81

Sianjur Mula-Mula : Desa Indah Nan Magis

Baiklah permirsa yang budiman, karena libur akhirnya tlah tiba dan saya lagi asik-asiknya baca novel-novel yang  tertunda, maka sebelum makin males nulis, plus sebelum makin basi dan hambar, yuk kita tuntaskan cerita trip ke Samosir itu.

“ASAL MUASALNYA ORANG BATAK”, itulah kira-kira arti dari kata “SIANJUR MULA-MULA”.

Welcome to Sianjur Mula-Mula

Welcome to Sianjur Mula-Mula

Sianjur Mula-mula adalah salah satu dari 9 kecamatan  di Pulau Samosir. Desa ini dikelilingi bukit-bukit yang indah, hamparan sawah yang teratur dan  yang pasti udara yang sejuk dan segar. Kalau kata mama saya, desa ini bentuknya mirip kuali, karena ada di lembah dan dikelilingi oleh gunung dan perbukitan. Dingin banget disini makkk!!!

Seperti saat perjalanan dari Tuktuk menuju Pangunguran, kita pun ga nyangka bakal secepat itu udah tiba di Sianjur Mula-Mula, Yakni hanya 20 menit saja dari Pangunguran. Dan berikut adalah tempat-tempat yang kami kunjungi  di Sianjur Mula-Mula, secara berurutan:

1) Aek Sipitu Dai

Welcome to Aek Sipitu Dai

Welcome to Aek Sipitu Dai

Aek Sipitu Dai adalah salah satu objek wisata pertama yang bisa kita temui di kampung ini. Apa itu Aek sipitu dai?

AEK: AIR

PITU: TUJUH

DAI: RASA

Jadi artinya Air 7 rasa. Jadi ini adalah 7 air pancur/ yang punya 7 rasa dari satu sumber mata air yang sama. Heran kan! Kok bisa dari satu sumber mata air tapi menghasilkan 7 rasa air yang berbeda. Memang, rasanya agak susah di bedakan karena mirip-mirip. Ada yang asem, ada yang agak kecut, ada yang mirip soda, dan macam-macam lainya. Kalo kata warga setempat harus kasih jeda waktu pas nyicipin airnya. Airnya bisa langsung diminum.. Saya sempat icip-icip untuk mengobati rasa kangen. Tempat ini sering dikunjungi wistawan lokal maupun mancanegara. Tapi ya gak rame kayak objek wisata komersial macam di Bali sana. Yang mau liat, masuk, dan cicipin airnya ya boleh-boleh aja, gratis. Bahkan mau simpen airnya di botol pun boleh, bawa jirigen sekalian deh…hahahaa. Saya bawa satu botol aqua untuk minum di jalan.

Tempat ini bahkan sudah digunakan oleh masyarakat setempat dari dulu menjadi tempat permandian umum. Mau ambil air, mau pipis, mau cuci piring dan cuci baju sekali pun tak apa. Saya dulu kalau mandi dan cuci piring ya disini seringnya. Memang harus berjalan agak jauh sih. Tapi di kampung kami waktu itu jarang yang punya kamar mandi or toilet sendiri. Peraturan selama di aek sipitu dai dan di tempat-tempat yang agak mistis di kampung ini cuma satu, yaitu “DILARANG MENTEL” artinya dilarang kecentilan dan juga kita dilarang berbicara kotor. Ya intinya jangan macem-macem deh.  Konon katanya Aek sipitu dai ini adalah tempat permandian raja-raja batak dan keturunannya. Tempat betemu dan berjodohnya anak-anak dari Raja Batak. Aek sipitu dai merupakan situs dan perkembangan suku Raja Batak.

Dibawah pohon beringin yang tua inilah sumber mata air aek sipitu dai itu berasal...spooky gak sih?

Dibawah pohon beringin yang tua inilah sumber mata air aek sipitu dai itu berasal…spooky gak sih?

salah satu air pancur di aek sipitu dai

salah satu air pancur di aek sipitu dai

7 pancuran ini di bagi 2, 4  pancuran buat wanita dan sisanya untuk pria. Kalau mandi harus pakai kain...lah ribet yee

7 pancuran ini di bagi 2, 4 pancuran buat wanita dan sisanya untuk pria. Kalau mandi harus pakai kain…lah ribet yee

anak-anak setelah mengambil air dari aek sipitu dai. embernya langsung dikepala dan tuh air langsung ditampung diatas kepalanya...hebatttt!

anak-anak setelah mengambil air dari aek sipitu dai. embernya langsung dikepala dan tuh air langsung ditampung diatas kepalanya…hebatttt!

anak-anak gadis kecil yang rajin

anak-anak gadis kecil yang rajin

pemandangan dari depan aek sipitu dai....seger banget kan

pemandangan dari depan aek sipitu dai….seger banget kan

2) Tugu/Kuburan Ompung

Selesai kami foto-foto dan ngobrol sama warga setempat, kita pun melanjutkan perjalanan, dan eh masih dekat-dekat Aek Sipitu Dai itu, saya minta uppa berhenti karena saya mau lihat kuburan ompung saya yang ga jauh dari pinggir jalan itu. Saya ga ziarah sih, cuma liat aja dan berfoto. Kuburan or tugu ini dibuat tahun 2006 lalu. Waktu itu kami semua keturunan ompung pulang ke Medan dan memulai perjalanan untuk mengumpulkan tulang-belulang ompung-ompung kami, bayangkan ada 14 kuburan yang harus kami bongkar untuk tulang belulangnya dibawa dan disatukan di Tugu yang akan kami buat itu. Nama acara itu adalah ‘mangokal holi’ artinya memongkar tulang belulang.

Salah satunya dari kuburan yang kami bongkar adalah ompung kandung saya, yaitu ompung doli (bapaknya bapak). Kita harus pergi ke Sidikalang dan mencari tahu dimana kuburan ompung. Eh eh nanti ya kapan-kapan cerita khusus tentang upacara “mangokal holi” ini. Kok jadi ngelantur gini sih? Hehehe maap.

kuburan ompung dan leluhur saya

kuburan ompung dan leluhur saya. Posisinya ada disebelah kanan jalan kalau kita dari aek sipitu dai

3) Mampir di Rumah Saudara

Hihihi lucu deh mukanya bapauda dan nanguda (om tante) saya pas ngeliat tiba-tiba kami nongol disana, di depan rumahnya. Ini bukan tante dan om kandung sih, tapi kami satu keturunan lah, susah jelasinnya. Kami cuma  mampir bentar dan kasih salam-salam tempel buat tuan rumah dan anak-anaknya yang ada 5 (ebusettt banyak aje..maklum dikampung kan neikkk….dingin pula hahaha).

with Rio, anaknya bapauda dan nanguda saya

with Rio, anaknya bapauda dan nanguda saya

4) Sekolah dan Gereja  Advent Limbong

Iya ini mah, saya cuma mau mengenang masa kecil yang saya habiskan di desa ini selama satu tahun lamanya. Walaupun cuma setahun, tapi memori tentang kampung ini sangat melekat kuat di ingatan. Saya ingat detail dan adegan saya jalan kaki pergi dan pulang sekolah, ingat jajan bakpao kampung dekat sekolah, ingat tentang mengumpulkan buah kemiri yang jatuh, ingat juga tentang saling naksir-naksiran sama temen sekelas (hahahah kocak nih kalo ingat bagian ini, soalnya kisahnya sempet berlanjut pas udah gede ketemu lagi di Jakarta hikikikik…) Ahhh sudahlah, intinya terlalu banyak memori yang ga bakal saya lupain….

Sekolah SD Advent Limbong, tempat saya sekolah dulu waktu kelas 3-4 SD

Sekolah SD Advent Limbong, tempat saya sekolah dulu waktu kelas 3-4 SD

Kuburan di depan sekolah yang sering dijadiin tempat anak-anak duduk-duduk. Istilah kerennya "nongkrong2". Jiahhhh nongkrong kok di kuburan? hihihi

Kuburan di depan sekolah yang sering dijadiin tempat anak-anak duduk-duduk. Istilah kerennya “nongkrong2”. Jiahhhh nongkrong kok di kuburan? hihihi

5) Sopo Guru Tatea Bulan/ Monumen Patung si Raja Batak.

Ini dia puncak dari perjalanan kami di Sianjur Mula-Mula. Disinilah monumen raja batak itu dibangun, yaitu di kaki gunung Pusuk Buhit. Waktu saya tinggal disini dulu, monumen ini belum ada, dan tahun 2006 saya kesini pun ini belum rampung dibuat. Jadi menurut kisah sejarah orang batak, di kaki gunung pusuk buhit inilah orang batak pertama kali diturunkan. Ya ini sih memang cerita versi orang batak ya. Nah Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat gambar berikut ini:

Tugu yang dibangun oleh para pengurus opung tatea bulan. lokasinya percis ada di kaki gunung pusuk buhit. Waktu kami datang, ga ada yang jaga dan cuma kami berdua...yaelah merinding disko juga awaklah, tapi tempat ini bersih dan kita harus lepas alas kaki kalau mau masuk.

Tugu yang dibangun oleh para pengurus ompung tatea bulan. lokasinya percis ada di kaki gunung pusuk buhit. Waktu kami datang, ga ada yang jaga dan cuma kami berdua…yaelah merinding disko juga awaklah, tapi tempat ini bersih dan kita harus lepas alas kaki kalau mau masuk. Ohya yang bendera merah putih hitam itu adalah bendera bangsa Batak. ETDAHHH baru tau eike juga.

Pomparan : artinya Keturunan. Ini adalah gambar keturunan raja batak. Saya belum bisa jelasin secara detail. Tapi di buku gelombang DEE ada kok, sekilas dia jelasin tentang sejarah asal muasal orang batak.

Pomparan : artinya Keturunan. Ini adalah gambar keturunan raja batak. Saya belum bisa jelasin secara detail. Tapi di buku gelombang DEE ada kok, sekilas dia jelasin tentang sejarah asal muasal orang batak. Limbong Mulana itu termasuk marga pertama batak. So now I’m proud to be Limbong.. Kalo di kumpulan orang batak gitu, mereka nanya, boru apa kamu? trus jawab boru Limbong. Wah boru ni raja…(artinya putri raja)…NGOKKKK!putri raja kok kere? hahaha

Ini dia para keturunan Raja batak itu. Nah yang putih dibawah itulah Raja Uti. Yang rohnya masih sering dipanggil saat upacara gondang di desa itu. Lalu yang di tengah itu SisingaMangaraja, nah diantara itu saya ga tau yang mana, ada  Saribu raja (Marga pasaribu), ada Malau, Limbong Mulana (marga saya) dan Sagala Raja (marganya si Alfa alias ichon) hehe... jadi dari marga-marga inilah asal muasa batak....hmmmm tolong dikoreksi donk kalau ada yang salah..saya cuma kasih info yang setau saya aja....

Ini dia para keturunan Raja batak itu. Nah yang putih dibawah itulah Raja Uti. Yang rohnya masih sering dipanggil saat upacara gondang di desa itu. Lalu yang di tengah itu Sisinga Mangaraja, nah diantara itu saya ga tau yang mana, ada Saribu raja (Marga pasaribu), ada Malau, Limbong Mulana (marga saya) dan Sagala Raja (marganya si Alfa alias ichon) hehe… jadi dari marga-marga inilah asal muasa batak….hmmmm tolong dikoreksi donk kalau ada yang salah..saya cuma kasih info yang setau saya aja….

agak-agak spooky yaaaaa

agak-agak spooky yaaaaa

Ada beberapa tempat lain juga yang bisa dikunjungi disini, tapi kami sudah kehabisan waktu, takut kemalaman nyampe di Tuktuk. Duhhh rasanya nyesal kenapa cuma nginep satu malam di Tuktuk. Mungkin lain kali kami harus fokus ke Samosir aja, ga perlu ke Sibolga segala. Nah tempat lain yang magis juga adalah “Batu Hobon”, tapi kami ga mampir cuma lewatin aja dan saya foto dari kejauhan. Dulu sih saya sering main-main ke tempat ini. Apa itu batu hobon? batu hobon ini adalah batu besar yang di bawahnya terdapat harta emas segede gaban milik raja-raja batak dulu. Tepatnya milik boru pareme, salah satu keturunan ompung tatea bulan. Jadi nih, sudah beberapa kali ada orang yang ingin mengambil emas dari dalam batu hobon itu, tapi selalu gagal. Bahkan tentara belanda jaman dulu ada yang sudah membom batu hobon ini, dan tetap aja nihil hasilnya. Yang bikin saya merinding adalah, bahwa siapa saja yang berusaha mengambil emas dari batu hobon ini, gak lama akan meninggal, termasuk si tentara belanda tadi, meninggal dalam hitungan hari… Ih syerem kannn!

Itu dia tempat batu hobon berada. Ynag pondok kecil itu. Saya males mampir karena cuma liat gitu doank ga ada apa-apanya. Posisi batu hobon ini ga jauh dari monumen raja batak tadi,

Itu dia tempat batu hobon berada. Yang pondok kecil itu. Saya males mampir karena cuma liat  batu gitu doank ga ada apa-apanya. Posisi batu hobon ini ga jauh dari monumen raja batak tadi,

Kami sebenernya pengen banget berlama-lama disini, soalnya view sekeliling juga indah banget, udaranya sejuk dan semua kayak gak real. Saya selalu bilang ke uppa kalo pemandangan di desa ini kayak lukisan. Iya, kayak lukisan. Coba lihat foto-foto dibawah ini…..menurut kalian kayak lukisan ga?

Sawahnyaaaaa ya ampun!! speechless

Sawahnyaaaaa ya ampun!! speechless

yang dibawah itu sekolah Arsam namanya. Sekolah terbesar di desa itu. Asik banget ya sekolahnya punya view begitu...

yang dibawah itu sekolah Arsam namanya. Sekolah terbesar di desa itu. Asik banget ya sekolahnya punya view begitu…

another stunning view in Sianjur Mula-Mula

another stunning view in Sianjur Mula-Mula

Membawa Alfa Sagala pulang ke kampungnya *tsahhhh niat beneurrr*

Membawa Alfa Sagala pulang ke kampungnya *tsahhhh niat beneurrr*

foto ga ada yang diedit dan resize, plus juga kami belum pintar foto,,,maklum kamera SLR pertama...tapi yakinlah, aslinya lebih keren daripada foto ini

foto ga ada yang diedit dan resize, plus juga kami belum pintar foto,,,maklum kamera SLR pertama…tapi yakinlah, aslinya lebih keren daripada foto ini

My Fav picture.....berkhayal agi di NZ

mountains and hilss

mountains and hills

I will come back soon, my lovely kampung halaman!

I will come back soon, my lovely kampung halaman!

Gimana???? indah kan ya? duhhhh ampe sekarang si uppa ga bisa move on loh dari trip samosir kami ini, secara ini pertama kalinya dia ke Samosir. Si uppa ampe bilang dia mau pindah ke Samosir dan bisnis mini market, buka Alfamart dan indomaret ceunahhhh! haiyaahhhh terserah kaulah darling!. Nah terus kan saya ngotot ajakin uppa ke TELE, tele ini tempat or spot paling kece untuk melihat danau toba dari atas,,,,asliiii keren banget! saya sih sering dulu lewatin dan mampir tele ini, dan pengen ajak uppa kesini. Tapi nih, si uppa ragu-ragu karena udah jam 3 sore. Saya bilang ke dia, cuma stengah jam kok ke Tele. Ya udah deh kita cussss naik ke Tele.

Tele ini jalannya membelah bukit dan gunung, jadi pinggir kiri ada jurang…hissss serem juga. Uppa makin ragu pas kita udah stengah perjalanan dan ternyata agak gerimis dikit, tapi dikit banget, dan saya masih semangat dan gak gentar. Ya tapi emang sih, kalo kehujanan beneran emang apes banget rasanya. Masalahnya ga ada apa-apa sepanjang perjalanan ke Tele itu. Sepiii banget, bahkan ga ada warung-warung gitu. Jadi setelah kita udah setengah perjalanan naik keatas, dan lihat sekeliling kok ya makin sepi dan kita pun segera turun. Si uppa beneran takut kenapa-napa. huhhhh payah ah! soalnya kan tanggung udah stengah perjalanan…dan kalau uppa tau tele itu kayak apa.indahnya, yakin deh bulan depan dia jangan-jangan beli tiket sendiri ke Medan dan balik ke Samosir, HAHAHAHA…..soalnya Tele itu bikin speechless, asli deh danau tobanya keren banget kalo liat dari Tele. Siapa yang udah pernah dari Tele???? beneran indah kan?. Nah ini ada secuil foto-foto dari perjalanan ke Tele kita yang cuma setengah itu.

Tuh kan kita udah stengah perjalanan diatas menuju Tele....Danau Tobanya udah ngintip-ngintip..Oh my!!!

Tuh kan kita udah stengah perjalanan diatas menuju Tele….Danau Tobanya udah ngintip-ngintip..Oh my!!!

Ada spot kecil buat ngeliat danau toba, tapi ini belum keren! di Tele baru speechless deh

Ada spot kecil buat ngeliat danau toba, tapi ini belum keren! di Tele baru speechless deh

Jadi begitulah kira-kira secuil cerita tentang kunjungan kami ke Sianjur Mula-Mula. Bagi kalian yang sedang kebetulan berkunjung ke Samosir dan penasaran sama sejarah asal muasal orang Batak, plus penasaran lihat kampungnya Alfa Sagala (hahaha teteuppp ya bok..Alfa maning) Ga ada salahnya mampir disini, apalagi kalau penasaran sama indah dan magisnya kampung ini. Terimakasih sudah menyempatkan baca cerita pulang kampung kami. Sebenernya masih banyak yang mau diceritain, tapi nanti-nanti deh, takut kalian bosan bacanya. Saya masih mau cerita tentang Tuktuk, Sibolga dan Medan. Tapi nanti-nanti aja ya, soalnya banyak hal lain yang udah kebelet banget mau di tulis.Dan ini lama banget kelar nulis dikarenakan leletnya modem inet saya! gak kompak banget ya, giliran lagi libur banyak waktu lowong ga bisa internetnya. Baiklah, Sekian dan Trimakasih 🙂

Catch you later, fellas!

xoxo,

joeyz

38

From Tuktuk To Sianjur Mula-Mula

Sesampainya kami di Tuktuk, kami harus lebih dulu mengantarkan para pedagang sayur-mayur untuk turun dan baru mengantarkan kami ke dermaga Hotel Carolina tempat kami menginap, Terus terang, ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Tuktuk dan saya langsung jatuh cinta sama tempat ini. Suasananya mirip-mirip ubud, karena mostly turis dari mancanegara ngumpul disini. Bedanya disini jauh lebih indah dari Ubud (hahahaha promosi abisss…iye beneran kok tapinya). Tuktuk dikelilingi oleh gunung dan bukit yang indah plus hamparan danau yang gak terkatakan indahnya.

IMG_1294

kapal di pelabuhan Tiga Raja, yang mmbawa kami menyebrang ke Tuktuk

kapal di pelabuhan Tiga Raja, yang membawa kami menyebrang ke Tuktuk

Di tuktuk, setap hotel yang langsung menghadap danau mempunyai dermaga masing-masing. Tinggal kita bilang mau turun di hotel mana. Hotel Carolina adalah hotel yang direkomendasikan oleh kakak sepupu saya yang sering banget ke Tuktuk. Setiap dia pulang dari Canada pasti mampir ke tuktuk untuk liburan. Hotel Carolina ini memang hotel lama sih, tapi kamarnya bersih dan kamar mandinya (paling penting) juga bersih. Pelayannya sigap menanggapi keluhan kami pas air panas yang tidak berfungsi, ga sampe 5 menit sudah datang teknisinya dan langsung diperbaiki.

Orang manajemennya juga ramah, kami sempat ngobrol di halaman hotel. Yang paling penting dari semua ini adalah rate per malamnya. Yakni hanya Rp.290.000 SAJA! KEREN GAK TUH! Dan itu adalah tarif termahal dihotel itu. Itu kamar yang menghadap langsung ke Danau Toba. Ahhhhh super likey!!!!! Dan ada plusnya lagi nih, hotel ini bener-bener baik banget, karena kami boleh check in jam 9 pagi dan kami juga boleh check out lewat dari jam 1 (yakni jam 2.30 aja gitu) hihihi…..baik banget deh pokoknya. Gak pake acara ditelfonin pas udah lewat jam 1, gak pake kena charge or denda-denda segala macam. Nanti saya ceritain gimana sebelnya saya waktu nginep di hotel waktu kami ada di Sibolga.

 

Hotel atau penginapan di Tuktuk..kalo ga salah ini Samosir Villas (ratenya lumayan agak mahal kalo disini karena masih baru sih kayaknya) lah piye ini kayaknya mulu

Kalau ga salah ini Samosir Villas, salah satu penginapan yang di minati juga sama turis, karena lebih keren kayaknya dari carolina, tapi pasti lebih mahal.kamar di Hotel Carolina Rp.290 ribu per malam, no breakfast, no tv, but very clean and facing straight to Toba Lake kamar di Hotel Carolina Rp.290 ribu per malam, no breakfast, no tv, but very clean and facing straight to Toba Lake

 

Orang manajemennya juga ramah, kami sempat ngobrol di halaman hotel. Yang paling penting dari semua ini adalah rate per malamnya. Yakni hanya Rp.290.000 SAJA! KEREN GAK TUH! Dan itu adalah tarif termahal dihotel itu. Itu kamar yang menghadap langsung ke Danau Toba. Ahhhhh super likey!!!!! Dan ada plusnya lagi nih, hotel ini bener-bener baik banget, karena kami boleh check in jam 9 pagi dan kami juga boleh check out lewat dari jam 1 (yakni jam 2.30 aja gitu) hihihi…..baik banget deh pokoknya. Gak pake acara ditelfonin pas udah lewat jam 1, gak pake kena charge or denda-denda segala macam. Nanti saya ceritain gimana sebelnya saya waktu nginep di hotel waktu kami ada di Sibolga.

Jadi buat saya, hotel Carolina ini boleh banget deh buat diinepin. Dan pengunjungnya lumayan rame loh, dibanding hotel-hotel lain yang saya lihat. Banyak sih hotel-hotel lain tapi saya ga tau gimana harga dan kualitasnya. Kalau kalian mau tahu dan berminat ke Tuktuk, coba cek postingan mba noni tentang penginapan di Samosir deh. Nah, sayangnya saya ga sempet mencicipi makanan di hotel ini, ya karena emang ga ada waktu dan harga 290 rb itu ga termasuk breakfast sih. Tapi tak apa karena menurut saya masih pantas.

pemandangan dari depang kamar

pemandangan dari depang kamar hotel di Carolina Tuktuk

Setibanya kami di hotel, kami istirahat sebentar, dan ga mau menghabiskan waktu, karena waktu kami cukup singkat dan jadwal kami padat sekali (hahaha macam arteeesss kan) karena rencananya pagi itu juga kami akan naik/nyewa motor ke Sianjur Mula-Mula (yeayyy kampungku, kampungnya Alfa Sagala) hahaha masih norak deh kamu Jo!.Jadi kami pergi ke bagian admin hotel dan menyewa motor. Harga sewa motor untuk seharian adalah Rp.80,000 plus diisiin bensin ama pihak hotel.Tuh baik lagi kan!

Oleh orang hotel, kami dibekali STNK, selembar peta Samosir, dua buah helm, dua nasi bungkus, air minum buat dijalan, dan uang saku masing-masing 10 ribu rupiah. HAHAHAHA….yang 3 terakhir mah kagaklah…mau bangkrut anak orang? Iya cuma dibekali STNK, peta dan helm doank kok. Puji Tuhan motor yang kami sewa kondisinya bagus dan perjalanan kami tanpa hambatan. Another thing that we were grateful for, the weather was friendly enough on that day! Ga  kebayang kalo naik motor dengan rute panjang gitu dan kita harus hujan-hujanan. Predikisi perjalanan menurut orang hotel adalah 2 jam ke Pangunguran. Wowwwww lama beuddd ya? Lalu akan stengah jam lagi menuju Limbong/Sagala (Sianjur mula-mula).

Perjalanan kami mulai tepat jam 11 siang, dan kami tempuh dengan hati yang super happy, seneng banget liat sekeliling. Sepanjang perjalanan mata kita dimanjakan oleh pemandangan yang indah banget dan semua masih telihat sangat natural, hanya ada desa-desa yang belum tersentuh kecanggihan teknologi. Ada sawah yang luas, padang rumput yang hijau, kerbau-kerbau yang sedang asik makan rumput, lalu beberapa burung hinggap di atas badan kerbau….ahh sayangnya saya ga sempat mengabadikan foto saat si burung ada diatas badan kerbau. Keren banget pokoknya. Sepanjang perjalanan yaudah gitu aja pokoknya, kalo nggak bukit hijau nan seger, ya danau toba yang bikin hati adem banget!

The view is killing me

The view is killing me

kiri kanan kulihat gunung

Pemandangan lain sepanjang perjalanan dari tuktuk menuju Sianjur Mula-Mula adalah kuburan yang segede-gede gaban. Kadang tuh kuburan mirip gereja, kadang mirip istana kecil, kadang lebih gede kuburan daripada rumah manusia yang masih hidup. HERAN kan ya! Tapi yan begitulah adat istiadat disana. Kalau anak cucunya udah pada punya duit, mereka mengadakan acara mangokal holi, yaitu pengumpulan tulang-belulang para leluhurnya dan membuatkan satu kuburan atau tugu. Biayanya itu gede banget! Bukan saja gede karena bangunannya tapi karena pesta perayaannya yang bisa sampe seminggu. Tapi uang habis juga untuk pre-partynya yang kurang lebih sebulan. Keluarga kami sudah melakukannya (ampe bangkrut! Hahahaha) Dulu saya protes ke mamak, kenapa duit kita habis buat itu? Kenapa duitnya ga buat renovasi rumah kita aja? Hihihihi maklum pemikiran anak muda (saat itu)

 

kuburan yang unik-unik bentuknya

kuburan yang unik-unik bentuknya

Ok, lanjut ke perjalanan kami menuju Samosir. Ditengah jalan kami juga menemui banyak anak-anak SD yang baru pulang sekolah. Mereka berjalan kaki bergerombol, entah dimana rumah mereka itu, tapi yang pasti gak dekat. Pemandangan lain adalah rumah-rumah adat batak yang masih authentic, orisinil. SUKAAA sama hal-hal orisinil yang masih dijaga dengan baik.

Rumah adat batak, ampai sekarang masih banyak yang punya dan tinggal di rumah model ini...dulu rumah si Ichon (Alfa )ya kayak gini ini)]

Rumah adat batak, ampai sekarang masih banyak yang punya dan tinggal di rumah model ini…dulu rumah si Ichon (Alfa )ya kayak gini ini

Entah berapa kali kami berhenti ditengah jalan hanya untuk mengabadikan gambar, karena viewnya emang keren abis! Lalu saya juga minta gantian bawa motornya sama uppa. Karena bemper dah mau MATENG rasanya, menurut saya dibonceng itu jauh lebih pegel daripada membonceng, jadi saya membonceng uppa. Setengah perjalanan menuju pangunguran saya yang bawa motor (eh mengendarai maksudnya, bawa mah berat aja kali jooo..lol).
image

Tanpa terasa, tiba-tiba kami udah nyampe aja di Pangunguran. Padahal kalo liat jam, itu masih jam 12 siang. Berarti kami Cuma 1 jam aja donk perjalanan dari Tuktuk tadi menuju Pangunguran..wihh hebatt!. Karena patokan untuk menuju Sianjur Mula-Mula adalah Pangunguran ini. Pangunguran adalah pusat aktivitas desa sekitar. Masih ingat  Martin Limbong? sepupu Alfa dalam buku Gelombang? Nah disitu ceritanya si Martin tinggal di pangunguran kan? Jadi memang orang di pangunguran ini lebih modern dikitlah dibanding desa-desa disekitar.

yeayyyy kampungku dah nyampeeee *asli girang banget aka norak*

yeayyyy kampungku dah nyampeeee *asli girang banget aka norak*

 

isi bensin di Pangunguran

isi bensin di Pangunguran

 

kalo bukitnya udah mulai cakep-cakep gini, tandanya udah mau nyampe di Sianjur Mula-mula

kalo bukitnya udah mulai cakep-cakep gini, tandanya udah mau nyampe di Sianjur Mula-mula

 

Ini udah lewat Pangunguran

Ini udah lewat Pangunguran

Ternyata dari Tuktuk ke Pangunguran hanya kami tempuh selama 1 jam aja, masiih ga percaya kalo kami bisa nyampe secepat itu, apakah mungkin di kehidupan masa lalu kami adalah pembalap F1?hihihi gitu aja kok bangga kamu Jo! hahaha ya ya mungkin terlalu excited ya mau buru-buru nyampe kampung halaman. Jadi kami istirahat dulu makan siang di sebuah warung makan di Pangunguran. Selesai kami makan siang, kami pun isi bensin dan ohhhhh bukit bukit ciri khas Sianjur Mula-Mula udah mulai terlihat. Deg-deg an banget rasanya, karena terakhir saya kesini yaitu tahun 2006, delapan tahun yang lalu. Selalu menyenangkan untuk balik ke kampung halaman.

Kami gak habis-habisnya dibuat kagum dengan pemandangan di Sianjur Mula-Mula. Kalau kalian berkesempatan main atau traveling ke Pulau Samosir, bisa sempatkan main atau singgah di kampungku ini ya, dijamin kalian ga bakal rugi.

Emangnya ada apa sih di Sianjur Mula-Mula? well, sekali lagi, karena saya merasa postingan ini udah kepanjangan, maka ceritanya dilanjutkan di postingan berikutnya. Maaf, bukannya sok-sok mau bikin penasaran, tapi ini sungguh banyak faktor yang bikin postingan saya tersendat-sendat. Banyaknya event di sekolah menjelang libur bikin saya samasekali ga sempat buka laptop, eh sekalinya buka laptop mau edit-edit dan upload fotonya, internet saya sungguh lambreta lamborgini bok! alias lelet bin laden. Arggghhh kezel kannnn….padahal udah ga sabar mau ceritain bagian intinya yaitu bagian “SIANJUR MULA-MULA”. Harap maklum ya manteman. Hari ini saya terakhir masuk kerja, murid-murid bahkan udah mulai libur hari ini, cuma mau beres-beres dan dekor kelas untuk semester depan. Akan masuk kerja lagi nanti tanggal 5 januari….huaaaaaa lama kan liburnya???? semoga bisa ngeblog dengan aktif lagi di masa liburan itu. Dipastikan saya akan menulis semua cerita traveling keamaren seditail-detailnya. Sampe Tuntasssss..tass,,,,tassssss…hahahhaha soalnya mba De juga minta dikasih tahu detail biaya segala macamnya. Siplahhhh Yuk ahhhh kita menikmati weekend kita dulu, dan ehmmmm gaji dan THR udah masuk rekening nih sodara-sodara! Liburan yang sangat menyenangkan bukan????? *lalu dijawab BUKAAANNNNN!!!!! oleh semua yang baca dan masih masuk kerja….hihihihi…

Catch you later fellas!

xoxo,

joeyz

28

From Parapat To Tuktuk…

Setelah kayak orang linglung di bandara Kualanamu, kita sempat naik bis damri yang nge-tem dan nantinya menurut mama saya (yang sering banget bolbal ke Medan) nanti akan melewati loket bis intra (bis atau mobil-mobil yang menuju parapat) maka kita dengan pedenya naik bis damri itu. Oke jadi begini rencana awal kita:

– Tiba di Kualanamu, naik damri menuju area jl. Sisingamangaraja untuk naik bis ke parapat malam itu juga, dan menginap di parapat dan akan menyebrang ke Tuktuk di pagi harinya.

-Kalau bis tidak ada yang berangkat malam itu, kami menginap dulu semalam di Medan, dan tetap mencari tahu dulu jam berapa bis berangkat dari Medan. Saya pun WA mba noni yang baik hati, minta kasitau diamana hotel didaerah sisingamangaraja.

-Naik mobil travel langsung dari kualanamu ke parapat malam itu juga (dengan resiko banyak kejahatan yang terjadi dimobil travel kalau penumpangnya cuma dua orang dan itu perjalanan malam) oh no!  plan ini dicoret langsung. Ngeri awak, di Medan ini.

Baiklah, setelah naik bis damri yang penumpangnya baru dua orang, dan dua orangnyaa itu ampun serem banget tampangnya (ya yaaaa don’t judge the book by its cover) tapi seriusan kami hanya ber-4 dan itu bis kapan jalannya kalau penumpang baru empat orang. Ahhh udah deh jangan kayak orang susah, ayo kita turun dan cari taxi aja. Hahahaha blaguk banget kamu Jo! hikikik…. Lalu saya telepon si emak, nanya berapa kira-kira naik taxi or mobil travel dari kualanamu ke Medan, katanya sekitar 100-150 ribu. yowes langsung tawar-menawar sama tukang taxi disana (ini taxi bukan taxi macam blue bird gitu loh ya) mobilnya rata-rata avanza or xenia. Nah setuju dia dengan harga 120rb nganterin sampe Sisingamangaraja (which is ternyata sisingamangaraja itu panjang ajeee bok jalannya).

Ditengah jalan si supir nanya-nanya kita sebenernya tujuan kemana, pas kita bilang mau ke parapat, dia menawarkan mobil travel yang menuju parapat, tapi kita kekeuh minta diantar ke sisingamangaraja aja, eh tapi akhirnya karena kita juga ga tau percis dimana loket bis menuju parapat dan hotel yang akan kita inepin, maka kita minta si driver antar kita ke loket bis intra yang menuju parapat dulu, lalu sudah dapat kepastian naik bis apa besoknya ke Parapat, maka kita akan diantar nyari hotel yang dikasitau mba noni. Pas kita nyampe loket yang kita maksud, kita pun nanya, jam berapa besok pagi ke parapat, eh si penjual tiket bilang kalau besok pagi ga ada yang berangkat ke parapat, adanya malam itu juga. Kita kaget, loh kok malah berangkat malam? dan ternyata jam 9 malam katanya bis akan berangkat dan saat itu sudah jam 8 lewst. Saya memang melihat beberapa penumpang yang ada disekitar loket, lalu ada seorang ibu yang bertanya, dengan bahasa batak : “naeng tu dia hamu?” (mau kemana kalian?), lalu saya jawab : “naeng tu parapat inang, ba naeng tu dia inang? (mau ke parapat bu, ibu mau kemana?)  yah pokoknya gitu-gitu deh, practice bahasa batakku yang udah lumayan kacau ini.

Kita pun akhirnya memutuskan untuk ke parapat malam itu juga, dan perkiraan nyampe jam 1 pagi. Sebelumnya kita udah deal dengan driver kita dari kualanamu untuk harganya dinaikin dari 120rb menjadi 170 ribu karena kita minta diantar muter-muter nyari charger hp, (charger saya ketinggalan, dan charger uppa ketuker ama charger bapak yang udah lemot) kita juga sekalian cari makan malam karena udah lapar banget. Ya udah deh daripada capek nenteng-nenteng tas pindah-pindah becak, mending sekalian ajalah kan. Emang agak tricky juga nih driver, sok-sok ga tau dimana loket bis intra yang mau ke Parapat, dari ngomongnya saya udah ga percaya, makanya kita nolak mentah-mentah pake jasa dia untuk diantar langsung ke Parapat.

Jadi setelah akhirnya dapet charger hp, dan membeli satu bungkus nasi padang untuk dimakan dijalan nanti, yang mana nyesel kenapa belinya cuma 1 bungkus karena ternyata ada yang kelaperan berat dan nasi padangnya endang bambang joko widodo elias enak banget bok!!! *because Endang bambang yudoyono is so last year* hikikikikkkk…

Bis pun melaju menuju parapat, terus yang bikin kita ngakam-ngakak adalah kita sempat GR kalu bis yang akan kita naiki adalah bis intra yang terlihat TJAKEP dan kece, pas kita nyampe loket dan nanya petugasnya, mana bis yang mau berangkat ke Parapat malam ini? ditunjuklah sebuah bis reot dan ya ampun non AC cuyyyy! harusnya saya udah boleh curiga sejak awal kami beli tiketnya ya yaitu hanya 35 ribu satu orang…HAHAHAHAAH mamam deh tuh jo bis INTRA pake AC! udah gitu kita duduknya pisah-pisah tapi saya duduk bareng sama cewek si uppa ama cowo, ga jauhan sih, tapi kan tetep ya jadinya ga bisa ngobrol. Nah ada lagi nih bonus naik bis ajaib ini, yaitu kepulan asap rokok yang sungguh MEMBAHANA…. OMG!!!!! mau mati rasanya! tapi ya gapapa karena perasaan excited menuju Samosir ternyata mampu mengalahkan rasa tersiksanya dikepung asap rokok dan hingar bingarnya musik dangdut batak didalam bis plus suasana bis yang sungguh spooky dan ahhh pokoknya speechless lah. Nih penampakan bisnya dari luar…lumayan sih ye..tapi dalemnya amangoyamang!!!
image

Tapi yakin dan percayalah, di Medan ga selalu seseram penampilanya. Perjalanan kami berjalan lancar, dan supir bis juga menyupir dengan kencang tapi tetap enak alias ga ajlut-ajlutan. (Supir MEDAN I LOVE U!!!!!) bahkan keneknya yang super ga jelas itu pun baik juga ternyata,Kita pun tiba di Parapat jam 1.30 dan pas kita nanya dimana penginapan Melissa (yang sudah adik saya cari di google) ternyata sudah lewat, eh tapi pas saya lihat ada penginapan Hotel Sedayu, yang juga saya lihat di google ternyata ada percis didepan kita, tempat kita diturunkan. Kita pun berjalan sambil nenteng tas. Kita cuma bawa satu tas sedang dan dua ransel kecil.

Setibanya di Sedayu, kita nyewa kamar yang ratenya 145 ribu saja per malam. Dan kamarnya bersih, kamar mandi didalam. Ada juga yang kamar mandi luar dengan rate lebih murah. Bisa jadi alternatif nih kalau kalian mau bermalam di parapat sebelum nyebrang ke tuktuk paginya.

Tanpa babibubebo kita pun tidur jam 2 pagi itu dan sebelumnya kita nanya jam berapa kapal pertama yang akan menuju tuktuk? Banyak jawaban yang ga pasti..mereka bilang jam 7 pagi, saya tanya orang lain ada yang bilang jam 9 pagi. Entahlah mana yang benar. Yang pasti kami tidur dalam keadaan busuk…hahahaha ye gimana ga busuk coba kalo sepanjang jalan dari medan ke parapat kena kepulan asap rokok dan dekilnya itu kursi bis..OMG dan nemu toilet-toilet super ajaib sepanjang perjalanan tiap kita berhenti. Ah but who cares? Yang penting sekarang bisa ngelurusin kaki dan badan sebelum besok pagi nyebrang ke tuktuk.

Paginya kami pun bangun dan batre henpon udah full dicharge *penting nih biar tetep eksis kan ya bok* hahaha.. lumayanlah kami nyenyak dan kelar mandi jam 6 30, tentu saja hotel tidak menyediakan breakfast (ya menurut lo??? Hahahaa 145rb cuyy) jadi jam 7.15 kami capcus naik angkot yang lewat percis di depan hotel, naik angkot yang menuju pelabuhan Tiga Raja. Membayar ongkos 4rb per orang kami pun tiba di pelabuhan Tiga Raja (15 menit dari hotel Sedayu tadi) pas nyampe Pelabuhan kami liat kapal-kapal bersandar tapi pas nanya mana kapal yang menuju Tuktuk, ternyata kapal akan datang pukul 8.30…jiahhh udah buru2 dari hotel ternyata masih harus nunggu satu jam lagi. Eh tapi bagus juga, ada waktu buat kami untuk explor sekitar pelabuhan dan waktu untuk sarapan di warung-warung area pelabuhan.

Nih sarapan kami yang berat…Enakkk!! Sayur daun ubi tumbuk karena baru dimasak semua..jadi fresh aja rasanya…Plus makan ikan mujair di samosir ini sangat-sangat nikmehh makk…karena ikannya fresh from the lake..Toba Lake!!!
image
Dan dibawah ini penampakan hotel Sedayu….
image
Kamar hotel sedayu :
image
Mangga samosir yang akhirnya saya beli sekilo (20rb) mahal bener sihh!! Tapi nikmat tiada tara…tau cara makan mangga ini ga? Cuci mangganya, gigit kulitnya…makan mangganya..hmmm sedepppp…a
image
Lalu ada ikan-ikan seger di onan (pasar) dekat pelabuhan Tiga Raja
image

Jam 8.30 tepat, kapal menuju tuktuk pun berangkat, tanpa harus menunggu penumpang penuh, penumpang kapal pagi itu cuma kami berdua dan 3 orang pedagang sayur mayur yang membawa dagangan mereka ke tuktuk.

image

image

Kami mebayar tiket kapal seharga 15rb rupiah saja, dan perjalanan ditempuh selama kurang lebih 30 menit, saya minta diantar ke dermaga hotel Carolina, yang sudah saya booking 3 hari sebelum keberangkatan, bookingnya ga perlu pake DP segala. Enak kan? Nah selama perjalanan menyebrang dari parapat menuju Tuktuk, saya dan terlebih uppa sangat terkagum-kagum dengan indahnya Danau Toba dan Pulau Samosir. Pantaslah kalau danau toba ini sangat dicintai para turis lokal dan internasional.
image

image
image

Bagaimana tidak, kalau sejauh mata memandang, hanya ada hamparan danau yang indah, dikelilingi oleh bukit-bukit dan gunung yamg gak kalah bagusnya. Dan 30 menit perjalanan menuju Tuktuk terasa singkat sekali karena kami sibuk menikmati pemandangam yang ga ada duanya ini, dan jangan lupa ada sesi foto-foto kami dan nikmatnya kami bebas mau berkespresi karena ga ada penumpang lain, alias sepi..berasa kapal milik pribadi..hahahaha ngayal aja kamu jo!!!

image
image

Udah kepanjangan kayaknya nih postingan…..bersambung lagi aja deh ya…

Will tell you our journey from Tuktuk to Sianjur Mula-Mula in my next post…
Thank you for reading…

21

WHY SAMOSIR? And The Drama Behind!

IMG_1356

Suatu malam sekitar dua minggu yang lalu terjadi diskusi hangat penuh romansa di sebuah kamar, diskusi yang tak ada habisnya, diskusi antara sang suami dan istri. Bukan, bukan diskusi tentang naiknya harga BBM, bukan tentang sinetron ganteng-ganteng srigala apalagi, bukan tentang hal-hal yang bikin pusing kepala, lah wong penuh romansa kok. Hihihihi ya…ya diskusnya adalah tentang mau kemana liburan 4 hari yang kami punya. (dan seperti biasa, suami-istrinya ya saya dan uppa..hihihi)

Sempat terpikir mau ke Malang dan bawa anak-anak, eh tapi ternyata ke Malang itu mahalnya ga ketulungan ya. Gak nyangka deh harga tiket kereta api dan pesawat bisa hampir sama gitu, buat tiket aja kita bisa abis 5 juta kalo ber 4 *OMG!*

Trus kita pikir-pikir lagi, kenapa kita ga pulang kampung aja. Saya terakhir ke Medan itu tahun 2009 waktu jadi maid of honour sahabat saya si Hanna yang menikah disana. Lalu saya juga kangen berat ama Sianjur mula-mula  karena terakhir ke Sianjur mula-mula adalah tahun 2006 saat aada acara mangokal holi, acara pengumpulan tulang belulang para ompung dan leluhur saya. (hahahaha ngaku, pengen pulang karena efek baca Gelombang juga sih HAHAHA CETEK KAMU JO!)

Terus nih yang lebih penting dari segalanya adalah bahwa uppa alias pak suami ternyata belum pernah yang namanya ke Medan, apalagi ke Samosir? Lahhhh kesian amat si kariting darling jugulku belom pernah ke tanah leluhurnya! Eh tapi tunggu dulu, bukan cuma itu, dese juga kangen bok ama tanah kelahirannya yaitu di Sibolga (10 jam lagi perjalanan darat dari Medan) karena sejak ia hijrah ke ibukota,  which is itu dia pas kelas 1 SMP, belom pernah yang namanya pulkam alias pulang kampung. Ebusetttttt udah 100 tahun yang lalu kan itu!!!! Hahahaha lebayatun kamu jo! Gak kok, Cuma 24 tahun yang lalu saja sodara! Iyeee aje gile kan ga pernah pulkam sampe 24 tahun. *pukpuk uppa*

Jadi diskusi kita makinlah hangat, yang bikin hangat adalah akhirnya kita memutuskan ga jadi ke Malang karena biaya yang akan habis akan sekitar 10 jutaan kurang lebih, dan itu sungguh pemborosan yang tak berarti dikala kami sedang ingin merenovasi rumah kami yang segera akan jadi mudah-mudahan akhir tahun ini (walauoun teteup.pindahnya ga tau kapan)Tapi karena kami memang sedang ada berkat lebih dari Tuhan dan bisa disisakan untuk pergi berlibur, maka kami tetapkan untuk pergi ke Medan, Samosir dan Sibolga saja. Karena walaupun akan sama aja budgetnya seperti ke Malang bahkan bisa lebih (kalau kita pergi ber 4) tapi setidaknya itu akan menjadi liburan yang sangat berarti, karena kita pergi pulang ke tanah leluhur kita, mengunjungi tempat kita berasal. Pasti akan menjadi perjalanan yang tidak akan terlupakan. Kapan lagi kan? Mumpung ada kesempatan.

Tapi diskusi makin malam makin hangat, karena melihat rute kita yang sungguh ajaib itu Medan-samosir-sibolga-Medan dengan kurun waktu 4 hari saja, maka mustahil bisa bawa pasukan bodrexku yang super rempong itu. Mungkin kalo kita hanya ke Medan aja atau ke Samosir aja bahkan ke Sibolga aja akan sangat memungkinkan bawa bocils, tapi ini rutenya ajaib banget kan, no! no! kasian banget anak-anak kalau diikutsertakan, toh Gavin juga belum ngerti-ngerti amat dan kita takut mereka malah kecapekan karena rute perjalanannya.

Malam itu pembicaraan ditutup karena ngantuk dan ketiduran, dan belum diputuskan apakah anak-anak akan ikut atau tidak. Galau tak menentu selama dua hari, karena terus terang kami belum pernah pisah sekaligus bedua pergi ninggalin anak-anak. Masih inget banget, pertama kali pisah tidur sama Gwinette adalah waktu saya mau nginep di RS melahirkan Gavin, nangis rek, emaknye cengeng abisss! Terus peluk-peluk, ga keruan deh itu feelingnya saat itu. Akhirnya setelah si emakku yang super baik hati itu bilang kalau anak-anak ga bakal kenapa-napa ditinggal, kalian pergi aja, kan ada ompungnya, lagian kasian kalo mereka ikut, pasti bakalan capek banget.

Ahhhh lega deh kami setelah si emak ngomong gitu, dan akhirnya 4 hari sebelum keberangkatan kami pun booking tiket untuk JAKARTA-KUALANAMU PP untuk 2 orang saja. Huaaaaaa ada rasa guilty harus ninggalin anak-anak sama ompungnya tapi gimana donk, emak bapaknye kan juga butuh jalan-jalan (after so many years ga pergi berduaan gitu lohhh) hahahaha *getokkkkk emakbapake, emang bilang aje mau hanimun yang tertunda*lol….jangan pada syrik yeeee….

DRAMA MENINGGALKAN BOCILS

Jadilah kami berangkat hari Rabu sore, saya langsung di jemput di tempat kerja, diantar si bapak ke Airport, jadi emang masih pake baju kerja tuh dan gak ganti-ganti lagi sampe Medan, bahkan sampe parapat. Dua hari sebelum keberangkatan ke Medan, saya dah bicara pelan-pelan sama duo G, kalau mompop nya mau ke Medan, jangan sedih, karena ada ompung, ada mba Sari, ada aunty Irene dan ompung tua (ompung saya) eh awalnya mereka pada nangis karena saya bilang mereka ga ikut. Tapi lama-lama mereka ngerti dan tiap kali ditanya, mama papa besok kemana dek? Ke Medan, nggak boleh apa dek? Nggak boleh sedih. Karena apa kak? Karena cuma sebentar aja kan ya ma? Lalu saya jawab, iya kak mama papa pergi cuma sebentar aja, hari minggu juga uda pulang, kalau kakak dan adek ikut  nanti kecapekan deh karena jauh tempatnya, jadi dirumah aja sama ompung yah, mama belikan sesuatu nanti pulang dari Medan, kakak dan adek ga boleh berantem selama ga ada mama, karena kalau baik-baik nanti ompung kasih sesuatu loh.

Hadehhhh susah amat ini perkara mau niggalin anak-anak! Maklum deh ya, perdana bok! Maksudnya kalu pergi dalam rangka kerjaan mungkin gak terlalu merasa bersalah ya, tapi kalau perginya buat seneng-seneng mompop nya doank kan ya gimanaaaa gitu rasanya. Saya udah sediain reward buat mereka tiap hari, ada wafer loacker kesukaan mereka untuk hari pertama, ada buku cerita baru untuk hari kedua, ada buku sticker baru untuk hari ke 3, ada buku mewarnai untuk hari ke 4. Dan tetep ya bok! Semua itu tak tergantikan karena selama kami pergi, si kakak yang tampangnya cool abis waktu pisahan di bandara, malah sakit malarindu sama mompopnya. Selama kami pergi, si kakak sakit selama dua hari, badannya panas dan muntah-muntah. Dia makin sedih tiap saya bertelepon, lalu mama saya larang saya bicara dengan si kakak, karena tiap saya ngomong sama dia, dia langsung muntah dah katanya makin sendu! Ahhhhhhh kakak….kamu ternyata memendam perasaan ya, sampe sakit gitu! Hiks akuuu sedihhh kan pas disananya.

Si Gavin malah lain cerita, karena dia yang pisahan di airport nangis-nagis dan bikin saya jadi nangis juga dan sedih ga ketulungan, eh malah nih anak cengengesan mulu tiap kami bertelepon. Ndullllll malah bikin tambah kangen. Eh tapi kan katanya kita ga boleh sedih-sedih ya nanti malah bikin si anak berasa juga kesedihan kita. So we are trying our best to be happy and keep praying to our little ones supaya mereka akan baik-baik saja.

Dan akhirnya perjalanan kami pun dimulai, Yes We reach Medan at 7 PM, dan kita yang perencanaannya kurang mateng ini, pun bingung  mau naik apa dari kualanamu ke parapat? Apa besok pagi aja? Apa sewa mobil travel? Apa nginep dulu di Medan dan pagi-pagi berangkat ke Parapat? Asli! Nih intenerary plannya ga kece abis! But as I love surprises, I don’t really mind! Take it easy girl! Santai aja…….

*Cerita bersambung di postingan selanjutnya, berjudul : “From Parapat to Tuktuk”*