26

I Love You Million Thousand Cannot Stop…

Selalu ingin menjadi sahabat untuk murid-murid kecil di sekolah tempat saya mengajar tapi ga semua anak bisa menyambut hangat senyum, jabat tangan bahkan pelukan saya. Some kids are easy and some are hard. Tapi bukan berarti saya pilih kasih, cuman memang ada aja murid yang memang hangat hatinya dan senang nemplok sama gurunya. Kayak murid saya yang satu ini. Namanya Cris, hampir tiap hari nangkring dulu di meja kerja saya, ngajak ngobrol plus ngasih tau semua-semua yang terjadi di rumahnya. Bahkan ngasih tau tempat kerja mama papanya. Pokoknya laporan cerita tiap hari lengkap, dan si bu gurunya pun semangat 45 dengerinnya dan kadang bikin saya senyum-senyum.

Apa aja yang saya baru sampaikan di sekolah juga langsung dipraktekin. Saya pernah bilang, di rumah jangan main gadget terus karena ga baik buat mata kita dan jari kita suka jadi sakit. Di rumah boleh main yang lain atau gambar-gambar dan bikin surat buat teman-teman. Ehhh beneran loh dia praktekin… pokoknya maminya selalu bilang “duhh kalau maminya ga pernah didengerin teacher….tapi omongan Teacher Jo pasti langsung nurut”… hahaha namanya pun anak-anak ya…

Sampai hari graduation minggu lalu Cris berhasil bikin saya mewek terharu karena dia ngasih saya kartu plus cokelat forerro yang dibentuk bunga…gimana ga terharu kalau dia bilang gini di suratnya:
image

Ohhhh so sweet banget kan? Bagian saya paling terharu pas dia bilang ‘I love you million thousand cannot stop’… dari mana dia dapat kata-kata ‘cannot stop’ ya? Menurut mamanya itu dia sendiri yang rangkai kata-katanya. Memang di sekolah kita anak-anak TK B diajarkan menulis jurnal seminggu sekali, agak sulit diawal tapi jadi menyenangkan ketika mereka tau konsep bercerita lewat tulisan. Grammar dan spelling tentu saja bukan fokus utama kita, yang penting ngerti konsep bercerita..dimana akhirnya anak-anak jadi hobi menulis dan menggambar cerita yang mereka tulis.

Yang bikin hati makin hangat adalah saat maminya bilang di BBM ” Thank you ya teacher sudah jadi guru favoritnya Cris”… ya ampun akoooh speechless kan jadinya dan rasanya pengen peyuk-peyuk anaknya. What have I done? Did I do something good? I hope I did something good to all my students so they will remember the sweetest things from their preschool life.

To Cris and all my students, I love you all million thousand times.. and cannot stop either. Thank you for being the nice and obedient students this school year. May you all grow and glow, like a star shining in the sky…Teacher Jo loves you berry berry much..😍😍😍😘😘😘😘

Ps: kalau mau baca surat cinta dari murid-murid saya tahun lalu yang lebih bikin mrebes mili, bisa baca di sini
https://joeyz14.wordpress.com/2015/06/15/love-letters-from-my-cheeky-monkeys-d/

Xoxo,
TEACHER JO

24

Belajar Terus Tak Akan Membuatmu Mati Kebosanan

Apa yang membuat kita betah kerja di sebuah tempat selama bertahun-tahun?
Jawabannya gak jauh-jauh dari kenyamanan, gaji yang mencukupi, rekan kerja yang baik, bos yang asik. Iya kan? In my case, libur yang banyak dengan gaji full (total 2.5 bulan dalam 1 tahun) plus diskon besar untuk anak-anak bersekolah di tempat saya mengajar (walau tetap sih ngarepnya gratis ajah…hihihi).

Jadi apa sih sebenernya yang bikin saya masih betah kerja disini, selain karena hal-hal menguntungkan diatas?

Nah ada satu hal nih yang masih bikin saya tidak jenuh karena merasa belajar terus di sini . Selain mempelajari karakter anak (plus orangtuanya), cara menangani anak (plus ortunya juga, haha emang ada aja satu dua yang ortunya susah diajak kerjasama), maka menurut saya hal ini adalah yang bikin saya selalu merasa ada tantangan setiap tahunnya yaitu TEMA BELAJAR YANG SELALU BERGANTI, tema belajar per term (per 3 bulan yang selalu beda). Jadi ya kalau di sekolah saya yang dulu-dulu (so far udah pindah ke 4 sekolah) selalu punya tema yang itu-itu aja dari tahun ke tahun. Misalnya gini;

Jan : Weather and season, Feb: Animals, March: Our Body, April: Food and Nutrition, May: Plants and gardening, Etc.. Nah disini masih manusiawai ganti temanya tiga bulan sekali yang otomatis ganti dekor kelas, pintu dan bulletin board juga tiga bulan sekali. Jadi inget di sekolah yang dulu mabokkkkk banget ganti dekor tiap 1 bulan sekali, untung dulu mah masih muda dan energik hahaha sekarang dah  mayan renta bok.

Nah jadi dalam 1 term itu selama tiga bulan ada 10 minggu jadi kita pecah jadi 10 sub theme. Misalnya belajar Food and nutrition, jadinya seperti ini:

week 1: Why do we need food, week 2: The importance of healthy food, week 3: fruits, week 4: vegetables, week 5: grains, week 6: dairy products, week 7: protein, Etc.

Nah kira-kira kayak gitu deh. Saya paling semangat untuk breaking down the theme into sub theme. Jadi diantara beragam tema yang sudah pernah kita pelajari, ada beberapa tema yang bikin saya harus lebih dalam lagi researchnya, lebih banyak baca buku dan googling berbagai kegiatan yang bisa saya lakukan sesuai tema bersama murid-murid saya. Berikut ini adalah tema yang menurut saya bikin saya muter otak but at the same time bikin pengetahuan saya makin bertambah. Have I told you that being a teacher you will also learn at the same time? Yes of course you know that and that is one of the reasons why I love being a teacher, esp the early childhood teacher.

Jadi tema-tema itu adalah sebagai berikut:

Music and Art

Ini waktu pertama tema ini dicetuskan oleh sekolah pusat (sekolah kami ada 3 kampus) saya menggerutu karena saya benar -benar blank mau ngajarin apa ke anak usia 4 tahun tentang art? Kalau tentang music masih ok lah ya cuma mengenal jenis-jenis alat musik, lah tapi ini mau memperkenalkan anak sama Pablo Picasso, Joan Miro, Van Gogh, Andy Warhool dan kawan-kawannya. Gimana caraaaa??? Akhirnya kami pun guru-guru mau gak mau harus ikutan belajar and surprisingly kami jadi ikut-ikutan tahu sedikit tentang aliran-aliran lukisan dan famous artist tadi. Dalam kurun waktu 7 tahun ini kami sudah dua kali mendapatkan tema ‘Music and Art. Biasanya pada akhir term kami akan ada event yang berhubungan dengan temanya. Untuk tema ‘Music and Art’ ini tentu kami ada performance dari tiap kelas dengan aliran musik yang berbeda-beda dan waktu itu kelas saya menggabungkan musik Dangdut dan R&B…ahhh seru deh lihat anak-anak muridku nyanyi dan joged Terajana semangat banget. Untuk artnya sendiri lumayan menguras tenaga karena kita mengadakan Art Exhibition yang super duper remfong but really really FUN! Pokoknya tema Music and Art ini paling Top deh! (baca di sini tentang art exhibition kita beberapa tahun lalu)

OUTER SPACE

Outer space or solar system would be my favorite theme of all times. Iya seneng banget waktu ada tema ini dan bikin saya semangat untuk break down the theme, nyari ide untuk aktivitas anak, art worknya, sciencenya. Pokoknya keblinger dalam artian positif banget deh kalau temanya Outer space. Basically gurunya suka banget hal-hal mengenai luar angkasa jadi kadang saya sendiri susah kontrol diri kalau udah circle time ngebahas sub-tema kita per minggunya. Kegiatan kita diakhiri dengan performance dari tiap kelas dengan lagu or tarian menggunakan kostum semacam rocket, alien, astronot dsb. SERU!!!!!

 

DINOSAURS

Sebenarnya masih banyak lagi tema yang bikin otak saya njilemet tapi diakhiri dengan kepuasan luar biasa, kayak waktu bahas ‘ Science and Technology’, ‘Endangered Animals’ , ‘Festivals’ etc. Tapi menurut saya, tema Dinosaurs adalah salah satu tema yang ajaib juga. Ampunn deh awalnya saya ga bersemangat banget waktu di awal tahun ajaran kita dikasih tau oleh sekolah pusat kita (di jl. Lamandau) untuk tema di tahun ajaran mendatang dan salah satu temanya adalah Dinosaurs. What??? Dinosaurs??? Ga salah tuh? Aslik deh ilfil banget. Eh trus malah asik googling tentang dinosaurs dan segala jenisnya. Dulu paling ga peduli deh nama-nama dinosaurs cuman tau T-rex doank…Hahahahaha….Eh sekarang malah hafal semua sampai fakta-fakta tentang dinosaurs. Seruuuu…seruuuu! *ini gurunya suka too excited kalau dah bahas theme. Murid2ku..kalian yang tabah yakkk* 😂

 

 

Now, I have learnt a lot. Menjadi guru apa pun bahkan guru TK sekalipun (yang sering di anggap remeh sama sebagian orang) akan tetap membuat kita bertambah ilmunya. Sharing your knowledge itu bukan mengurangi ilmu kita bahkan sebaliknya kita akan terus merasa bertambah-tambah. Jadi, kalau ada yang bertanya pada saya kenapa belum bosan kerja disini? Tentu jawabannya, “BECAUSE I ALWAYS LEARN A LOT THROUGH DIFFERENT THEMES”. Belajar terus adalah salah satu hal di dunia ini yang tidak akan membuatmu mati kebosanan, dan menurut saya selalu ada hal yang akan membuat kita akan terus belajar di manapun kita berada. Asal kita mau dan melakukannya dengan senang hati.

Anyway, tentu gak harus menjadi guru untuk bisa learning something and sharing knowledge. Bahkan berbaik hati ngajarin junior or pegawai baru di tempat bekerja juga akan memperkaya ilmu kita sendiri. Kalau kata uppa, yang udah lumayan sering pindah kantor katanya tiap jadi pegawai baru ada aja yang baik sharing ilmunya ngajarin uppa dan ada aja yang enggan bahkan pelit berbagi ilmunya… itu pilihan masing-masing sih ya. But for me, sharing our knowledge will sharpen our brain too and to help you to “stay alive” (dalam artian ga mati bosan di tempat kerja) we need to find what are things that will make us learn and dig some more knowledge. In my case, learning from the various themes will make me learn and learn again every day.

Being a teacher for these past 12 years and staying in the same school for these past 7 years has taught me to keep on learning for many-many years ahead. No matter how old this teacher would be… I will keep on learning and would be glad to share the knowlege to the little ones whom I called as my students, my beloved little cheeky monkeys.

Xoxo,
Teacher Joeyz

*OMG finally kelar juga tulisan ini, asli buntu ngeblog gara-gara Captain Song Joong ki….* 😂😂😂

28

Love letters From My Cheeky Monkeys :D

Finally…oh finally, I say goodbye to the hectic days and say hello to the long holidays. Bisa balik lagi nge blog itu sangat menyenangkan karena terakhir posting itu tanggal 1 Juni kemaren. Sempat sih bw dan meninggalkan komen sesekali tapi kalau mau bikin postingan kayaknya gak sempat dan juga dah ga ada energi. So, akhirnya Year end shownya dan graduationnya sukses (Thank God) report card dan portfolio juga kelar. Legaaaaaaa!!!

I’m officially on a long holiday now…..yipppiieeeee!

So, saya mau cerita dulu tentang kesan-kesan selama ngajar setahun ini. Sungguh ya, ini termasuk tahun ajaran yang cukup berkesan karena parentsnya tahun ini sweet banget dan terlebih-lebih mereka sangat cooperative sepanjang 1 tahun ini. Hampir gak pernah ada complain, walaupun ada, tetap disampaikan dengan cara yang baik dan sopan. Duhhhh kan gurunya jadi happy terus ngajarnya. Moodnya oke teruslah pokoknya.

Nah waktu itu saya cerita kan ya, mommy-mommy di kelas saya bikin birthday surprise untuk saya, trus waktu saya kecelakaan kemaren mereka juga sangat pengertian, ga nuntut macam-macam saat saya ga bisa ngajar, justru mereka juga memberikan perhatian. Nah pas acara class party di kelas hari kamis lalu, saya dan dua asisten saya diberi surprise lagi oleh mereka.

Mereka memberikan hadiah yang menurut saya melebihi hadiah apapun (ya teteup sih ada aja yang ngasih kenang-kenangan buat gurunya) tapi hadiah ini menurut saya SUPER sekali! Hadiah apakah itu? Mereka niat banget bikin booklet isinya surat cinta dari anak-anak mereka masing-masing dan dibuat cover yang lucu banget. Aslik ini kreatif dan niat banget mommynya. Awalnya saya ketawa-ketawa liat cover bukunya dan halaman pembukanya tapi begitu baca surat cinta dari kunyil-kunyil tercinta…Mewek to de max! Aslik! Ga tahan banget bacanya. Langsung nangis ajah….so, tanpa banyak basa-basi ini dia buku kenang-kenangannya

This is so cute! ini cover bukunya

This is so cute! ini cover bukunya

Ini cerita pembukanya di halaman pertama...so creative ya...dan kebetulan kita emang lagi belajar Outer space thema term lalu

Baca deh cerita ini. Ini cerita pembukanya di halaman pertama…so creative ya…dan kebetulan kita emang lagi belajar Outer space thema term lalu

You always use eyeglasses, you always help me at school, you are my very kind teacher, you always work at morning. Thank you for always help me at school. I lov you

You always use eyeglasses, you always help me at school, you are my very kind teacher, you always work at morning. Thank you for always help me at school. I lov you

yang ini panjang banget mudah2an kebaca ya. Tapi ini kata2nya terlalu bagus sih, jadi pasti ini made in mamanya hehehe but its so sweet

yang ini panjang banget mudah2an kebaca ya. Tapi ini kata2nya terlalu bagus sih, jadi pasti ini made in mamanya hehehe but its so sweet

Thank you for the nice stickers, teacher Joice. You are my best teacher. You are my best friend. I love you teacher Joice

Thank you for the nice stickers, teacher Joice. You are my best teacher. You are my best friend. I love you teacher Joice

Yang ini kebaca kan? hehehe simple dan jujur banget ya

Yang ini kebaca kan? hehehe simple dan jujur banget ya

Yang ini beneran anaknya bakal jadi penulis komik terkemuka deh di masa depannya nanti, suka banget berkhayal dan cerita yang model-model gini. Ampe surat buat gurunya aja ada cerita versi dia...so cute yaaa

Yang ini beneran anaknya bakal jadi penulis komik terkemuka deh di masa depannya nanti, suka banget berkhayal dan cerita yang model-model gini. Ampe surat buat gurunya aja ada cerita versi dia…so cute yaaa

You are most welcome dear!

You are most welcome dear!

and you allow us to play game, you teach me dance and sing. Because of you I know about subtraction and addition... (lol....so cute)

and you allow us to play game, you teach me dance and sing. Because of you I know about subtraction and addition… (lol….so cute)

gonna miss you mel!

gonna miss you mel!

ini pasati dibantu kakaknya yang udah SMA hehehe...

ini pasti dibantu kakaknya yang udah SMA hehehe…

This one, bikin mewek! baca kalimata terakhirnya, Sorry miss Joice sometimes I make you angry..thank you for be my teacher (maafin teacher Jo juga sayang, because I want you to get better every day, lagi masa rebel banget soalnya setahun ini..but I love u dear)

This one, bikin mewek! baca kalimata terakhirnya, Sorry miss Joice sometimes I make you angry..thank you for be my teacher
(maafin teacher Jo juga sayang, because I want you to get better every day, lagi masa rebel banget soalnya setahun ini..but I love u dear)

Nah yang ini paling bikin mewek juga.  I really love learn planets, reading books, watch tv with you. I also like field trip.You know what to do if I was angry. Teacher thank you for teaching me and gives me sticker. Learning with you is not boring.  ohhhhh God! I'm gonna miss you! Really!!!!

Nah yang ini paling bikin mewek juga.
I really love learn planets, reading books, watch tv with you. I also like field trip.You know what to do if I was angry. Teacher thank you for teaching me and gives me sticker. Learning with you is not boring.
ohhhhh God! I’m gonna miss you! Really!!!!

Menurut saya, semua surat sangat berarti, tapi dua surat terakhir asli bikin mewek dan saya ampe nangis bacanya. Nangisnya ampe terisak-isak gitu. Inget kadang ada kalanya saya juga udah kzl kalau dah dapat 3 warnings, anaknya masih aja ngeyel ga bisa diam dan ga ngerjain tugasnya, malah brisik dan biasanya bikin bete, dan si anak tau deh kalau saya udah kesel, nada udah naik 1 oktaf and then they said sorry….with those puppy eyes siapa yang ga kesian kan ya? hmmmmm apalagi yang itu surat terakhir yang bilang I know what to do when he was angry. Ya, anaknya agak susah kontrol emosi, jadi kalau dia lagi marah karena temannya misalnya, saya harus tenangin dia, I said : “Take a deep breath, count until 10, throw away all your anger…hussshhh hussshhh hussshhh….” lalu saya tungu 1 menit, masih emosi juga dia, “not yet? ok, hello anger, please go away from C’s heart…go away…hussshh husshh” sambil saya akting usir2 sesuatu dari dadanya.,,,,and it works…ahhh I’m gonna miss you a lot boy!!!! He’s such a nice and sweet boy!

Dear my sweet, smart and lovely students, I love all the togetherness that we’ve spent for this one year. It’s amazing how all of you now know how to read and write, to count and to write journal, to draw, to sing, to dance and the most important of all, is you know how to be a polite and nice person. I hope you will always remember what I have told you every day, that you should always listen, listen, listen and obey your teacher, your parents and always be nice to each other. I hope you don’t forget that I always told you, how cool and awesome to have lots of friends, so be good, always and everybody will love you. I’m gonna miss your chit chat in the class room, I’m gonna miss that you always ask me:

“how many books to read before play, teacher?”

“Teacher, someone sits on my chair”,

“Teacher, someone step on my hand”

Oh so many things! I will keep you in my prayers that you will grow into a sweet loving boy and loving girl….. Good luck in primary school, Kiddos! LOVE YOU TO THE JUPITER AND EARTH! MMMMUAHHHHHH

xoxo,

Teacher Jo

54

Happy Teachers=Happy Children=Happy Parents

Udah lama ga ngomongin printilan skolahan, inget-inget banyak banget yang mau dibahas. Mau bahas tentang Montessori lah, phonics dan correct pencil gripping tapi kenapa ga jadi2 diposting ya? Hihihi..maklum suka ga fokus anaknya. Oke tulisan ini dah lama di draft, ada kali 7 bulanan yang lalu…so kali ini mau bahas tentang manner parents di sekolah tentang tata cara menyampaikan pendapat, bahkan cara komplain ke guru or pihak sekolah.

Menjadi guru terutama level kindergarten gak melulu menghadapi si anak yang menjadi tantangan setiap hari, melainkan menghadapi para ortu murid. Ngadepin berbagai macam karakter ortu ini malah kadang lebih besar tantangannya daripada ngadepin si anaknya itu sendiri. Hihihi…

Saya sendiri adalah guru sekaligus orangtua murid di tempat G sekolah. Rasanya agak aneh ya bahwa yang menjadi guru G adalah teman-teman saya sendiri. Saya akan berusaha menempatkan diri saya sebaik mungkin untuk tidak mendikte pekerjaan or cara gurunya mengajar. Kecuali saya melihat ada sesuatu yang tidak semestinya. Pastilah saya utarakan.

Nah sekarang, bukan apa yang kita utarakan kepada sang guru itu yang menjadi topik permasalahan. Namun, bagaimana cara kita menyampaikannya. Gundah gulana saya akhir-akhir ini adalah melihat beberapa case tentang bagaimana beberapa orang tua murid itu menyampaikan keluhan or pendapatnya terhadap si guru/ asisten guru (bukan hanya di tempat saya mengajar loh ya, karena saya sering sharing sama teman-teman guru yang mengajar di sekolah lain).

Banyak sekali kami dari para guru ini merasa tidak direspect oleh para orang tua, kalau melihat bagaimana cara mereka menyampaikan keluhannya. Daripada panjang lebar, mari kita lihat contoh beberapa case di bawah ini:

1) Seorang anak kelas 1 SD kehilangan mainannya yang dibawa saat ada event di sekolah, lalu si ibu menanyakan keberadaan mainan si anak, dan sang asisten guru pun berusaha mencari tapi tak ketemu. Dijawab dengan sopan, “nanti saya cari lagi ya bu”. Lalu keesokan harinya ditanya lagi tentang mainannya itu, si asisten jawab “saya sudah cari kemana-mana bu, tapi ga ketemu, tapi nanti kalau ketemu saya akan kembalikan.”

Beberapa hari kemudian, si asisten menggeser lemari di kelas, dan ternyata disitu terdapat si mainan yang dicari-cari. Kemudian si asisten guru mengembalikan pada si ibu dari anak itu. Mau tahu apa responnya? INSTEAD OF SAYING THANK YOU, SHE SAID :”LOH MISS, INI ADA, KATANYA UDAH DICARI KEMANA-KEMANA? GIMANA SIHHHH?? Dengan muka jutek ngomong gitu ke asisten guru.

What do you think? pffftttttthhhh

2) Lanjut case berikutnya. Setelah usai pertunjukan or holiday concert di sebuah sekolah, ada seorang ibu mengirimkan pesan kepada si guru. Kira-kira inti sms nya adalah dia mengucapkan terimakasih pada gurunya sudah melatih anak-anak di kelas dengan baik. Tapi, di penghujung kalimat dalam sms itu, si ibu mengatakan “but next time miss, please choose the more energetic song/music, so the kids will be eager to move their body and dance.” Coba, gimana perasaan guru itu ga sedih coba? Karena seakan-akan si guru dipersalahkan akan pilihan lagunya karena mungkin si ortu merasa kurang puas kali ya ngeliat anaknya ga pada nari di panggung.

Nih saya kasih tau ya para mommies and daddies, what can you expect from your 3 yo child when they are on the stage with lots of people watching them plus the light and the flash from the camera? syukur-syukur anaknya ga pada nangis histeris. Ya memang ada sih beberapa faktor kenapa anak ga mau or ga bisa nari di atas panggung. G sendiri baru mau nari pas udah nursery, pas toddler dia mah jadi patung aja gitu di panggung…bukan dia yang ditonton, dia malah nontonin orang yang pada heboh jeprat jepret. Hihihihi

Sebenernya kita tahu maksud nih parents, tipenya kompetitif banget. Suka banding-bandingin ama kelas lain. Ya jangan disamain ama kelas saya donk, kan anak-anak di kelas saya udah pada gede-gede. Tapi ya gitulah bunyi sms yang awalnya diberi kata manis, eh endingnya  bikin sedih. Ga bisa tidur itu guru semaleman pasca baca sms itu, kesian kan.

3) Suatu pagi, tiba-tiba seorang bapak datang mengetuk pintu kelas di sebuah SD. Entah bagaimana si bapak bisa masuk ke dalam sekolah pas jam pelajaran udah mulai. Jadi Si bapak ini bicara di pintu kelas dengan suara keras. Dia berbicara kepada asisten guru (karena guru kelasnya sedang ngajar di kelas lain), yang sedang mengajar di kelas saat itu adalah guru subjek lain. Si bapak tiba-tiba ngomel-ngomel di kelas dan menjelek-jelekan si guru subjek ini. Suaranya keras sekali sampai anak-anak di kelas dengar ocehannya.

Penyebab dia marah? Jadi sehari sebelumnya, si guru subjek memarahi anak si bapak itu karena tidak membawa buku. Ya namanya guru marah, ya wajarlah. Sebenernya menurut asisten guru di kelas itu, si guru subjek sih ga marah yang gimana gitu, cuma aja emang nada suara si guru emang gitu, agak sedikit keras. Ya kadang guru marah wajarlah ya, anak-anak di sekolah itu kan perlu belajar disiplin juga. Yang penting gurunya ga sampe main fisik dan mengeluarkan kata-kata yang tidak semestinya. Juga jangan sampai gurunya membuat muridnya merasa down dan self-demotivated.

Tapi memang kelakuan bapak ini sungguh ga bisa ditolerir. Main selonong boy aja masuk ke kelas dan marah-marah, dan perbuatannya sungguh tidak menyenangkan. Bukan cuma si guru subjek yang kena imbasnya, tapi murid-murid yang ada di kelas itu juga karena mereka menyaksikan dan mendengarkan langsung bagaimana guru mereka dihina dengan kata-kata yang kasar.

Sebesar apa pun kesalahan pihak sekolah, ga dengan melabrak langsung si guru lalu marah-marah mengeluarkan uneg-uneg seenaknya. Kita bukan hidup di jaman barbar yang ga tau sopan santun kan? Harusnya kasih surat, mau bikin appointment, lalu bicarakan baik-baik. Ga mikir jauh si bapak ini, kalau si guru jadi sedih dan dia menangis seharian karena merasa sudah dilecehkan sebagai seorang guru di depan murid-muridnya sendiri .

 

Oh well, masih banyak contoh- contoh yang lain dan kalau saya certain pasti kalian pikir saya ini lebay dan melebih-lebihkan. Hmmmmm tapi sudahlah, saya cuma kasihan sama anak-anak murid yang punya orangtua kompetitif, punya orangtua yang over-protektif, orangtua yang ga bisa nunjukin manner yang baik. Memang tidak semua orangtua di sekolah seperti itu. Buktinya, saya punya orangtua murid yang semuanya baik-baik. Makanya saya bisa simpulkan bahwa tahun ajaran ini saya happy sekali mengajarnya.

Mak Sondang sering berkata, Happy teachers= happy kids, nah if your kids happy, then who will be happy next? Its YOU right, parents?

Ketika sang guru happy maka dia akan mengajar tanpa beban, kreatifitasnya pun meningkat. Bisa mengajak anak-anak tertawa, bercerita dengan penuh ekspresi, menyanyi dan bernari bersama tanpa beban, mengajar dengan penuh kesabaran, walaupun si anak benar-benar membuat gurunya pusing 7 keliling tapi si guru tetap mengajar dengan hati riang, karena mengingat orang tua anak-anak muridnya yang berperilaku manis dan baik hati, yang mau bekerja sama dengan baik. Dengan kata lain, bukan tipe orang tua yang reseh.

Eittssss, tunggu dulu! Apakah saya mengatakan bahwa kita harus baik-baikin gurunya supaya anak kita diperlakukan dengan baik di sekolah? No! that’s not what I mean. Ada juga yang baik-baik depan gurunya eh diblakang jelek-jelekin gurunya *sedih*. Terus terang, saya risih kalau ada ortu suka kasih-kasih kado or makanan tapi karena ada udang dibalik bakwan. Yaiyalah ketauan kok mana yang sincere alias tulus kan? Yang saya maksud adalah, Janganlah jadi tipe orang tua yang seperti saya contohkan diatas, bok!! Ga enak banget rasanya. Saya akan kasih tahu, beberapa tipe orang tua di sekolah seperti apa. Coba dicek, tipe orang tua seperti apa ya kita dalam berinteraksi dengan si guru:

1) Tipe orang tua yang INFORMATIF: Ini adalah tipe orang tua yang paling saya sukai. Informatif ini artinya si orang tua sangat memperhatikan details dari segala perihal yang bersangkutan pada  si anak. Misalnya, dia memberitahukan kalau anaknya belum bisa mengerti topik yang diajarkan minggu lalu, tolong dibantu di sekolah. Memberitahukan kalau si anak sedih karena dia kemaren berantem dengan temannya, menanyakan solusi pada si guru. Semua dituliskan di communication book. Atau bikin appointment untuk membicarakan pada sang guru. Pokoknya si ortu ini akan memeberitahukan si guru akan hal apa pun yang berkaitan dengan perkembangan proses belajar mengajar si anak. Gurunya ga akan merasa terbebani kok. Apalagi disampaikan dengan cara yang sopan.

Berdasarkan pengalaman saya, bahwa tipe orang tua yang informatif seperti ini, biasanya perkembangan anaknya akan melesat tajam karena si guru jadi mengerti betul bagaimana meng-handle anak itu dengan baik karena orang tua juga mau bekerja sama di rumah untuk membantu perkembangannya. Oh I love all my parents this school year! Semua tipe yang ini….Saya senang sekali…. Thank God!!

2) Tipe Reseh

Maaf ya ga nemu term lain untuk tipe yang ini. Kalau yang ini beneran paling annoying. Saya kalau udah dapet tipe parents yang seperti ini kok rasa-rasanya mau masuk kolong meja aja deh, ngumpet disitu aja dan ogah ngajar. Hiksssss! LIKE SERIOUSLY.  Soalnya dikit-dikit nyalahin guru dan sekolah. Mau tau, apa aja yang orang tua reseh lakukan pada guru dari anak-anak mereka?

  1. a) Miss, anak saya sakit loh selama weekend, karena air minumnya di sekolah pas hari Jumat kemaren ga diabisin. Oh ya ampun jadi dia nge-blame sekolah nih karena air minumnya ga habis. Ok ya di sekolah itu anak-anak sekitar 4 jam lah. Tiap hari minumnya pun habis. Nah, biasanya anak-anak itu harus habiskan air minum di botolnya masing-masing sebelum pulang. Ada aja hari yang mana rush banget dan ga sempet lagi habisin air minum. Dalam 24 jam itu kan si anak cuma menghabiskan 4 jam di sekolah, lalu si orang tua emang ga nyuruh anaknya minum selama sisa 20 jam itu? Let say selama dari pulang sekolah yaitu jam 12 siang sampe malam harinya. PFFFFTTTTTT!
  2. b) Miss, anak saya jangan dikasih makan yang manis-manis dan cokelat-cokelat ya di sekolah, soalnya anaknya alergi cokelat. Iya gurunya manggut-manggut. Lah terus besokannya si guru liat lunch box anaknya isinya kue-kue cokelat dan segala yang manis-manis. Lah iki piyeeee toh???? Bukan! Bukan nanny or mbaknya kok yang masukin. Ahhh speechless!
  3. c) Miss, jepitan anak saya hilang sebelah, tolong dicari ya miss sampe ketemu. Duhhh kesian amatlah tuh guru sampe gempor nyari karena di cecar mulu ama ortu harus nemuin tuh jepitan kecil sebiji. Kalau ketemu kan pasti dikembalikan.
  4. d) Miss tolong suruh anak saya makanannya dihabiskan ya. Nah ini dia nih ortu paling tricky. Sekarang gimana ga tricky coba? Kalau ternyata si anak adalah tipe yang susah makan, dan picky eater. Lalu kita gurunya dibebankan orang tua untuk menyuruh anaknya menghabiskan makanannya. Udah gitu, dibikin lah itu porsi penuh se-tupperware. Yasalammm banget kan ya! Bagaimana cara si guru mau bikin anak ngabisin makanannya kalau di rumah aja si anak makan cuma se sendok dua sendok. Tricky banget kan! Ntar kalo makanan anak ga abis itu jadi beban si guru. DAN KEJADIAN INI SUNGGUH BANYAK SAYA ALAMI.

Mau tahu jawaban saya kalau menghadapi tipe orang tua sperti ini?

Maaf ya bu, tolong jangan bawakan bekal yang sebanyak itu, karena di sekolah kita cuma punya waktu 30 menit untuk makan, dan bawalah makanan yang pasti bakal dimakan sama si anak. Latih dirumah untuk makan makanan sehat. Dsb….

Disangkanya kita petugas tantrib yang mana entar anak-anaknya takut ama gurunya, jadi tuh anak pasti bakal mau makan dan abisin makanannya. Mumpung di sekolah gitu, udah bayar mahal-mahal. Si ortu mau mendelegasikan tugas memberi makan anaknya pada sang guru juga. Ya jangan gitu juga kali ya bu! Hihihihi

    e) Miss tolong anak saya jangan duduknya didekatkan dengan si B ya, atau si C. Iyaaa dituruti, but saying this like every single day. Miss tolong liatin kalau main ya, jangan sampe anak saya jatuh. Like every single day!!!

Hmmmmmm aku speechlessssssss…

3) Tipe Orang tua Cuek
Nah yang ini mah cuek banget, kebangetan. Susah dihubungi, dikasih surat or message ga pernah dibales…alesannya selalu ada di luar kota or sibuk kerja. Itu bukan alesan karena saya menyaksikan banyak ibu bekerja yang details banget soal urusan anaknya. Details disini bukan yang demanding ya. So, jangan terlalu cuek juga.

Jadi begitulah kira-kira gundah gulana saya.

Semoga ocehan saya diatas bisa diambil positifnya ya, saya juga menghimbau para guru untuk yakin dengan profesi yang dijalani. Yakin kalau menjadi guru itu bukan sekedar profesi tapi passion yang tak kenal lelah dan penuh sabar menghadapi anak-anak muridnya, meskipun harus menghadapi berbagai tipe orang tua yang super duper bikin kepala cenat cenut!

Dear my fellow teachers,
Keep calm and be a Good teacher!
Because we teach, we care, we inspire. (Tsahhh yell2 sekolah ayeee tuh makkk) hahaha

Dear beloved parents,
Keep calm and be the sweet parents!
Because Happy teachers means Happy kids, and happy kids means happy you! Yes happy parents.

So, shall we become good partners?

image
12 years teaching and I’m still happy and passionate…

48

Test TOEFL Versi Bahasa Indonesia

6533_1176866628298_3115008_n

Kemaren baru aja baca postingan mba Yo yang ini  tentang expat dan Imigrant. Yang mau tahu detailnya silahkan baca postingan mba yo diatas. Nah, saya juga pernah tulis tentang keresahan saya yang ini. Saya memang agak resah nih dengan semakin banyaknya para guru-guru expat (see? Saya bilang mereka expat kan?) datang ke Indonesia kita tercinta ini.

Jadi saya baru tahu sekarang pemerintah punya banyak peraturan baru yang bersangkutan dengan sekolah-sekolah international. As you know sekolah tipe or jenis ini sangat menjamur kan sekarang dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini. (Ya saya sendiri mengais rejeki di sekolah-sekolah berbasis international ini). Mulai dari beneran international (karena siswanya yang multicultural, berbagai ras bangsa) dan sekolah international yang cuma ngaku-ngakunya doank.Tapi bukan mau bahas itu.

Jadi beberapa hari lalu saya baru tahu kalau sekolah-sekolah di Indonesia tidak boleh lagi pakai embel-embel ‘international’ (ya ampun….kemana aja gue yak?). Jadi menurut temen saya, sekarang kata international bisa diganti dengan kata ‘Intercultural’ atau ‘Integrated’. Atau kayak sekolah tempat saya mengajar, emang dari awal ga pakai embel-embel apa pun.

Terus nih….gosip terkininya adalah (tadi barusan ngobrol ama HRD sekolah), katanya tahun ajaran depan, untuk merekrut tenaga kerja asing (guru expat tadi), harus lulus tes semacam TOEFL dalam versi bahasa Indonesia gitu. WHATTT? kaget saya. Katanya kalau mereka fail testnya, harus test ulang terus sampai lulus. Is this good or bad? Menurut temen-temen gimana? Apa pendapat kalian tentang test tersebut yang ditujukan untuk para guru-guru dari luar tersebut? btw, saya ga tau apa ini cuma berlaku untuk tenaga kerja guru apa di perusahaan juga ya?

xoxo,

jojo

43

10 Favorite Children’s Songs In School

Musik, lagu dan gerak adalah hal yang ga bisa lepas dari kegiatan sehari-sehari sebagai guru TK di sekolah. Salah satu hal yang saya sukai adalah kegiatan ‘Circle Time’ di pagi hari. Biasanya waktu circle time ini dipakai untuk bernyanyi sambil menari, juga membicarakan topik sesuai thema hari itu dan sebagainya.

Lagu yang diajarkan untuk murid-murid bisa beragam sesuai thema, tapi ada 10 lagu yang ternyata menjadi lagu andalan saya..bisa dibilang sih, sayanya yang ketagihan nyanyiin lagu-lagunya. Maaf ya lagu-lagunya yang versi Bahasa Inggris. Duhh pengen sih lagu anak-anak berbahasa Indonesia. Next time dibahas ya.

Ohya, tujuan saya kasih 10 list lagu anak-anak kesukaan saya ini tentunya siapa tahu bisa jadi referensi buat yang suka nyanyi-nyanyi juga dirumah bareng krucils. Hihihi sok bener ye ngasih referensi lagu anak-anak. Beberapa lagu mungkin familiar buat kalian, dan ada beberapa lagu yang mungkin baru. Yuk mari ditengok satu persatu.

1) Music, Music : Tumble Tots

Lagu ini tuh always number one favorite buat saya karena anak bisa diajak bergerak dengan menggunakan bantuan sticks (saya pakai chopsticks). Gak cuma buat lagu dan gerak tapi lagu ini juga ngajarin tentang konsep ‘left’, ‘right’, ‘front’, ‘back’ dsb. Lagunya asik banget untuk goyang…coba liat aja videonya kalo ga percaya.

2) Skinamarinky Dinky Dink
Lagu klasik yang nyenengin banget. Apalagi bagian pas bilang ‘I love You’ sambil nunjuk temannya dikelas …

 

3) Baby Beluga
Cute…. suka banget lagu ini dan Gwin juga hapal liriknya (walaupun agak ngaco dikit) lagu ini dinyanyiin waktu kita lagi bahas tentang”under the sea”.

 

4) Dingle-Dangle Scare Crow
Lagunya ada di cd tumbletots (saya ngefans sama semua lagu-lagu di CD tumbletots). Yang lagu ini sedikit silly tapi sukaaaaa…. anak-anak pasti ketawa ngakak kalo dah nyanyiin ini dan minta diulang terus… *lalu gurunya pengsan*

 

5) Miss Polly
Sebenernya ini masuk kategori nursery rhymes sih. Tapi saya suka karena kayak bercerita. Trus dikelas saya selalu pilih siapa yang jadi miss polly dan yang jadi dokternya. Nggak lupa sama peralatan dokter dan bonekanya. Berebutan deh yang jadi dokternya.

 

6) Down In the Jungle
Lagu yang silly juga tapi fun…

 

7) I am The Music Man
Lagu yang fun juga untuk belajar mengenal jenis-jenis instrumen musik.

 

8) Mr. Sun
Lagu sejuta umat ya dikalangan anak-anak. Kan selalu ada di acara Barney.

 

9) If All The Raindrops
Lagu yang liriknya paling ribet untuk dihapal tapi seru kalo dah nyanyiin ini bareng anak-anak. Entar bagian aaaaaaa mulutnya pada mangap dan suaranya kenceng banget…hihihi lucu deh pokoknya.

10) Strawberry Pie
Lagu ini ga nemu videonya tapi liriknya begini:

I’m piciking strawberry on my way.
I’m making strawberry pie today.
The bigger, the redder, the juicer, the better…
All for my strawberry pie.
Ooey, goowey, juicy, fruity strawberry pie (3×)*clap2*
Ooewy juicy strawberry pie

Ahhhh jadi pengen nyanyi sambil jejogedan…..

23

The Precious Experience

Ditulisan ini saya mau share sedikit tentang pengalaman berharga saya yang baru aja saya alami. Tepatnya tanggal 28 Agustus 2014. Saya berkesempatan diundang menjadi salah satu nara sumber..(caelahhh gaya beuddd jadi narsum) untuk pelatihan guru-guru PAUD (Pendidikan Usia Dini) se Jakarta Barat.

 

Seminggu ini sibuk mempersiapkan materi untuk dibawakan dalam seminar ini. Huhuhuhu akik jadi penghuni terakhir terus disekolah….lemburrr tiada tara deh pokoknya. Tapi ga tau kenapa saya kok excited aja ya. (emang dasar orangnya doyan ngocehhhh,,,,jadi disuruh bawa seminar or kotbah or presentasi apa aja..pasti semangat). Mungkin itu kenapa kerjaan saya jadi guru ya.

Anyway, Pelatihan untuk guru-guru PAUD ini diadakan di Puncak-Cisarua. Saya berangkat jam 6 pagi dari rumah naik mobil yang disewa pihak sekolah. Tiba di Griya Astoeti tempat pelatihan diadakan tepat pukul 9 karena pake acara nyasar segala. Jadi ceritanya para rekan-rekan guru ini sudah ada ditempat ini dari hari Selasa untuk mengikuti pelatihan, dan kebetulan sayalah pembicara terakhir or sebagai penutupan.

Topik yang saya bawakan adalah “Metode Pembelajaran Montessori Pada Anak Usia Dini”. Kenapa topik ini? Jadi ceritanya waktu pihak dari PAUD/Dinas pendidikan datang meninjau sekolah kami, mereka sangat tertarik melihat ruangan kelas Montessori, dan meminta saya untuk datang memberikan pelatihan mengenai Montessori. Next time saya juga mau bahas secara singkat ya tentang apa itu metode Montessori.Mungkin beberapa dari teman-teman udah sering denger juga kan.

Nah pas giliran saya untuk berbicara,asli beneran itu rasa deg-degan banget. Takut nanti mereka boring dengerin saya ngoceh. So saya selalu berpikir “ayo jo, jangan ampe ngebosenin, gimana kalo itu elu yang jadi peserta seminar? males kan kalo yang bawa seminar itu monoton”

Jadilah saya improvisasi sana-sini tapi saya berusaha untuk tetap Fokus pada materi pembahasan. Dan beberapa hal yang saya lakukan adalah berinteraksi dengan para peserta seminar, juga melakukan “ice breaking” dengan lagu dan gerak (yah namanya juga guru TK kan ya)…..

Ibu guru Jo lagi sok-sok bijak gitu tampangnya....hihihi..

             Ibu guru Jo lagi sok-sok bijak gitu tampangnya….hihihi..

Ketika saya memulai seminar, saya melihat mereka antusias sekali, semangat bener deh, sampe minta diulang, foto, dan bertanya ini-itu. Karena ini adalah tentang Metode Montessori, maka saya juga membawa cukup banyak alat peraga yang mana alat peraga itu bisa dipraktekkan bersama. Rasanya menyenangkan sekali melihat antusiasme mereka.

They were listening to that ametuer speaker attentively :D

                                         They were listening to that ameteur speaker attentively 😀

Saat praktek, mereka lebih semangat lagi

                                    Saat praktek, mereka lebih semangat lagi

Saya juga sempat memberikan kesempatan untuk mereka memberikan feedback, kira-kira apa hal yang mereka dapatkan dari mendengar seminar yang saya bawakan barusan? dan ada tiga orang yang memberikan pendapatnya dan mereka mendapatkan kenang-kenangan yang udah saya siapin dari rumah kemarin.

Yang membuat saya terharu tadi adalah, bahwa guru-guru yang usianya sudah seperti mama saya dan bahkan ada yang patut saya panggil oma, mereka masih mempunyai semangat yang tinggi sekali. Asli beneran speechless pas tau berapa upah yang mereka dapatkan. Pantaskah saya mengeluh saat saya melihat rekan-rekan kerja se profesi dengan saya menerima upah yang sangat-sangat jauh dibawah UMR?

Iya saya tahu sih, bahwa jam kerja mereka juga lebih singkat, tuntutan kerja mereka juga tidak sebesar yang saya dan guru-guru lain punya. Di tempat saya ngajar, kita harus udah sampe disekolah jam 7.30 walaupun anak-anaknya baru pada datang jam 8 lewat, dan kita pulang jam 3 dan para asisten pulang jam 4 (itu belum kalau ada event-event tertentu disekolah yang mengharuskan kita lembur tanpa dibayar). Tapi mendengar upah yang  mereka dapatkan itu rasanya benar-benar bikin sedih. Walaupun saya tahu bahwa PAUD itu adalah lembaga informal, tapi apakah pemerintah tidak mempunyai perhatian khusus untuk para guru-guru yang rela mengabdikan hidup mereka untuk dunia pendidikan anak-anak? Dengan peningkatan gaji, akan memungkinkan peningkatan kualitas juga (harusnya).

Saya di hampiri oleh beberapa pengelola dan guru PAUD, dimintai kerjasamanya untuk membantu mereka dalam penyediaan alat peraga, tentu saya sangat excited dan saya langsung chat di WA dengan bu boss saya dan beliau setuju kami akan menggalang dana/charity untuk PAUD-PAUD yang kondisinya memprihatinkan. Semoga terlaksana dengan baik supaya semua anak Indonesia (setidaknya yang ada disekitar kita) mempunyai kesempatan yang sama dalam mengecap dunia pendidikan baik yang formal atau informal. Juga ingin mengajarkan untuk anak-anak yang mampu untuk saling berbagi untuk teman-teman mereka yang tidak seberuntung mereka.

Tadi ada seorang Ibu yang katanya beliau ini mendirikan PAUD di bekas bengkel milik almarhum suaminya. Dia mendirikan PAUD itu untuk pengabdian ke masyarakat. Anak-anak yang bersekolah disitu hanya dipungut 10 ribu rupiah saja tiap bulannya, karena mereka adalah anak-anak yang pekerjaan orang tuanya adalah tukang cuci dan buruh kasar. Kagum melihat usaha si ibu ini. Mudah-mudahan niat dan usahanya tulus dan membawa berkat untuk orang di sekitarnya. Ya istilahnya, daripada anak-anak itu berkeliaran hanya bermain PS atau melakukan hal-hal yang tidak berguna, lebih baik mereka dididik di PAUD untuk bermain dan bernyanyi bersama guru-guru di PAUD.

Anyway, dari pengalaman yang berharga itu, saya teringat akan bincang-bincang antara saya dan teman saya beberapa tahun yang lalu saat kami masih mengawali karir sebagai guru TK (guru TK ini boleh dibilang karir kan ya?..hahaha…kayak kurang pantes gitu ya dengernya…) Iya kami pernah berbincang tentang mimpi kami suatu saat nanti untuk dunia pendidikan terutama untuk anak-anak usia dini.

Kami berdua punya cita-cita mempunyai sekolah, dimana sekolah untuk jam pagi ke siang kami peruntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang mampu secara finansial, jadi mereka memang dikenakan biaya yang pantas sesuai kualitas dan fasilitas sekolah. Lalu jam 2 keatas kami akan buka kelas untuk anak-anak yang kurang mampu tapi senang dan mau sekolah atau belajar. Mereka semua nantinya tidak akan dikenakan biaya. Ihhhh sedap bener ya angan-angan kami waktu itu? Mewujudkannya? welehhhh susyaaaah rekkkk! Tapi beneran, kalau kalian baca page “care to know me” di blog saya ini, pasti kalian tau kan apa salah satu mimpi yang saya pengen wujudkan suatu hari nanti? Ya I want to run my own school. Aminnn! semoga ya terwujud.

So, Pengalaman di Puncak kemaren itu seru banget! dan tentunya sangat berharga. Semoga ada lagi event serupa. Hihihi udah pada nanyain aja apa saya bersedia bawa seminar di kecamatan mereka masing-masing. I will be glad, tapi mesti masih banyak belajar lagi deh dan semoga saya bisa manage waktu dengan baik. Asli deh ini load kerja makin gila aja makin kesini. 

Semangat!!!!!!

Montessori's stuff (practical life area) ini barang-barang yang ikut diangkut ke Puncak...riwehhh yaww

Montessori’s stuff (practical life area) ini barang-barang yang ikut diangkut ke Puncak…riwehhh yaww

yang ini juga...

yang ini juga…

dressing frame (buttoning)

                                                       dressing frame (buttoning)

 

32

Merdeka untuk seorang guru TK

image

Story telling, painting, playing and do lots of outdoor activities… that’s what kindergarten students supposedly to do. NOT THE READING, WRITING AND COUNTING. now you tell me why? Jangankan ga ada calistung di TK, ada calistung aja masih dibanding-bandingin sama sekolah lain. Yang pelajarannya paling rendah atau kurang dalam akan sepi peminat. Demand and supply memang spertinya berlaku juga disini. Jadi, bisakah balik seperti dulu aja..jaman waktu kecil…bahwa belajar calistung akan dimulai di SD dan tidak ada lagi yang namanya UN…. with that..I will  shout loudly…..HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA!
-Joeyz, guru TK yang masih resah-

38

Siap bersaing?

Apa perasaan kalian saat tahu bahwa di dunia pendidikan kita sekarang lebih banyak tenaga pengajar asing yang bekerja di sekolah kita? Sekolah yang lokasinya masih di Indonesia raya tercinta ini loh?

Biasa aja ya?

atau kalian nggak perduli mungkin?

Ya terserah sih ya, ini asli deh postingan yang saya buat hanya berdasarkan gundah-gulana saya sebagai salah satu tenaga pengajar lokal yang semakin bertanya-tanya atas keberadaan tenaga pengajar asing yang semakin membludak aja di negeri tercinta kita ini. I mean, it’s ok sih, kita memang mengakui bahwa kita masih perlu banyak belajar dari mereka, tapi bila jumlah mereka lebih banyak dari kita guru lokal, apa iya kita nggak mau resah? ada apa sama mutu pengajar lokal kita? kemana para tamatan sarjana pendidikan itu? 

Ok, sebelum kita mulai menjawab satu-persatu pertanyaan atau keresahan yang selalu ada dalam benak saya itu, saya mau cerita dulu ya tentang apa yang saya alami selama kurang lebih 11 tahun berkecimpung didunia mengajar.

Saya mulai mengajar sebagai dosen honorer di universitas tempat saya berkuliah dulu, tapi saya merasa belum cocok lah, anak s1 kok ngajar s1 (gitulah kira-kira komen nyinyir orang sekitar waktu itu) yowes, akhirnya saya yang dari dulu suka sama dunia anak-anak, mencoba melamar di sekolah-sekolah national plus/international school di Jakarta.Dapatlah ngajar di Sekolah national plus yang waktu itu lokasinya di Wisma Subud- Jak-sel. Di sekolah ini, murid-muridnya datang dari berbagai negara, dan banyak juga yang half-indonesian. So, wajar ya kalau banyak guru native speakernya. Mostly dari Australia. Karena sekolah ini berbasis kuruikulum Australia. Tapi seingat saya, waktu itu guru lokalnya juga banyak, dan menurut saya guru lokal tetap jumlahnya lebih banyak dari guru asing. Guru lokalnya memang rata-rata yang punya kualitas sih. Bukan tipe guru-guru jadul yang konvensional itu. Waktu itu saya mengajar di lembaga learning centre (anak-anak penderita autisme). 

Lalu saya pindah ke sekolah national plus lainnya di Jakarta-Barat. Di sekolah ini juga ada satu guru berkebangsaan Amerika, lalu beberapa guru dari Philippine dan ada 2 or tiga guru dari India. (Orang India dan phillipine maksudnya). Tapi tetap, waktu itu masih lebih banyak guru lokalnya. Gak tau deh sekarang.

Sekolah selanjutnya tempat saya bekerja ada di daerah Menteng. Nah disini sekolahnya kecil, cuma ada 6 kelas waktu itu. Itu artinya homeroom teachernya cuma ada 6 donk ya. Waktu itu  perbandingannya masih balance. Tiga guru lokal dan tiga guru dari Phillippine.

Lalu saya pindah ke tempat saya mengajar sekarang ini. Ditempat saya mengajar ini dulu waktu awal sekolah ini buka, cuma ada 4 orang asing (Semua dari Phillippine). dan sekarang setelah tahun ke 6 saya mengajar, coba tebak ada berapa guru asingnya? bok!!! mereka udah ada 13 orang aja donk! Gilingan kan ye! Yang bikin saya terheran-heran adalah, tahun ajaran ini ga ada satupun homeroom teacher lokal yang di hire. 

What’s wrong? 

Ok, firstly ya iyalah tentu dengan sekolah yang ber-embel-embel national plus/international school, para orang tua murid yang udah bayarnya muahaaaall banget itu pasti ekspektasinya tinggi juga donk dengan mutu pendidikan yang akan didapatkan oleh anak mereka. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya diatas tadi, maka kita harus tau dulu apa alasan mereka menyekolahkan anak mereka disekolah internatioanal yang mahal banget itu?

Ok, alasan mereka selain punya mutu pendidikan yang tinggi dan bagus, juga fasilitas kece tentunya alasan utamanya adalah supaya anak-anak mereka dapat berbahasa Inggris secara aktif, atau dengan kata lain :

 To be able to speak English fluently. As fluent as possible. KALO BISA CAS-CIS CUS-MACAM ORANG AMERIKAAHHHH 😀 😀

Dalam tulisan saya ini, saya tidak mau menilai baik buruknya sekolah national or international, atau baik buruknya sekolah yang menggunakan bahasa Inggris atau bahasa apapun yang dipelajari disekolah itu.

 Dalam tulisan ini saya hanya mempertanyakan: Dimanakah para tamatan or lulusan sarjana pendidikan itu? yang nota-bene memang semestinya menerapkan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah dulu untuk diterapkan di lembaga pendidikan. Tentu, lagi-lagi tulisan ini tidak akan menilai baik-buruknya punya profesi guru meski seseorang punya background sarjana pendidikan atau tidak. Tapi sejujurnya, saya cuma mau bertanya, tidak ada lagi kah stok guru lokal yang berkualitas? yang siap bersaing dengan para guru asing yang makin membanjiri negara kita ini?

Saya tahu banyak sekali sebenarnya orang-orang berpotensi yang bisa menjadi tenaga pengajar lokal di sekolah-sekolah bertaraf international, baik itu dari sarjana pendidikan atau bukan. Tapi mungkin tidak semua punya passion or minat yang sama terhadap dunia pendidikan ini. Saya pribadi adalah orang yang masih jauh dari “bagus” or “berkualitas tinggi” dalam dunia mengajar or sebagai tenaga pengajar. Tapi saya punya passion yang saya rasa cukup besar dan itu sebabnya saya masih terus belajar setiap hari. Proses belajar saya kadang melalui rekan kerja sesama guru, buku yang saya baca, atau bahkan dari blog para guru-guru kece diluar negeri sana. *ya ampunnn sering speechless liat ide-ide dan kreatifitas mereka*. Saya sering intip jenis-jenis aktivitas yang mendukung kreativitas anak dan saya sering aplikasikan pada murid saya. Ya istilah kerennya, saya nyontek ide-idenya mereka gitulah, dan kadang ya musti di modif-modif dikit menyesuaikan dengan sikon.

Apa yang mau saya sampaikan disini adalah, betapa sedikitnya peminat untuk menjadi guru. Guru yang berkualitas, guru yang punya dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan. Kira-kira kenapa ya?

Jiahhhh pake nanya! ya pasti karena gajinya seumprit kan Jo!

*hening sejenak*

😀

Eh tapi siapa bilang gaji guru itu  gak ada yang gede? tergantung situ negonya bagus gak? hehehehe…..ga dink becanda! ya tapi gini, jangan salah ya, banyak kok guru-guru lokal yang gajinya hampir sama dengan guru asing yang dari asia (india dan phillippine) Tapi kalau mau sama dengan mereka, ya guru lokalnya setidaknya punya kualitas dan kemampuan yang menyamai juga donk. Ya mutu mengajarnya, ya English skillnya! Beugghhh ! gede juga tantangannya ya. Tapi ya gimana donk? kita kan mau bersaing nih! Jadi kalau mau meningkat secara karir or jumlah materi yang didapatkan, udah pasti harus kerja keras juga donk dalam meningkatkan mutu dalam diri sendiri kan. Asal inget ye, kalau mau jadi kaya, yah jangan jadi guru. hihihi 😀

pic borrowed from pinterest

pic borrowed from pinterest

Di kampus tempat saya kuliah dulu, jumlah mahisiswa pendidikan adalah yang paling sedikit. Saking sedikitnya, ampe malu mau deh mau nyebutinnya. Eh tapi ngapain malu dink ya. Jadi teman sekelas dulu (yang seangkatan) hanya 12 orang saja (dah macam 12 murid yesus kan) Dan saya ingat waktu itu para dosen dari fakultas pendidikan pada bilang kalau angkatan kali ini paling banyak jumlahnya mahasiswa/i nya. Whatttt….????? 12 dibilang banyak? lah trus yang tahun-tahun sebelumnya berapa donk? yak…jangan pada pingsan ye bacanya… kakak-kakak angkatan kita terdahulu ada loh yang cuma ber-4 doank sekelas…eh tunggu dulu…belum pingsan kan? ada juga deh yang cuma berdua dan bahkan satu orang saja…..huhuhuhu ga ngebayang dah itu gimana suasana kuliahnya ya, dah macam les private aja ya. Andaikan dosennya seganteng Bradley Cooper atau Christian Bale sih mungkin ga masalah, yang ada betah-betah aja. Tapi ya situ tau sendiri ye kenyataan berkata lain. 😀

images (1)

Fakultas pendidikan ini emang paling kurang diminati sih di beberapa universitas. Tapi setau saya, di Kampus Atma Jaya (tempat saya kuliah pasca sarjana dulu) mahisiswa pendidikan nya lumayan banyak loh. Ya tapi tetep ga sebanyak jurusan Akutansi dan kedokteran dan jurusan lain. Yaiyalah ya, orang pasti mikir juga ngapain kuliah mahal-mahal eh endingnya jadi guru.

Tapi ya kalo seseorang punya passion dalam dunia mengajar, dan punya kesempatan untuk mengembangkan kualitas dalam dirinya, kenapa ga jadi tenaga pengajar aja? Yuk, kita sama-sama membangun bangsa ini khususnya dari segi pendidikan, memperbaiki dunia pendidikan indonesia yang udah makin bobrok aja. Kalau bisa sih menghapus cara-cara konvensional itu. Saya sih gemes banget pengen menghapus adanya UN (ujian nasional) Errrrrrr…dan banyak lagilah yang mau dibenahi.

Jadi kalau ada yang kebetulan baca tulisan ini dan merasa punya passion dan kemampuan untuk menjadi tenaga mengajar, ga ada salahnya bergabung menjadi salah satu tenaga pendidik untuk ikut serta memajukan bangsa ini dari segi pendidikan. Mosok seh musti import-import tenaga pengajar dari negara asing melulu? apalagi negara asingnya cuma negara tetangga deket aja.

WHICH IS IN MANY WAYS, WE ARE FAR BETTER THAN THEM! TRUST ME! TRUST ME!

Teacher-Quote_thumb[1]

So, buat yang punya adik-adik or saudara  yang sekiranya masih ragu mau ambil jurusan apa di kuliahnya, Fakultas pendidikan bisa menjadi salah satu alternatif. Iya, masa depan kalian mungkin ga akan secerah para dokter dan insinyiur or para pengacara, tapi sekiranya punya panggilan jiwa untuk mengajar, kenapa nggak kan? *ini kenapa gue kayak maksa dan promosi abis-abisan fakultas gue gini ya?* hahahhahaa ya abissss eikeh desperate bok liat tenaga pengajar asing yang makin buanyakkkk ajeeeee plek-numplek-plek dinegara kita ini. Semoga mereka di hire emang karena kualitas mengajarnya, bukan hanya karena mereka cas-cis-cus eh ternyata class managementnya aja amburadul……bisa moydarrr deh itu yang jadi owner sekolahnya. Rugi bandar bok! udahlah gajinye selangit, musti bayar dan ngurusin ijin kerja, nyediain tiket pp kenegara asalnya minimal setaon sekali, plus nyediain apartemen or tempat tinggal. HAISSSSHHH! 

Tapi ya, sekali lagi, tulisan ini bukan untuk menunjukkan ketidaksukaan saya terhadap orang asing yang menjadi tenaga pengajar di sekolah kita, tapi kok ya rasanya rugi betul ya bayar mahal-mahal tapi dapat guru asing yang ga punya tanggung jawab or dedikasi terhadap pendidikan. Saya senang dengan kehadiran mereka, karena secara pribadi saya jadi bisa banyak belajar dari mereka (mereka ini yang punya kualitas aje ye, ada juga soale guru expat abal-abal).

Semoga tulisan ini menjadi bahan pengingat buat kita, bahwa dunia pendidikan kita ini masih butuh banyak dan banyak lagi orang-orang muda yang punya passion, punya dedikasi dalam dunia mengajar, supaya nantinya kita dapat bersaing dengan guru-guru asing itu dan ngusir mereka secara perlahan HAHAHAHA….ini piye toh, katanya ga masyalahhh ama guru asing…..eh sekarang pengen ngusir. hihihihi becanda ah! maksud saya gini loh, kalau misalnya semakin banyak tenaga pengajar lokal yang punya kualitas international, buat apa toh hire guru asing yang terlalu banyak? Nggak apa-apa hire guru asing beberapa, tapi harus diseleksi yang bener-bener bagus dan punya dedikasi dalam dunia pendidikan, ga cuma modal cas-cis-cus aje ye!

Uhuyyyyy!!! akhirnya lega bener deh ini udah mencurcolkan isi hati dah kegundah-gulanaan ku!

semoga tulisan ini bisa ditanggpai dengan postif ya. Kalaupun ada yang tidak setuju dengan tulisan saya diatas, please  dimaklumi saja, soale ini cuma mengeluarkan keresahan  hati aja sih. Hihihihi…

Eh sebenernya masih banyak sih aspek-aspek yang berkaitan dengan topik saya kali ini, tapi maap deh, ini aja udah panjang betulllll…ngantuk bo!!!!

So, Siap bersaing? yuk mareeeeeeeee!!!! 😀

xoxo

teacherJoeyz

29

Art Exhibition Ala anak Preschool

Dalam rangka ingin menuntaskan tulisan-tulisan yang udah hampir mau jamuran karena kelamaan nangkring di DRAFT! tulisan ini akhirnya di publish juga.

Salah satu kesukaan saya jadi guru TK adalah banyak school events yang lucu-lucu. Di sekolah tempat saya mengajar selalu punya tema yang berbeda-beda tiap 3 bulannya. Jadi dalam 1 tahun ada 4 tema. Kalo diskolah terdahulu temanya ganti per bulan or per minggu dan temanya udah ketebak banget. Tapi di sekolah ini selalu berganti-ganti tanpa pernah ada pengulangan setidaknya sampai 5 tahun mendatang. Contohnya nih, Tema 3 bulan terakhir kemaren kan “UNDER THE SEA” jadi tema ini terakhir kita bahas ya 5 tahun lalu. Dah lama banget kan ya. Ada beberapa tema yang menjadi favorit saya, salah satunya “SOLAR SYSTEM” dan excited banget waktu tau ada tema ini, saking semangatnya saya langsung ngacir ke library cari source tentang solar system dan saya dapet 1 buku yang menarik lalu saya coba breakdown the topics untuk dijadikan acuan saat membuat lesson plan .

  Ada juga tema yang saya ga suka dan males banget karena bener-bener blank ga tau apa yang mau diajarkan ke anak umur 4 tahun.Yaitu waktu temanya “ART & MUSIC” waktu itu tahun 2011 kalo nggak salah. Sebel banget karena saya nggak ngerti tentang famous artist dan semua jenis-jenis lukisan. Tapi ternyata justru dengan tema yang saya nggak ngerti sama sekali itu saya malah jadi belajar. Searching-searching di internet dan mulai dapet gambaran. Saya juga banyak nanya ama temen yang ngerti tentang art ini. Puncaknya adalah kita mengadakan ART EXHIBITION dan ini bener-bener kerja keras banget deh. Inget banget waktu itu kita hampir tiap hari selama seminggu lembur terus ampe jam 9 malem untuk nyiapin pameran ini.

Di pameran ini kita memamerkan hasil karya anak-anak yang sudah dikerjakan selama 3 bulan dan akan dinikmati oleh para orangtua murid yand datang kesekolah. Sebelum mereka datang mengunjungi kelas-kelas yang udah disulap jadi museum jadi-jadian, mereka juga ada kegiatan bersama anak mereka masing-masing. Kegiatannya boleh pilih 2 dari empat kegiatan. Waktu itu ada : wood painting, mug painting (pake acrylic) dan mask making juga scrapbooking. Excited banget orangtuanya, tapi mereka lebih excited banget pas udah masuk kekelas-kelas dan lihat hasil karya anak-anak mereka yang dipajang disana. Jadi waktu itu kita ada 5 ruang kelas, yang dibagi dalam kategori berikut ini:

1) Water color

Kelas saya waktu itu menampung semua artwork anak-anak preschool yang menggunakan media water color untuk di display.

Ini salah satu karya murid  dikelas saya waktu itu. Judulnya "sunset"....ngerjainnya lumayan susyehhh

Ini salah satu karya murid dikelas saya waktu itu. Judulnya “sunset”….ngerjainnya lumayan susyehhh

The display of students' art work in my classroom

The display of students’ art work in my classroom

still my students' art owrk. "SELF-PORTRAIT" I know it looks messy, but that's their own work, they drew it by themselves

still my students’ art owrk. “SELF-PORTRAIT” I know it looks messy, but that’s their own work, they drew it by themselves

These are the art work of Toddler students (2-3 yo)...

These are the art work of Toddler students (2-3 yo)…

2)Crayon

Dikelas ini, dikumpulkan semua pekerjaan anak-anak yang menggunakan crayon sebagai media art nya. Orangtua serasa ada di museum jadi-jadian deh.

This is the room for displaying all studnets' art work using CRAYON

This is the room for displaying all studnets’ art work using CRAYON

My students' art work, using crayon

My students’ art work, using crayon

crayon

crayon

3)Paint

all art-work using paint

all art-work using paint

189975_1902398326137_1484984_n 198912_1902435127057_747109_n Semua art work yang menggunakan paint ada dikelas ini.Sayangnya saya udah ga tau simpen dimana file-file foto ini. Karena ini event yang udah lumayan lama juga sih. Tahun 2011 bok!!!

4)Famous artist

Ini favoritnya semua orang waktu itu. Rekan kerja saya IA namanya, dia emang anak sastra prancis dulunya, makanya dia paling niat banget bikin kelasnya mirip museum kecil. Dikelas dia dikumpulin semua artwork anak-anak tentang famous artist. Waktu itu kita fokus pada beberapa artist. Yaitu: Vincent Van Gogh, Paul Klee, Joan Miro, Pablo Picasso, Andy Warhool. Dan karena saya mau ga mau mesti tau siapa tokoh famous aratist itu, jadilah saya belajar dikit-dikit tentang mereka. Sebagian hasil googling dan sebagian dari temen-temen. Asli sebelumnya buta banget deh. Oh ya tahun ajaran baru ini, tema ART AND MUSIC bakal diulang lagi, huaaaa seru!!! eh tapi mudah-mudahan ga pake art exhibition deh…..sumpehh ini rempong to de max kakaaaaaa.

All the art works related to famous artist

All the art works related to famous artist

199062_1902451447465_4055105_n

Toddler's art work, inspired by Andy Warhol

Toddler’s art work as my background inspired by Andy Warhol

My students' art artwork, inspired by Paul Klee

My students’ art artwork as my background, inspired by Paul Klee

My students' artwork, inspired by Pablo Picasso

My students’ artwork, inspired by Pablo Picasso (The Three Musicians)

famous artist

famous artist-artwork

5) Usable art Nah kelas ini tempat semua useable art. Artinya semua artwork yang bahannya terbuat dari barang-barang bekas dan bisa berguna. Contohnya kelas saya bikin gelang dan kalung yang terbuat dari kertas-kertas majalah bekas yang digulung dengan teknik tertentu dan taraaaa jadi deh gelang dan kalung manis. Ahhh tak usah kalian tanya gimana ribetnya hidup kami waktu itu…..Eh tapi fun banget sih. Ini event yang lumayan berkesan buat saya karena hal yang baru dan nambah wawasan tentang art, dan yang kedua adalahevent ini dapat feedback yang positif dari para orang tua murid. Mereka seneng banget waktu itu.

usable art-by my students (we made bracelet and necklace using old magazine's paper)

usable art-by my students
(we made bracelet and necklace using old magazine’s paper)

Usable art

Usable art

Sebenernya nih..isi blog saya yang dulu (blog yang satu lagi) itu awalnya postingan tentang school events dan teaching stuffs macam postingan ini, eh sekarang malah banyakan tulisan-tulisan ga penting macam curcol dsb. hihihihi……semoga tahun ajaran ini rajin ngapdet school events deh, lumayan buat jadi acuan or review untuk tahun-tahun ajaran berikutnya

So, itu sekilas info tentang salah satu school event yang saya sukai…… Have I told you that being a preschool teacher is so much fun? Yes, it’s so much fun here in PRESCHOOL!

KEEP CALM AND BE A PRESCHOOL TEACHER! :D

KEEP CALM AND BE A PRESCHOOL TEACHER! 😀