61

Book Review : Intelegensi Embun Pagi

20160226_115508.jpg

Supernova 6 : Intelegensi Embun Pagi, by Dee Lestari! Cover yang mewah, like it….

mtf_etiev_215.jpg.jpg

Buku ber TTD dee, isi goodie bag saat launching buku IEP minggu lalu. Thank you mba dee

 

6 buku, 99 keping, 15 tahun dan satu penulis….

Ahhhhhh, rasanya seperti baru menyelesaikan satu babak dalam kehidupan, saat selesai membaca serial supernova yang satu ini yakni si Intelegensi Embun Pagi (IEP). Rasa-rasanya hampir mustahil bisa mereview buku dengan tebal 690 halaman ini tanpa spoiler. Walau Sondang udah rengek-rengek untuk dispoilerkan aja because she enjoys spoiler dan katanya aku one of tukang spoiler hahahahaha…. Dani juga bilang, kalau saya selalu bikin orang jadi pengen baca kalau review satu buku (mungkin karena saking spoilernya ya Dan haha). But ok, mari yuk dilihat dulu review versi saya dan sekuat tenaga semoga ini tidak mengadung spoiler, ya palingan 14 % cincailah yak 😄

Judul buku: Intelegensi Embun Pagi
Penulis : Dee Lestari
Tebal halaman: 690 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2016

SINOPSIS (Dari back cover)

Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.

Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.

Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang bernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga. Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak. Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas.

Hidup mereka takkan pernah sama lagi.

REVIEW

Menurut saya ini buku yang paling epic yang pernah saya baca, dan yakin seyakin-yakinnya bahwa yang nulis punya sesuatu yang spesial dalam otaknya atau barangkali Dee memang datang dari dimensi lain? Apakah jangan-jangan dia dikirim dari Asko? Who knows….Hahahahaa beneran deh sampe kepikiran sama sang penulis yang menurut saya terlalu jenius untuk bisa nulis serial ini selama 15 tahun lamanya dengan ending yang Indahnya kebangetan…..errrrrrr Gemeshhhh 😄🙆

Buku yang paling spesial yang pernah saya baca karena belum pernah nemu tema cerita seperti ini, Dee berhasil menciptakan alam semesta sendiri dalam bentuk fiksi yang semuanya berkaitan. Benang merah dari buku 1-5 dapet banget. Di buku ke 6 ini sangat spesial karena akhirnya terkuak semua misteri pada tiap buku dan tiap karakter yang ada di dalamnya. Bahkan, yang paling spesial dari buku ini adalah bahwa kita diberi ruang untuk mempertanyakan banyak hal sekaligus mendapatkan jawaban atas pertanyaan kita. Itu sebabnya buat saya, membaca buku Dee ini saja rasanya tidak cukup. Habis baca ya HARUS KUDU MESTI DIBAHASSSSSS!!! 😂😂😂hahahaha jadi beruntunglah saya punya beberapa teman yang bisa diajak ngebahas buku ini. Yakni one of ortu murid di sekolah (kita ga kelar-kelar bahas di WA), Maya, Leony (temen kerja dulu) Smita (petitepoppies) dan Sondang coming soon ya darling. Sumpah! Ga sabar juga ngebahas ini di kolom komentar dibawah nanti. Silahkan komen sebanyak dan sepanjang kalian suka, I’ll be glad to read it. Please komennya jangan melenceng dari topik yak. Hahahaha 😂😂

Jadi mari kita bahas elemen-elemen penting dalam buku ini:

GASPOL DARI AWAL-AKHIR

Dalam salah satu wawancara Dee tentang buku ini, dia bilang bahwa buku ini emang udah ga pakai intro-intro panjang lebar. Memang ada sedikit info or background tiap karakter pada buku-buku sebelumnya, tapi saran saya memang mesti baca supernova 1-5 dulu biar gak lost pas baca IEP ini. Bahkan yang udah baca aja jadi pengen re-read semua dari awal lagi. Terlalu seru untuk dilewatkan dan memang banyak hal yang saya juga udah rada lupa terlebih buku Akar dan KPBJ.

Intinya, baca buku dari awal dulu deh karena di IEP ini Dee Gaspolllll terus dari awal sampai akhir, kita yang baca kayak ga dikasih kesempatan untuk santai-santai. Which means, ceritanya terus-terusan seru yang gak berkesudahan alias alur yang cepat dan gak bikin bosan.

INFIlTRAN, PERETAS, UMBRA & SARVARA

Saat kita baca IEP kita akan akrab dengan empat kata diatas. Well sebenernya banyak lagi sih istilah-istilah lainnya, yaitu tentang gugus, Asko, dan sebagainya. Tapi, keempat istilah diatas akan jauh lebih sering kita temukan.

Infiltran adalah penjaga untuk para peretas agar aman dari jangkauan para Sarvara. Peretas itu adalah si 6 tokoh yang nantinya akan bertemu. Udah pada tahu kan tokoh-tokohnya? Yes Bodhi dkk.

MISTERI TERKUAK

Satu persatu misteri terkuak. Siapa Gio sebenarnya? Apa peran Gio dalam supernova ini?

Apa yang terjadi pada Bodhi saat bertemu dengan Elektra?

Bagaimana Ferre, Dimas, Dan Ruben berperan dalam buku ini dan berkaitan dengan tokoh lain?

Di buku ke 5, saat Alfa naik pesawat menuju Indonesia Alfa bertemu Kell yang dulu pernah mati kena granat saat bersama Bodhi dalam buku Akar. Kell pernah bilang ke Bodhi, kalau Bodhi akan melahirkannya kembali. It’s true, Kell kembali. Saya sempat curiga kalau si Kell ini Sarvara, eh ternyata dia one of my favorite Infiltran. Dasar bule Gila!!! 😂

Kita juga akan tahu, siapa Isthar sebenarnya. Isthar yang sangat digilai oleh Alfa adalah perempuan yang sama dengan yang ditemui Bodhi di Bangkok, yaitu Star. Apa peran Isthar? Huoooo ternyata peran Isthar cukup penting.

Kemana Firas?
Nah, ini pertanyaan yang paling-paling saya pengen banget tanyakan sama Ibu Suri yaitu hilangnya Firas (ayah Zarah dalam buku Partikel) dan terjawablah pertanyaan saya, dan bagian ini saya merinding!!! Errr gilak deh pokoknya.

Pokoknya semua misteri di buku 1-5 akhirnya terkuak. Makanya beneran gaspol ini namanya 😃

TWIST: LOTS OF SURPRISES

Banyak momen dimana saya ternganga-nganga saat baca IEP ini.
WHATTTT?
ANJRITTTT!!!
GILAKKK!!!
WHAT THE H…..???!!!

Nah kata-kata kek gitu sampai keluar dari mulut saya. Gak ngerti lagi gimana jeniusnya si penulis kok sampai bisa bikin twist seperti itu. Iya, siap-siap aja deh kita terkaget-kaget pas baca IEP ini karena emang banyak banget surprises dari sang penulis.

Bagian saya paling kaget adalah tentang tokoh yang tadinya dibuku sebelumnya adalah tokoh protagonis, eh ternyata belakangan baru ketahuan belangnya. Pengen piteesss dan jorokin Trio SARVARA ke Sumsara!!!!! Errrrr 😡😡😡

Another surprise adalah bahwa banyak tokoh-tokoh yang tadinya cuma berperan pemanis aja di buku sebelumnya, nah ternyata mereka punya peran penting di IEP ini. Aslikkkk kaget banget bagian Toni alias Mpret dan Bong temennya Bodhi… Gak nyangka!

PERTEMUAN PARA PERETAS

Waktu membaca KPBJ, Akar, Petir dan Partikel gak pernah saya bayangkan kalau ternyata nantinya tokoh-tokoh ini akan bertemu dalam sebuah misi yang sama sampai akhirnya saya baca “Gelombang”. Di buku Gelombang kita akhirnya tahu kalau nantinya para tokoh ini akan bertemu.

Scene yang paling saya nantikan adalah bagaimana akhirnya para Peretas yakni Bodhi Cs ini akan saling bertemu dan berinteraksi, juga apa sebenernya misi mereka? Kebayang ga sih tokoh-tokoh yang udah melekat di hati kita eh terus ketemu semua di satu buku. That is why bukunya jadi makin menarik untuk dibaca.

KARAKTER YANG MAKIN KUAT

Semua karkater sang tokoh utama dalam supernova adalah karakter yang kuat, karakter yang melekat di hati kita. Saya yakin masing-masing pembaca setia serial ini punya favorit tersendiri dengan alasan-alasan tertentu. Di twitter bahkan rame pake hastag #TimAlfa #TimBodhi #TimZarah #TimElektra #TimGio… ya ampun sebegitu gilaknya ya para pembacanya. Selalu saya bilang kalau saya #TimZarah si gadis Turunan arab yang cantik dan berbakat.

Tapi gak bisa dipungkiri kalau karakter Bodhi yang paling kuat diantara semua peretas ini. Bodhi si traveller yang ingin menemukan jati dirinya. Bodhi si peretas kisi.

Alfa dan Gio gak kalah menawannya, karena penggambaran dua tokoh ini rasanya bikin hati perempuan klepek-klepek. Kalau disuruh pilih Alfa atau Gio, saya pasti galau akut hahahaha sebab duo peretas ini sama ketjenya. Beberapa orang bilang bahwa Alfa adalah tokoh yang kurang kuat karakternya, tapi ternyata kita dikejutkan dengan berbagai hal mengenai kekuatan karakter si Abang ganteng satu ini dalam buku IEP.

Nah!!!! Ya kalau tokoh yang satu ini, mendadak jadi favorit saya selama baca IEP. Yes si Etra alias Elektra alias Petir Gadis yatim piatu yang hidupnya nelangsa banget, seorang sarjana yang penggangguran dan tiap hari cuma makan mie instan dan telur saking menghemat sisa tabungannya 😂😂😂hahahaha. Elektra yang akhirnya berhasil membuka warnet terkenal di Bandung yakni Elektra Pop. Elektra yang berhasil bikin kita kesal dengan ulahnya membakar Asko, juga betapa lemahnya dia dibanding tokoh supernova lain. Tapi siapa sangka ternyata justru Elektralah salah satu kunci keberhasilan untuk pertempuran para peretas melawan sarvara. Gak cuman itu, di buku ini si Elektra makin BODOR ajaaaahh!!! Errrr gemes maksimal 😂😂😂

Saya yakin, menyatukan tokoh-tokoh utama dalam satu buku dan makin memperkuat karakter dari tokoh tersebut bukanlah perkara mudah. Tapi, bukan Dee namanya kalau dia gak mampu bikin kita kita kehilangan kata-kata. Semua tokoh makin kuat karakternya dan makin membuat kita cinta dengan tokoh-tokohnya.

SIANJUR MULA-MULA

Siapa sangka, Sianjur mula-mula yakni kampung halamanku, kampung halaman Alfa sagala ternyata adalah salah satu tempat penting dalam cerita ini. Saya beneran ga expect kalau tempat ini akan disebutkan lagi. Saya sampai tanya Ompung saya tentang Dolok siamaung-maung apakah benar tempat itu ada atau hanya fikitif belaka? Ternyata ompung saya tidak ingat, tapi dia pernah tahu kalau di Samosir sana ada semacam kata-kata yang mengingatkan anak-anak yang gak mau nurut ortunya, yakni “Unang mangalaoi ho, lak i alang Dolok simaung-maung anon ho”. ARTINYA, jangan suka melawan nanti ditelan dolok siamaung-maung kamu. Hissssss serem yak!

 

DELUSIONAL

Membaca buku Dee mau gak mau membuat saya menjadi delusional akut! Hahahaha😂😂 coba ya, tiap malam saya mimpi piknik ke Asko! Hadeuhhh!! Belom lagi pas saya akhirnya selesai baca bukunya Jumat sore, saya baru sadar cucian piring dah numpuk aja. Lalu rasanya pengen banget Trio infiltran intervensi untuk beresin piring-piring kotor saya. Hahahaha memang parah nih tingkat delusionalnya.

Diakhir cerita saya jadi berfikir, kalau diantara kita memang ada yang namanya Infiltran, Peretas dan Sarvara. Cuman aja masing-masing dibungkus dengan yang namanya badan dan kulit manusia. Yes, right? Hahahaha *parahhhh delusionalnya*

TAWA DAN HARU!

Salah satu candu pada buku ini adalah banyaknya tawa yang dihadirkan Dee lewat trio infiltran yang bikin saya ketawa sampai sakit perut. Apalagi kalau Kell sudah berinteraksi dengan Bodhi dan Alfa! Asli kocak banget. Bagian favorit saya ya “Tim Chen-Doll” dan asinan bogor! Ampun deh Kell!!!! Dasar bule gilak!! 😂😂😂

Pertemuan kembali antara Bodhi dan guru Liong, juga Kell adalah momen lucu yang bikin saya ngakak gak karuan. Si Bodhi terlalu sentimentil, si Kell terlalu gokil dan Liong terlalu LURUS! 😂😂😂

20160229_221119.jpg

When Bodhi met Kell!! 😀

 

Elektra gak kalah konyol dan lucunya. Udahlah lagi genting-gentingnya ealahhh tetep aja BODOR! Apalagi kalau udah bareng si Mpret aka Toni makin gak Bener😂😂. Bagian favorit saya adalah waktu para peretas mau mencari dimana Portal cermin dan masing-masing nyebutin tempat-tempat yang tak terjangkau manusia. Dengan polosnya si Elektra nyebutin “Timbuktu” sebagain salah satu ujung dunia….wakakakakak!!! Diketawain lah dia ama temen-temennya… trus pakai acara ngomong bahwa fakta itu menurut Donald bebek. Yasalaaaammm Etraaaaa!!! 😂😂

 

Sebenernya banyak scene-scene lucu lainnya yang dijamin menghibur banget ditengah ketegangan saat Infiltran dan peretas menghadapi Sarvara. Namun, sebuah cerita tidak akan punya magnet bagi pembacanya jika tidak ada momen mengaru-birunya kan?

Momen mengaharu biru ini ternyata dipersembahkan oleh Alfa Sagala!!! Cuma satu yang pengen saya lakukan saat membaca halaman 647, yakni teriak sekencang mungkin! ALFAAAAAAA!!!!!

Ahhhhh terlalu indah ending dari cerita ini, Sayang untuk dilewatkan bagi siapapun. Maka saya memberi nilai 5 out of 5 untuk buku pamungkas dari serial supernova ini.

Fav Quotes
“Manusia itu ngomong A, padahal B. Mukanya bikin C, padahal di hatinya D. Tujuannya E, tapi mutar-mutar dulu sampai Z. Bahasa itu, kan, gunanya buat jadi topeng. Manusia belum sanggup transparan” hal, 415

Terimakasih ibu suri, atas karya yang begitu menakjubkan. Gak rela rasanya serial favorit disudahi disini. Sengaja bacanya pelan-pelan yakni menghabiskan 7 hari untuk 690 halaman namun seperti yang dikatakan sang penulis “sebuah akhir akan mengasilkan sebuah awal, kata TAMAT akan menggiring kita ke PENDHULUAN yang baru. So, sampai jumpa lagi Foniks, Akar, Petir, Partikel, Kabut dan permata. Plus tentunya trio kwek-kwek infiltran favoritku. Masih penasaran sama gugus Kandara…dan tentu Permata, sang peretas puncak. Kalau kata Kalden Sakya, “TUJUH BELAS TAHUN AKAN BERLALU SEKEDIP MATA”……so, sampai berjumpa kembali di gugus lain!

 

Xoxo,
Joeyz-yang menggilai Supernova

72

15 Tahun Supernova: SEBUAH PERAYAAN HIDUP (Dari Bintang Jatuh Hingga Embun Pagi)

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup

Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara

Engkaulah matahari firadausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara

Kau hadir dengan ketiadaan

Sederhana dalam ketidakmengertian

Gerakmu tiada pasti, namun aku terus di sini

Mencintaimu

Entah kenapa

Puisi diatas  merupakan bagian dari puisi Dee dalam bukunya Intelegensi Embun Pagi yang terdapat di halaman pertama. Baru membaca satu lembar pertama saja udah bikin saya gak mampu berkata-kata, ini kok bisa  keren banget gini sih? Kalau saya mungkin butuh satu purnama hanya untuk menulis satu bait puisi dan belum tentu juga bisa bagus seperti puisi Dee 😀

Hari minggu, 28 Februari 2016 adalah salah satu “can’t wait moment” yang pernah saya ceritakan disini. Pagi itu, Jakarta (oh, ok saya domisili Tangerang sekarang) diguyur hujan. Ada launching buku Dee Lestari yang terbaru berjudul Intelegensi Embun Pagi.   Sekaligus ini adalah perayaan 15 tahun Supernova. Sebelumnya, Dee tidak pernah mengadakan launching buku untuk supernova ini. Tapi karena ini penutupan, mungkin memang tepat untuk dirayakan berasama orang-orang yang telah mendukung karya-karyanya.

Yang paling menyenangkan dari semua ini adalah, bahwa saya juga diundang Dee untuk hadir pada acara ini, dan rasanya tentu campur aduk antara senang, haru dan deg-degan. Sebenernya ada sedikit drama dalam hal undangan ini, yaitu sampai hari H undangan yang harusnya saya bawa ke tempat acara belum juga sampai dan saya jadi makin deg-degan. Tapi setelah saya email Dee tentang hal ini, beliau bilang ya datang aja. Plus makin bingung pas di akun IG nya diumumin kalau ada acara jam 3 sore. Eh eh gimana donk ini, kok di email Dee tertulis jam 12.30-14.00? makin galaulah emak-emak satu ini ya kan, yasud deh nanya maning sing ibu suri (maap mba Dee, menggaggu sekali ya email-emailku itu hehe)… eh tapi mah ya ini mba Dee seriusan deh orang yang baik dan humble banget.Di jam-jam sibuknya sebelum launching teteup sempatin membalas email saya. Beliau bilang, memang ada dua sesi untuk acara #15TahunSupernova ini. Yang dia umumin di IG  jam 3 itu ternyata untuk umum, dan undangan khusus itu jam 12.30. Then she said, “Kamu ikut yang jam 12.30 ya Joice!”…… ahhhh terimakasih mba Dee yang super baik hati!

Jam 11.40 saya masuk ke Galeri Indonesia Kaya (lt.8 GI), dan disambut panitia lalu saya menyebutkan nama saya, dan untungnya ada di daftar tamu undangan. *legaaaa* masuklah ke dalam dan sudah lumayan banyak orang di lobbynya. Panitia juga memberikan goodiebag yang salah satu isinya tentu saja sebuah buku IEP dengan tanda tangan Dee…yeayyy senengnyaa. Saya intip ke dalam aula tempat acara akan diadakan, eh lagi ada Bang ganteng Chicco Jerikho sedang latihan baca nukilan supernova “AKAR”. Huuuuuuooo hatiku makin berdebar ini….bakalan speechless besar-besaran deh ini nanti. Saya emang kecepatan deh datangnya, tapi gak apa, karena kita ga bakal bosen  di lobby atau hallnya dipajang memorablia serial supernova, fan artwork supernova dari para pembaca setianya, ada laptop-lapotop yang Dee gunakan selama penulisan Supernova, dan kalian pasti ga percaya bahwa Dee juga membawa serta oret-oretan alias maping Dee selama penulisan serial supernova. Kalian akan speechless ngeliatnya, karena beneran saya lama banget nogkrongin itu dan bacain satu-satu. Ngeliat draftnya semua serial supernova juga bikin saya geleng-geleng kepala nggak habis pikir. DASAR GILAKKKK!! TERLALU GILAK JENIUSNYA! me love you ibu suri! love your craziness.

Selama menunggu di luar, lumayan lihat bang ganteng Chicco Jerikho bersliweran mondar-mandir sambil pamer senyumnya yang sangat teramat manisssss. HAHAHAHAHA….! Apakah saya berfoto dengannya? yaiyalah kakakkk! lah yang orang-orang penting lain aja pada fotoan, apalagi hamba yang hanya seorang manusia biasa ini….yuklah atuh jangan malu-malu ya, ajak Chicco wefie. Kapan lagi bisa fotoan ama si ganteng ini tanpa rebutan ama abege hahahaha. Eh ada Junot dan pacarnya juga tapi telat datang jadi ga bisa fotoan, yeeesss bang Junot another ganteng guy yang saya suka banget aktingnya *yayelah joooo lu mahh ga bisa liat yang ganteng sikit yak* hahaha. Walaupun lihat artis-artis dan orang penting lain macam Marcel Siahaan, Dinda Kanya Dewi, Alvin Adam, Arina Mocca,  Ki Jokobodo, dan yang lain-lain tapi kan ga mungkin semua mau kita minta fotoan, maksudnya ya fotoan cukup sama yang emang kita suka banget aja. Fotoan ama Chicco dan Joko anwar (my fav Indonesia movie director) aja keknya sih cukup ya bok! lagian saya mah ga konsen liat orang-orang berseliweran, sebab hati dan pikiranku hanya tertuju pada DEE seorang. #sedapppphhhh 😀

Acara  pun dimulai, para tamu undangan dipersilahkan masuk. Itu kita yang nonton aja kok rasanya deg-degan banget ya, gak ngerti lagi gimana perasaan Dee siang itu, pasti perutnya juga mules kayak orang lagi mau lahiran pembukaan 7. Hahahaha bener ga mba Dee? Ya di panggung sudah ada piano putih merk KAWAI (penting sebut merk LOL), btw ini keknya piano Dee deh, diangkut ke GI ? wooowww keren banget kalau beneran iya. Ada pemain Clarinet dan bass yang juga super keren, tentu Mas Reza Gunawan (suami tercinta mba Dee) yang siap mengalunkan lagu-lagu indah siang itu dengan piaono putih tadi.

Setelah intro lagu, sang pencipta alam semesta ASKO yakni Dee Lestari pun hadir di panggung dan membacakan nukilan “Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh”. Baru selesai satu paragraph aja rasanya udah bikin merinding. Lalu ada lagu yang dinyanyikan oleh Dee dan Arina Mocca lalu Chicco Jerikho naik ke atas panggung dan membacakan nukilan “AKAR”! guess what? kok gue merasa ini karakter BODHI berasa hiduppp kak! keren banget! keren banget! tapi kan physically Bodhi itu harusnya kurus, putih pucat dan botak ya. Ya tapi gapapa juga sih saya rela kalau andaikan Chicco merusak bayangan saya tentang fisik Bodhi, soale ini Bodhinya jadi jauh lebih keren. Hahahaha subjektif kamu Jo!

Elektra dalam “PETIR” adalah karakter yang tidak akan pernah saya lupakan, karena dia udah bikin saya ngakak-ngakak setengah mati saat membaca segala kekonyolannya  dengan menipu ayat alkitab pada kakaknya si Watti, belom lagi saat ia mau mendaftar di STIGAN (sekolah tinggi Ilmu Gaib Nasional) wakakakakakak! Etraaaa Etraaaa!!! Dan ada Amanda Zefanya (mantan Miss Indonessia 5 tahun lalu kalau ga salah) yang membacakan nukilan Petir. I tell you, si Amandanya keren banget ngebacain nukilannya, bahkan lebih mendalami karakternya dibanding Chicco tadi. Nih anak cantik banget pulak kan, jadilah itu kita seisi ruangan ngakak pas dia baca bagian bagaimana Elektra memperkenalkan namanya dan asal muasal namanya dan nama kakaknya. Boleh juga nih Amanda memerankan Elektra kalau suatu saat Petir dibikin film.

Selalu ada lagu yang menjadi selingan pada tiap pembacaan nukilan. Lagu-lagunya masih nyambung sama isi nukilan yang dibacakan, tapi saya lupa lagu apa aja. Dinda Kanya Dewi naik keatas panggung untuk membacakan nukilan “Partikel” sebagai ZARAH. Dari semua serial supernova, PARTIKEL adalah paling favorit dan Zarah adalah karakter yang paling saya gilai.

Setelah Partikel, kalian pasti tahu kan nukilan apa yang akan dibacakan? tentu saja “GELOMBANG”. My fav Indonesian movie director, Joko Anwar kebagian membacakan nukilan Gelombang, sebagai Alfa. Aslikkk! logat Medannya kental kalipun bang! Joko Anwar membacakan pas bagian Alfa duduk diatas kapal laut yang membawa Alfa dan keluarganya hijrah ke Jakarta. Inget ga adegan dia ketemu dengan pria bernama Frank Sinaga? Frank yang ngajak Alfa nyanyi  “New York, New York” by Frank Sinatra. Lalu Imelda (kakaknya Dee) bermain piano dan menyanyikan lagu New York, New York”. Gilakkkk! keren banget! banget-banget! permainan pianonya bikin semua penonton tepuk tangan.

Saya makin ga sabaran ingin menyelesaikan buku IEP ini secepatnya tapi juga gak rela kalau akhirnya serial supernova ini disudahi disini (ya ngana maunya apa sih Jo! hahaha). But, ok don’t be so dramatic ya Jo, nikmatin aja apa yang ada di depan mata yaitu beranjutnya acara #15tahunsupernova ini dengan ditayangkannya sejarah perjalanan Dee dalam awal menulis, menerbitkan dan memasarkan serial supernova yang pertama yaitu KPJB. Semua orang-orang yang berjasa terhadap karir Dee  diinterview lewat cuplikan video yang disajikan. Psssstttt, Dee bilang kalau waktu itu ada 8 ribu buku yang gagal cetak, terus akhirnya buku-buku itu dijadikan gift untuk para wartawan dan untuuk promosi, plus dijual murah di kampus-kampus. Wakaakakakakak! 😀 😀 kebongkar deh rahasianya. Tapi salut banget ya, perjalanan 15 tahun menurut saya gak mudah, banyak up and downnya tapi Dee bisa melewati itu semua hingga tiba di titik sekarang, dimana semua orang memuja karya-karyanya. Alvin Adam, moderator acara siang itu mengatakan “sekarang siapa sih sutradara dan produser yang gak pengen bikin film adaptasi novel Dee?” yeayyy!! betul sekali! dan saya langsung berdoa dalam hati, semoga yang nanti membuat menggarap serial supernova lanjutannya yakni Akar, Petir, Partikel, Gelombang dan IEP adalah orang-orang yang sama jeniusnya dengan mak suri ini, soalnya kalau yang bikin film standard-standard aja, nanti kita kiciwaaa beratsss mak! *HearMyPrayerOhLord* 😀

Dalam sesi tanya jawab dengan Alvin, Dee menyebutkan bahwa dia juga sering mengalamin yang namanya writer’s block atau bahkan merasa beban dengan segala ekspektasi para pembaca setianya. Tapi Dee punya suami yang luar biasa katanya, yang bisa membuat Dee jadi ‘waras’ kembali…hehehehe. Dee menjelaskan kalau dia terus-terusan memikirkan apakah tulisannya ini nanti akan memenuhi ekspektasi pembaca atau tidak, dan inilah akhirnya yang makin menghambat proses menulis itu sendiri. Dee pun teringat bahwa dia harus kembali ke corenya dia menulis, bahwa serial supernova ini sejatinya bukan beliau tulis untuk siapa-siapa. Supernova hanyalah cara Dee bertanya sekaligus upayanya untuk menjawab….. so, she got back into her cave and write again, again and again until finally she finished her last episode, Intelegensi Embun Pagi yang menurut saya ini buku paling EPIC yang pernah saya baca! nanti review tentang IEP akan menyusul ya(saya masih di halaman 262, dan bingung mau selesain IEP dulu atau tulisan ini.hehe)

Dee menyampaikan hal yang paling penting di ujung sesi tanya jawabnya, yaitu tentang mengapa dan apa tujuan ia menuliskan serial supernova ini? Dee menjawab bahwa dalam kehidupan kita sekarang yang sangat modern terutama untuk orang-orang muda, pertanyaan-pertanyaan yang esensial tentang hidup seringkali terabaikan atau dengan kata lain, kita menjadi kurang peka. Untuk itulah Dee menyampaikan segala pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang hidup. Kalau misalnya kita sudah tertarik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, maka kita bisa menjadi pembelajar yang luar biasa, bisa mengeksplorasi banyak hal. Dee memang sengaja, ingin selalu menimbulkan banyak pertanyaan lewat supernova. Tidak semua serial Supernova itu manis seperti permen, banyak yang meresahkan. Partikel adalah salah satu contohnya. Dee memang sengaja ingin memancing kita para pembacanya untuk ikut menjawab segala pertanyaannya, atau bahkan agar kita juga akan mepertanyakan banyak hal tentang hidup, supaya kita juga bisa menjadi pembelajar yang luar biasa, seperti yang Dee sebutkan diatas. WOWWWW!! SPEECHLESSSS MAKSIMAL SAIYAAAH!

Sesi tanya jawab selelsai, maka acara akhirnya ditutup dengan pembacaan nukilan Intelegensi embun pagi oleh Dee yang SUMPAHHHH MAKKK! bikin merinding…. lalu Dee menyanyikan lagu yang menurut saya magical banget. Cocoklah sebagai OST supernova. Para tamu undangan serempak berdiri dan bertepuk tangan meriah! saya berdecak kagum tiada hentinya atas rangkaian acara dari awal hingga akhir. Ini bukan sekedar perayaan 15 tahun supernova, bukan cuma sekedar perayaan betapa besarnya karya Dee, bukan juga sekedar perayaan launching buku IEP sebagai episode terakhir Serial Supernova, namun bagi saya ini adalah PERAYAAN HIDUP!

Dee berhasil menyentuh hidup manusia dari berbagai sisi. Bagi kalian yang baca serial supernova ini tentu tahu maksud saya, bahwa banyak hal yang bisa kita pelajari dari tiap-tiap pertanyaan sekaligus jawaban dari tiap-tiap karakter yang kita temui dalam serial supernova ini. Saya contohnya, bisa aja saya ngakak-ngakak pas baca PETIR tapi jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya mepertanyakan banyak hal tentang diri saya dalam beragama, dalam berperilaku, dalam berucap.Elektra yang membuat saya sadar tentang semua hal itu, makasih ya Etra!!! Belum lagi Zarah, yang sudah semena-mena bikin air mata saya gak bisa berhenti menetes saat dia akan berpisah dengan Sarah orang utan di Tanjung puting, bikin saya lebih peka terhadap lingkungan, tentang sesama mahluk ciptaan dan untuk lebih dekat dengan alam. Tangis dan amarah saya juga  tak bisa terkontrol saat Zarah memergoki Koso berada di apartemen Storm kekasihnya. Zarah juga yang mengajarkan saya untuk berdamai dengan diri sendiri, termasuk memafkan orang yang mungkin sudah menyakiti kita. Well, tiap orang pasti beda-beda kan persepsinya tapi bagi saya hal-hal simple yang saya dapatkan setelah membaca serial supernova ini adalah justru sangat berharga.

Terimakasih untuk ending yang begitu indah dalam perjalanan #15tahunSupernova yang menciptakan banyak tanya dan sekaligus jawaban dalam diri. Teruslah berkarya ibu suri,. Terimakasih  sudah menjadi bagian dari perjalanan ini. Secuil cerita masa kecilku di Sianjur Mula-mula yang diceritakan lewat Alfa Sagala dalam buku Gelombang. Terimakasih atas undangannya ya mba Dee, semoga suka dengan hadiah kecilnya. Aiwapyuuuuu Full pokoknya…… 🙂  🙂

Berikut foto-foto yang sempat saya abadikan:

image

Dee setelah selesai acara, yang mau nyalam dan foto mesti kudu sabar antreeeeee!!!

image

Dee with Her Dad, Dee with Alvin Adam, Dee membawakan lagu, Dee dengan para partisipan

image

yanaseeeebbbb sendirian, selpiannn aja deh ah! hahaha

image

Hadiah kecil buat Dee, sebuah miniatur IEP yang saya pesan di @own_toys

image

Mapping Serial Supernova yang sungguh luar biasa keren!

image

Draft Supernova dan Supernova edisi pertama dulu

image

Berbagai laptop yang dipakai Dee dalam penulisan Supernova

image

Si Jaga Portibi

image

Pembacaan Nukilan Akar oleh Chicco Jerikho, Petir oleh Amanda Zefannya, Partikel oleh Dinda Kanya Dewi, Gelombang oleh Joko Anwar

image

You know who they are, right?

wp-1456733510702.jpg

Last but not least, finally was able to take a picture with her….Dee, the author of Supernova! Too bad ga sempat ngobrol banyak…I really hope to meet her again one day! Love you mba Dee!

Ps: Kalau mau lihat cuplikan video yang berhasil saya rekam saat acara dan beberapa foto lainnya, silahkan lihat di IG saya @joeyz14

Sekian dan terimakasih! Now let’s continue reading the IEP!!!

XOXO,

Joeyz, yang lagi seneng banget!

39

A Visit To Bodhi’s Hometown

– L A W A N G-

1978-1998

Delapan belas tahun. Aku belajar hampir segalanya di Wihara Pit Yong Kiong, daerah Lawang, 60-an kilometer dari Surabaya ke arah selatan. Mulai dari belajar merangkak, bicara, sampai pipis sendiri. Aku hafal ratusan mantra bahasa Mandarin-termasuk dialek Hok Kian dan Kanton- juga bahasa Pali. Tidak pernah kuanggap itu unik. Wihara memang hidupku.Tak ada pilihan lain.

Guru Liong menemukanku di halaman depan wihara, terbungkus sarung, dalam kotak kardus rokok bekas yang diletakkan dibawah pohon. Subuh-subuh. Dua puluh tiga tahun yang lalu. Aku menangis keras sekali, dibarengi angin ribut yang membuat setiap lembar daun berisik. Kata guru Liong, alam seperti ikut memerintahkannya untuk datang ke pohon itu. Aku kemudian dinamai Bodhi, walaupun bukan ditemukan di bawah pohon bodhi, melainkan pohon asam. Cuma mungkin agak aneh kalau bayi diberi nama Asam.

Guru Liong mengasuhku sendiri, dan aku tak pernah masuk SD apalagi TK. Aku baru sekolah ketika Gunung Sinar Buddha membuka SMP dan SMA, tepat di depan ibadah, yang jaraknya cuma 20 meter dari kamar. Jadi, tak mungkin bolos.

Cerita diatas adalah cuplikan tentang bagaimana bodhi, tokoh utama dalam novel berjudul AKAR oleh Dee Lestari. Yes, untuk yang suka sama supernova series, pasti hafal banget ya sama cerita diatas. Menurut saya Bodhi adalah salah satu karakter paling unik di antara semua karakter di Supernova. Ok, saya memang paling jatuh cinta sama Zarah di PARTIKEL dan kesengsem abis sama Alfa Sagala di GELOMBANG, juga terpikat sama karakter Elektra yang super duper fun!. Oh again I should say that Dee is such a genius author yang bisa menciptakan karakter-karakter yang terasa hidup. Yes, membaca semua cerita dan melihat karakter yang dibangunnya membuat kita berfikir bahwa tokoh-tokoh itu hidup dan mereka beneran ada.

Well, bukan cuma tokohnya yang berasa hidup, tapi setting atau tempat dari cerita itu juga memang terasa nyata. Ketika Dee bercerita tentang Zarah dan ayahnya Firas yang tinggal di Bogor dan kegemaran mereka mengunjungi bukit Jambul yang angker, saya bisa membayangkan suasana bukit jambul itu dan merasa bahwa bukit jambul itu memang beneran ada. Lalu saya semakin percaya bahwa bukit jambul itu beneran ada ketika Dee waktu itu menghubungi saya untuk bertanya-tanya tentang acara pemanggilan Raja Uti di Sianjur Mula-Mula lalu menuangkan secuil cerita saya dalam buku Gelombangnya dan menjadikan saya sebagai salah satu narasumbernya. Di situ saya percaya bahwa kemungkinan besar semua tempat yang ada di dalam supernova itu real. Karena toh Sianjur Mula-Mula itu emang benaran ada, yaitu kampung halaman saya sendiri. Riset Dee untuk setiap cerita or bukunya memang patut diacungi jempol.

Membawa Alfa  Sagala pulang ke kampung halamannya di Sianjur Mula-Mula

Membawa Alfa Sagala pulang ke kampung halamannya di Sianjur Mula-Mula

Nah, hal serupa ketika saya membaca kisah Bodhi dalam buku “AKAR”. Saat saya tiba di halaman 38 yakni seperti kutipan yang saya tulis diatas itu, saya baca bolak balik, lalu saya merasa tempat Bodhi ditemukan yaitu Wihara dan sekaligus tempat ia juga bersekolah itu seperti tidak asing. Yang makin meyakinan saya bahwa saya tahu tempat itu adalah nama lokasinya yaitu Lawang, yang berjarak 60 km dari Surabaya. Feeling saya bilang kayaknya sih ini sekolah berasrama yang letaknya percis disamping sekolah berasrama tempat saya bersekolah dulu di Lawang. Nama sekolah itu adalah TRIDHARMA. Jadi dulu walaupun kami ga pernah main ke sekolah itu, tapi kami familiar banget dengan gerbang dan halaman depan sekolahnya. Tridharma adalah sekolah berasrama untuk para siswa yang beragama Buddha dan saya kira di Lawang ya cuma itu sekolah berasrama untuk umat Buddha plus juga penggambaran lokasinya percis banget.

Daripada saya penasaran, kirim email aja ke Dee *sok ikrib* nanyain bener apa nggak sih setting tempat Bodhi ditemukan itu adalah sekolah TRIDARMA yang saya maksud?

Yes, rasa penasaran terjawab sudah

Yes, rasa penasaran terjawab sudah

Ternyata benar, memang lokasi itu benar-benar ada. Salut ya ama Dee, betapa dia serius dan detail sekali dalam menulis cerita-ceritanya. Thumbs up for Dee.

Bulan Maret lalu saat saya liburan ke Malang bersama Jc adik saya dan anak saya G, saya udah rencana akan singgah untuk sekedar masuk di halaman depan dari sekolah Tridarma ini, sebelum kami menuju boarding school tempat kami bersekolah dulu. Saya ga sempat masuk kedalam karena waktu mepet banget, dan hanya sempat berfoto di halaman depan aja. Ohya, ada pohon di depan wihara ini tapi gak tau apa itu pohon asam yang dimaksud Dee di buku akar atau bukan. Well, at least its so nice to come and pay a visit to Bodhi’s home! tempat dimana bodhi pertamakali ditemukan oleh Guru Liong dan sekaligus tempat Bodhi dibesarkan sampai akhirnya ia pergi memulai petualangannya menuju Belawan, dan beberapa negara tetangga seperti Kamboja, Bangkok dan Laos. Petualangan yang sungguh seru dan menarik dari seorang pemuda bernama Bodhi. Ah senangnya napak tilas ke tempat dimana setting dari cerita di buku kesukaan kita. Here are some pictures of my visit to Bodhi’s home:

Membawa Bodhi pulang kerumahnya.....Wihara dan sekolah TriDharma-Lawang

Membawa Bodhi pulang kerumahnya…..Wihara dan sekolah TriDharma-Lawang

Munglinkah itu pohon tempat Bodhi ditemukan? dunno either

Mungkinkah itu pohon tempat Bodhi ditemukan? dunno either

Sekolah tetangga!

Sekolah tetangga!

Dengan saya mengunjungi rumah bodhi, saya makin penasaran apakah bukit jambul dalam buku Partikel itu juga nyata?maka dengan sekali lagi sok ikrib sama Dee, saya menuliskan email dan memberitahu tentang kepergian saya mengunjungi sekolah Tridarma tempat bodhi sekaligus bertanya apa bukit jambul itu beneran ada? karena kalau beneran ada, saya dan Maya akan berkunjung kesana…hahahahaha niat ya ceuuuu! ya seru aja kan ya, berasa tokoh tokoh dalam certia itu beneran ada, plus tempat or lokasi dimana cerita itu diambil juga memang real alias nyata.

Ternyata bukit jambul gak ada...

Ternyata bukit jambul gak ada…

Seteah membaca balasan email dari Dee, akhirnya saya tahu kalau bukit jambu itu gak ada dan hanya karangan Dee semata. Haduhhh tapi kok berasa nyata banget ya? coba warga bogor, dicek dulu disana ada bukit yang menyerupai bukit jambul ga? hihihi teteuppp ya penasaran. Anyway, sekarang semua pembaca series supernova Dee sedang menanti lahirnya Intelegensi Embun Pagi yaitu seri terakhir dari supernova yang sedang diracik Dee di bat cavenya. Semoga endingnya bisa memuaskan hati para pembaca ya! dan semua misteri dan pertanyaan-pertanyaan kita selama ini segera terjawab di novel ini. Aminnnnn! 🙂

Have a nice day temans!

xoxo,

Joeyz-Penggemar Supernova Dee

51

Berpetualang Dengan Supernova Dan Review “GELOMBANG”

Setelah puas bernorak-norak bergembira di postingan sebelumnya karena menjadi narasumber abal-abalnya Dee, saya mau review sedikit Novel Supernova. Bukan cuma Gelombang yang baru aja diterbitkan tapi secara keseluruhan.

Gelombang- membawa kita pada alam mimpi yang terasa nyata, yang membuat jatuh cinta sama Alfa Sagala......

Gelombang- membawa kita pada alam mimpi yang terasa nyata, sekaligus membuat jatuh cinta pada Alfa Sagala……

Akan sekuat tenaga berusaha agar review ini tidak spoiler……

Pertama-tama saya cuma mau bilang bahwa beruntunglah saya, karena baru mulai membaca serial Supernova sekitar setahun lalu. Jiahhh telat amat neng bacanya…kemana aja? hehehe tapi tetap merasa beruntung walau telat bacanya.

Kenapa beruntung? ya gak kebayang aja gimana tersiksanya menantikan dari satu edisi supernova ke edisi yang lainnya. Dari Ksatria Putri dan Bintang Jatuh (KPBJ) yang terbit tahun 2001, lalu harus menunggu setahun berikutnya untuk lahirnya AKAR, kemudian disusul oleh PETIR tahun 2004.Pasti tersiksa kan karena penasaran?

Dan semua Itu  nggak ada apa-apanya dibanding penantian panjang menuju PARTIKEL yang lahir di tahun 2012, ya ampun berapa tahun itu coba? delapan tahun sodarah! sungguh teganya, oh teganya Ibu suri Dee membuat para pecinta Supernova galau tak menentu untuk kehadiran Partikel dalam delapan tahun penantian.

Saya sebagai orang yang tipenya ga sabaran dan ga bisa dibuat penasaran sangat beruntung karena baru mulai baca Supernova tahun lalu, jadinya bisa langsung menikmati semua buku supernova satu persatu dengan santai tanpa terburu-buru juga tanpa perlu menunggu waktu yang lama karena semua sudah ada di toko buku. Iya memang agak beda sih motivasi saya akhirnya membaca si supernova ini.Jujur nih, saya baca kan karena pasca ditelfon ibu suri untuk jadi salah satu narasumbernya. Hahaha yes I know….cetek abisss kan eike bok. 😀

Tidak ada rasa ketertarikan samasekali pada supernova ini. Saya tahu KPBJ dari seorang teman waktu kuliah di Bandung dulu, mencoba membaca sedikit dan samasekali tidak tertarik. Tentu saja karena menurut saya si otak cetek ini, bahasa dalam buku ini cukup njlimet, susah untuk dicerna. Akar, Petir dan Partikel pun sama, terlewat begitu saja. Satu-satunya buku supernova yang saya ingin baca adalah Partikel. Kenapa Partikel? karena dua tahun silam saat Partikel lahir tahun 2012, saya banyak membaca review yang berseliweran di twitter tentang betapa bagusnya buku ini. Tapi tetap saya belum benar-benar berniat membacanya. Singkat cerita saya pun membeli Partikel dan berharap saya gak lost karena sudah melewatkan 3 buku supernova sebelumnya. Dan Rasa kenikmatan membaca Partikel ini menyeret saya untuk lebih dalam  membaca buku supernova yang lainnya.

Sampai saat ini saya masih terus terkagum-kagum dengan Dee yang begitu Jeniusnya merangkai kata-kata, menciptakan tokoh-tokoh yang punya karakter kuat dalam setiap ceritanya. Bukan cuma itu, beliau juga mampu membawa kita pada petualangan baru dengan tipe petualangan yang berbeda-beda pada tiap bukunya.

Pada Buku Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh (KPBJ) Kita diajak berpetualang dalam kehidupan cinta Ferre dan Rana. Kisah cinta yang dituliskan oleh sepasang kekasih (gay) bernama Dimas dan Ruben. Kisah cinta yang begitu kompleks karena Ferre sebagai sosok laki-laki yang sempurna dan digilai oleh banyak wanita akhirnya jatuh cinta pada Rana yang sudah memiliki suami bernama Aswin. Ditambah munculnya Diva si bintang jatuh dalam kehidupan cinta Ferre membuat cerita ini begitu menarik. Despite of all crazy terms about science yang membuat kening saya mengkerut, saya suka sekali puisi-puisi romantis di novel ini. Dan pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa novel KPBJ adalah tentang cinta yang membebaskan. That’s it. Karena memang sedikit membingungkan tentang bagaimana nanti si tokoh supernova muncul dan bagaimana keterkaitannya dengan buku lain saya juga masih clueless…Tapi tak apa…saya sabar menanti supernova berikutnya (Inteligensi Embun Pagi) yang katanya bakal jadi episode terakhir dan yang sekaligus akan menguak semua misteri dalam supernova ini. (I hope so)

Pada buku kedua dalam supernova berjudul “Akar” Dee membawa kita berpetualang bersama Bodhi sang tokoh utama dalam cerita ini. Bodhi lahir di wihara dan diasuh oleh guru Liong. Hal yang menarik perhatian saya pada novel ini adalah ketika Dee menuliskan lokasi Wihara tempat Bodhi ditemukan pertama kali oleh guru Liong. Lokasinya adalaha di Lawang, 60 km dari Surabaya. Saya langsung teringat akan wihara yang juga sekaligus sekolah berasrama disamping sekolah saya waktu SMU dulu yaitu di lawang-pasuruan. Nama sekolah itu adalah “Tridarma” dan sekolah kami percis berdampingan satu sama lain dan sekolah kami sama-sama berasrama dan berbasis agama. Saking penasarannya saya menulis email pada Dee dan menanyakan apakah benar sekolah berasrama tempat Bodhi ditemukan adalah sekolah Tridarma yang saya maksudkan? Dan Dee menjawab IYA benar sekali itu adalah sekolah Tridarma dan mari kita beri salut pada ibu suri satu ini karena dia adalah penulis yang paling jago dalam soal riset. Menurut pengakuan Dee, dia sempat survei dan riset disana. Gile keren abis ya! Untuk sebuah maha karya memang perlu riset sedetail itu.

Dalam novel Akar ini, kita dibawa Dee berpetualang bersama Bodhi menuju negara-negara seperti Laos, Bangkok dan Kamboja. Perjalanan Bodhi sendiri adalah perjalanan pencarian jati diri yang disuguhkan dengan sangat bagus oleh Dee. Seni tato adalah hal yang banyak sekali disinggung dalam buku ini.

Selanjutnya adalah buku Supernova berjudul “petir”, ini adalah buku yang terus terang membuat saya terhibur dan terenyum bahkan tertawa karena si tokoh bernama “Elektra” atau Etra ini seperti memperlihatkan sisi humoris dari Dee itu sendiri. Elektra si gadis pemalas yang hidup sebatangkara sepeninggal ayahnya dan kakaknya Watti yang ikut suaminya ke Jayapura akhirnya bertransformasi sebagai pengusaha Warnet yang sukses atas bantuan Mpret. Mpret ini yang nantinya mempertemukan Etra dengan Bodhi melalui sepupunya Mpret bernama Bong. Banyak hal yang saya garis bawahi dari buku Petir ini, terutama tentang bagiamana Etra memandang Agama itu sendiri. Kehidupan Elektra dan Watti kakaknya yang sangat bertolak belakang membuat saya sadar bahwa dalam hidup ini kita sering menemukan karakter seperti Watti. Bahkan saya sering bertanya pada diri saya sendiri, apakah saya sering berperilaku seperti Watti? answer your self Jo!

Petualangan yang tidak kalah serunya adalah petualangan bersama Zarah, tokoh dalam buku  Supernova berjudul “PARTIKEL”. Anak perempuan yang dibesarkan di kota Bogor. Dididik oleh ayanya yang bernama Firas sebagai seorang dosen di IPB. Firas ayahnya dianggap sebagai orang sinting karena terlalu menggilai fungi/jamur dan sering berkunjung keBukit Jambul yang dipercayai sebagai tempat keramat oleh penduduk sekitar. Suatu hari Firas hilang tanpa kabar dan pencarian Zarah terhadap ayahnya inilah awal dari perjalanan Zarah. Tokoh Zarah ini diceritakan sebagai seorang anak yang berbakat dengan dunia fotografi dan salah satu fotonya berhasil menjadi pemenang pada suatu lomba di majalah akhirnya membawa ia berkunjung ke Tanjung Puting di Kalimantan tempat penangkaran orang utan. Perjalanan Zarah terus merambah ke London dan semua ini dia lakukan dalam misi pencarian ayahnya yang hilang.

Ada banyak hal yang membuat saya terharu pada cerita ini, salah satunya tentang hubungan Zarah pada abah dan uminya, hubungan dengan ibunya yang selalu bertentangan selama ini.

Namun tidak ada yang mengalahkan haru yang tercipta saat baca bagian dimana Zarah harus berpisah dengan Sarah, Sarah adalah anak orang utan yang dirawat oleh Zarah selama ia ada di Tanjung puting. Sejak kapan perpisahan seekor anak orang utan dengan manusia menjadi sangat dramatis seperti itu? Sekali lagi…hanya Dee yang berhasil melakukan itu, membuat saya berurai air mata saat Zarah harus pergi meninggalkan Tanjung puting, meninggalkan Sarah untuk mengejar cita-citanya dan pencarian Firas ayahnya. Sekarang saya tahu bagaimana rasanya, rasa keterikatan pada mahluk yang bernama orang utan. . Sejak baca itu saya jadi lebih sensitif terhadap binatang terutama orang utan.

Haru yang tercipta ke dua adalah saat sesuatu terjadi antara Storm kekasih Zarah dan Koso sahabatnya. Beneran ini sensasinya bener-bener berasa, Dan saya si ratu drama ini dengan bodohnya mengulang-ulang adegan di apartemen saat Zarah memergoki keduanya. Hiksssss mau ngemper dilantai aja rasanya makkkk! syebelll aku ama koso! padahal udah jatuh cinta setengah mati eike ama si Storm….huhuhu…..namun ada banyak hal yang kita temui pada buku ini, cara berdamai dengan diri kita, tentang mencinta dan memaafkan, semuanya dirangkai dengan kata-kata yang indah. You will feel surprise with the whole story. Sungguh saya speechless dibuat Dee untuk karyanya yang satu ini. So, Partikel is one of the best. My favorite so far.

#SUPERNOVASERIES love them!

#SUPERNOVASERIES love them!

Akhirnya empat buku Supernova sudah saya baca dan terus-terusan penasaran sebenernya bagaimana hubungan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain. Ruben dan Dimas, Gio dan Diva (dari KPBJ) kepada Elektra dan Bodhi dan juga Zarah. Well jawaban itu mulai terkuak sedikit demi sedikit pada buku supernova selanjutnya yaitu Gelombang.

Sekilas Tentang GELOMBANG

Sebuah upacara gondang mengubah segalanya bagi Alfa. Mahluk misterius yang disebut  Si Jaga portibi tiba-tiba muncul menghantuinya. Setiap tidurnya menjadi pertaruhan nyawa. Sesuatu menunggu Alfa di alam mimpi.

Perantauan Alfa jauh membawanya hingga ke Amerika Serikat, Berjuang sebagai imigran gelap yang ingin mengubah nasib dan status. Alam mimpinya ternyata menyimpan rahasia besar yang tidak pernah ia bayangkan. Di lembah Yarlung, Tibet, jawaban mulai terkuak.

Seperti yang saya sudah tulis di postingan sebelumnya, bahwa adegan pembuka cerita adalah malam saat diadakannya gondang pemanggilan Raja Uti disebuah kampung yang ada di kecamatan Sianjur Mula-Mula, di pulau Samosir.

Dari tahun 2001 Dee sang penulis sudah mencanangkan kalau tokoh dalam supernova kali ini adalah seorang laki-laki Batak. Dan laki-laki batak itu bernama Alfa Sagala. Alfa yang dari bayi tidak bisa mendengar suara gondang pada akhirnya ikut acara gondang itu saat usianya 12 tahun. Alfa selalu dititipkan dirumah amangborunya di Panguguran (Tak jauh dari Sianjur Mula-mula) setiap ada acara gondang, karena tangisan Alfa seperti merobek langit setiap kali ia mendengar suara gondang. Padahal syarat pemanggilan Raja uti adalah gelap dan hening tanpa suara sekali, hanya suara gondang. Aneh memang karena bapaknya Alfa adalah seorang pemain sarune (serulingnya orang batak) diacara gondang itu.

Malam itu adalah malam pemanggilan Raja Uti yang dipercaya sebagai penguasa Pusuk Buhit, di desa inilah semua sejarah orang Batak bermula. Menurut ompung saya, itu makanya diberi nama kecamatan Sianjur Mula-Mula, awal mula dari semua. Jika kalian baca bukunya di situ diceritakan bagaimana suasana pemanggilan Raja Uti, dan Dee benar-benar bisa menuangkannya dalam tulisan. Hebat sekali! Saya pun terbawa kembali pada malam itu, malam dimana saya, mamak dan ompung saya yang ikut berkumpul di rumah-rumah warga yang dekat dengan pelataran tempat diadakannya upacara itu. Sebuah kerbau di ikat ditengah pelataran sebagai salah satu persembahan untuk Raja Uti agar Raja Uti turun dari Pusuk Buhit.

Lampu dipadamkan, tidak ada lilin tidak ada suara sama sekali. Bahkan anak- anak kecil seusia saya mulutnya di tutup oleh tangan mamaknya masing-masing bila bersuara, ketika raja uti akhirnya turun melalui tubuh seorang nenek di kampung itu, itulah momen paling sakral dan mistis yang pernah saya alami. Suara gondang, sarune dan lolongan anjing yang ketakutan juga suara nenek yang kerasukan roh raja uti bersatu, sungguh malam yang magis yang masih terekam oleh otak saya sampai saat ini. Hanya orang tertentu yang bisa melihat raja uti. Menurut yang bisa melihat, raja uti ikut manortor (tarian orang batak) pada malam itu.

Malam pertama kali Alfa mengikuti acara gondang itulah awal dari segalanya berubah. Ya, sejak malam gondang itu, sejak matanya melihat sesuatu yang sangat menakutkan, sejak itulah mimpi-mimpi buruk itu datang dalam tidurnya, mimpi-mimpi itu bukan cuma buruk, tapi mimpi itu seringkali membuatnya hampir mati. Mimpi yang begitu nyata, sampai-sampai ia tidak bisa membedakan mana mimpi dan mana yang nyata. Untuk menghindari datangnya mimpi, Alfa harus tetap terjaga malam hari, karena bila saja ia terpejam lebih dari satu jam ia akan mengalami mimpi buruk itu. Alfa mengandalkan power nap pada siang hari atau kapan saja ia sempat.

Di buku Gelombang ini, banyak terkuak misteri tentang bagaimana tokoh-tokoh dalam buku supernova sebelumnya berhubungan satu sama lain. Ya sedikit demi sedikit  misteri itu terkuak melalui perjalanan Alfa dalam menemukan jawaban dari segala pertanyaan atas mimpi-mimpi yang dialaminya sejak malam gondang pemanggilan Raja Uti tersebut. (ribet amat ini kalimat) Oke to make it simple, pokoknya di buku gelombang ini kita akan tahu bagaimana Bodhi (tokoh dalam ‘Akar’), Elektra (tokoh dalam ‘Petir’), Zarah (tokoh dalam ‘Partikel) berhubungan satu sama lain. Sayangnya Dee selalu berhasil membuat pembacanya tersiksa dalam rasa penasaran karena semua misteri itu belum benar-benar terkuak seutuhnya.

Ada tokoh-tokoh lain yang muncul di buku ini, Yaitu Isthar perempuan yang diyakini sebagai ‘bintang jatuh’ , ada dokter Nicky Evans yang cantik dan masih  muda, berperan sebagai dokternya Alfa, juga beberapa tokoh lain seperti Troy dan Carlos (sahabat Alfa di Amerika Serikat) dan Dokter Kalden yang menjadi kunci misteri rahasia mimpi Alfa.

I really love how Dee bring us into the adventure of the main character. Seakan kita ikut berpetualang dalam alam mimpi dari Alfa. Lucid dreaming  adalah istilah mimpi yang dialami oleh Alfa. Mimpi yang terasa nyata. Membaca Gelombang membuat saya juga teringat akan beberapa mimpi aneh yang beberapa kali saya alami, yaitu mimpi dimana saya ingin sekali bangun dari mimpi itu tapi badan ini rasanya sulit sekali digerakkan, terasa kaku dan terkunci yang membuat saya tersiksa dan bangun dalam keadaan lelah. Bukannya sok-sok menyamakan dengan Alfa, tapi saya bisa merasakan betapa tersiksanya Alfa dalam mimpi-mimpi atau lucid dreaming yang dialaminya sejak malam gondang itu diadakan.

Saya suka sekali bagaimana Dee menggambarkan tokoh-tokoh dalam ceritanya, Bodhi yang free spirited, Elektra si Pemalas dan penuh humor, Zarah si cantik yang menjadi wildlife photographer. Alfa tak terkecuali. Dia adalah pria batak yang punya karakter kuat. Alfa yang punya kemauan keras, punya otak yang encer, speed reader, dan ganteng tentunya bisa membuat kita jatuh cinta. Ya mudah sekali jatuh cinta pada Alfa.

Fav Scene:

Scene yang paling saya sukai adalah saat Alfa perform diatas panggung di klub langganannya LITHIUM. Dia pake setelan suit Armani dan nyanyi sambil main gitarnya. Haissssshhhh I love your style ALFA SAGALA!!!! (njrittt jatuh cinta ama ito sendiri) 😀 (Cowo batak itu gak sah kalo ga bisa nyanyi sambil main gitar….hahaha *lirik uppa)

FAV LINE:

“Leaving early, Alfa?” Fred, bartender Lithium favoritku bertanya.

Kusisipkan tip dibawah gelas. “When life gives you lemon, what would you do, Fred?”

“Bite it like a man.”

Aku membuka dompetku lagi dan mengeluarkan selembar lima puluh dolar. “Best advice ever.”

Perjuangan Alfa dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan dan mimpi-mimpinya ikut membawa kita tenggelam dalam cerita ini. Benar-benar kita dibawa terombang ambing dalam gelombang yang tak tentu arah. Ahhhh again I have to say : “I LOVE YOU MBAK DEE!!!!!”

Saya nggak mau banyak bercerita lagi tentang Alfa dan gelombang, karena takutnya entar spoiler (eh jangan-jangan ini udah spoiler ya?peace out dah) . Melalui buku gelombang, kita akan disuguhkah sedikit sejarah dan asal-usul orang Batak, kehidupan dan watak orang batak. Bukan cuma itu, kita juga akan belajar sedikit tentang mimpi, yang biasa disebut sebagai bunga tidur. Apa benar begitu? entahlah. Gelombang juga akan memperlihatkan pada kita akan kerja keras seseorang dalam merubah nasibnya, berjuang di negeri orang untuk meraih cita-cita dan juga mewujudkan mimpi orangtuanya. yang pasti buat yang suka dengan karya-karya Dee lestari (terlebih supernova nya) buku ini nggak akan mungkin terlewatkan. Dan setelah selesai membaca gelombang ada satu pertanyaan yang tersisa, yaitu

Sampai kapan kami akan disiksa dalam penantian ‘Inteligensi embun pagi’? wahai ibu suri?

Hahahhaa, iya asli ini bacanya bikin makin penasaran, apa dan bagaimana akhir dari petualangan Alfa? Bodhi? Elektra? Zarah? dan si Bintang Jatuh? dan siapa kedua tokoh lagi yang dimaksud Dee? karena katanya ada 6 tokoh yang dalam serial supernova ini. Apakah tokoh dari Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh? atau ada dua tokoh tambahan yang lain?Semakin menarik dan ah entahlah…yang pasti udah ga sabar banget menantikan buku supernova yang berikutnya, yang berjudul  Intelegensi Embun Pagi, dan mungkin itu yang terakhir nantinya. Oh tidakkkk!!!!

Selanjutnya saya mau membeberkan fakta dibalik cerita gelombang ini mengenai orang Batak:

1. Adalahh benar kalo orang batak suka fenomenal kalo ngasih nama ke anak. Itu si ALFA nama aslinya adalah Thomas Alfa Edison, abangnya Sir Isaac Newton, dan abang tertuanya diberi nama Albert Enstein. Lol 😀 dan saya bersyukur saya ga dikasih nama Margaret thatcher atau nama-nama fenomenal lainnya. Di gereja saya ada yang namanya : Heavenly shine, adeknya Merry Christmas, dan adik satu lagi Aman Damai Sentosa…lol kocak yeee orang Batak 😀

2. Rasanya jarang menemukan cowo batak yang besar di kampung dan tidak bisa bermain gitar dan menyanyi…..hihihi ..jadi bisa bayangin itu si Alfa sekece John Mayer kali yeee 🙂

3. Di kampung Alfa, hanya ada dua marga yang mendominasi, yaitu Sagala dan Limbong, dua marga ini sebenernya tidak boleh menikah tapi karena kampung sagala dan limbong berdampingan  jadi pada kawin satu sama lain setelah ada perjanjian, lain kali saya bahas tentang perjanjian apa itu.

4. Bahwasanya banyak sekali orang batak yang merantau di Amerika serikat sana, dan kalau kalian mau lihat lautan orang batak di Amerika, tuh di Lomalinda (California) banyak sekali, juga di Denver (Colorado) hehehe ga tau deh di negara bagian mana lagi. Itu yang saya tahu sih. Dan orang Batak itu dikenal sebagai pekerja keras. Seperti kata Alfa dalam buku Gelombang halaman 184 saat ia diwawancara untuk bekerja di Wall Street: “We, the Batak People, are known for our hardness. Hard work, hard attitude, and hard faces.”   lol hard facesnya itu loh bokkkk…

Oh ya sebagai bonus, ini ada puisi keren yang ditulis Dee di halaman depan buku ini… keren dan romantis gimanaaaaa gitu…..tapi saya ambil bagian yang saya suka aja ya

Mencecapmu lewat mimpi

Terjauh yang sanggup kujalani

Meski hanya satu malam dari ribuan malam

Sekejap bersamamu menjadi tujuan peraduanku

Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku

Engkau membuatku putus asa dan mencinta pada saat yang sama

Terimakasih yang sudah sempetin baca postingan yang panjangnya amit-amit ini ya. Mudah-mudahan pas kalian baca ini, kalian emang lagi butuh membaca sesuatu (entah itu sambil duduk di mobil karena terjebak macet, atau lagi semedi di toilet..hahaha atau lagi bengong ga tau mau ngapain..) Thank you for reading guys!

xoxo

Joeyz, Itonya Alfa Sagala…. 😀