81

Sianjur Mula-Mula : Desa Indah Nan Magis

Baiklah permirsa yang budiman, karena libur akhirnya tlah tiba dan saya lagi asik-asiknya baca novel-novel yang  tertunda, maka sebelum makin males nulis, plus sebelum makin basi dan hambar, yuk kita tuntaskan cerita trip ke Samosir itu.

“ASAL MUASALNYA ORANG BATAK”, itulah kira-kira arti dari kata “SIANJUR MULA-MULA”.

Welcome to Sianjur Mula-Mula

Welcome to Sianjur Mula-Mula

Sianjur Mula-mula adalah salah satu dari 9 kecamatan  di Pulau Samosir. Desa ini dikelilingi bukit-bukit yang indah, hamparan sawah yang teratur dan  yang pasti udara yang sejuk dan segar. Kalau kata mama saya, desa ini bentuknya mirip kuali, karena ada di lembah dan dikelilingi oleh gunung dan perbukitan. Dingin banget disini makkk!!!

Seperti saat perjalanan dari Tuktuk menuju Pangunguran, kita pun ga nyangka bakal secepat itu udah tiba di Sianjur Mula-Mula, Yakni hanya 20 menit saja dari Pangunguran. Dan berikut adalah tempat-tempat yang kami kunjungi  di Sianjur Mula-Mula, secara berurutan:

1) Aek Sipitu Dai

Welcome to Aek Sipitu Dai

Welcome to Aek Sipitu Dai

Aek Sipitu Dai adalah salah satu objek wisata pertama yang bisa kita temui di kampung ini. Apa itu Aek sipitu dai?

AEK: AIR

PITU: TUJUH

DAI: RASA

Jadi artinya Air 7 rasa. Jadi ini adalah 7 air pancur/ yang punya 7 rasa dari satu sumber mata air yang sama. Heran kan! Kok bisa dari satu sumber mata air tapi menghasilkan 7 rasa air yang berbeda. Memang, rasanya agak susah di bedakan karena mirip-mirip. Ada yang asem, ada yang agak kecut, ada yang mirip soda, dan macam-macam lainya. Kalo kata warga setempat harus kasih jeda waktu pas nyicipin airnya. Airnya bisa langsung diminum.. Saya sempat icip-icip untuk mengobati rasa kangen. Tempat ini sering dikunjungi wistawan lokal maupun mancanegara. Tapi ya gak rame kayak objek wisata komersial macam di Bali sana. Yang mau liat, masuk, dan cicipin airnya ya boleh-boleh aja, gratis. Bahkan mau simpen airnya di botol pun boleh, bawa jirigen sekalian deh…hahahaa. Saya bawa satu botol aqua untuk minum di jalan.

Tempat ini bahkan sudah digunakan oleh masyarakat setempat dari dulu menjadi tempat permandian umum. Mau ambil air, mau pipis, mau cuci piring dan cuci baju sekali pun tak apa. Saya dulu kalau mandi dan cuci piring ya disini seringnya. Memang harus berjalan agak jauh sih. Tapi di kampung kami waktu itu jarang yang punya kamar mandi or toilet sendiri. Peraturan selama di aek sipitu dai dan di tempat-tempat yang agak mistis di kampung ini cuma satu, yaitu “DILARANG MENTEL” artinya dilarang kecentilan dan juga kita dilarang berbicara kotor. Ya intinya jangan macem-macem deh.  Konon katanya Aek sipitu dai ini adalah tempat permandian raja-raja batak dan keturunannya. Tempat betemu dan berjodohnya anak-anak dari Raja Batak. Aek sipitu dai merupakan situs dan perkembangan suku Raja Batak.

Dibawah pohon beringin yang tua inilah sumber mata air aek sipitu dai itu berasal...spooky gak sih?

Dibawah pohon beringin yang tua inilah sumber mata air aek sipitu dai itu berasal…spooky gak sih?

salah satu air pancur di aek sipitu dai

salah satu air pancur di aek sipitu dai

7 pancuran ini di bagi 2, 4  pancuran buat wanita dan sisanya untuk pria. Kalau mandi harus pakai kain...lah ribet yee

7 pancuran ini di bagi 2, 4 pancuran buat wanita dan sisanya untuk pria. Kalau mandi harus pakai kain…lah ribet yee

anak-anak setelah mengambil air dari aek sipitu dai. embernya langsung dikepala dan tuh air langsung ditampung diatas kepalanya...hebatttt!

anak-anak setelah mengambil air dari aek sipitu dai. embernya langsung dikepala dan tuh air langsung ditampung diatas kepalanya…hebatttt!

anak-anak gadis kecil yang rajin

anak-anak gadis kecil yang rajin

pemandangan dari depan aek sipitu dai....seger banget kan

pemandangan dari depan aek sipitu dai….seger banget kan

2) Tugu/Kuburan Ompung

Selesai kami foto-foto dan ngobrol sama warga setempat, kita pun melanjutkan perjalanan, dan eh masih dekat-dekat Aek Sipitu Dai itu, saya minta uppa berhenti karena saya mau lihat kuburan ompung saya yang ga jauh dari pinggir jalan itu. Saya ga ziarah sih, cuma liat aja dan berfoto. Kuburan or tugu ini dibuat tahun 2006 lalu. Waktu itu kami semua keturunan ompung pulang ke Medan dan memulai perjalanan untuk mengumpulkan tulang-belulang ompung-ompung kami, bayangkan ada 14 kuburan yang harus kami bongkar untuk tulang belulangnya dibawa dan disatukan di Tugu yang akan kami buat itu. Nama acara itu adalah ‘mangokal holi’ artinya memongkar tulang belulang.

Salah satunya dari kuburan yang kami bongkar adalah ompung kandung saya, yaitu ompung doli (bapaknya bapak). Kita harus pergi ke Sidikalang dan mencari tahu dimana kuburan ompung. Eh eh nanti ya kapan-kapan cerita khusus tentang upacara “mangokal holi” ini. Kok jadi ngelantur gini sih? Hehehe maap.

kuburan ompung dan leluhur saya

kuburan ompung dan leluhur saya. Posisinya ada disebelah kanan jalan kalau kita dari aek sipitu dai

3) Mampir di Rumah Saudara

Hihihi lucu deh mukanya bapauda dan nanguda (om tante) saya pas ngeliat tiba-tiba kami nongol disana, di depan rumahnya. Ini bukan tante dan om kandung sih, tapi kami satu keturunan lah, susah jelasinnya. Kami cuma  mampir bentar dan kasih salam-salam tempel buat tuan rumah dan anak-anaknya yang ada 5 (ebusettt banyak aje..maklum dikampung kan neikkk….dingin pula hahaha).

with Rio, anaknya bapauda dan nanguda saya

with Rio, anaknya bapauda dan nanguda saya

4) Sekolah dan Gereja  Advent Limbong

Iya ini mah, saya cuma mau mengenang masa kecil yang saya habiskan di desa ini selama satu tahun lamanya. Walaupun cuma setahun, tapi memori tentang kampung ini sangat melekat kuat di ingatan. Saya ingat detail dan adegan saya jalan kaki pergi dan pulang sekolah, ingat jajan bakpao kampung dekat sekolah, ingat tentang mengumpulkan buah kemiri yang jatuh, ingat juga tentang saling naksir-naksiran sama temen sekelas (hahahah kocak nih kalo ingat bagian ini, soalnya kisahnya sempet berlanjut pas udah gede ketemu lagi di Jakarta hikikikik…) Ahhh sudahlah, intinya terlalu banyak memori yang ga bakal saya lupain….

Sekolah SD Advent Limbong, tempat saya sekolah dulu waktu kelas 3-4 SD

Sekolah SD Advent Limbong, tempat saya sekolah dulu waktu kelas 3-4 SD

Kuburan di depan sekolah yang sering dijadiin tempat anak-anak duduk-duduk. Istilah kerennya "nongkrong2". Jiahhhh nongkrong kok di kuburan? hihihi

Kuburan di depan sekolah yang sering dijadiin tempat anak-anak duduk-duduk. Istilah kerennya “nongkrong2”. Jiahhhh nongkrong kok di kuburan? hihihi

5) Sopo Guru Tatea Bulan/ Monumen Patung si Raja Batak.

Ini dia puncak dari perjalanan kami di Sianjur Mula-Mula. Disinilah monumen raja batak itu dibangun, yaitu di kaki gunung Pusuk Buhit. Waktu saya tinggal disini dulu, monumen ini belum ada, dan tahun 2006 saya kesini pun ini belum rampung dibuat. Jadi menurut kisah sejarah orang batak, di kaki gunung pusuk buhit inilah orang batak pertama kali diturunkan. Ya ini sih memang cerita versi orang batak ya. Nah Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat gambar berikut ini:

Tugu yang dibangun oleh para pengurus opung tatea bulan. lokasinya percis ada di kaki gunung pusuk buhit. Waktu kami datang, ga ada yang jaga dan cuma kami berdua...yaelah merinding disko juga awaklah, tapi tempat ini bersih dan kita harus lepas alas kaki kalau mau masuk.

Tugu yang dibangun oleh para pengurus ompung tatea bulan. lokasinya percis ada di kaki gunung pusuk buhit. Waktu kami datang, ga ada yang jaga dan cuma kami berdua…yaelah merinding disko juga awaklah, tapi tempat ini bersih dan kita harus lepas alas kaki kalau mau masuk. Ohya yang bendera merah putih hitam itu adalah bendera bangsa Batak. ETDAHHH baru tau eike juga.

Pomparan : artinya Keturunan. Ini adalah gambar keturunan raja batak. Saya belum bisa jelasin secara detail. Tapi di buku gelombang DEE ada kok, sekilas dia jelasin tentang sejarah asal muasal orang batak.

Pomparan : artinya Keturunan. Ini adalah gambar keturunan raja batak. Saya belum bisa jelasin secara detail. Tapi di buku gelombang DEE ada kok, sekilas dia jelasin tentang sejarah asal muasal orang batak. Limbong Mulana itu termasuk marga pertama batak. So now I’m proud to be Limbong.. Kalo di kumpulan orang batak gitu, mereka nanya, boru apa kamu? trus jawab boru Limbong. Wah boru ni raja…(artinya putri raja)…NGOKKKK!putri raja kok kere? hahaha

Ini dia para keturunan Raja batak itu. Nah yang putih dibawah itulah Raja Uti. Yang rohnya masih sering dipanggil saat upacara gondang di desa itu. Lalu yang di tengah itu SisingaMangaraja, nah diantara itu saya ga tau yang mana, ada  Saribu raja (Marga pasaribu), ada Malau, Limbong Mulana (marga saya) dan Sagala Raja (marganya si Alfa alias ichon) hehe... jadi dari marga-marga inilah asal muasa batak....hmmmm tolong dikoreksi donk kalau ada yang salah..saya cuma kasih info yang setau saya aja....

Ini dia para keturunan Raja batak itu. Nah yang putih dibawah itulah Raja Uti. Yang rohnya masih sering dipanggil saat upacara gondang di desa itu. Lalu yang di tengah itu Sisinga Mangaraja, nah diantara itu saya ga tau yang mana, ada Saribu raja (Marga pasaribu), ada Malau, Limbong Mulana (marga saya) dan Sagala Raja (marganya si Alfa alias ichon) hehe… jadi dari marga-marga inilah asal muasa batak….hmmmm tolong dikoreksi donk kalau ada yang salah..saya cuma kasih info yang setau saya aja….

agak-agak spooky yaaaaa

agak-agak spooky yaaaaa

Ada beberapa tempat lain juga yang bisa dikunjungi disini, tapi kami sudah kehabisan waktu, takut kemalaman nyampe di Tuktuk. Duhhh rasanya nyesal kenapa cuma nginep satu malam di Tuktuk. Mungkin lain kali kami harus fokus ke Samosir aja, ga perlu ke Sibolga segala. Nah tempat lain yang magis juga adalah “Batu Hobon”, tapi kami ga mampir cuma lewatin aja dan saya foto dari kejauhan. Dulu sih saya sering main-main ke tempat ini. Apa itu batu hobon? batu hobon ini adalah batu besar yang di bawahnya terdapat harta emas segede gaban milik raja-raja batak dulu. Tepatnya milik boru pareme, salah satu keturunan ompung tatea bulan. Jadi nih, sudah beberapa kali ada orang yang ingin mengambil emas dari dalam batu hobon itu, tapi selalu gagal. Bahkan tentara belanda jaman dulu ada yang sudah membom batu hobon ini, dan tetap aja nihil hasilnya. Yang bikin saya merinding adalah, bahwa siapa saja yang berusaha mengambil emas dari batu hobon ini, gak lama akan meninggal, termasuk si tentara belanda tadi, meninggal dalam hitungan hari… Ih syerem kannn!

Itu dia tempat batu hobon berada. Ynag pondok kecil itu. Saya males mampir karena cuma liat gitu doank ga ada apa-apanya. Posisi batu hobon ini ga jauh dari monumen raja batak tadi,

Itu dia tempat batu hobon berada. Yang pondok kecil itu. Saya males mampir karena cuma liat  batu gitu doank ga ada apa-apanya. Posisi batu hobon ini ga jauh dari monumen raja batak tadi,

Kami sebenernya pengen banget berlama-lama disini, soalnya view sekeliling juga indah banget, udaranya sejuk dan semua kayak gak real. Saya selalu bilang ke uppa kalo pemandangan di desa ini kayak lukisan. Iya, kayak lukisan. Coba lihat foto-foto dibawah ini…..menurut kalian kayak lukisan ga?

Sawahnyaaaaa ya ampun!! speechless

Sawahnyaaaaa ya ampun!! speechless

yang dibawah itu sekolah Arsam namanya. Sekolah terbesar di desa itu. Asik banget ya sekolahnya punya view begitu...

yang dibawah itu sekolah Arsam namanya. Sekolah terbesar di desa itu. Asik banget ya sekolahnya punya view begitu…

another stunning view in Sianjur Mula-Mula

another stunning view in Sianjur Mula-Mula

Membawa Alfa Sagala pulang ke kampungnya *tsahhhh niat beneurrr*

Membawa Alfa Sagala pulang ke kampungnya *tsahhhh niat beneurrr*

foto ga ada yang diedit dan resize, plus juga kami belum pintar foto,,,maklum kamera SLR pertama...tapi yakinlah, aslinya lebih keren daripada foto ini

foto ga ada yang diedit dan resize, plus juga kami belum pintar foto,,,maklum kamera SLR pertama…tapi yakinlah, aslinya lebih keren daripada foto ini

My Fav picture.....berkhayal agi di NZ

mountains and hilss

mountains and hills

I will come back soon, my lovely kampung halaman!

I will come back soon, my lovely kampung halaman!

Gimana???? indah kan ya? duhhhh ampe sekarang si uppa ga bisa move on loh dari trip samosir kami ini, secara ini pertama kalinya dia ke Samosir. Si uppa ampe bilang dia mau pindah ke Samosir dan bisnis mini market, buka Alfamart dan indomaret ceunahhhh! haiyaahhhh terserah kaulah darling!. Nah terus kan saya ngotot ajakin uppa ke TELE, tele ini tempat or spot paling kece untuk melihat danau toba dari atas,,,,asliiii keren banget! saya sih sering dulu lewatin dan mampir tele ini, dan pengen ajak uppa kesini. Tapi nih, si uppa ragu-ragu karena udah jam 3 sore. Saya bilang ke dia, cuma stengah jam kok ke Tele. Ya udah deh kita cussss naik ke Tele.

Tele ini jalannya membelah bukit dan gunung, jadi pinggir kiri ada jurang…hissss serem juga. Uppa makin ragu pas kita udah stengah perjalanan dan ternyata agak gerimis dikit, tapi dikit banget, dan saya masih semangat dan gak gentar. Ya tapi emang sih, kalo kehujanan beneran emang apes banget rasanya. Masalahnya ga ada apa-apa sepanjang perjalanan ke Tele itu. Sepiii banget, bahkan ga ada warung-warung gitu. Jadi setelah kita udah setengah perjalanan naik keatas, dan lihat sekeliling kok ya makin sepi dan kita pun segera turun. Si uppa beneran takut kenapa-napa. huhhhh payah ah! soalnya kan tanggung udah stengah perjalanan…dan kalau uppa tau tele itu kayak apa.indahnya, yakin deh bulan depan dia jangan-jangan beli tiket sendiri ke Medan dan balik ke Samosir, HAHAHAHA…..soalnya Tele itu bikin speechless, asli deh danau tobanya keren banget kalo liat dari Tele. Siapa yang udah pernah dari Tele???? beneran indah kan?. Nah ini ada secuil foto-foto dari perjalanan ke Tele kita yang cuma setengah itu.

Tuh kan kita udah stengah perjalanan diatas menuju Tele....Danau Tobanya udah ngintip-ngintip..Oh my!!!

Tuh kan kita udah stengah perjalanan diatas menuju Tele….Danau Tobanya udah ngintip-ngintip..Oh my!!!

Ada spot kecil buat ngeliat danau toba, tapi ini belum keren! di Tele baru speechless deh

Ada spot kecil buat ngeliat danau toba, tapi ini belum keren! di Tele baru speechless deh

Jadi begitulah kira-kira secuil cerita tentang kunjungan kami ke Sianjur Mula-Mula. Bagi kalian yang sedang kebetulan berkunjung ke Samosir dan penasaran sama sejarah asal muasal orang Batak, plus penasaran lihat kampungnya Alfa Sagala (hahaha teteuppp ya bok..Alfa maning) Ga ada salahnya mampir disini, apalagi kalau penasaran sama indah dan magisnya kampung ini. Terimakasih sudah menyempatkan baca cerita pulang kampung kami. Sebenernya masih banyak yang mau diceritain, tapi nanti-nanti deh, takut kalian bosan bacanya. Saya masih mau cerita tentang Tuktuk, Sibolga dan Medan. Tapi nanti-nanti aja ya, soalnya banyak hal lain yang udah kebelet banget mau di tulis.Dan ini lama banget kelar nulis dikarenakan leletnya modem inet saya! gak kompak banget ya, giliran lagi libur banyak waktu lowong ga bisa internetnya. Baiklah, Sekian dan Trimakasih 🙂

Catch you later, fellas!

xoxo,

joeyz