41

Mockingjay : Kenapa Katniss Memilih Peeta?

Mockingjay part 2 adalah salah satu film yang saya nanti-nantikan di penghujung tahun 2015 ini(eh yampun dah mau abis aja ini 2015 ya). Saya selesai baca novel Mocking Jay bulan April lalu. Sungguh makinlah penasaran gimana nanti bentuk mutannya, gimana nanti mereka kejar-kejaran di lorong bawah tanah, gimana nanti mereka berhasil masuk ke Capitol. Cuman 1 sih yang saya ga rela di film ini yaitu matinya tokoh Finnick. Tokoh yang awalnya saya ga suka tapi jadi suka banget. Yes I cried when Finnick died. The saddest part… bahkan adegan matinya tokoh Primrose (adiknya Katniss) sama sekali gak sedih alias datar…But not Finnick…sedih banget karena Annie istrinya sedang mengandung anak mereka.Tokoh Finnick ini adalah tokoh yang loveable banget, sincere dan tentu saja ganteng (though not my type sih) #pentingYaJoooo! Hahahaha

Ok Back to my question, yaitu kenapa akhirnya Katniss memilih Peeta? Peeta yang menurut saya culun, penakut dan ga bisa berantem. Kagak ada macho-machonya kan ya. Kenapa ga pilih Gale yang jauhhhhh banget lebih ganteng, lebih macho, lebih jago berantemnya dari Peeta. Ya ampunnn liat Gale ini semacam pencerahan yang secerah-cerahnya kan ya di film ini. Gimana gak cerah kalau sepanjang film kok ya nuansanya gelap banget. Pun, pemerannya seperti Boggs, Haymitch dll kagak ada yang patut ditaksir… Hahahahahaa tapi ya terimakasih untuk Suzanne Collins yang telah menciptakan karakter Gale yang tinggi tegap ganteng gagah perkasa. Lol.
#IkiOpoToh… dan tentu saja terimakasih buat casting director yang sudah memilih Liam Hemsworth untuk memerankan karakter Gale. Walaupun ya, kalau saja itu Theo James maka saya makin ga rela lagi Katniss memilih Peeta… #CiriEmak2Setres hahaha :)))

Buat kalian yang sudah baca ketiga novelnya atau sudah nonton sequel Hunger games ini pastilah tahu gimana Peeta ternyata sudah memendam cinta yang sangat mendalam pada Katniss sejak lama. Bagaimana Peeta rela dipukulin karena ketahuan memberikan roti untuk Katniss saat Katniss dan keluarganya kelaparan. Bagaimana Peeta selalu ingin melindungi Katniss saat di arena Hunger games. Bagaimana Peeta rela mengorbankan nyawanya dan membiarkan Katniss menjadi pemenang di Hunger Games. Pokoknya semua yang dilakukan Peeta hanyalah untuk Katniss seorang #Sedaphhhh 🙂

Pertanyaannya adalah, apakah cinta Gale tak sebesar Peeta? Apa Gale juga gak melindungi Katniss? Apa Gale gak rela mengorbankan nyawanya untuk Katniss? Tentu aja Gale cinta banget sama Katniss, cinta Gale itu ibaratnya cinta seperti api yang membara. Fanassssss!! Fanasssslah pokoknya. Hahahaha…

Mau bilang gak cinta bagaimana kalau Gale sampai rela jadi voulenteer untuk menyusup ke Capitol dan menyelamatkan Peeta untuk Katniss? Gale hampir aja mati saat itu. Nah yang ngebingungin adalah si Katnissnya sendiri kan? Bingung, plin-plan. Entah siapa yang sebenernya dia pilih, Gale or Peeta? Siapa bilang Katniss ga cinta sama Peeta, kalau Katniss rela melakukan apapun termasuk mau menuruti keinginan president Coin untuk menjadikannya seorang Mocking Jay atau simbol pemberontakan pada president Snow dan Capitol, asal Peeta selamat. Siapa bilang Katniss ga cinta sama Gale, karena Katniss panik, marah dan sedih saat tahu Gale pergi ke Capitol untuk menyelamatkan Peeta.

Intinya adalah, ini cinta segitiga yang lumayan ruwet dan runyam kayak benang kusut. Tapi, tentu saja Katniss harus memilih 1. Peeta or Gale? Or nggak keduanya?

Kondisi Peeta saat diselamatkan dari Capitol adalah dengan kondisi yang sudah sangat rusak parah. Peeta tidak bisa lagi membedakan yang nyata dan tidak nyata. Pikirannya disetting untuk membunuh Katniss dan hal ini sangat membuat Katniss tersiksa setengah mati. Antara pengen ngebunuh Peeta dan melindunginya. Kasihan yaaaa.

Hal yang saya suka dari kisah Peeta dan Katniss adalah dimana mereka ingat betul kesukaan masing-masing.
Katniss knows that:
Peeta is a baker,
Peeta is a painter,
Peeta likes to sleep with the windows open, Peeta loves orange color, but soft like a sunset.
Peeta never take sugar in his tea,
And Peeta always double knot his shoe laces…

Oh how sweet ya kalau orang yang kita cintai, hafal betul sama hal-hal kecil dan detail tentang diri kita. Walaupun pikiran dan ingatan Peeta masih aja kacau akibat dirusak oleh president Snow saat ia ditahan di Capitol, tapi berangsur ingatannya pulih dan mengingat hal-hal yang pernah ia alami bersama Katniss. Tapi Peeta sulit membedakan yang nyata dan tidak nyata. Capitol telah meracau ingatannya, membuat seolah-olah Katniss adalah orang yang patut disalahkan atas semua yang terjadi, Katniss adalah orang yang harus ia bunuh. Makanya Peeta suka nanya tentang beberapa kejadian yang terbesit dalam pikirannya. Menanyakan ‘is it real or not real’ kepada siapa aja yang ada di sekitarnya. Sampai pada akhirnya saat Peeta sudah sembuh, dia bertanya pada Katniss “You love me, is it real or not real?” Lalu katniss menjawab… “It’s Real”. Ahhh Tentu kalian sudah tahu endingnya kan ya (yaiyalah Jo, judul postingannya kurang jelas gimana coba kan? Hahahaha). Intinya, memang Katniss ini galau mau pilih siapa, Gale or Peeta? Karena dia mencintai keduanya (ahh maruk nih Katniss). Tapi at the end she has to choose one, right? Sempat saya berfikir, kalau Katniss pada akhirnya gak memilih keduanya karena takut menyakiti Gale atau Peeta(ini mah sinetron Indonesia yak). Tapi saya salah, karena pada akhirnya Katniss memilih Peeta. Peeta Mellark the bread boy, the one who love Katniss more than himself.

Kalau kalian masih bingung kenapa Katniss memilih Peeta, mungkin kalian harus baca paragraf berikut ini, yang terdapat di halaman-halaman terakhir buku Mockingjay:

“Bahwa yang kubutuhkan untuk bertahan hidup bukanlah api Gale, yang dikobarkan oleh kemarahan dan kebencian. Aku sendiri sudah punya banyak api dalam diriku. Yang kubutuhkan adalah bunga dandelion pada musim semi. Warna kuning cerah yang berarti kelahiran kembali, dan bukannya kehancuran. Janji bahwa hidup bisa berlanjut, tak peduli seburuk apa pun kami kehilangan. Bahwa hidup bisa menjadi baik lagi. Dan hanya Peeta yang bisa memberiku semua itu.”

What I need is the dandelion in the spring. The bright yellow that means rebirth instead of destruction. The promise that life can go on, no matter how bad our loses and only Peeta can give me that…

See????? Begitulah Katniss mengibaratkan kedua pria yang ia cintai. Gale yang memang anaknya emosian, tentu aja ga bisa matching sama Katniss yang juga mudah tersulut emosinya. Katniss butuh Peeta. Peeta yang diibaratkan sepeti bunga dandelion. Karena pada akhirnya kita pun demikian. Akan memilih orang yang membuat hati kita lebih nyaman dan tentram. Gak peduli apakah dia nggak lebih macho dari cowo lain. Apakah dia nggak lebih ganteng dan dan kaya dari yang lain, atau nggak lebih pintar dari diri kita sendiri. Karena yang terpenting adalah bahwa kita bisa tetap merasa hidup walau raga hampir mati, tetap merasa hangat walau udara dingin menerpa wajah kita. As long as we stick together then everything will be alright. Haisssshhh sedaph bener yak…

Kalimat or kutipan terakhir yang saya suka dari film ini adalah “Thats what you and I do, Protect each other”
Yes, Katniss and Peeta will always protect each other. No matter what! Oh so sweet!

Nah intinya, bagi kalian yang sedang galau dihadapkan pada dua pilihan…bingung mau pilih yang mana? Selain berdoa minta petunjuk dari Tuhan, coba lihat pertimbangan yang Katniss sebutkan dalam paragraph yang saya tulis diatas. Ya its sounds so cliche, but kinda true…dan bagi yang ga punya pilihan…yowes pasrahkan saja pada yang Kuasa*buahahaha minta dijiwitttLuYaJo*

Setelah akhirnya Peeta dan Katniss menikah, butuh bertahun-tahun lamanya Katniss mau punya anak. Yaiyalah ya secara kan Katnissnya masih umur 18 tahun or menjelang 20 saat itu. Di akhir film diperlihatkan Peeta bermain dengan anak mereka yang pertama (dan ternyata yang memerankan anak itu katanya sih ponakan kandung si Jennifer Lawrence..hihi lucu yaaa) Juga terlihat adegan Katniss menggendong bayi yang kalau kata Ko Arman kayak bayi boboho..hahaha padahal sih mirip juga kok ama J-law. #miripMaksaMaksudnya

So, begitulah sekelumit kisah percintaan antara Gale, Katniss dan Peeta. Kisah yang rumit namun manis. Kisah yang terselip diantara cerita pemberontakan warga panem terhadap capitol, terhadap presiden Snow…pun terhadap presiden Coin. Semua terasa indah, terasa nyata walau ini sekedar cerita. Sekedar novel, sekedar film dan sekedar khayalan seorang Suzanne Collins semata, namun berhasil membuat jutaan penikmatnya terhanyut pada semua details yang ada dalam cerita ini… Good Job, to all the casts especially Jennifer Lawrance (Katniss Everdeen) and Donald Shutterland(presiden Snow), to the movie director and all the crew and of course to the one and only, Suzzane Collins…the creator of Hunger games series. You, rocks!

To close this writing, here are some of my favorite lines from different characters in the movie/novel:

Paylor to all the panem “Together we can create, a better tomorrow”

Katniss to Snow : ” And if we burn, you burn with us”

Snow to Katniss:” I’ve been watching you, and you’ve been watching me”.

Last but not least, the saying from Peeta to Katniss : ”

Peeta: ” I must have loved you so much”
Then Katniss replied : ” YOU DID”

image

image

Have a nice day, people!

Xoxo,
Joeyz yang ngefans banget sama Katniss Everdeen and the Hunger gameas series