipostingan kali ini #apeeeuuJooo hahahahaha). Nah sama deh dengan film Before We Go ini, siapa yang gak betah coba lihat si kasep Chris Evan ngobrol sepanjang film sama lawan mainnya si Alice Eve? #BetahBangeuttttKak

😀  😀

Jadi di film ini ceritanya adalah tentang Nick (Chris Evans) yang lagi ada di central grand station dan ketemu sama Brooke ( Alice Eve) yang baru aja ketinggalan kereta terakhir. Kayaknya malam itu sial banget nasibnya karena selain si Brooke yang ketinggalan kereta, HPnya juga jatuh saking terburu-burunya dan Nick yang nemuin HPnya dan Hpnya ternyata rusak aja donk. Hiks!

Nick pengen nolongin Brooke tapi Brookenya agak-agak parno juga sih because Nick is a stranger kan ya. Padahal kalau strangernya seganteng Chris Evans mah gak tau juga apa iya gue parno or nolak pertolongannya… #KamuTerbutakanOlehKegantenganJo!  😀 Kayaknya kesialan nih orang berdua kayak ga ada abisnya karena sama-sama ga punya duit dan tas ai Brooke juga hilang. Pokoknya sepanjang malam itu mereka berpetualang untuk menemukan tas Brooke dan memikirkan bagaimana caranya supaya Brooke bisa sampai di rumah sebelum suaminya nyampe.

Jadi dalam pertualangan mereka sepanjang malam itu akhirnya mereka menguak kisah cinta mereka masing-masing. Yang satu harus bisa memaafkan sang suami yang dah jelas-jelas ketahuan selingkuh tapi dia tetap cinta dan yang satu masih belum bisa move on dari sang mantan pacar. Semuanya serba ribet bin riweuh tapi justru mereka malah bisa saling menolong dengan permasalahan masing-masing.

Ada beberapa hal sih menurut saya kurang make sense di film ini yaitu tentang cara mereka nyari kendaraan supaya Brooke bisa pulang tapi saya kesampingkan dulu hal-hal yang itu karena saya fokus tentang bagaimana cara mereka memperbaiki hubungan dengan pasangan or mantan mereka masing-masing. Di akhir perjalanan mereka malam itu juga diperlihatkan bagaimana sebenernya perasaan mereka satu sama lain, antara Nick dan Brooke. Well, yang kayak gini ini nih yang bikin gemessssss, apalagi kata-kata mereka di scene terakhir yang menurut saya so sweet and cute!

Anyway, film ini disutradari langsung oleh Chris Evans dan ini kayaknya film pertamanya dalam penyutradaraan. Rating filmnya sih kurang bagus, tapi ya balik lagi soal selera, saya sih masih enjoy aja ama filmnya dan kalau ada waktu lowong mau nonton ulang. Yes, my kind of movie.

TRANSPORTER : Refueled

source: www.bbcamerica.com

Cobak kau lihat dulu wajahnya ini, ganteng gak dia? kalau soal body sudahlah jangan ditanya! super kece kak! tapi kalau giginya lagi nongol kok ya genggeus abiss ya. source: here

Apalah arti Transporter tanpa si Om ganteng Jason Statham? Setuju gakkk??? Hikss sedih kala tau kalau sang idola Jason Statham gak main lagi di Transporter yang ini. Btw, banyak amat sih idolanya jo? Ethan Hawke lah, Theo James lah. Trus sekarang Jason Statham? Ya kalau Jason Statham suka-suka gitu aja sih, gak segila ama Ethan or Theo. Cuman, ya siapa sih ga suka liat Statham kan ya? Udahlah akting okeh, badan kece dan suaranya sexeeh… #rasanyaAdikInginBerlindungDidekapanmuBang! Nyiahahahahahaa 😀

Berhubung Saya ngikutin or nonton Transporter dari yang pertama sampai yang terbaru ini, udah melekat banget kayaknya kalau yang main sequel film ini ya mesti Statham donk ya. Mukanya lempeng dot com banget kalau lagi transaksi sama clientnya apalagi kalau lagi ngasih tau rules-rulesnya dia…hadeuhhhh super cool. Masih ingat kan rulesnya? Never change the deal, no names and never open the pacakge.

Tapi di Transporter kali ini no more Jason Statham yang memerankan Frank Martin, sudah digantikan oleh Ed Skrein, entah siapa dia ini #MalesGoogling tapi mayanlahhh yahh body and tampangnya kecuali pas buka mulut karena gigi depannya genggeus abis deh..sebel. Rasanya emang ada yang aneh dan kurang kalau Transporter tanpa Bang Statham, kek Lasagna tanpa keju, kayak onde-onde tanpa wijen, kayak sayur tanpa garem deh.
Kurang lengkap and kurang greget gitu. Ya tapi mungkin biar cari angin segar dan regenerasi juga kali ya, secara Statham dah gak muda-muda banget lagi.

Secara alur cerita sih biasa aja. Tentang terlibatnya Frank dengan kasus clientnya. Jadi clientnya adalah seorang cewe cantik bersama ketiga teman ceweknya yang berkomplot untuk balas dendam dengan bos mereka yang jahat dengan cara merampok isi rekeningnya dengan cara yang super ciamik. Frank terjebak alias dimanfaatkan oleh Anna Cs untuk membantu berhasilnya rencana mereka.

Transporter bukan film yang gimana banget sebenernya. Gak ada yang special karena alurnya selalu gitu-gitu aja alias bisa ditebak dan mainstream bangetlah ya. Tapi karena prinsip saya dalam menonton film adalah sesuatu yang bisa menghibur, maka Transporter ini bisa jadi my kind of movie juga because it entertains me so much. Seru aja ama adegan-adegan action or balap-balapannya. Ngeliat skill nyetirnya si Frank itu bikin jantungan kadang. Overall, sekuelnya kali ini kurang sih menurut saya, kurang greget. Tapi balik maning soal selera…kalau mau nonton yuklah capcus sebelum abis di bioskop.

Maze Runner: The Scorch Trials

source:

Pemeran fiilm The Scorch Trials ini mukanya unik-unik semua. source: here

Saya dan uppa akhirnya jadi keranjingan film dengan genre ini, dystopian science fiction. Ya film-film semacam Hunger Games dan Divergent. Seru banget emang, apalagi kalau baca bukunya. So far, Maze Runner ini aja yang belum kebaca bukunya. Saya pikir ga bakal menarik karena di film sekuel pertamanya kan cuma gitu-gitu aja ya kejebak di labirin dan entah apa penyebabnya. Dah gitu saya juga agak telat nonton film ini dibanding si uppa. Uppa dah nonton setahun lalu waktu dia masih di Cilegon.

Menurut saya The Scorch Trials ini lebih dapet actionnya dan seru banget dibanding Maze runner yang pertama. Saya suka gimana Thomas dipertemukan sama Aris, bagaimana Aris betemu dengan teman-teman selabirinnya, juga Thomas bertemu dengan Brenda dan Jorge. Semuanya seru kecuali pertemuan Thomas dengan para Zombie, ERRRRRRRRRRRRRRRRR, MENYEBALKAN! GAK SUKA!.

Thomas si pemeran utama juga aktingnya disini makin keren deh, dan jangan lupa ada Min Ho yang ehemmmm kece ya makkk! Si uppa bilangnya selalu Lee Min Ho, hahahaa. beda kali darling. Satu inti dari cerita di film ini yang bisa kita ingat adalah tentang kesetiakawanan. Si Thomas ini anaknya benar-benar setia kawan banget deh, ini yang bener-bener bikin saya jadi tertarik mau baca bukunya. Iya sekarang malah jadi penasaran loh. Penasaran tentang apa sih sebenernya misi dari semua yang udah dirancang oleh the WICKED? Kenapa Teresa berkhianat di akhir film ini? Ah pokoknya abis nonton film ini benar yang di bilang Dani jadi bikin pengen baca bukunya. Waktu nonton yang sekuel pertama kok gak sepenasaran ini ya? Ada yang udah baca bukunya? seru ga endingnya? Jangan sampe kayak Allegiant aja ya endingnya ngajak ribut banget…hahahaha *pembaca terlalu baper*.

Okesip, sekian cerita tentang update movie dari saya untuk bulan ini. Lagi ada film bagus apa ya bulan ini? yang pasti October Mocking Jay part 2 bakal tayang ya! uhuyyyy can’t wait!

xoxo,

joeyz-penggemar Film

52

DVD Marathon : Dari Yang Mumet-Seru-Lucu-Sok 3rotis

Berhubung kegiatan akhir-akhir ini hanya tidur dan makan jadi saya banyak baca buku, BW, dan belakangan nonton dvd. Eh iya kabar tanganku udah ada kemajuan tapi masih belum lepas perban tapi dah bisa aktivitas sih walaupun masih belajar menekuk. Ya ampun sakit ruwarrr biasa loh bok belajar nekuk karena kan ototnya kaku ya sebulan ga digerakkin. Tapi sudah bisa ngetik pake 2 tangan dan saya harus terus berlatih menggerakkan otot2 yang kaku. Doakan semoga cepat pulih ya temans..akan 1 bulan lagi biar bisa benar2 balik normal kayak dulu.

Nah berikut film-film yang akhirnya saya tonton dan sedikit komentar saya mengenai filmnya .

1) 50 Shades Of Grey
Ini film kok mbosenin banget ya, trus akhir-akhir ini saya lagi eneg ama tipe cerita yang cowoknya ganteng,kaya dan baik! Or cewenya yang cantik dan pintar. Maklum ya efek abis baca Eleanor and Park jadi merasa itu semua terlalu menjual mimpi. Cuman sih saya penasaran gimana ending kisah si Christian and Anna dan akhirnya googling and baca review-review yang bertipe spoiler. Nemu juga blognya seseorang yang merangkum semua ceritanya dari buku pertama sampe ke 3 endingnya. So, udah ga penasaran lagi donk *hihihi curang yak*. Maleslah beli novelnya, dah ngebosenin eh mahal pulak. Btw ngeri aku rek liat nges3x pake dicambuk-cambuk gitu. Errrr… Hororrrrr ahhh!!! Dan…oh ya saya setuju ama pendapat beberapa blogger kalo pemeran Christian (Dakota Jhonson bukan sih?) Itu aktingnya kaku banget. Ho’oh! Ga demen. Masih gantengan Theo James kan ya? *hahaaaha dikeplak! Theo James maning*

2) Big Hero 6
Huaaaaa seru!!! nonton di rumah bareng duo G dan mereka enjoy banget. Udah bisa ditebaklah ya siapa yang paling girang. Ya endul donk, siapa lagi. Trus pasti dah tau juga kan tokoh yang paling favorit, si baymax tentunya. Gemesin and huggable banget emang kamu Baymax!. Ampe saya dan uppa iseng panggil ndul jadi baymax. Trus endul pura-pura kempes.*jatohin badan..terlalu menghayati peran kamu nak*lol.. Dasar endul!

3)Fast And Furios 7
Gak jodoh nonton di bioskop hukkkss hukssss! Ya cuma mau bilang filmnya seru tapi lebayatun to the max. Tapi ya emang FF ini kan ya gitu toh. Sedih juga ya No more Paul Walker. Padahal dulu inget banget nonton FF1 gara-gara liat Si Paul yang jaman itu kayaknya keceeee bener!

4) Interstellar
Suka banget ama hal-hal yang berhubungan sama Outer space. Memikirkan Milky way as our galaxy trus keberadaan planet-planet lain itu bikin saya selalu berfikir betapa “Gilaknya” Tuhan sang pencipta alam semesta. Kebetulan term ini di sekolah saya tema pelajarannya tentang outer space dan ini tema favorit saya selalu. Film ini menceritakan tentang planet bumi yang udah rusak dan ga layak lagi untuk menjadi tempat tinggal lalu para ilmuwan Nasa berangkat ke luar angkasa untuk mencari beberapa planet yang menurut mereka punya possibilities menjadi planet kita. Mau transmiplanet gitu ceritanya (eh apa ya istilahnya kalo pindah planet?). Nah bagian ini saya gak setuju lah ya, karena kalau menurut ajaran agama saya ini kan bukan begitu. Tapi namanya juga film, saya tetap enjoy kok walaupun agak ga mudeng di bagian endingnya tentang si hukum gravitasi itu. Ada yang dah nonton ini ga? Mohon pencerahannya cikgu! 🙂

5) Gone Girl
Satu kata deh buat film ini: CRAZY!
Gimana ga gilak coba kalo kita dibawa pusing sebenernya dimana si Amy Dunne yang tiba-tiba menghilang dari rumahnya tepat di hari anniversary yang ke 5 dengan Nick Dunne suaminya. Ini film psychology thriller dan buat saya merasa seru aja karena kita mesti mikir tapi ga ampe stress juga sih. Ohya film Gone Girl ini diperankan oleh si kasep Ben Affleck, dan Rosamund Pike. Menurut saya highlight dari film ini adalah permainan akting yang super keren banget dari Rosamund Pike. Bravooooo! No wonder dia masuk nominasi best actreess di ajang piala Oscar kemaren. Buat yang suka tipe film psychology thriller sih mesti nonton ini. Beneran diluar imajinasi saya. Terus at the end of the movie saya ngomong “anjritttt, ada ya manusia kayak gitu?” Ahhh two thumbs up! And oh Rosamund Pike you crazy!! LOVE YA!
image

And I will watch another good movies! *nungguin bocils modom dulu tentunya*

Catch you later fellas! Have a good day

Xoxo
JOEYZ

59

Begin Again: How To Let Go Someone Who Betrays You (In A Smooth Way)

warning: a quiete long post! read just when you are not in a rush 🙂

Rasa dikhianati itu pastinya sakit banget. Yang belum pernah ngerasain mungkin gak akan tahu gimana sakitnya. Tapi sebenernya nggak juga sih, nggak perlu ngalamin langsung, karena kalau kita baca or nonton film-film tentang pengkhianatan cinta, pasti kita juga ikutan sedih, emosi, marah, dan nangis. Ya kan? *Ehhh nggak ya? apa jangan2 gue doank yak? hahaha*.

Tulisan ini adalah edisi belum move on dari nonton film “Begin Again” kemaren sore. Lanjut lagi ulang nonton malemnya sampe 2 kali. Iya..iya inilah keanehan pada diri sendiri, kalau udah suka sama suatu film atau novel bisa dibaca dan ditonton ulang sampai berkali-kali. 😀 . Seperti yang saya tulis di sini, tentang gimana gilaknya dulu ama drama korea, sekarang sih udah tobat, eh ralat! sedang tobat. Besok-besok gak tau deh kalau kena racunnya lagi.

Begin Again: You are only as strong as your next move... (source : here)

Begin Again: You are only as strong as your next move… (source : here)

Awalnya saya tahu film ini liat postingan si neng Tenkky, saya komen disana kalau bakal nonton film ini. Karena saya pecinta Keira Knightley (Muka-muka yang setipe ama Winona Ryder, emang demen banget) cantiknya effortless banget kan ya. Komen Ira di postingan saya tentang lovefool minggu lalu itu juga salah satu trigger buat saya untuk nonton film ini. Gara-gara liat video klipnya Keira yang nyanyi lagu “like a fool”, jadi makin penasaran nonton filmnya. Saya lagi ngumpulin film-film yang direkomendasiin temen-temen waktu itu. Dan film Begin Again ini emang udah dibeli dari minggu lalu. Permasalahannya adalah, selain susah nemu waktu untuk bisa nonton dvd, ternyata dvd player kami rusak dan lapotop uppa ga ada dvd playernya (apalagi saya yang cuma netbook). Jadilah niat banget pinjem lapotopnya si bekpok (my dad) untuk nonton film ini.

Kemaren  nonton deh jadinya. So, how is the movie? The movie is…hmmmmm beautiful, I like it. No! I love it so much! So Very Much! Film ini berlatar belakang New York City dan more on a musical movie yang bener-bener gak ngebosenin 😉 *lagunya enak didengar semuaaaa*

The feeling I got after watching this, reminds me of  P.S. I Love You and many other drama movies. Hati hangat rasanya. Plus ada Adam Levine loh ini…..huooooooo *histerisssssss* hahahaha… Yes Adam Levine, ladies! Dia berperan sebagai Dave Kohl, pacarnya Gretta (yang diperanin sama Keira Knightley).Ceritanya Dave ini penyanyi yang lagi naik daun, dan Gretta adalah seorang penulis lagu. What a good match, isn’t it? well, not really.

Gretta bertemu seorang produser musik bernama Dan yang baru saja kehilangan perkerjaannya (sebenarnya pemeran utama si Gretta & Dan ini, tapi saya ga bahas Dan ya di sini) Dan putus asa, sampai akhirnya ia melihat Gretta nyanyi di sebuah kafe. Gretta sendiri diundang secara spontan naik keatas panggung oleh temannya Steve yang sedang mengisi acara di kafe itu. Dan menawarkan kerjasama untuk sebuah rekaman dimana akhirnya ide cemerlang mereka muncul untuk membuat rekaman outdoor, and this one is also my favorite, gimana mereka menunjukkan banyak sekali sisi kota New York. Eh iya, waktu mereka ngobrol pertama kali (Antara Gretta& Dan) mereka sebutin band “The Cardigans” (jiahhhh…hahaha….)

rekaman outdoor...keren!!

rekaman outdoor…keren!! (source: here)

So, akhirnya Gretta yang tadinya mau pulang ke negara asalnya di Inggris, gak jadi pulang karena dia setuju dengan ide brilliantnya bersama Dan sang produser. Well, actually the reason why she is in New York is to accompany her boyfriend Dave yang lagi promo album dan film dengan label yang menaunginya.

Suka banget cara dan alur cerita ini.Tapi saya mau fokus ke cerita tentang Dave dan Gretta. As I said above, How to let go someone you love, and at the same time, he is the one who betrays you. Who stab you from the back.How? so here is the way, Gretta will tell you how. Oh it is not easy of course. Jadi ceritanya….yoweslah saya ceritain aja semuanya ya, soalnya filmnya juga udah tayang tahun lalu. Gretta and Dave have been together for five years dan sebenernya Dave ini so sweet banget deh memperlakukan Gretta. Jadi waktu Dave meeting di kantor tempat labelnya, dia bawa Gretta dan memperkenalkan ke orang-orang label, bahwa Gretta ini adalah pacarnya dan dia sangat bangga bilang “Gretta is not just my girlfriend, we’re partners too, she wrote great songs.” Awwww histeris ga kak? jangan histeris dulu, karena ya ampun…Dave ngomong gitu sambil pegang tangan si Greta aja gitu. OH-EM-JI!!!! *meleleh*. Bahkan ya, di depan para fansnya yang lagi minta foto bareng, si Dave tetap memperkenalkan Gretta sebagai pacarnya. “And hey, that is Gretta, my girl friend” (sambil nunjuk Gretta). How lovely!

The lovely couple  (source: here)

The lovely couple (source: here)

Dave harus pergi ke LA untuk beberapa minggu dan Gretta nggak ikut karena Dave harus melakukan semacam tour dengan orang label. And there you go, Dave finally ngaku kalau dia udah selingkuh! what??? that sweet guy stab her from the back? kesal banget rasanya. But life must go on right? Jadi disitulah saat malam diamana Gretta putus sama Dave, dia akhirnya ketemu sama Dan. Ini emang ceritanya alurnya maju mundur pas di awal-awal.

Long story short, Gretta selesai projek rekaman bareng Dan, trus dia iseng nyiptain lagu dan rekaman. Hasil rekamannya dikirim ke voicemailnya si Dave. Judul lagunya “Like a Fool” Liriknya kira-kira gini:

We take a chance from time to time
And put our necks out on the line
And you have broken every promise that we made
And I have loved you anyway

And you have broken every single fucking rule
And I have loved you like a fool

And Guess what? Si Dave jadi galau akut! dan ngajakin Gretta untuk ketemuan, dan ngajakin ketemuannya tuh sampai begging-begging. Well Gretta ingnore him though. Tapi karena ada suatu malam dimana Gretta merasa banyak perasaan yang campur aduk ga jelas, akhirnya dia sms si Dave. Masih inget banget bunyi sms si Gretta untuk Dave

Ok, Asshole, let’s meet up!

LOL! hihihihi, diajakin ketemuan ama mantan yang hot macam Adam Levine, mana kuat nolaknya kak!!!! Saya pikir si Gretta oon banget deh, kok pertahananya goyah! for me sekali saja orang yang kita cintai berkhianat, akan susah untuk memafkannya (ngomong aja lu ama tembok jo! ga inget dulu diselingkuhin berkali-kali tetep balikan lagi?lol…jadi curcol) 😀

But, at the end I found out that Gretta is such a smart and loving woman. Dave ngundang dia ke acara “an evening with Dave Kohl”, dimana Dave akan nyanyiin lagu yang diciptakan Gretta untuknya, dan Dave bilang “Please come, your name is on the list, so please come“Judul lagunya “Lost Stars” (ini ngetik ini sambil dengerin lagunya…huhuhuhu beneran blom move on in sayah..tolongggg!!!) 😀

Finally Gretta datang, dengan syarat kalau lagunya nanti akan dibawakan versi ballad, versi original yang diciptakan Gretta untuk Dave. Oh-em-ji (Againnn) Dave cool bangetlahh, pake acara sambil neglirik Gretta ke arah bawah panggung senyum sambil suruh Gretta naik panggung dan nyanyi bareng. Gretta hanya tersenyum simpul. Saya pikir, oh ok mereka balikan lagi nih. Eh dan ternyata beberapa detik, Gretta ngeliatin si Dave dari bawah panggung sambil netesin air mata. Oh well! she realized now, that this sweet guy in front of her has betrayed her once, and of course it’s not that easy to get your feeling back. Gretta meninggalkan panggung dan pergi sambil tersenyum lebar. It’s very smooth! I like the way Gretta let go someone she loves, someone who betrays her.

Suka banget liat ekspresi wajah Gretta yang ga berlebihan, semuanya terasa pas aja buat saya. Suka dengan gaya Gretta, bajunya ya ampun lucu-lucu banget..simple yet so chic! *jadi semangat mau diet..haha* (yakali pake dress secakep apaun kalo melar gini bisa tetap chic?) Lol

Nice dress...so simple and chic. source: www.rottentomatoes.com

Nice dress…so simple and sweet (ini beneran sweet banget deh..filmnya ga menye2) source: http://www.rottentomatoes.com

I LOVE THIS MOVIE! and I can’t help myself for not telling you almost all of it. If you think this is a spoiler,, then yes it is. Hehehehe…..gapapalah, abisan gemesss kalo ga diceritain, soalnya nyangkut mulu nih di kepala…..bikin resah kan! 😀

Yang belum nonton, dan ngakunya suka drama, terlebih drama+musik, don’t miss this one. Begin Again is the sweetest movie I have ever watched in these past 4 years (duhhh been so long right?)

Sekarang jadi suka semua lagu yang jadi soundtracknya film ini. Paling suka yang Lost stars (Adam Levine) dan Like A Fool (Keira Knightley)

Check this out

So, akhirnya lega bisa nulis ini, dan mudah-mudahan abis ini udahan deh, bisa move on ya dari film ini. hehe 🙂 btw, Adam Levine aktingnya lumayan juga.
sukaaaaaa! *udah ini mah alamat lama move onnya deh* ;))))

catch you later, fellas

xoxo

jojo