14

Book Review : Javier (By Jessica Huwae)

Javier goes to Central Park....*hehe iseng banget ya* soalnya kan lumayan bisa baca di mobil pas pulang.

Javier goes to Central Park….*hehe iseng banget ya* soalnya kan lumayan bisa baca di mobil pas pulang.

Finally Javier is out in the bookstore. I have been following the process of making this book through the pictures uploaded in Instagram by the author herself, Jessica Huwae. She is one of my favorite author. Her best fiction is “Soulmate” and I am so in love with the character that she built in each of her story.  The book ‘Soulmate’ itself has made me fall in love so deep to Oka, the main character. I wrote it here.

Jessica has a very good talent in writing good sentences and it sound so beautiful. I always have a new vocabulary when I read her book. Moreover, she is able to make a good twist at the end of her story. Lots of unpredictable stories you could find in “Skenario Remang-Remang”.  Her writing most of the times are gloomy and a bit dark.

The last book I read from her was “Galila” and that one is an exception because it has a sweet ending. I love Galila, but not as much as I love “Soulmate”. Ok, so here I will try my best to give a short review about her last book “Javier” and try as much as possible not to be spoiler. Please just allow me to write the review in Indonesian, ok!

Synopsis

Javier adalah seorang penulis yang sedang mengalami yang namanya writer’s block. Penulis yang bukan hanya berbakat namun juga pernah mengalami masa kejayaannya selama lima tahun awal karirnya. Penghargaan Internasional pun pernah diraihnya. Semua kebuntuannya dalam menulis dimulai pasca bercerainya ia dan istrinya Duma. Harusnya mudah untuk Javier bisa ‘move on’ dan kembali berkarya karena ada Saosan yang cantik dan selalu ada setiap ia membutuhkannya. Namun Duma mantan istrinya telah berhasil membuatnya terpuruk selama berbulan-bulan.

Javier mempunyai waktu 30 hari untuk menyerahkan naskah tulisannya terhadap Rosi editornya. Kalau nggak, kontraknya akan ditinjau ulang dan dia harus mengembalikan uang muka yang diberikan penerbit untuknya. Javier mencari cara untuk bisa merampungkan tulisannya dengan pergi ‘bertapa’ di daerah puncak, Jawa-barat. Ternyata para penulis punya caranya sendiri-sendiri untuk mendapatkan ilham. Javier pun termasuk salah satunya.

Di villa yang ia sewa, Javier menemukan banyak kejutan. Kejutan yang menggiringnya untuk akhirnya memulai penulisan naskah ceritanya. Tanaya, cucu dari pemilik Villa yang disewanya itu adalah salah satu kejutan lain pada masa ‘pertapaannya’ di villa tersebut.

Apakah Javier berhasil menyelesaikan naskahnya dalam tenggang waktu yang diberikan Rosi editornya? Apakah Saosan berhasil menggantikan peran Duma dalam hatinya? apa justru Tanaya dengan keceriaannya membuatnya bisa melupakan Duma? Temukan cerita lengkapnya dalam buku Jessica berjudul “Javier”.

VERDICT

Jessica selalu berhasil memberikan kejutan bagi para pembacanya. Javier adalah salah satunya. Konsep penulisan novelnya kali ini adalah, narasi berlapis yang berhasil membuat saya kagum dengan beliau. Terus terang buku ini mengingatkan saya akan novel Supernova Dee yang berjudul “Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh”. Novel di dalam novel. Tapi kalian jangan langsung pesimis dulu ya. Buku Javier layak banget untuk dibaca. Bukan bacaan yang bikin kening mengkerut melainkan kita akan dibuat mengangguk-anggukan kepala pertanda setuju akan berbagai hal yang ditulis Jessica.

Buku ini juga ditujukan buat kalian yang suka menulis, pernah dan masih bercita-cita menjadi penulis, atau bahkan bagi kalian yang sedang melakoni pekerjaan sebagai penulis. Karena banyak sekali hal-hal penting atau boleh saya sebutkan sebagai fakta tentang lika-liku kehidupan para penulis. Bagaimana proses menulis berlangsung dan semua hal tentang menulis. Boleh saya katakan ini bagaikan buku panduan atau guide untuk menjadi penulis yang baik.

Dalam bukunya, Jessica juga menyinggung tentang para bloggers yang suka menumpahkan segala sesuatu di blognya…*hadeehhh bagian yang ini kesindir dah* hehehe. Jessica begitu jujur dan gamblang dalam mengemukakan semua keresahannya tentang kehidupan para penulis melalui kisah Javier ini.

Buku ini membuat saya setidaknya mengerti dan dapat menghargai karya-karya penulis dan kita tidak seenaknya menuliskan atau mengucapkan kritikan tajam. Seperti yang tertulis dalam buku Javier hal. 19 :

Lihatlah, betapa mudah pekerjaan mengkritik itu, bukan? Kau tinggal menyatakan suka atau tidak suka, padahal suaramu tidak pernah mewakili orang kebanyakan. Begitu subjektif. Kritikus dari media-media besar bermain seolah mereka adalah “Tuhan”, kadang tukang jagal. Padahal, kenyataan tentang suatu karya adalah akan ada yang mencintai apa pun yang kau tulis, dan tentu saja tidak sedikit yang mencercanya.

Nahhh bener kan, jadi buku ini bukan cuma mengikuti kisah Javier dan mengumpulkan kepingan puzzle di dalamnya, namun juga penyemangat atau support buat siapa saja yang suka untuk menulis. So, ga ada salahnya untuk menikmati buku Javier dan menjadi teman buat kita saat liburan akhir tahun ini.

Satu-satunya hal yang mengganjal buat saya dalam cerita ini adalah, mengapa Javier harus menggunakan nama asli dari karakter atau tokoh-tokoh dalam naskah ceritanya? Itu membuat saya bisa menebak kemana cerita ini berujung. Tepatnya saat saya membaca halaman 193. But again, Jessica bikin saya selalu bengong sekaligus kagum saat saya berada di halaman terakhir buku ini, hal 257. Hmmmm seakan kita disuruh nebak sendiri gimana endingnya, dengan segala clue yang diberikan sang penulis di halaman-halaman sebelumnya. Jadi tetep ya bok! endingnya surprise juga.

Fav line:

“Karena hidup idealis adalah hidup yang sunyi dan sepi”

Jessica juga menyisipkan kutipan dari Stepehen King :
Writing is a lonely job. Having someone who believes in you makes a lot of difference. They don’t have to make speeches. Just believing is usually enough.” >> love this quote..

“Hidup selalu memberi kejutan, memastikan kau mencicipi pengalaman sehingga kau takkan pernah mati bosan”

Good job Mba Jess!
Hopefully I can meet you one day. Maaf ga bisa datang pas launching Javier beberapa minggu lalu. But I appreciate for the invitation you gave. *sok ikribbb banget kamu Jo!* 😀

Semoga bukunya laris manis…

So, do you love to read? do you love to write? then this book is for you.

Selamat membaca ya temans…semoga menemukan hal yang sama seperti saat saya baca buku ini. A must Read.

36

Sabtu Bersama Bapak : Book Review

10492287_10204630572470713_5373177570116562733_n

SPEECHLESS!

itu sampe ga tau mau ngomong apa pas abis baca buku ini.

*suka lebay emang gue ini kan* 😀

Iya jadi kapan itu liat bukunya Di Gramedia, tapi ga terlalu tertarik beli, tapi abis baca blognya Roy dan si Tenkky alias Nadya juga upload di IG, mereka rekomendasi bukunya, ya jadilah saya baca. (ini salah satu dari 6 novel yang saya beli minggu lalu untuk mengisi liburan 2 minggu ini….seru kan)

Ceritanya tentang apa? 

Ini adalah sebuah cerita.

Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. 

Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik.

Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih.

Dan……, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

Itu sepotong tulisan di sampul buku dari sang penulis Adhitya Mulya (penulis ‘jomblo’)

Jadi Cakra dan Satya adalah dua kakak beradik  yang ditinggal oleh ayah mereka waktu mereka masih kecil (Satya usia 9 tahun, dan Cakra usia 6 tahun) Sang bapak divonis oleh dokter sakit kanker dan bisa bertahan paling lama setahun lagi. Dan sang bapak berusaha ingin selalu ada untuk anak-anaknya meskipun saat dia sudah pergi nanti. Oleh karena itu si bapak mempunyai ide yang brilliant dengan membeli sebuah handycam dan membuat video-video yang sebenarnya sebagai guidance in life nantinya buat kedua anaknya. Dan Video-video dari sang bapak akan ditonton setiap sabtu sore. Satya dan Cakra sangat menantikan sabtu sore karena mereka merasa bapak mereka dekat dengan mereka dan menyapa mereka lewat video-video yang sudah disiapkannya dulu bersama ibu Itje sang istri. Seakan bapak mereka tidak kemana-mana. Seru juga ya idenya. Iya kalo kita tau kapan kita mati. Kalo meninggalnya ga pake aba-aba (tabrakan, serangan jantung)…duhhhh *amit-amit* jangan ya Tuhannnnn

Di video pertama si bapak bilang:

Hi Satya, Hi Cakra! ini bapak, iya benar kok ini bapak. Bapak cuma pindah ketempat lain. Gak sakit. Alhamdulilah, berkat doa satya dan Cakra. Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan main di samping kalian. Tapi bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan bapak disamping kalian. Ingin tetap bercerita kepada kalian.” 

Udah mengharu biru aja pas baca bagian ini, kebayang gimana perasaan si anak yang tahu bapaknya uda ga ada, kebayang perasaan si bapak waktu merekam video ini karena dia tahu dia akan pergi ningglin anak-anaknya. Lalu mulai baca bagian Satya dan Cakra sudah dewasa, asli bener-bener dua pribadi yang berbeda banget tapi dua-duanya seru.

CAKRA

Kalo udah baca bagian si adik, Yaitu Cakra….udah deh pasti ngakak sengakak-ngakaknya, soalnya emang nih ceritanya si Cakra tuh kalah ganteng ama abangnya (pukpuk…kesiannn) Gelagapan kalau deketin cewek. Sampe Si Satya kakaknya save di  phonebooknya dengan nama yang macem-macem: “pria tuna asmara” or “gembel cinta” or apalah sejenisnya yang menggambarkan gimana menyedihkannya kisah percintaan adiknya ini. (kuyang asyemmm nih si Satya)

Usia si Cakra udah 30 tapi masih jomblo aja, tapi soal karir mah lumayan udah bisa beli rumah sendiri, jabatan dikantor juga udah jadi deputy director di sebuah Bank. Suka banget deh suasana kantor si Cakra ini. Terlebih divisinya dia, asik banget ama sesama anak buahnya. Just wondering sih, beneran ada ga ya suasana kantor seperti itu, or tipe bos yang asik banget kayak si Cakra. Pokoknya Cakra ini tipe orang yang menyenagkan banget deh kecuali urusan cinta….payah dia kalo udah bersangkutan ama urusan cewe. Sampe bawahannya bilang ke dia: “seorang jomblo berumur 30 tahun. Menyatakan cinta 3 kali. Ditolaknya 5 kali. Sudah menjomblo 13 tahun, berapa tekanan batin yang disimpan di hati si jomblo?” >> BUAHAHAHAHA…..asli ini minta dipecat banget nih kalo ada bawahan yang berani ngomong gini keatasannya. 😀

SATYA

giliran baca bagian si Satya sang kakak, langsung sendu-sendu haru gitu. Saya ngerasa si penulis tahu betul rasanya jadi ayah (yaiyalah si mas Adit ini kan bapak dari dua anak lelaki ya, jadi pas banget lah dia mendeskripsikannya), dia kayak menuangkan filosopinya mengenai parenting juga di buku ini. I like it!

Satya kerja di oil and gas company gitu,lulusan Geologi yang harus selalu pergi ke site untuk beberapa waktu dan pulang sesekali. (Jadi inget temen yang anak Geologi), Jadi ceritanya Satya tuh tinggal di Denmark bersama Rissa sang istri yang cantik dan tiga anak laki-laki yang terpaut usia 2 tahun masing-masing.(kebayang riwehnya hidup dengan 3 anak laki-laki tanpa ART, dan suami yang hanya pulang hanya sesekali, saya punya temen nih percis begini kondisinya, ga sanggup juga bayanginnya) >> ya gausah dibayangin kali jo! dinikmatin aja! 😀

Karakter Satya itu mudah marah, beda ama Cakra yang humoris. Sedikit perfeksionis juga, punya istri yang baik dan punya penghasilan dari main saham (work from home) yang masih singset dan tetep cantik walau udah brojolin tiga anak (ohhh no! merasa terintimidasi bagian yang ini ya bok!) 

Suatu kali saat Satya telfonan sama anaknya Ryan, Ryan dibuat nangis kejer karena dimarahin via telfon ama Satya. Perkaranya adalah si Ryan ga bisa jawab soal matematika. As I told you before, si Satya ini kan Perfeksionis dan emosian anaknya, jadilah si Risa istrinya kesel banget dan marah, trus ngirim email. (anjrittt!!! suami istri kirim-kiriman email yang isinya ngebahas masalah RT itu gimana coba!)

Jadi di email itu si Rissa bilang kalau Satya sang suami mending ga usah pulang dulu deh kerumah saat dia off nanti, sebelum di bisa menyadari akan sifat-sifatnya yang udah ganggu banget, karena ternyata selama ini anak-anaknya selalu takut kalau bapaknya pulang. HIKS!!!!!! perihhh banget ga tuh seorang suami dan bapak dapet respon begitu dari anak-anaknya. Yah gimana nggak serem kalo Satya selalu marah tiap kali dia liat rumah mereka yang kayak kapal pecah, Masakan istri yang STD alias standard, prestasi anak-anaknya yang ga sesuai ekspektasinya. Huhuhuhuh….udahlah LDM an…..pas balik kerumah eh malah berantem mulu kerjaannya.

Ok, pas bagian ini saya jadi senyum-senyum sendiri, because once I said to uppa pas lagi argumen lewat telfon (kita kan LDM an yang ketemunya cuma hari Rabu, lalu jumat-minggu) :

Me: “ih capek deh ngomong sama kamu, udah deh besok hari rabu kamu stay dikost-kostan aja, ga usah balik! nyebelin!” klik!!! lalu telepon diputus. >> contoh istri durhaka…LOL 😀 hahahaha…..ya abisss kalo nyebelin banget gitu kadang mendingan jauh-jauhan aja deh. Eh tapi kalo keselnya dah ilang….kangennya ampe ke ubun-ubun juga sih >> Contoh istri labil 😀

So, pasca baca email dari Rissa, si Satya merasa tertohok banget kan ya, so he’s trying to figure out how to fix it, how to be a good father. Ternyata ga gampang jadi ayah yang baik, ayah yang dirindukan oleh anak dan istrinya. It’s been a long time that Satya never played the video from his bapak anymore, to hear the story and wisdom, video bapaknya itu bagaikan guidance in life untuk anak-anaknya. Jadi Satya mulai menonton video-video dari bapaknya lagi, dan dia menyadari banyak hal yang dia harus perbaiki, dimulai dari meminta maaf dan segala cara untuk menurukan ekspektasinya terhadap anak-anaknya. Bagaimana Cara Satya memperbaiki hubungan dengan istrinya? bagaimana ia mencairkan suasana dan membuat hubungan ayah-anak menjadi hangat kembali? berhasilkah Satya? baca deh bukunya…seriously its’s such a good lesson. Di bagian Satya ini banyak tips parenting yang menurut saya okeh bangetlah! *sungkem sama mas Adhitya*

salah satu contoh parenting tips di buku ini:

“Ketika orangtua memberikan waktu dan ruang untuk bersimpati dan berempati dengan si sulung, anak sulung itu akan memiliki waktu dan ruang untuk bersimpati dan berempati apda adik-adiknya.” >> peluk Gwinette, anak sulungku yang sering jadi korban omelan emaknya…huhuhu 😦

Jadi ya kumplit… ada tawa, ada haru, ada pelajaran hidup, ada tips-tips pedekate (yang gokil semua), ada sindiran buat para emak-emak yang dah beranak untuk tetap jaga penampilan fisik.

MY FAVORITE PART

Haahaha……ini bagian paling tricky deh, jadi kan ya si Rissa ini tipe istri yang baik banget and has a ‘yummy’ look. Si Satya ga tau ternyata selama ini istrinya tuh rajin olahraga dirumah, sedangkan Satya males banget work out dan perutnya dah sedikit buncit. Satya ga nyangka bahwa Rissa bekerja keras untuk menyenangkan suaminya.(Yah ga gitu2 juga sih motivasi si Rissa untuk olahraga, Satya GR banget deh kamuuu hehe) So, one way of trying to fix their relationship is to appreciate her wife. Jadilah si Satya mulai nge gym dan ngotot punya abs or six packs. Pas ditanya temen kantornya motivasinya nge gym apa? Satya jawab: Because I have a sexy wife and my wife deserves a sexy husband. >> pretttt!!!! sial!!! tricky banget kan!!!! ini namanya nyindir akikah donk bokkk!!! nyindir kita semua buibuuuuu (yang merasa aja sih, merasa punya tetelan diperut maksudnya) LOL…. iya iya deh…abis libur lebaran kita work out lagi deh!!!, latihan muay-thai lagi deh *janji* (lalu colek si uppa, kamu juga donk darling!!! biar kita kayak si Satya dan Rissa….>>ngokkkkk!!!!! hahaha contoh motivasi yang salah! 😀

Another part yang paling saya sukai adalah petualangan Cakra sang adik untuk mengejar cintanya. Ayu, anak baru dikantornya yang cantiknya bikin Satya ampe kayak orang bego. Suka banget ama jokes-jokes dari orang kantornya itu. Asli itu saya ngakak-ngakak aja sepanjang cerita Cakra di kantor bareng bawahannya yang kadang kuyanggg asyeemmm tapi sebenernya bawahannya itu perduli banget ama bos mereka yang masih aja menjomblo di usianya yang udah 30 tahun.

Berhasilkah Cakra mengejar cintanya? Karena dilain waktu sang ibu masih ingin menyaksikan Cakra menikah sebelum dia meninggal karena kanker payudara yang diderita ibunya.

Ajeeeee gileeee, ini saya nge-review buku apa storytelling ya? hahahaha maap spoiler dikit yeee….iye saya emang gini kalo udah suka banget pasti pengen share aja bawaannya. Tadi malem si uppa saya paksa dengerin saya storytelling mengenai buku ini. Huhuhuhu andaikan dia mau baca ya. Pasti seru banget bisa diskusiin isi buku ini.

Cerita yang saya tulis diatas belum ada apa-apanya kok, musti baca bukunya. Dijamin hati hangat, hangat karna tawa dan haru. Seneng liat hubungan Antara ibu Itje dan kedua anaknya Satya dan Cakra. Jadi ngebayangin gimana ya nanti hubungan saya dan Gwintte Gavin saat mereka udah besar nanti? Mudah-mudahan bisa seperti Ibu Itje ini,asik banget, ga mau memaksakan kehendaknya, mengayomi, bisa becandaan dan sindir-sindiran yang kocak gitu, ga mau ngerepotin anak-anaknya dan selalu meletakkan kebahagiaan anak-anaknya diatas segalanya. PHEEWWWW!!!! I  can’t breath just to imagine that my babies will soon become adults too like us. Hold on!!!! pause the time please..I want to fix so many things from my parenting style first! huhuhuhu *nangis bombay*

Jujur aja nih, awalnya saya males banget mau beli buku yang ceritanya tentang “ayah” gini, bukannya apa-apa, hubungan saya dan ayah saya itu kan gak hangat, masih inget waktu saya nge-review buku papua berkisah punya mba Swastika Nohara kan? dibuku itu juga kan tentang hubungan ayah dan anak. Tapi walaupun saya ga punya bapak yang hangat, setidaknya saya tahu dia cinta kami anak-anaknya, dan saya tahu saya punya suami yang sangat mencintai anak-anaknya. Have I told you that I have an awesome husband and a super dad for Gwin and Gav? yes HE’S THE BEST DAD EVER! (jiahhh jadi kangen kan, orangnya udah cao pulak ke  Cilegon lagi…huhuhuhu) >> Yes I’m a drama wife! 😀

Oh ya banyak catatan-catatan kaki (footnote) yang asli KAGAK PENTING BANGET! hasyemmm banget ini emang penulisnya….kocak bener deh! kirain beneran penjelasan ilmiah apa gitu ya! hahahha…..musti liat sendiri, susah jelasinnya.

So if I have to describe this book with two words, then I would say:

“TAWA DAN HARU”

soalnya abis ketawa, trus sendu-sendu haru, kayak gitu aja terus sampe halaman 277, halaman terakhir dari buku ini. So do you want to experience like what I have? Go find and read this book…This is a highly recommended book! I’m gonna read this book again for sure!

*maafkan kelebayanku ini ya, kalo misalnya kalian ga nemu perasaan yang sama pasca baca buku ini, please don’t blame my review, but this is just what I feel  after reading this,from the bottom of my heart deh pokoknya”

So here is my fav line:

When Satya make up with his wife Rissa:

Rissa: “Saya ga ngerti” (jadi Rissa mencari jawaban kenapa sekarang suaminya udah berubah)

Satya: “Let’s just say this is me, keeping up with you.”

Rissa: (nodding her head)

Satya: “I can’t ask for a better you. You, however deserve a better me”

*yukkk mareeee kakaaaa….. peluk suami/istri masing-masing….. yang masih pacaran pegang tangannye ajahhh, dan yang masih jomblo….gih.. pelukan ama si Cakra sang jomblo tuna asmara,….. 😀 😀 *

ciao….sampai jumpa di review buku selanjutnya…….Love love this book so much!

xoxo

11

BAPAKku dan “Papua Berkisah” By Swastika Nohara

Seberapa dekatkah kamu dengan bapak? iya bapak or papa or papi or daddy?

Sedari dulu saya selalu memimpikan punya ayah yang hangat, dan bisa akrab atau sekedar bisa ngobrol-ngobrol or becandaan seperti papa dari Debby temen saya.

Iri deh kalo liat orang akrab sama bapaknya. Nasib punya bapak super COOL…..jangankan bisa akrab, tapi mau minta tolong sesuatu aja saya takut. Sifatnya yang moody dan juga dingin seakan mau nelen oran bikin saya udah jiper duluan.

Ada beberapa memori bersama bapak yang bikin saya sebel. Salah satunya kalo lagi dimarahin beliau. Saya yang dari kecil hobi nonton tv pernah di bentak bapak untuk masuk kamar dan tidur kaerna udah jam 9 malem. Padahal buat orang lain ini mah biasa aja ya..tapi buat saya ini nyakitin banget. Itulah karena saking jarangnya ngomong dan marah..tapi dibentak aja udah bikin nangis bombay.

Setiap saya pulang dari luar kota dan udah kemaleman saya sering minta tolong bapak untuk jemput saya di Airport or di stasiun ot terminal… tapi keseringannya akan ditolak dan hanya dijawab ” naik taxi aja” Hiksssss mana nih sosok bapak yang melindungi anak! Duh boro-boro kagum sama beliau… sebel iya!

Tapi itu dulu sih, waktu akik masih muda belia ya bok! *berasa tuir*

Sekarang saya rasa ada beberapa hal yang saya selalu harus ingat bahwa bapak adalah sosok bapak yang bertanggung jawab dan sayang sama istri dan anak-anaknya.

Waktu kecil dulu saya dan adik saya sering dibelikan baju kembaran sama bapak kalo dia baru pulang berpergian dari luar kota atau bahkan kalo dia mampir dipasar. Tapi cara ngasih bajunya ya sok cool gimanaaa gitu. Nyebelin…hahahaha

Ada satu hal yang saya nggak bisa lupa dari bapak saya yang sok cool itu. Bapak saya tahu kalo saya itu penggemar berat BON JOVI, waktu SMP Bon Jovi pernah dateng konser di Ancol jakarta… saya pengen banget bisa nonton..tapi ga mungkinlah dikasih. Saya inget harga tiketnya 45rb rupiah. Kecengan saya waktu itu nabung tiap hari ga jajan mie ayam kesukaannya demi bisa beli tiket konser bon jovi itu. Saya cuma berharap disiarkan ulang di TV.

Jadi udah dikasih taulah bakal ada siaran ulang konser bon jovi jam sekian sekian dan saya super excited banget waktu itu. Pulang sekolah saya semangat banget karena sore or malemnya acara konser siaran ulangnya mulai. Pas nyampe rumah harapan saya pupus…. karena ternyata Tv kami baru aja dijual bapak, ga tau alesannya apa..mungkin lagi butuh duit mendadak. Kesel mengkel banget rasanya. Akhirnya saya nonton di rumah tetangga, tapi kan saya ga puas..ga bisa nyanyi sepuas-puasnya karena ga enak lah ya ama tetangga dan saya juga udah kesel.

Saya ngambek abis-abisan karena kejadian ini. Dan si bapak yang nyebelin itu terasa makin menyebalkan…super menyebalkan 😦

Tapi suatu sore saya terkejut bapak saya datang dan tiba-tiba nyodorin saya sebuah VCD Bon Jovi dan saya langsung lelompatan…..ohhhh seneng banget luar biasa….

Ternyata bapak merasa bersalah karena kejadian tempo hari dan akhirnya tiap hari saya nonton vcd itu, seneng banget banget. Oh ya kasetnya juga dibeliin tapi VCD itu kan ada Video clip yah jadi bikin rasa kesel saya tempo hari bener-bener terobati deh.

Saya tau kalo bapak tuh sebenernya sayang sama saya..sama kami… tapi sifat dinginnya kadang nutupin semua itu. Hanya bisa dimengerti saat saya udah dewasa seperti ini.

Dia emang males jemput-jemput kami dari mana-mana..tapi setidaknya beliau tidak pernah keberatan untuk jemput Gwinette pulang sekolah tiap harinya… *jiahhh cinta ke cucu lebih besar ya pakkk!* >> emaknya ngiri abesssh :))

Lalu saya baca Novel “Papua Berkisah” dari Swastika Nohara yang akrab dipanggil mba Tika.

Secara garis besar ini adalah kisah hubungan kasih sayang antara bapak dan anak perempuannya. Bikin terharu karena sikap Saulus (ayah) yang nggak hangat ternyata punya cinta dan perhatian yang sangat besar terhadap anak perempuannya Eva. Sosok Saulus ini mengingatkan saya sama bapak saya yang cuek banget tapi saya tau didalem hatinya pasti dia cinta sama anak-anaknya. Bapak dan anak ini sama-sama penggemar sepak bola. Dan si Eva ini penggemar berat Persija dan saking ngefansnya dia jadi anggota jack angels (nama panggilan untuk fans perempuan jackmania) dan nggak pernah absen nonton di stadion, terlebih saat pertandigannya diadakan di GBK.

Buat yang udah pernah nonton pertandingan sepak bola secara live di GBK (Gelora Bung Karno) cerita ini pasti bikin kita makin bisa membayangkan suasana dan euphorianya. Tapi buat belum yang pernah nonton ya tetap bisa bayangin juga sih, karena mba Tika mendeskripsikannya dengan baik. Saya sendiri baru sekali nonton bola di GBK dulu tahun 2007 or 2008 pas piala AFC Indonesia VS Korea, asli emang seru banget nonton di GBK, maklum dari jaman SMP saya suka nonton pertandingan sepak bola. Dulu ngefans banget ama Michael Owen waktu dia di Liverpool. Sampai sekarang saya adalah penggemar Liga Inggris. Dulu ampe nangis waktu Inggris kalah di pertandingan seperempat final. Hikssss…..

Si Eva dalam cerita ini, adalah perempuan yang berusia 21 tahun dan berasal dari papua tapi belum pernah pulang ke Wamena-Papua. Karena Ayah dan Ibunya merantau ke Jakarta saat mereka muda dulu.

Selanjutnya adalah kisah perjalanan Saulus dan Eva menuju Wamena. Penuh drama dan bener-bener saya deg-deg an, seakan-akan saya ikut bersama Eva dalam adventure mereka.

Banyak hal yang terjadi dalam perjalanan ini yang akhirnya membuat saya terharu biru sama kisah hubungan sang ayah dan anak.

Nyebelin banget emang si Saulus bapaknya si Eva ini, coba gimana ga nyebelin HP nya si Eva dibanting aja gitu keluar dari jendela mobil dan dilindes deh ama kendaraan. Belum lagi ternyata Saulus itu seakan memaksakan kehendaknya banget. Karena harus menuruti keinginan bapaknya ke Wamena, Eva rela mengakhiri karirnya di Ibukota sebagai pegawai minimarket yang sedang akan dipromosikan untuk naik jabatan.

Tapi satu pelajaran yang saya ambil dari cerita ini adalah Feeling orangtua untuk anaknya nggak pernah salah. Dicerita ini Eva mudah sekali percaya sama laki-laki dan ayahnya yang terkesan rese dan over protektif itu ternyata selalu benar dalam memandang seorang laki-laki yang mencoba dekat dengan Eva.

Ohya ada humor-humor juga yang diselipkan mba Tika dalam buku ini, salah satunya tulisan-tulisan di bagian bak belakang truk-truk lintas provinsi yang dilihat Eva sepanjang perjalanan darat menuju Surabaya bersama ayahnya sebelum mereka berangkat ke Papua. Tulisan-tuisannya emang suka nyeleneh macam “NEW FEAR THE ME IS THREE” (nyupir demi istri)  dan masih ada beberapa lagi.

Buat yang penasaran seperti apa adventure ayah dan anak ini, beli deh bukunya ya. Buat saya yang punya bapak super sok cool ini mungkin jadi pengingat buat saya bahwa tidak ada orangtua yang tidak sayang pada anaknya, kalaupun ada paling hanya 2% didunia ini, dan si 2% itupun dipertanyakan kewarasannya.

Sekian Review dari saya ya mba Tika, maaf saya mesti relate ke diri saya dan sepertinya Papua Berkisah ini musti ada lanjutannya deh. Akhirnya mereka tinggal di Wamena atau di Jayapura? dan akhirnya sperti apa ya hubungan mereka dengan keluarga dari Lisa, istri Saulus? Trus pekerjaan mereka disana?

Thank you for the great story mba Tika!

Bahwasanya……

Hidup bukan selalu soal cinta…….. 
image

xoxo

JOEYZ

23

Dirty Little Secret (Book Review)

He wants her. She hates him. Together they have a….. “DIRTY LITTLE SECRET”

20140325_122213

Lagi iseng aja beli novel-novel yang ringan….karna bakal libur seminggu dan tau ga bakal kemana-mana. Jadi hari minggu kemaren kita ke Mall puri Indah (lah ini gimana siih? katanya ga bakal nginjekin kaki di mall untuk 10 bulan kedepan?) lol 🙂

ya namapun manusia…bisa berubah kapan aja 🙂

Oke jadi kita mampir ke Gramedia nyari coloring book buat Gwin yang lagi kegandrungan mewarnai beberapa bulan ini. Dan saya mau cari bacaan ringan untuk ngisi liburan. Sempet bingung mau beli si DLS (Dirty little secret) ini apa soulmate.com nya Jessica Huawae ya ? kalo beli 2 kok ya langsung berasa duitnya ya….*medit*

Oke jadilah buku ini saya bawa pulang dan mulai baca, karna anak2-nyampe rumah udah langsung pada tepar aja mulai dijalan pulang tadi.

Saya mulai baca dari awal dan langsung ga bisa berhenti…..terusss dan terussss tanpa si penulis “Alia Zalea” memberikan saya jeda untuk boring di part-part tertentu. Saya tetap baca dengan khusyukkkk….

Dan akhirnya saya selesai ngebaca ini jam 3 subuh !!! huaaaaa gilaaa lebih parah dari drama Korea, buku setebal 333 halaman di eksekusi dalam waktu sekian jam. Untung senin itu saya udah libur…kalo nggak ya bisa tepar.

Cerita model begini sih udah banyak ya, maksudnya ide ceritanya menurut saya umum banget. Bukan sesuatu yang unik. Tapi ya itu tadi..saya suka aja ama bahasanya yang gampang dicerna dan humor2nya yang ga terlalu dipaksakan. Saya cerita dikit ya isi bukunya. Janji deh gak bakal spoiler2 amat.

2 tokoh utamanya  adalah Ben Barata seorang laki-laki sukses yang jadi senior consultant di Chicago Amerika serikat, yang merasakan kekosongan selama 8 tahun lamanya Ben pulang ke Indonesia selama 3 minggu dan mencari Jana untuk minta maaf atas kesalahannya 8 tahun yang lalu dan kekosongannya hanya bisa diisi oleh Jana Oetomo. Jana itu ibu dari sepasang anak kembar berusia 7 tahun. Jana harus membesarkan kedua anaknya tanpa seorang ayah.

prolog:

Ben,

You are an asshole. I don’t know why I ever thought that my world revolves around you, that I love you and that you felt the same way. It took you abandoning me when I needed you the most to realize that I meant NOTHING to you. So, thank you for opening my eyes to who you really are before I wasted  any more of my life with someone like you.

Jana.

Ps: Don’t worry, I’ve taken care of “our fuck-up” (As you called our baby), just like you asked me to.

 

Huaaaaa udah ketebak banget ya alur ceritanya. Iya tentang Jana dan Ben yang ketemu pas sama-sama kuliah dikampus yang sama di Iowa state di Amerika Serikat,mereka jatuh cinta dan pacaran.. Umur Jana saat itu masih 19 tahun dan sangat polos…sedangkan BEN….oh he’s a jerk! he slept with so many girls tapi Jana ga perduli karna saat itu dia jatuh cinta banget ama Ben. Until she found out that she’s pregnant and Ben refused to marry her. So that’s it! Jana disseapeared like wind…..

Gimana ga dissapear kalo cowok yang harusnya bertanggung jawab ama kita malah nyuruh untuk menggugurkan kandungan…(sinetron banget ye ceritanya )

Eh tapi saya suka sih percakapan-percakapan mereka…. dan ada beberapa klimaks yang bikin darah diotak saya nyessss ngalir sampai keujung kaki… (hahahha serius dehhh)

*ini lebay apa emang saya yang terlalu khusyuk ya bacanya*

oke, jadi pas Akhirnya Ben berhasil menemukan Jana secara ga sengaja di sebuah acara penggalangan dana, itu adalah klimaks pertama yang bikin saya deg-deg an…..what’s going to happen next??? saya saelalu berfikir seperti itu dan saya makin ga bisa tahan untuk selesaikan buku ini.

Klimaks ke 2 adalah klimaks saat Ben tau bahwa ternyata Jana tidak jadi menggugurkan anaknya dan akhirnya Ben tau bahwa dia punya anak laki-laki. Buka satu tapi 2… dua anak kembar yang kebandelannya mirip Ben waktu kecil. Ben yang yang tipe2 bad boy gitu bisa nangis hanya dengan liat anak-anaknya yang udah tumbuh besar. Dia kehilangan momen 7 tahun bersama anak-anaknya….asli,,,bagian ini saya nyesess banget.

Ben dan Jana sebenernya sih masih saling cinta banget, dan Ben ngotot masih minta Jana untuk maafin dia dan mau sama-sama lagi, tapi Jana takut karna perasaannya diliputi rasa sakit hati yang terlalu besar untuk kejadian 8 tahun lalu, their dirty little secret.

Yah pokoknya banyak percakapan yang bikin kita liat gimana konsistennya Jana untuk menutupi perasaannya terhadap Ben. Dan betapa konsistennya Ben untuk tetap mendapatkan kembali hati Jana. And by the way di buku ini ada beberapa adegan making out yang ehmm 18 tahun keatas lah ya bok! Tapi ga gimana2 banget sih… ya adegan kissing2 aja sih sebenernya…. 🙂

Ditiap halaman pertama  bab baru, si penulis menyisipkan quotes2 yang diambil dari lirik-lirik lagu Bon Jovi dan penyanyi lain sih nampaknya. Dan setiap quote atau lirik lagu yang ditulis bisa relate ke isi cerita di bab itu…. ini contohnya:

“If  have the chance, love… I would not hesitate

To tell you all the things I never said beore

Don’t tell me it’s too late.”

 

Moral of the story?

1) Do not have sex before married…eh maksudnya kalo emang udah ga tahan, tp belom siap punya anak, yaudin atuhhh pake pengamannya kakakkk ! 🙂

2) Ada 2 macam keluarga yang saya liat disini. Dan saya suka dengan tipe keluarga Ben disini yang hangat . Walaupun ayah Ben adalah pengacara terkenal tapi Ben ga mau mengandalkan popularitas ayahnya dalam dunia karirnya. Saya suka hubungan Ben dengan kakak perempuannya Eva yang so natural. Sedangkan keluarga Jana adalah keluarga yang otoriter memaksakan kehendak, dan Jana harus bekerja di kantor ayahnya karna hanya Jana dan adiknya yang nantinya akan mewarisi perusahaan keluarganya.hisss males banget.

Oke udah segitu aja…..ntar beneran spoiler lagi…

so, apakah Jana akhirnya bisa memafkan dan menerima Ben kembali? gimana dengan karir Ben yang udah sukses di Chicago? apa dia rela ninggalin karirnya dan memulai lagi di Jakarta dari nol demi bisa bersama dengan kedua anak kembarnya?

ya pokoknya yang penasaran silahkan dibaca aja yahhhh….

kalo ada yang mau pinjem,,,boleh yuk tukeran donk kita pinjem2an gitu 🙂

*udah macam jaman SMA aja ….tuker2an novel*

ps: dear mamak sondang: buku The help darimu masih belom kelar2 juga, maklum kalo baca enggris otaknya agak lama bekerja 🙂

Happy Reading 🙂